MENJADI KEPALA SEKOLAH YANG BERKARAKTER DAN PROFESIONAL

MAKALAH

 

MENJADI KEPALA SEKOLAH YANG BERKARAKTER DAN PROFESIONAL

 

Disusun dalam Rangka Lomba Kepala Sekolah Berprestasi

 Tingkat Kabupaten Aceh Timur Tahun 2013

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun Oleh :

Zainuddin, S.Pd

Kepala SMP Negeri 2 Rantau Selamat

 

  DINAS PENDIDIKAN  

KABUPETEN ACEH TIMUR

2013

 

BAB I

PENDAHULUAN 

  1. Latar Belakang

Era kesejagatan telah memunculkan persaingan yang sangat ketat antar bangsa. Bangsa yang memiliki kemampuan bersaing akan memperoleh keuntungan dan sebaliknya bangsa yang tidak memiliki kemampuan bersaing akan menuai kerugian. Kemampuan bersaing sangat ditentukan oleh kekuatan faktor daya saing. Di antara banyak faktor daya saing, tiga yang utama adalah manajemen, teknologi, dan sumberdaya manusia. Manajemen yang tangguh akan mampu meningkatkan efisiensi biaya dan efektivitas hasil. Keunggulan Teknologi (konstruksi, manufaktur, transportasi, komunikasi, bio, dan energi) akan mampu meningkatkan nilai tambah dan diversifikasi produk. Keunggulan teknologi hanya akan dapat dicapai melalui kepemilikan sumberdaya manusia yang kuat dalam penguasaan ilmu-ilmu yang mendasari teknologi, yaitu matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (fisika, kimia, biologi), dan bahasa global yaitu bahasa Inggris. Sedang keunggulan sumberdaya manusia akan menentukan kemenangan bersaing antar bangsa. Keunggulan faktor daya saing sumberdaya manusia merupakan kunci karena sumberdaya manusia merupakan satu-satunya sumberdaya aktif, sedang sumberdaya selebihnya pasif. Sumberdaya manusia yang memiliki keunggulan dalam matematika, Ilmu Pengetahuan Alam beserta terapannya yaitu teknologi, dan bahasa Inggris akan mampu bersaing secara sehat dalam percaturan global yang telah, sedang dan akan berlangsung secara ketat.

Sesuai dengan kebijakan kementrian pendidikan nasional dalam pembangunan pendidikan yang termuat dalam Restra kemdiknas 2010-2014 memuat dalam enam strategis yaitu tujuan strategis tersedia dan terjangkaunya layanan PAUD bermutu dan berkesetaraan di semua provinsi, kabupaten dan kota, terjaminnya kepastian memperoleh layanan pendidikan dasar bermutu dan berkesetaraan di semua provinsi tersedia dan terjangkaunya layanan pendidikan menengah yang bermutu, relevan dan berkesetaraan di semua provinsi, kabupaten dan kota, tersedia dan terjangkaunya layanan pendidikan tinggi yang bermutu, relevan dan berkesetaraan di semua provinsi, kabupaten dan kota, tersedia dan terjangkaunya layanan pendidikan orang dewasa berkelanjutan yang berkesetaraan, bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan penguatan tata kelola dalam menjamin terselenggaranya layanan prima pendidikan. Kebijakan ini diimplementasikan kedalam program dan berbagai kegiatan direktorat jenderal Pendidikan Dasar, yang dijabarkan kedalam program wajib belajar, program menengah  dan manajemen pelayanan pendidikan. Dalam rangka program wajib belajar dilakukan kegiatan-kegiatan antara lain penambahan RKB, pembangunan USB, pemberian Beasiswa, pengadaan alat pendidikan, sarana dan prasarana pembelajaran buku dan alat ketrampilan.

Penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat terkait erat dengan keberhasilan peningkatan kompetensi dan profesionalisme Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) tanpa mengabaikan faktor-faktor lainnya seperti sarana dan prasarana serta pembiayaan. Kepala sekolah merupakan salah satu PTK yang posisinya memegang peran sangat signifikan dan strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah.

Keberhasilan sebuah lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh peran kepemimpinan kepala sekolah. Karena kepala sekolah sebagai pemimpin di lembaganya, maka kepala sekolah harus mampu membawa lembaga ke arah tercapainya tujuan yang telah di tentukan. Kepala sekolah harus mampu melihat adanya perubahan terhadap regulasi pendidikan dan kehidupan globalisasi.

Kepemimpinan kepala sekolah sangat menunjang akan tercapainya pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien. Untuk menciptakan sekolah yang efektif dan efisien, kepala sekolah sebagai manajer pendidikan di tingkatan sekolah dan ujung tombak utama dalam mengelola pendidikan diharapkan mampu memegang tugas dan bertanggung jawab memegang peran aktif dalam memajukan sekolah / lembaga pendidikan.

Banyak faktor penghambat tercapainya kualitas keprofesionalan kepemimpinan kepala sekolah seperti proses pengangkatannya tidak trasnparan, rendahnya mental kepala sekolah yang ditandai dengan kurangnya motivasi dan semangat serta kurangnya disiplin dalam melakukan tugas, dan seringnya datang terlambat, wawasan kepala sekolah yang masih sempit , serta banyak faktor penghambat lainnya yang menghambat tumbuhnya kepala sekolah yang professional untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Ini mengimplikasikan rendahnya produktivitas kerja kepala sekolah yang berimplikasi juga pada mutu (input, proses, dan output).  

 

  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, dapat dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut:

  • Bagaimana gambaran kepala sekolah yang berkarakter dan profesional?
  • Bagaimana upaya menjadi kepala sekolah yang berkarakter dan profesional?
  1. Tujuan Makalah

Tujuan penulisan makalah adalah

  • Untuk mengetahui gambaran kepala sekolah yang berkarakter dan profesional.
  • Untuk mengetahui upaya menjadi kepala sekolah yang berkarakter dan profesional.

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Hakekat Kepala Sekolah
  2. 1.         Pengertian Kepala Sekolah

Wahjosumidjo (2002:83) mengartikan bahwa: “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah di mana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat di mana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Sementara Rahman dkk (2006:106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah”.

 

3

 

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah, pasal 1 ayat (1) disebutkan bahwa : Kepala sekolah/madrasah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin taman kanak-kanak/raudhotul athfal (TK/RA), taman kanak-kanak luar biasa (TKLB), sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI), sekolah dasar luar biasa (SDLB), sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs), sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB), sekolah menengah atas/madrasah aliyah (SMA/MA), sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan (SMK/MAK), atau sekolah menengah atas luar biasa (SMALB) yang bukan sekolah bertaraf internasional (SBI) atau yang tidak dikembangkan menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI).

Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah sorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama.

            Berbagai program dan kegiatan dipandang perlu untuk dilaksanakan di SMPN 2 Rantau Selamat guna  meningkatkan keunggulan sumber daya manusia (SDM). Secara historis, negara-negara yang memiliki SDM yang berkualitas cenderung lebih unggul dibandingkan dengan negara-negara yang hanya memiliki sumber daya lainnya. Indikasinya dapat disimpulkan bahwa keunggulan SDM hanya dapat tercipta melalui penyelenggaraan pendidikan yang memadai. Oleh karena itu, pemberian pelayanan pendidikan yang baik merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk menciptakan SDM yang unggul.

            Secara umum, dunia pendidikan di Indonesia dihadapkan pada tiga tantangan besar, yaitu tuntutan untuk dapat mempertahankan hasil-hasil pembangunan pendidikan yang telah dicapai, penyikapan terhadap ekses iklim globalisasi, dan hal-hal yang berkaitan dengan pemberlakuan otonomi daerah. Di samping itu, pendidikan nasional juga masih dihadapkan pada beberapa masalah lain yang menonjol, yang diantaranya adalah masih rendahnya akses memperoleh pendidikan, masih rendahnya kualitas pelayanan dan relevansi pendidikan, dan masih lemahnya manajemen pendidikan.

         Upaya ke arah perbaikan pendidikan di Indonesia telah cukup lama dilakukan dengan mengacu kepada sasaran pembangunan yang secara konsisten menjadi acuan pelaksanaan program pembangunan bidang pndidikan. Sasaran-sasaran tersebut diantaranya adalah (a) tersedianya lembaga pendidikan yang bermutu pada semua jalur, jenis dan jenjang pendidikan di seluruh wilayah Indonesia yang sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan daerah setempat secara memadai; (b) terwujudnya lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan nilai, sikap dan kemampuan akademik/profesionalisme anak didik.

         Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 pasal 37 ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat Muatan Lokal dan Ekstra kurikuler. Menurut Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan menengah terbitan BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) tahun 2006,  Muatan Lokal dan Ektrakurikuler merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada, atau materinya terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersediri. Substansi mata pelajaran muatan lokal dan ektra kurikuler ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. Muatan Lokal dan Ekstra kurikuler merupakan mata pelajaran, sehingga satuan pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar untuk setiap jenis muatan lokal dan ekstra kurikuler yang diselenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal dan ekstra kurikuler setiap semester. Ini berarti bahwa dalam satu tahun satuan pendidikan dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal dan ekstra kurikuler. Muatan lokal dan ekstra kurikuler merupakan ciri khas yang memperkaya nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia, misalnya adat istiadat, tata cara, bahasa, kesenian, kerajinan, keterampilan daerah, yang digali untuk memperkaya khasanah budaya dan dapat membangun serta meningkatkan pemikiran, sikap dan perilaku untuk membentuk pribadi yang efektif guna mencapai sukses sejati sebagai karakter bangsa dan negara Indonesia dalam rangka menunjang kompetensi kejujuran.

 

 

 

  1. 2.       Visi Sekolah     

“Dengan berlandaskan IMAN dan TAQWA serta kebersihan hati maju dalam prestasi yang berwawasan lingkungan”

Indikator pencapaian Visi:

a.
Terwujudnya mutu lulusan yang mampu berkiprah dalam lingkungan masyarakatnya
b.
Terwujudnya keunggulan dalam prestasi akademik dan non akademik
c.
Terwujudnya kelengkapan perangkat kurikulum dan pengembangannya
d.
Terwujudnya kualitas proses pembelajaran sesuai SNP
e.
Terwujudnya  pendidik dan tenaga pendidikan yang berkualitas
f.
Terwujudnya kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan
g.
Terwujudnya pelaksanaan manajemen berbasis sekolah
h.
Terwujudnya penggalangan pembiayaan pendidikan dari berbagai sumber
i.
Terwujudnya kualitas sistem penilaian sesuai SNP
j.
Terwujudnya lingkungan yang memotivasi dan mendukung pembelajaran
k.
Terwujudnya peningkatan keimanan dan pengamalannya

 

 

 

 

 

  1. 3.      Misi
a.
Mewujudkan  mutu lulusan yang mampu berkiprah dalam lingkungan masyarakatnya
b.
Mewujudkan keunggulan dalam prestasi akademik dan non akademik
c.
Mewujudkan kelengkapan perangkat kurikulum dan pengembangannya
d.
Mewujudkan kualitas proses pembelajaran sesuai SNP
e.
Mewujudkan  pendidik dan tenaga pendidikan yang berkualitas
f.
Mewujudkan kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan
g.
Mewujudkan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah
h.
Mewujudkan penggalangan pembeayaan pendidikan dari berbagai sumber
i.
Mewujudkan kualitas sistem penilaian sesuai SNP
j.
Mewujudkan lingkungan yang memotivasi dan mendukung pembelajaran
k.
Mewujudkan peningkatan keimanan dan pengamalannya

 

  1. 4.       TUJUAN  

Mengingat visi merupakan tujuan jangka panjang maka tujuan yang akan dicapai selama 4 tahun mendatang adalah :

 Pada akhir tahun pelajaran  2013/ 2014 :

  1. Mengembangkan kurikulum satuan pendidikan, diversifikasi kurikulum, dan perangkat pembelajarannya.
  2. Mengembangkan proses pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang untuk mendorong kemandirian siswa untuk belajar bekerja sama, mengembangkan prakarsa dan kreatifitas, sesuai dengan bakat, minat, etika, logika, estetika dan kinestika, sehingga tubuh jiwa yang berprestasi, berdisiplin, berakhlakul qarimah dan patriotis.
  3. Menumbuhkembangkan prestasi akademik serta keterampilan hidup agar peserta didik memiliki keterampilan, sikap dan prilaku adaptif, kooperatif dan kompetitif dalam menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan.
  4. Meningkatkan kompetensi pedagogik, keompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial dengan memiliki, menguasai dan menerapkan secara konsisten berbagai metode, strategi penilaian dalam proses pembelajaran.
  5. Mengupayakan melengkapi fasilitas pembelajaran dan terciptanya lingkungan yang tertata rapi, etis dan estetis untuk meningkatkan semangat belajar dalam situasi yang nyaman.
  6. Menumbuh kembangkan budaya demokrasi, transparan dan akuntabel dengan menjalin kerjasama  yang lebih harmonis antara peserta didik, orang tua, guru, komite sekolah dan anggota masyarakat sekitar dalam upaya optimalisasi program pendidikan.
  7. Meningkatkan partisipasi masyarakat, dunia usaha dan dunia industri untuk memenuhi standar pembiayaan pendidikan.
  8. Mengembangkan sistem penilaian, baik evaluasi pembelajaran maupun evaluasi kerja manajemen dengan membuat pedoman, instrumen dan sistem administrasi penilaian yang akurat untuk mendukung peningkatan kinerja seluruh unsur manajemen. Sehingga mencapai 8 standar nasional pendidikan ( SNP ) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Tujuan disusunnya makalah ini dimaksudkan untuk mengarahkan seluruh dimensi kebijakan pendidikan di SMP Negeri 2 Rantau Selamat, baik internal maupun eksternal, sebagai pedoman dalam :

  1. Memudahkan seluruh jajaran SMP Negeri 2 Rantau Selamat dalam menentukan prioritas program dan kegiatan tahunan, pendidikan yang akan dibiayai dari APBN secara terpadu, terarah dan teratur.
  2. Menggambarkan tentang kondisi pendidikan di SMP Negeri 2 Rantau Selamat dan mengarahkan seluruh kegiatan serta tujuan untuk mewujudkan visi dan misi pendidikan di SMP Negeri 2 Rantau Selamat.
  3. Membantu SMPN 2 Rantau Selamat dalam menyediakan sarana prasarana pembelajaran untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar muatan lokal dan ekstra kurikuler yang memadai, yang diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan mutu pelayanan pendidikan.
  4. Sebagai pedoman evaluasi bagi jajaran pengelola SMP Negeri 2 Rantau Selamat untuk memahami dan menilai arah kebijakan sasaran program-program operasional tahunan pendidikan dalam rentang periode empat tahun (2010 – 2014).

 

  1. 5.      SASARAN
    1. Pemenuhan Standar Kompetensi Lulusan:
      1. Peningkatan prestasi bidang akademik
      2. Peningkatan prestasi bidang non akademik
      3. Peningkatan jumlah kelulusan
      4. Peningkatan jumlah yang melanjutkan studi
      5. Pemenuhan Standar Isi:
        1. Pengembangan Buku-1 KTSP (Dokumen-1 KTSP)
        2. Pengembangan silabus
        3. Pengembangan RPP
        4. Pemenuhan Standar Proses:
          1. Pemenuhan persiapan pembelajaran
          2. Pemenuhan persyaratan pembelajaran
          3. Peningkatan pelaksanaan pembelajaran
          4. Peningkatan pelaksanaan penilaian pembelajaran
          5. Peningkatan pengawasan proses pembelajaran
          6. Pemenuhan Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan:
            1. a.    Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan (kepala sekolah)
            2. Peningkatan kompetensi tenaga pendidik (guru)
            3. c.    Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan lainnya
            4. Pemenuhan Standar Sarana dan Prasarana:
              1. a.    Pemenuhan sarana dan prasarana minimal
              2. Pemenuhan sarana dan prasarana lainnya
              3. c.    Pemenuhan fasilitas pembelajaran dan penilaian
              4.    Pengadaan taman dilingkungan sekolah
              5. Pemenuhan Standar Pengelolaan:
                1. a.    Pemenuhan perangkat dokumen pedoman pelaksanaan rencana kerja dan kegiatan sekolah
                2. Pemenuhan struktur organisasi dan mekanisme kerja sekolah
                3. c.    Peningkatan supervisi, monitoring, evaluasi, dan akreditasi sekolah
                4.    Peningkatan peranserta masyarakat dan kemitraan
                5. e.    Pengembangan perangkat administrasi sekolah (Program Aplikasi Sekolah)
                6. f.    Pengembangan SIM sekolah
                7. Pemenuhan Standar Keuangan dan Pembiayaan Pendidikan:
                  1. a.    Peningkatan sumber dana pendidikan
                  2. Pengembangan pengalokasian dana
                  3. c.    Pengembangan penggunaan dana
                  4.    Peningkatan pelaporan penggunaan dana
                  5. e.    Peningkatan dokumen pendukung pelaporan penggunaan dana
                  6. Pemenuhan Standar Penilaian Pendidikan:
                    1. Peningkatan frekuensi ulangan harian
                    2. Peningkatan pelaksanaan Ulangan Tengah Semester
                    3. Pengembangan materi Ulangan Akhir Semester
                    4. Pengembangan materi ulangan kenaikan kelas
                    5. Pengembangan teknik-teknik penilaian kelas
                    6. Pengembangan instruman ulangan harian
                    7. Pengembangan variasi instrumen ulangan akhir semester
                    8. Pengembangan variasi instrumen ulangan kenaikan kelas
                    9. Pemenuhan mekanisme dan prosedur penilaian guru
                    10. Pemenuhan mekanisme dan prosedur penilaian oleh sekolah

  9.  Pengembangan Budaya dan lingkungan sekolah

a.   Pengembangan budaya bersih.

b.   Pengembangan budaya disiplin.

c.   Penciptaan budaya tata krama “ in action”

d.   Penciptaan tamanisasi.

e.   Pengembangan lomba-lomba kebersihan.

Program  ini mempunyai sasaran sebagai berikut :

  1. Terumuskannya visi, misi, tujuan dan arah kebijakan pendidikan serta menetapkan fokus bidang kegiatan pengembangan dari tahun 2010 – 2014 sebagai prioritas utama pendidikan.
  2. Pemberdayaan SMPN 2 Rantau Selamat dalam penentuan, pembuatan, perbaikan, pengadaan, dan penggunaan alat, sarana prasaran pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler yang dibina.
  3. Meningkatkan mutu pendidikan melalui pemenuhan kebutuhan sarana prasana pembelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler.
  4. Mendorong dan memberikan motivasi mengembangkan pembelajaran dan kegiatan ektra kurikuler kepada peserta didik untuk melakukan berbagai kegiatan belajar melalui berbagai fasilitas pembelajaran.
  5. Terealisasinya program-program pendidikan dengan memperhatikan dan memanfaatkan kondisi, potensi, dan kendala serta faktor-faktor penentu keberhasilan pendidikan.
  6. 6.      Persyaratan Kepala Sekolah

Syarat-syarat umum bagi guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah, pasal 2 ayat (2) adalah sebagai berikut :

  1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Memiliki kualifikasi akademik paling rendah sarjana (SI) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau nonkependidikan perguruan tinggi yang terakreditasi;
  3. Berusia setinggi-tingginya 56 (lima puluh enam) tahun pada waktu pengangkatan pertama sebagai kepala sekolah/madrasah;
  4. Sehat jasmani dan rohani berdasarkan surat keterangan dari dokter Pemerintah;
  5. Tidak pernah dikenakan hukuman disiplin sedang dan/atau berat sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
  6. Memiliki sertifikat pendidik;
  7. Pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenis dan jenjang sekolah/madrasah masing-masing, kecuali di taman kanak-kanak/raudhatul athfal/taman kanak-kanak luar biasa (TK/RA/TKLB) memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA/TKLB;
  8. Memiliki golongan ruang serendah-rendahnya Ill/c bagi guru pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi guru bukan PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang dibuktikan dengan SK inpasing;
  9. Memperoleh nilai amat baik untuk unsur kesetiaan dan nilai baik untuk unsur penilaian Iainnya sebagai guru dalam daftar penilaian prestasi pegawai (DP3) bagi PNS atau penilaian yang sejenis DP3 bagi bukan PNS dalam 2 (dua) tahun terakhir; dan
  10. Memperoleh nilai baik untuk penilaian kinerja sebagai guru dalam 2 (dua) tahun terakhir.

 

Sedangkan persyaratan khusus guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah sesuai dengan pasal 2 ayat (3) meliputi:

  1. Berstatus sebagai guru pada jenis atau jenjang sekolah/madrasah yang sesuai dengan sekolah/madrasah tempat yang bersangkutan akan diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah;
  2. memiliki sertifikat kepala sekolah/madrasah pada jenis dan jenjang yang sesuai dengan pengalamannya sebagai pendidik yang diterbitkan oleh lembaga yang ditunjuk dan ditetapkan Direktur Jenderal.
  3. 7.        Standar Kompetensi Kepala Sekolah

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah, pasal 11 ayat (1) dinyatakan bahwa Pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap pada dimensi-dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, Kualifikasi Kepala Sekolah/ Madrasah terdiri atas Kualifikasi Umum, dan Kualifikasi Khusus.

 

Kualifikasi Umum Kepala Sekolah/Madrasah adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (DIV)
  2. kependidikan atau nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi;
  3. Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun;
  4. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing, kecuali di Taman Kanak-kanak /Raudhatul Athfal (TK/RA) memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA; dan
  5. Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang.

 

Kualifikasi Khusus Kepala Sekolah/Madrasah Kepala Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) adalah sebagai berikut:

  1. Berstatus sebagai guru SD/MI;
  2. Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SD/MI; dan
  3. Memiliki sertifikat kepala SD/MI yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

Kompetensi kepala sekolah/madrasah /madrasah seperti yang terdapat dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Dalam peraturan tersebut terdapat lima dimensi kompetensi yaitu: kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Setiap dimensi kompetensi memiliki kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang kepala sekolah/madrasah. Secara rinci kompetensi-kompetensi dasar tersebut adalah sebagai berikut. 

  1. 8.      Kompetensi Kepribadian
    1. Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah.
    2. Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.
    3. Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah/madrasah
    4. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.
    5. Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah/ madrasah.
    6. Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.
    7. 9.      Kompetensi Manajerial
      1. Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan.
      2. Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan kebutuhan.
      3. Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah/ madrasah secara optimal.
      4. Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar yang efektif.
      5. Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik.
      6. Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal.
      7. Mengelola sarana dan prasarana sekolah/ madrasah dalam rangka pendayagunaan secara optimal.
      8. Mengelola hubungan sekolah/madrasah dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah/ madrasah.
      9. Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik.
      10. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.
      11. Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien.
      12. Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/ madrasah.

m.Mengelola unit layanan khusus sekolah/ madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah.

  1. Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan.
  2. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah.
  3. Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/ madrasah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya. 
  4. 10.   Kompetensi Kewirausahaan
    1. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah.
    2. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajar yang efektif.
    3. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah.
    4. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah.
    5. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik. 
    6. 11.   Kompetensi Supervisi
      1. Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.
      2. Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.
      3. Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. 
      4. 12.   Kompetensi Sosial
        1. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah
        2. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
        3. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain. 
        4. 13.   Tugas dan Peranan Kepala Sekolah

Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Untuk itu kepala sekolah harus mengetahui tugas-tugas yang harus ia laksankan. Adapun tugas-tugas dari kepala sekolah seperti yang dikemukakan Wahjosumidjo (2002:97) adalah:

  1. Kepala sekolah bekerja dengan dan melalui orang lain.
  2. Kepala sekolah berperilaku sebagai saluran komunikasi di lingkungan sekolah.
  3. Kepala sekolah bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan. Kepala sekola bertindak dan bertanggungjawab atas segala tindakan yang dilakukan oleh bawahan. Perbuatan yang dilakukan oleh para guru, siswa, staf, dan orang tua siswa tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab kepala sekolah
  4. Dengan waktu dan sumber yang terbatas seorang kepala sekolah harus mampu menghadapi berbagai persoalan.Dengan segala keterbatasan, seorang kepala sekolah harus dapat mengatur pemberian tugas secara cepat serta dapat memprioritaskan bila terjadi konflik antara kepentingan bawahan dengan kepentingan sekolah.
  5. Kepala sekolah harus berfikir secara analitik dan konsepsional. Kepala sekolah harus dapat memecahkan persoalan melalui satu analisis, kemudian menyelesaikan persoalan dengan satu solusi yang feasible. Serta harus dapat melihat setiap tugas sebagai satu keseluruhan yang saling berkaitan.
  6. Kepala sekolah adalah seorang mediator atau juru penengah. Dalam lingkungan sekolah sebagai suatu organisasi di dalamnya terdiri dari manusia yang mempunyai latar belakang yang berbeda-beda yang bisa menimbulkan konflik untuk itu kepala sekolah harus jadi penengah dalam konflik tersebut.
  7. Kepala sekolah adalah seorang politisi. Kepala sekolah harus dapat membangun hubungan kerja sama melalui pendekatan persuasi dan kesepakatan (compromise). Peran politis kepala sekolah dapat berkembang secara efektif, apabila: (1) dapat dikembangkan prinsip jaringan saling pengertian terhadap kewajiban masing-masing, (2) terbentuknya aliasi atau koalisi, seperti organisasi profesi, OSIS, BP3, dan sebagainya; (3) terciptanya kerjasama (cooperation) dengan berbagai pihak, sehingga aneka macam aktivitas dapat dilaksanakan.
  8. Kepala sekolah adalah seorang diplomat. Dalam berbagai macam pertemuan kepala sekolah adalah wakil resmi sekolah yang dipimpinnya.
  9. Kepala sekolah mengambil keputusan-keputusan sulit. Tidak ada satu organisasi pun yang berjalan mulus tanpa problem. Demikian pula sekolah sebagai suatu organisasi tidak luput dari persoalan dan kesulitan-kesulitan. Dan apabila terjadi kesulitan-kesulitan kepala sekolah diharapkan berperan sebagai orang yang dapat menyelesaikan persoalan yang sulit tersebut.

Dalam menjalankan kepemimpinannya, selain harus tahu dan paham tugasnya sebagai pemimpin, yang tak kalah penting dari itu semua seyogyanya kepala sekolah memahami dan mengatahui perannya. Adapun peran-peran kepala sekolah yang menjalankan peranannya sebagai manajer seperti yang diungkapkan oleh Wahjosumidjo (2002:90) adalah: (a) Peranan hubungan antar perseorangan; (b) Peranan informasional; (c) Sebagai pengambil keputusan.

Dari tiga peranan kepala sekolah sebagai manajer tersebut, dapat penulis uraikan sebagai berikut:

  1.  Peranan hubungan antar perseorangan
  •  Figurehead, figurehead berarti lambang dengan pengertian sebagai kepala sekolah sebagai lambang sekolah.
  • Kepemimpinan (Leadership). Kepala sekolah adalah pemimpin untuk menggerakkan seluruh sumber daya yang ada di sekolah sehingga dapat melahirkan etos kerja dan peoduktivitas yang tinggi untuk mencapai tujuan.
  • Penghubung (liasion). Kepala sekolah menjadi penghubung antara kepentingan kepala sekolah dengan kepentingan lingkungan di luar sekolah. Sedangkan secara internal kepala sekolah menjadi perantara antara guru, staf dan siswa.
  1.  Peranan informasional
  • Sebagai monitor. Kepala sekolah selalu mengadakan pengamatan terhadap lingkungan karena kemungkinan adanya informasi-informasi yang berpengaruh terhadap sekolah.
  • Sebagai disseminator. Kepala sekolah bertanggungjawab untuk menyebarluaskan dan memabagi-bagi informasi kepada para guru, staf, dan orang tua murid.
  • Spokesman. Kepala sekolah menyabarkan informasi kepada lingkungan di luar yang dianggap perlu.
  1. Sebagai pengambil keputusan
  • Enterpreneur. Kepala sekolah selalu berusaha memperbaiki penampilan sekolah melalui berbagai macam pemikiran program-program yang baru serta malakukan survey untuk mempelajari berbagai persoalan yang timbul di lingkungan sekolah.
  • Orang yang memperhatikan gangguan (Disturbance handler). Kepala sekolah harus mampu mengantisipasi gangguan yang timbul dengan memperhatikan situasi dan ketepatan keputusan yang diambil.
  • Orang yang menyediakan segala sumber (A Resource Allocater). Kepala sekolah bertanggungjawab untuk menentukan dan meneliti siapa yang akan memperoleh atau menerima sumber-sumber yang disediakan dan dibagikan.
  • A negotiator roles. Kepala sekolah harus mampu untuk mengadakan pembicaraan dan musyawarah dengan pihak luar dalam memnuhi kebutuhan sekolah.

 

Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah Profesional Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas sekolah, maka meningkat pula tuntutan terhadap kinerja kepala sekolah. Kepala Sekolah diharapkan melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai manajer dan leader. Sebagai pemimpin pendidikan di sekolah kepala sekolah memiliki tanggung jawab sepenuhnya untuk mengembangkan seluruh sumber daya sekolah. Efektivitas kepemimpinan kepala sekolah tergantung kepada kemampuan bekerjasama dengan seluruh warga sekolah, serta kemampuannya mengendalikan pengelolaan sekolah untuk menciptakan proses belajar mengajar.

 

B.  Karakter

  1. 1.      Pengertian Karakter

Character is defined as the “combination of qualities or features that distinguishes one person, group, or thing from another” (American Heritage Dictionary of the English Language: 4thedition). Karakter mendemonstrasikan etika atau sistem nilai personal yang  ideal (baik dan penting) untuk eksistensi  diri dan berhubungan dengan orang lain. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut 

  1. 2.      Profesionalisme Kepala Sekolah

Sri Damayanti dalam makalah berjudul “Profesionalisme Kepemimpinan Kepala Sekolah” mengemukakan pengertian profesionalisme dari beberapa ahli berikut :

Kusnandar (2007:46) mengemukakan bahwa “Profesionalisme adalah kondisi, arah, nilai, tujuan, dan kualitas suatu keahlian dan kewenangan yang berkaitan dengan mata pencaharian seseorang”. Selanjutnya Profesionalisme menurut Mohamad Surya (2007:214) adalah: Sebutan yang mengacu pada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota asuatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionlanya. Sementara Sudarwan Danin (2002:23) mendefinisikan bahwa: “Profesionalisme adalah komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus-menerus mengmbangkan strategi-strategi yang digunakanny dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya itu. Kemudian Freidson (1970) dalam Syaiful Sagala (2005:199) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan profesionalisme adalah “sebagai komitmen untuk ide-ide professional dan karir”.

Jadi dapat disimpulkan bahwa profesionalisme kepala sekolah adalah suatu bentuk komitmen kepala sekolah untuk selalu meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya yang bertujuan agar kualitas keprofesionalannya dapat tercapai secara berkesinambungan.

 

C.   Kepala Sekolah Berkarakter dan Profesional

  1. 1.    Ciri-Ciri Kepala Sekolah Berkarakter

Ciri-ciri kepala sekolah berkarakter antara lain: (1) dipercaya (trustworthiness), (2) menghormati (respect), (3) memelihara keadilan (fairness), peduli (caring), (4) bertanggung jawab (responsibility), (5) kewargaan (citizenship).

  1. 2.      Dipercaya ( Trustworthiness).

Seorang kepala sekolah dapat dipercaya jika seseorang itu jujur ucapannya, benar tindakannya,tuntas dan berkualitas pekerjaannya. Orang yang dapat dipercaya akan berprilaku :

  1. Berkata sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
  2.  Sejalan pikiran, ucapan  dan perbuatannya.
  3.  Menepati janji yang diucapkannya.
  4. d.  Menjaga rahasia sebaik-baiknya
  5.  Tidak berprasangka buruk terhadap siapapun
    1.  Bertindak benar menurut kaidah agama, hukum, norma masyarakat dan peraturan.  
    2. 3.      Menghormati (Respect)

Seorang kepala sekolah di katakan menghormati orang lain jika ucapannya sopan, perilakunya santun serta tindakannya bermampaat untuk orang lain.  Orang yang menghormati orang lain berperilaku :

  1. Menerima keberadaan orang lain tanpa bersyarat
  2. Tidak menyalahkan orang lain atas kegagalannya
  3. Berlapang dada dan tidak mudah tersinggung oleh ucapan dan tindakan orang lain

d. Menjaga perasaan orang lain

  1. Tidak memaksakan kehendak
  2. Memberi selamat kepada yang berhasil dan memberi dukungan kepada yang kurang beruntung
  3. 4.       Memelihara Keadilan (Fairness)

Seseorang kepala sekolah yang memelihara keadilan akan  mengutamakan kepentingan negara, bangsa, orang banyak diatas kepentingan pribadi dan atau kepentingan kelompok. Seseorang kepala sekolah yang menghormati orang lain berperilaku :

  1. Memperlakukan setiap orang sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.
  2. Tidak pilih kasih, tertib dan tidak menyalahgunakan aturan
  3. Membagi keberuntungannya kepada orang lain
  4. Bersikap terbuka dan bersedia mendengarkan orang lain
  5. Tidak memperdaya orang lain
  6. Memperlakukan orang lain sesuai dengan perlakuan yang di harapkannya dari orang lain.
  7. 5.      Peduli ( Caring )

Seseorang yang peduli akan selalu penuh perhatian terhadap keberadaan orang lain. Peilaku dari orang yang peduli :

  1. Menunjukkan kebaikan hati kepada sesama
  2. Empati dan merasa terharu terhadap penderitaan orang lain
  3. Memaafkan, tidak pemarah dan tidak pendendam.
  4. Murah hati dan bersedia memberi pertolongan
  5. Sabar terhadap keterbatasan orang lain
  6. 6.      Bertanggungjawab ( Responsibility )

Seseorang disebut bertanggungjawab jika dapat mengendalikan diri dari sesusatu yang merugikan. Perilaku orang yang bertanggungjawab akan berprilaku :

  1. Mempertimbangkan manfaat dan resiko ucapan dan perbuatannya
  2. Merencanakan segala sesuatu sebelum melaksanakannya.
  3. Tidak mudah menyerah dan terus mengupayakan keberhasilan
  4. Melakukan yang terbaik setiap saat
  5. Menjaga ucapan dan tindakan
  6. Loyal dalam menaati perintah sesuai dengan tugas dan kewajiban
  7. 7.      Kewargaan ( Citizenship )

Seorang warga yang baik akan berpartisipasi aktif dalam memelihara keberlangsungan dan keberlanjutan kehidupan dan  lingkungan. Perilaku orang yang berkarakter kewargaan berprilaku :

  1. Demokratis, memberi gagasan konstruktif dan memelihara kedamaian
  2. Bekerjasama dalam menyediakan dan menjaga fasilitas dan ketetiban umum
  3. Berpartisipasi aktif dalam membina masyarakat dan memelihara lingkungan
  4. Menjadi relawan untuk kepentingan bangsa
  5. Anti kekerasan dalam menyelesaikan persoalan
  6. Berindak tegas menentang hal – hal yang merugikan masyarakat, bangsa dan negara 
  7. 8.      Ciri-ciri Kepala Sekolah Profesional

Seorang kepala sekolah disebut profesional apabila: (1). memiliki kejujuran dan integritas pribadi; (2). mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk bekerja di bidangnya; (3). memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikategorikan ahli pada suatu bidang; (4). berusaha mencapai tujuan dengan target-target yang ditetapkan secara rasional; (5).memilikistandar yang tinggi dalam bekerja; (6). memiliki motivasi yang kuat untuk mencapai keberhasilan dengan standa rkualitas yang tinggi; (7). mencintai dan memiliki sikap positif terhadap profesinya yang antara lain tercermin dalam perilaku profesionalnya dan respons orang-orang yang berkaitan dengan profesi/pekerjaannya; (8). memiliki pandangan jauh ke depan (visionary);(9). menjadi agen perubahan; (10). memiliki kode etik, dan (11). memiliki lembaga profesi.

Ciri-ciri Kepala Sekolah Profesional Seorang kepala sekolah profesional antara lain memiliki: (1). kejujuran; (2). kompetensi yang tinggi; (3). harapan yang tinggi (high expectation); (4). standar kualitas kerja yang tinggi; (5). motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan; (6). integritas yang tinggi; (7). komitmen yang kuat; (8). etika kepemimpinan yang luhur (menjadi teladan); (9). kecintaan terhadap profesinya; (10). kemampuan untuk berpikir strategis (strategic thinking); dan (11). memiliki pandangan jauh ke depan (visionary).

  1. D.    PROGRAM DAN STRATEGI
    1. Dalam pengembangan Kompetensi kelulusan dilakukan dengan upaya mengoptimalkan pelajaran tambahan, membekali siswa dengan kecakapan hidup dan keterampilan yang sesuai dengan kondisi siswa itu sendiri, lingkungan serta geografis.
    2. Dalam program Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menggunakan strategi menjalin kerjasama dengan Jejaring Kurikulum Tingkat Kabupaten/Propinsi, Komite Sekolah dan stakeholder lain dalam melaksanakan kunjungan, workshop, lokakarya, seminar, In House Training,  untuk menghasilkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
    3. Dalam Program Pengembangan kurikulum dilakukan dengan cara menjalin kerjasama dan mengoptimasikan warga sekolah dalam membuat pemetaan SK, KD, membuat silabus, membuat RPP, membuat model-model penilaian,  melalui workshop, IHT, untuk menghasilkan domkumen kurikulum sekolah.
    4. Dalam program pengembangan proses dilakukan dengan cara menjalin kerja sama dengan tokoh masyarakat tentang penerimaan siswa baru, mengadakan workshop pemberlajaran dan mengirim peserta workshop pembelajaran.
    5. Program pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan dilakukan dengan mengoptimalkan tenaga yang ada di sekolah, mengadakan pelatihan-pelatihan teknis baik guru maupun tenaga tata usaha.
    6. Dalam program Pengembangan sarpras, bahan ajar, sumber belajar,  dan media pembelajaran dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pihak lain dan mengoptimasikan SDM sekolah untuk mengembangkan, melengkapi, menambah, dan sebagainya dalam rangka memenuhi standar sarpras dan media pembelajaran sekolah.
    7. Pengembangan Pengelolaan dilaksanakan dengan cara meningkatkan manajemen pengelolaan sekolah dengan mendokumentasikan administrasi sekolah secara keseluruhan, mulai dari rencana kerja, struktur organisasi, supervisi, monitoring, evaluasi, akreditasi sekolah serta kerjasama kemitraan dengan lingkungan.
    8. Pengembangan penilaian dilakukan dengan menerapkan beberapa metode penilaian.
    9. Penciptaan lingkungan yang mendukung pembelajaran.

 

  1. E.     HASIL YANG DIHARAPKAN

Hasil yang diharapkan tercapai atau terpenuhi dari program-program di atas antara lain :

  1.               1.            Terpenuhinya SKL SMP
  2.               2.            Terpenuhinya standar isi
  3.               3.            Terpenuhinya standar proses
  4.               4.            Terpenuhinya standar tenaga pendidik dan kependidikan
  5.               5.            Terpenuhinya sarana dan prasarana
  6.               6.            Terpenuhinya standar pengelolaan
  7.               7.            Terpenuhinya keuangan dan pembiayaan yang memadai
  8.               8.            Terpenuhinya standar penilaian
  9.              9.         Terciptanya lingkungan yang mendukung pembelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. Simpulan

Penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat terkait erat dengan profesionalisme kepala sekolah. Keberhasilan sebuah lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh peran kepemimpinan kepala sekolah. Karena kepala sekolah sebagai pemimpin di lembaganya, maka kepala sekolah harus mampu membawa lembaga ke arah tercapainya tujuan yang telah di tentukan.

Kepala sekolah diangkat melalui prosedur serta persyaratan tertentu yang bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pendidikan melalui upaya peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan yang mengimplikasikan meningkatkanya prestasi belajar peserta didik. Kepala sekolah yang professional akan berfikir untuk membuat perubahan tidak lagi berfikir bagaimana suatu perubahan sebagaimana adanya sehingga tidak terlindas oleh perubahan tersebut. Untuk mewujudkan kepala sekolah yang professional tidak semudah memabalikkan telapak tangan, semua itu butuh proses yang panjang

  

Kepala sekolah yang berkarakter dan profesional terbentuk bila :

22

 

Memenuhi syarat sebagai kepala sekolah, baik secara umum maupun khusus, sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah;

  • Memiliki standar kompetensi sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah yang meliputi lima dimensi kompetensi yaitu: kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial;
  • Memiliki karakter sebagai kepala sekolah antara lain: (1) dipercaya (trustworthiness), (2) menghormati (respect), (3) memelihara keadilan (fairness), peduli (caring), (4) bertanggung jawab (responsibility), (5) kewargaan (citizenship).
  • Kepala Sekolah Profesional Seorang kepala sekolah profesional antara lain memiliki: (1). kejujuran; (2). kompetensi yang tinggi; (3). harapan yang tinggi (high expectation); (4). standar kualitas kerja yang tinggi; (5). motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan; (6). integritas yang tinggi; (7). komitmen yang kuat; (8). etika kepemimpinan yang luhur (menjadi teladan); (9). kecintaan terhadap profesinya; (10). kemampuan untuk berpikir strategis (strategic thinking); dan (11). memiliki pandangan jauh ke depan (visionary). 
  1. Saran

Upaya peningkatan profesionalisme kepala sekolah merupakan proses keseluruhan dan organisasi sekolah serta harus dilakukan secara berkesinambungan karena perubahan yang terjadi selalu dinamis serta tidak bisa diprediksi sehingga kepala sekolah maupun tenaga kependidikan harus selalu siap dihadapkan pada kondisi perubahan.

Peningkatan profesionalisme kepemimpinan kepala sekolah harus dilakukan melalui suatu strategi. Dalam upaya peningkatan mutu sekolah dan profesionalisme kepala sekolah harus ada pihak yang berperan dalam peningkatan mutu tersebut. Dan yang berperan dalam peningkatan profesionalisme kepala sekolah adalah pengawas sekolah yang juga merupakan pemimpin pendidikan yang bersama-sama kepala sekolah memiliki tanggung jawab terhadap perkembangan sekolah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional, 2009, Bahan Belajar Mandiri, Kelompok Kerja Kepala Sekolah.

http://cepitriatna.staf.upi.edu/2011/12/07/kepemimpinan-berkarakter/

http://jrsiregar.wordpress.com/2012/10/03/membangun-karakter-dengan-karakter-bagi-tenaga-kependidikan-sebagai-salah-satu-bagian-penentu-kualitas-pendidikan-nasional/

http://sdnbanjarmadu120561.blogspot.com/2012/10/ciri-ciri-kepala-sekolah-profesional.html

http://subagio-subagio.blogspot.com/2013/01/kepala-sekolah-sebagai-pemimpin.html

http://www.majalahpendidikan.com/2011/04/hakikat-kepala-sekolah.html

Kusnandar. 2007. Guru Profesional. Jakarta: PT Raja Grafindo

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah/Madrasah

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah

SriDamayanti,http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/07/18/profesionalisme.kepemimpinan-kepala-sekolah/diunduh pada 09/05/2013 pukul 0.54

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: