TANAH AIR SEDANG BERDUKA

                                                            TANAH AIR SEDANG BERDUKA                                 

 

ANAK –ANAK YANG BERJALAN DIBELANTARA

TERSEDUH

DAUN-DAUN MERAH BERLAPIS DARAH

 

DIA BERKATA DALAM HATINYA

ALANGKAH MUDAHNYA MENIMBA DARAH

ALANGKAH ENTENGNYA MENYUKAT AIR MATA

 

TANAH DAN AIR SEDANG BERDUKA

 

ANAK-ANAK YANG BERJALAN DI BELANTARA

DIIMPUS BERIBU-RIBU KANTONG DENDAM

DIBEKALI BIBIT KEBENCIAN

KELAK JADI GALAK

 

MENGUNYAH-NGUNYAH SIAPA SAJA

 

OH BETAPA RISAU MARGA SATWA

AKAN LENYAP SELURUH CINTA

 

ANAK-ANAK YANG LAHIR ATAS NAMA PERSATUAN

HIDUP DI PADANG RUMPUT KERING

MENUNGGU HARI DI KORBANKAN

UNTUK KEADILAN DAN PERDAMAIAN

 

ALANGKAH TANGIS TIADA BERGUNA

 

ALANGKAH DARAH TIADA BERHARGA

 

BUMI DAN LANGIT IKUT BERDUKA

 

BANDA ACEH 2011

 

 

 

  Dari puisi diatas dapat diambil sebuah penilaian atau dapat di APRESIASIKAN bahwa;

 Sang pengarang menceritakan sebuah tragedi yang terjadi di NANGGRO ACEH DARUSSSALAM ,-Orang-orang yang tersesat (salah dalam  memiIih jalan) merasakan sakit yang teramat sangat

 

Akibat dari sebuah perbuatan dan tingkah laku yang selama ini diperbuatnya

 

-tiada  daya dan upaya atas segala kehendak dari sang pencipta (ILLAHI ROBBI)

Dalam sekejap habis dan binasalah segala harta dan benda bahkan nyawa

-musnahlah segala isi  negeri

-Orang-orang yang  tertsesat (salah dalam memilih jalan)

Hatinya menjadi buta, tingkah dan lakunya tiada terkendali tanpa ada mengenal siapa pun juga

-semua yang ada merasakan kepedihan dan kehancuran yang tiada tara

Baik itu orang tua pemuda –pemudi bahkan anak-anak yang tiada berdosa menjadi korban bencana

Tsunami ditanah rencong ,hiruk pikuk dan tangisan yang tiada artinya bahkan nyawa pun hilang melayang.

 

 

                  DARI PUISI DI ATAS DAPAT DISIMPULKAN BAHWA; Musibah dan bencana itu adalah

Karena ulah tangan-tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

-kejahatan dan kerusakan tanpa memikirkan akibat.

-karena jauhnya manusia kepada sang pencipta hingga hilang rasa kasih dan sayang.

-orang-orang yang menjadi korban tinggal menunggu hari perhitungan datang.

-Bila azal telah menjemput apapun yang kita miliki tiada berarti lagi.

   

                      SARAN

-Semoga dengan adanya bencana tsunami itu dapat dijadikan pelajaran yang sangat berharga bagi

  kita untuk lebih  banyak berbuat kebaikan dan lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta.

 -jalanilah hidup ini jangan sampai salah dalam melangkah

 

 

 

 

 Gambar

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: