MELALUI SUPERVISI KLINIS DAPAT MENINGKATKAN KINERJA GURU TERHADAP EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN PADA SMPN 2 RANTAU SELAMAT KABUPATEN ACEH TIMUR

LEMBAR PENGESAHAN

 

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH (PTS)

( School Action Reasearch )

 

 

 

MELALUI SUPERVISI KLINIS DAPAT MENINGKATKAN KINERJA GURU TERHADAP EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN PADA

SMPN 2 RANTAU SELAMAT KABUPATEN ACEH TIMUR

 

 

 

 

Telah di sahkan ; pada hari Rabu tanggal,lima bulan Juni 2013

 

 

 

 

 

 

 

Mengesahkan,

Kepala SMPN 2 Rantau Selamat

 

 

 

 

ZAINUDDIN, S.Pd

NIP.19700301 200012 1 003

Alue Kaul, 05 Juni 2013

Peneliti

 

 

 

 

ZAINUDDIN, S.Pd

NIP.19700301 200012 1 003

 

 

 

 

                       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMERINTAH KA BUPATEN ACEH TIMUR

DINAS PENDIDIKAN

SMP NEGERI 2 RANTAU SELAMAT

Jl. Bayeun-Alue Kaul Km.26 Dusun Bari Desa Alue Kaul 24452

 

 

 
   

 

SURAT KETERANGAN PERPUSTAKAAN

 

Nomor : 800 / 257 / 2013

 

Kepala Perpustakaan SMPN 2 Rantau Selamat dengan ini menerangkan bahwa:

Nama                          : Zainuddin, S.Pd

 

NIP                             : 19700301 200012 1 003

Pangkat/Golongan    : Pembina / IV/a

Jabatan                      : Kepala Sekolah/Guru Mata Pelajaran PKn

Alamat                        : Dusun Giat Desa Alue Sentang

                                    : Kecamatan Birem Bayeun

 

Telah merekomendasikan pada perpustakaan SMP NEGERI 2 RANTAU SELAMAT Karya Tulis yaitu. Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dengan judul :

 

MELALUI SUPERVISI KLINIS DAPAT MENINGKATKAN KINERJA GURU TERHADAP EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN PADA

SMPN 2 RANTAU SELAMAT  KABUPATEN ACEH TIMUR

 

 

Demikian surat keterangan ini di buat untuk dapat dipergunakan seperlunya.

 

 

Mengetahui.

Kepala Sekolah SMPN 2 Rantau Selamat

 

 

 

ZAINUDDIN, S.Pd

NIP.19700301 200012 1 003

Alue Kaul, 05 Juni 2013

Pengelola Perpustakaan

 

 

 

 

JAMILAH, A.Md

NIP.  19640405 200701 2 003

 

 

PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESI (PGRI)

Teacher Assosiation of The Republik of Indonesia

CABANG RANTAU SELAMAT

Sekretariat Kantor UPT Dinas Pendidikan Rantau Selamat

 

 

 

REKOMENDASI

Nomor :          / PGRI/RTS / 2013

 

Ketua Pengurus Cabang Rantau Selamat Persatuan Guru Repulik Indonesia  ( PGRI), dengan ini menerangkan bahwa:

 

Judul Penelitian            : Melalui Supervisi Klinis Dapat Meningkatkan Kinerja Guru Terhadap Efektifitas Pembelajaran Pada SMPN 2 Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur

 

Tahun                            : 2013

 

Penulis                          :ZAINUDDIN, S.Pd

Pangkat / Golongan      : Pembina / IV a

Jabatan                          : Kepala Sekolah/Guru Mata Pelajaran PKn

Unit Tugas                    : SMP NEGERI 2 RANTAU SELAMAT

                                        Kec. Rantau Selamat – Kab. Aceh Timur

Telah melakukan Pengembangan Profesi berupa Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dan sudah memenuhi syarat sebagai peserta Lomba Kepala Sekolah Berprestasi.

Demikian rekomendasi ini kami berikan agar dapat di pergunakan sebagaimana mestinya.

Rantau Selamat 05 Juni 2013

Ketua

 

 

Ismail, S. Pd

NPA: 00826

 

SURAT PERNYATAAN

 

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                                       : ZAINUDDIN, S.Pd

NIP                                         : 19700301 200012 1 003

Pangkat/Gol.Ruang                 : Pembina/IV a

Unit Kerja                               : SMP Negeri 2 Rantau Selamat

Dengan ini saya menyatakan bahwa Penelitian Tindakan Sekolah ini dengan judul “Melalui Supervisi Klinis Dapat Meningkatkan Kinerja Guru Terhadap Efektifitas Pembelajaran Pada SMPN 2 Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur” adalah hasil karya tulis saya sendiri dan belum pernah diajukan sebelumnya, dan sepanjang pengetahuan saya dalam Penelitian Tindakan Kelas ini tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Alue Kaul, 05 Juni 2013

Yang membuat pernyataan

 

 

ZAINUDDIN, S.Pd

NIP.19700301 200012 1 003

 

Mengetahui

Kepala SMP NEGERI 2 RANTAU SELAMAT

 

 

ZAINUDDIN, S.Pd

NIP.19700301 200012 1 003

 

 

 

ABSTRAK

 

 

 

ZAINUDDIN, S.Pd NIP.19700301 200012 1 003Melalui Supervisi Klinis dapat Meningkatkan Kinerja Guru Terhadap Efektifitas Pembelajaran Pada SMPN 2 Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur”  

Pada dasarnya tugas guru mendidik, mengajar, melatih serta mengevaluasi siswa, agar peserta didik dapat menjadi manusia yang dapat melaksanakan kehidupan selaras dengan kodratnya sebagai manusia. berkaitan dengan tugas guru didalam mengevaluasi siswa maka guru hendaknya memiliki ketrampilan mengajar.

Untuk itu diperlukan peran kepala sekolah untuk memotivasi para guru untuk meningkatkan kinerjanya dan tujuan supervisi untuk membantu guru-guru melihat dengan jelas tujuan pendidikan dan berusaha mencapai tujuan pendidikan itu dengan membina dan mengembangkan metode-metode dan prosedur pengajaran yang lebih baik.

Tujuan dari penelitian ini adalah ingin meningkatkan kinerja guru agar dapat mencurahkan waktu dan tenaga untuk mengefektifkan pembelajaran. Meningkatkan kemampuan dalam memecahkan masalah dalam pembelajaran melalui supervisi klinis.

Hasil analisis deskripsi mengungkapkan, pada siklus I (satu ) tingkat kinerja guru terhadap efektifitas pembelajaran sudah menunjukkan peningkatan disbanding dengan kondisi awal. Namun hasil yang dicapai pada siklus I tidaklah menjadikan peneliti merasa puas karena kurang maksimal. Oleh karena itu peneliti melanjutkan pada siklus II dengan terlebih dahulu melakukan perbaikan atas kelemahan yang terdapat pada siklus I. Pada pelaksanaan tindakan siklus II terjadi peningkatan yang cukup signifikan terhadap efektifitas pembelajaran. 

Kesimpulan dari penelitian ini adalah Melalui Supervisi Klinis Dapat Meningkatkan Kinerja Guru Terhadap Efektifitas Pembelajaran Pada SMPN 2 RANTAU SELAMAT Kabupaten Aceh Timur .

 

Kata Kunci      : Kinerja Guru, Supervisi Klinis

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur dengan ucapan Alhamdulillah saya panjatkan ke hadirat Allah SWT. atas segala rahmatNya yang telah menjadikan laporan penelitian tindakan sekolah (PTS) dengan judul “Melalui Supervisi Klinis Dapat Meningkatkan Kinerja Guru Terhadap Efektifitas Pembelajaran Pada SMPN 2 Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur “dapat penulis selesaikan

Laporan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini penulis ajukan sebagai suatu kegiatan pengembangan profesi pendidik dan merupakan salah satu syarat untuk diajukan dalam rangka lomba kepala sekolah berprestasi.

Penyelesaian laporan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dapat terselesaikan berkat partisipasi dari berbagai pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis  mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada:

  1. Segenap tenaga pengajar serta tenaga staf SMPN 2 Rantau Selamat yang menjadi responden dalam penelitian ini
  2. Pihak-pihak terkait baik secara langsung maupun tidak langsung yang selalu memberikan kontribusi dalam penelitian ini.
  3. Keluarga tercinta yang menjadi motivasi dan selalu mendo’akan penulis agar apa yang penulis cita-citakan terkabul hendaknya.

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan laporan PTS ini tidak menutup kemungkinan masih terdapat kekurangan dari berbagai segi, mungkin sistematikanya, mungkin isinya, maupun segi kebahasaannya. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca umumnya sangat penulis harapkan. Betapapun begitu, penulis tetap berharap laporan PTS ini bisa memberikan kontribusi kepada dunia pendidikan umumnya dan kepada para kepala sekolah dalam melaksanakan tugas pada khususnya.                                                 

 

 

 

 

 

                       

                                        

                                                                            Alue Kaul, 05 Juni 2013

                                                                                                Penulis                                                                                                                                                                                                                                                                                    

 

 

ZAINUDDIN, S.Pd

NIP.19700301 200012 1 003

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

                                                                                                                     Halaman

 

LEMBAR PENGESAHAN………………………………………………..                          i

SURAT KETERANGAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH..                         ii

REKOMENDASI PGRI CABANG RANTAU SELAMAT..                        iii

SURAT PERNYATAAN…………………………………………………..                        iv

ABSTRAK………………………………………………………………………..                         v

KATA PENGANTAR……………………………………………………….                        vi

DAFTAR ISI……………………………………………………………………..                      viii

 

BAB I  PENDAHULUAN………………………………………………….                         1

A. Latar Belakang Masalah……………………………………..                         1

B. Rumusan Masalah………………………………………………                         3

C. Tujuan Penelitian………………………………………………..                         4

D. Manfaat Penelitian………………………………………………                         4

 

BAB  II  LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS                 6

A. Landasan Teori…………………………………………………..                         6

     1. Supervisi Kepala Sekolah…………………………………                         6

     2. Kinerja Guru………………………………………………….                       13

     3. Pengelolaan Pembelajaran Yang Efektif…………..                       17

BKerangka Berpikir……………………………………………..                       19

C. Hipotesis Tindakan……………………………………………..                       20

 

BAB  III  METODOLOGI PENELITIAN …………………………                       21

A. Setting Penelitian…………………………………………………                       21

B. Subyek Penelitian………………………………………………..                       21

C. Sumber Data………………………………………………………                       21

D. Teknik Pengumpulan Data………………………………….                       22

E. Teknik Analisis Data……………………………………………                       22

F. Indikator Kinerja………………………………………………..                       23

G. Prosedur Penelitian…………………………………………….                       23

 

BAB  IV  HASIL PENELITIAN DAN  PEMBAHASAN……                       27

A. Deskripsi Kondisi Awal……………………………………….                       27

B. Deskripsi Tindakan dan Hasil Penelitian Siklus I….                       28

C. Deskripsi Tindakan dan Hasil Penelitian Siklus II..                       36

D. Pembahasan Tiap Siklus……………………………………..                       44

 

BAB  V  SIMPULAN DAN SARAN…………………………………..                       47

A. Simpulan…………………………………………………………….                       47

B. Saran………………………………………………………………….                       47

 

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………..                       48

DAFTAR LAMPIRAN

 

Halaman

 

Lampiran 1. Surat Izin Penelitian ………………………………………….                       49

Lampiran 2. Daftar Keadaan Guru SMP NEGERI 2 RANTAU SELAMAT                                   50

Lampiran 3. Kinerja Guru Terhadap Efektifitas Pembelajaran Pra Siklus            51

Lampiran 4. Lembar Observasi Supervisi Klinis Siklus I…………..                       52

Lampiran 5. Kinerja Guru Terhadap Efektifitas Pembelajaran Siklus I               53

Lampiran 6. Lembar Angket Responden Guru  Siklus I……………                       54

Lampiran 7. Hasil Angket Kinerja Guru Terhadap Efektifitas……

                  Pembelajaran Siklus I……………………………………………                       55

Lampiran 8. Dokumentasi Kegiatan Siklus I……………………………                       56

Lampiran 9. Lembar Observasi Supervisi Klinis Siklus II………….                       58

Lampiran 10.Kinerja Guru Terhadap Efektifitas Pembelajaran Siklus II             59

Lampiran 11.Lembar Angket Responden Guru  Siklus II………….                       60

Lampiran 12.Hasil Angket Kinerja Guru Terhadap Efektifitas

……………….. Pembelajaran Siklus II……………………………………….                       61

Lampiran 13. Dokumentasi Kegiatan Siklus II………………………..                       62

Lampiran 14. Jadwal Kegiatan Penelitan ……………………………….                       64

Lampiran 15. Bio Data Peneliti……………………………………………..                       65

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR TABEL

Halaman

 

Tabel 4.1. Hasil Pengamatan Terhadap Kinerja Guru Pada Kondisi Awal            27

Tabel 4.2. Kemampuan Guru Menguasai Mata Pelajaran Pada Siklus I                 29

Tabel 4.3. Kemampuan Guru Menyusun RPP Siklus I………………                         30

Tabel 4.4. Kemampuan Guru Dalam Penguasan Kelas Siklus I….                         31

Tabel 4.5 Kemampuan Guru Dalam Penggunaan Media dan Sumber Belajar       32

Tabel 4.6 Kemampuan Guru Dalam Melengkapi Administrasi Kelas Siklus I       33

Tabel 4.7 . Kemampuan Guru Menguasai Mata Pelajaran Pada Siklus II              37

Tabel 4.8. Kemampuan Guru Menyusun RPP Siklus II…………….                         38

Tabel 4.9. Kemampuan Guru Dalam Penguasan Kelas Siklus II…                         39

Tabel 4.10 Kemampuan Guru Dalam Penggunaan Media dan Sumber Belajar     40

Tabel 4.11 Kemampuan Guru Dalam Melengkapi Administrasi Kelas Siklus II    41

 

 

 

 

    

 

.

 

 

 

DAFTAR GAMBAR

Halaman

 

Gambar 2.1 Skema Kerangka Berfikir…………………………………….                         19

Gambar 3.1. Alur Penelitian………………………………………………….                         23

Gambar 4.1 Grafik Kemampuan Guru Menguasai Mata Pelajaran Siklus I           30

Gambar 4.2 Grafik Kemampuan Guru Menyusun RPP Siklus I…                         31

Gambar 4.3 Grafik Kemampuan Guru Dalam Penguasaan Kelas Siklus I             32

Gambar 4.4 Grafik Kemampuan Guru Dalam Penggunaan Media dan

Sumber Belajar, Mengendalikan Serta Membuat Alat Peraga             33

Gambar 4.5 Grafik Kemampuan Guru Melengkapi Administrasi Kelas Siklus I   34

Gambar 4.6 Grafik Kemampuan Guru Menguasai Mata Pelajaran Siklus II          38

Gambar 4.7 Grafik Kemampuan Guru Menyusun RPP Siklus II..                         39

Gambar 4.8 Grafik Kemampuan Guru Dalam Penguasaan Kelas Siklus II            40

Gambar 4.9 Grafik Kemampuan Guru Dalam Penggunaan Media dan                    

Sumber Belajar, Mengendalikan Serta Membuat Alat Peraga             41

Gambar 4.10 Grafik Kemampuan Guru Melengkapi Administrasi

Kelas Siklus II …………………………………………………..                         42

 

 

  …………….

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.       Latar Belakang Masalah

Pada dasarnya tugas guru mendidik, mengajar, melatih serta mengevaluasi siswa, agar peserta didik dapat menjadi manusia yang dapat melaksanakan kehidupan selaras dengan kodratnya sebagai manusia. berkaitan dengan tugas guru didalam mengevaluasi siswa maka guru hendaknya memiliki ketrampilan mengajar.

Untuk menjadikan guru sebagai tenaga professional maka perlu diadakan pembinaan secara terus menerus dan berkesinambungan, dan menjadikan guru sebagai tenaga kerja perlu diperhatikan, dihargai dan diakui keprofesionalannya. Untuk membuat mereka menjadi professional tidak semata-mata hanya meningkatkan kompetensinya baik melalui pemberian penataran, pelatihan maupun memperoleh kesempatan untuk belajar lagi namun perlu juga memperhatikan guru dari segi yang lain seperti peningkatan disiplin, pemberian motivasi, pemberian bimbingan melalui supervisi.

 

1

 

Kinerja guru atau prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu (Hasibuan, 2001:94). Kinerja guru akan baik jika guru telah melakukan unsur-unsur yang terdiri dari kesetiaan dan komitmen yang tinggi pada tugas mengajar, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran, kedisiplinan dalam mengajar dan tugas lainnya, kreativitas dalam pelaksanaan pengajaran, kerjasama dengan semua warga sekolah, kepemimpinan yang menjadi panutan siswa, kepribadian yang baik, jujur dan objektif dalam membimbing siswa, serta tanggung jawab terhadap tugasnya. Oleh karena itu tugas kepala sekolah selaku manager adalah melakukan penilaian terhadap kinerja guru. Penilaian ini penting untuk dilakukan mengingat fungsinya sebagai alat motivasi bagi pimpinan kepada guru maupun bagi guru itu sendiri. Adapun penilaian tersebut melalui supervisi yang diberikan oleh kepala sekolah terhadap guru. Supervisi dalam hal ini adalah dalam upaya meningkatkan kinerja guru untuk mengaktifkan pembelajaran dan bimbingan yang diberikan oleh kepala sekolah yang nantinya berdampak kepada kinerja guru yaitu kualitas pengajaran.

Supervisi pendidikan didefinisikan sebagai proses pemberian layanan bantuan profesional kepada guru untuk meningkatkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas pengelolaan proses pembelajaran secara efektif dan efisien (Bafadal, 2004:46). Dengan adanya pelaksanaan supervisi oleh kepala sekolah diharapkan memberi dampak terhadap terbentuknya sikap professional guru. Sikap professional guru merupakan hal yang amat penting dalam memelihara dan meningkatkan profesionalitas guru, karena selalu berpengaruh pada perilaku dan aktivitas keseharian guru.

Namun persiapan yang matang itu belumlah matang sepenuhnya karena adanya kendala–kendala yang belum terselesaikan diantaranya guru kurang         kreatif dan inofatif dalam proses pembelajaran, terbukti dalam pengakuan guru–guru yang menjadi subjek dalam penelitian ini dengan mengunakan metode ceramah sebagai pilihan utama dalam mengajarnya, Strategi seperti itu kurang mampu memotivasi siswa dalam belajar dan kurang mampu menggali dan mengoptimalkan potensi siswa, sehingga menghambat proses belajar mengajar khususnya persiapan mengajar yang serba apa adanya, kurang lengkapnya admistrasi kelas, dan kesadaran masyarakat sekitar minim akan pentingnya pendidikan bagi anak.

Untuk itu diperlukan peran kepala sekolah untuk memotivasi para guru untuk meningkatkan kinerjanya dan tujuan supervisi untuk membantu guru-guru melihat dengan jelas tujuan pendidikan dan berusaha mencapai tujuan pendidikan itu dengan membina dan mengembangkan metode-metode dan prosedur pengajaran yang lebih baik.

Gambaran seperti pada kondisi di atas yang sekarang terjadi pada  SMP Negeri 2 Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur. Dimana para guru sangat rendah kinerjanya dalam melaksanakan tugas . Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terhadap permasalahan yang ada dengan judul “ Melalui Supervisi Klinis Dapat Meningkatkan Kinerja Guru Terhadap Efektifitas Pembelajaran Pada SMPN 2 Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur” semoga dengan dilakukannya penelitian ini dapat merubah kinerja guru kearah yang lebih maju lagi, sehingga berpengaruh pada keberhasilan proses belajar mengajar ke arah yang lebih baik dan berdampak pada mutu pendidikan sekolah.

  1. B.     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: Apakah Melalui Supervisi Klinis Dapat Meningkatkan Kinerja Guru Terhadap Efektifitas Pembelajaran Pada  SMPN 2 Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur’?

  1. C.       Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan yang dijabarkan di atas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah:

  1. Motivasi guru untuk dapat meningkatkan kinerja dengan mencurahkan segala waktu dan tenaga untuk mengefektifkan pembelajaran.
  2. Menumbuhkan kesadaran guru sebagai abdi negara dan segaligus menjadi abdi masyarakat yang mendedikasikan dirinya untuk mendidik anak bangsa.
  3. D.     Manfaat Penelitian
  1. Manfaat Teoritis

Untuk mengembangkan wawasan mengenai supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru  SMPN 2 Rantau Selamat  melalui spervisi klinis.

  1. Manfaat Praktis
  1. Bagi Guru

Sebagai bahan masukan atau input bagi guru agar mampu mengambil langkah-langkah tepat dalam upaya meningkatkan kinerja guru melalui supervisi kepala sekolah.

  1. Bagi Sekolah

Memberi dorongan para guru untuk meningkatkan kinerjanya dengan melalui supervisi kepala sekolah yang nantinya dapat meningkatkan mutu pendidikan.

  1. Bagi Penulis

Sebagai kegiatan pengembangan profesi untuk pencapaian angka kredit guna kenaikan pangkat dan golongan setingkat lebih tinggi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

  1. A.    Landasan Teori
  2. a.      Pengertian
  1. Supervisi Kepala Sekolah

Supervisi adalah strategi manajemen yang terdiri atas serangkaian kegiatan untuk memastikan bahwa mutu yang diharapkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi memenuhi standar yang telah ditentukan.

Supervisi adalah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif (Purwanto, 2003:32)

Menurut carter, supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah                    dalam memimpin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran (Sahertian, 2000:17).

 

6

 

Supervisi adalah aktivitas menentukan kondisi/syarat-syarat yang essensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan. Dari definisi tersebut maka tugas kepala sekolah sebagai supervisor berarti bahwa dia hendaknya pandai meneliti, mencari, dan menentukan syarat-syarat mana sajakah yang diperlukan bagi kemajuan sekolahnya sehingga tujuan-tujuan pendidikan di sekolah itu semaksimal mungkin dapat tercapai.

Jadi supervisi kepala sekolah merupakan upaya seorang kepala sekolah dalam pembinaan guru agar guru dapat meningkatkan kualitas mengajarnya dengan melalui stategi manajemen atas serangkaian kegiatan atau langkah-langkah perencanaan, penampilan mengajar yang nyata serta mengadakan perubahan dengan cara yang rasional dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa.

  1. b.      Karakteristik Supervisi

Menurut Mulyasa (2004:112) Salah satu supervisi akademik yang populer adalah supervisi klinis, yang memiliki karakteristik sebagai berikut:

1)      Supervisi diberikan berupa bantuan (bukan perintah), sehingga inisiatif tetap berada di tangan tenaga kependidikan.

2)      Aspek yang disupervisi berdasarkan usul guru, yang dikaji bersama kepala sekolah sebagai supervisor untuk dijadikan kesepakatan.

3)      Instrumen dan metode observasi dikembangkan bersama oleh guru dan kepala sekolah.

4)      Mendiskusikan dan menafsirkan hasil pengamatan dengan mendahulukan interpretasi guru.

5)      Supervisi dilakukan dalam suasana terbuka secara tatap muka, dan supervisor lebih banyak mendengarkan serta menjawab pertanyaan guru daripada memberi saran dan pengarahan.

6)      Supervisi klinis sedikitnya memiliki tiga tahap, yaitu pertemuan awal, pengamatan, dan umpan balik.

7)      Adanya penguatan dan umpan balik dari kepala sekolah sebagai supervisor terhadap perubahan perilaku guru yang positif sebagai hasil pembinaan.

8)      Supervisi dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan suatu keadaan dan memecahkan suatu masalah.

  1. c.       Faktor Yang Mempengarui Berhasil Tidaknya Supervisi

Menurut Purwanto (2004:118) ada beberapa faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya supervisi atau cepat-lambatnya hasil supervisi antara lain:

1)      Lingkungan masyarakat tempat sekolah itu berada. Apakah sekolah itu di kota besar, di kota kecil, atau pelosok. Dilingkungan masyarakat orang-orang kaya atau dilingkungan orang-orang yang pada umumnya kurang mampu. Dilingkungan masyarakat intelek, pedagang, atau petani dan lain-lain.

2)      Besar-kecilnya sekolah yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah. Apakah sekolah itu merupakan kompleks sekolah yang besar, banyak jumlah guru dan muridnya, memiliki halaman dan tanah yang luas, atau sebaliknya.

3)      Tingkatan dan jenis sekolah. Apakah sekolah yang di pimpin itu SD atau sekolah lanjutan, SLTP, SMU atau SMK dan sebagainya semuanya memerlukan sikap dan sifat supervisi tertentu.

4)      Keadaan guru-guru dan pegawai yang tersedia. Apakah guru-guru di sekolah itu pada umumnya sudah berwenang, bagaimana kehidupan sosial-ekonomi, hasrat kemampuannya, dan sebagainya.

5)      Kecakapan dan keahlian kepala sekolah itu sendiri. Di antara faktor-faktor yang lain, yang terakhir ini adalah yang terpenting. Bagaimanapun baiknya situasi dan kondisi yang tersedia, jika kepala sekolah itu sendiri tidak mempunyai kecakapan dan keahlian yang diperlukan, semuanya itu tidak akan ada artinya. Sebaliknya, adanya kecakapan dan keahlian yang dimiliki oleh kepala sekolah, segala kekurangan yang ada akan menjadi perangsang yang mendorongnya untuk selalu berusaha memperbaiki dan menyempurnakannya.

  1. d.      Fungsi Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Pengajaran

Kegiatan atau usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah sesuai dengan fungsinya sebagai supervisor antara lain:

1)      Membangkitkan dan merangsang guru-guru dan pegawai sekolah di dalam menjalankan tugasnya masing-masing dengan sebaik-baiknya.

2)      Berusaha mengadakan dan melengkapi alat-alat perlengkapan sekolah termasuk media instruksional yang diperlukan bagi kelancaran dan keberhasilan proses belajar-mengajar.

3)      Bersama guru-guru berusaha mengembangkan, mencari, dan menggunakan metode-metode mengajar yang lebih sesuai dengan tuntutan kurikulum yang sedang berlaku.

4)      Membina kerja sama yang baik dan harmonis di antara guru-guru dan pegawai sekolah lainnya.

5)      Berusaha mempertinggi mutu dan pengetahuan guru-guru dan pegawai sekolah, antara lain dengan mengadakan diskusi-diskusi kelompok, menyediakan perpustakaan sekolah, dan atau mengirim mereka untuk mengikuti penataran-penataran, seminar, sesuai dengan bidangnya masing-masing.

6)      Membina hubungan kerja sama antara sekolah dengan BP3 atau komite sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan para siswa.  

  1. e.       Teknik-Teknik Supervisi

Menurut Purwanto (2004:120-122), secara garis besar cara atau tehnik supervisi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu tehnik perseorangan dan teknik kelompok.

1)   Teknik perseorangan

Yang dimaksud dengan teknik perseorangan ialah supervisi yang dilakukan secara perseorangan. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:

a)      Mengadakan kunjungan kelas (classroom visition)

Yang dimaksud dengan kunjungan kelas ialah kunjungan sewaktu-waktu yang dilakukan oleh seorang supervisor (kepala sekolah) untuk melihat atau mengamati seorang guru yang sedang mengajar. Tujuannya untuk mengobservasi bagaimana guru mengajar, apakah sudah memenuhi syarat-syarat didaktis atau metodik yang sesuai. Dengan kata lain, untuk melihat apa kekurangan atau kelemahan yang sekiranya masih perlu diperbaiki.

b)      Mengadakan kunjungan observasi (observation visits)

Guru-guru dari suatu sekolah sengaja ditugaskan untuk melihat/ mengamati seorang guru yang sedang mendemonstrasikan cara-cara mengajar suatu mata pelajaran tertentu. Misalnya cara menggunakan alat atau media yang baru, seperti audio-visual aids, cara mengajar dengan metode tertentu, seperti misalnya sosiodrama, problem solving, diskusi panel, fish bowl, metode penemuan (discovery), dan sebagainya.

c)      Membimbing guru-guru tentang cara-cara mempelajari pribadi siswa dan atau mengatasi problema yang dialami siswa

Banyak masalah yang dialami guru dalam mengatasi kesulitan-kesulitan belajar siswa. Misalnya siswa yang lamban dalam belajar, tidak dapat memusatkan perhatian, siswa yang nakal, siswa yang mengalami perasaan rendah diri dan kurang dapat bergaul dengan teman-temannya. Masalah-masalah yang sering timbul di dalam kelas yang disebabkan oleh siswa itu sendiri lebih baik dipecahkan atau diatasi oleh guru kelas itu sendiri daripada diserahkan kepada guru bimbingan atau konselor yang mungkin akan memakan waktu yang lebih lama untuk mengatasinya.

d)   Membimbing guru-guru dalam hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum sekolah antara lain:

(1)   Menyusun program catur wulan atau program semester

(2)   Menyusun atau membuat program ssatuan pelajaran

(3)   Mengorganisasikan kegiatan-kegiatan pengelolaan kelas

(4)   Melaksanakan teknik-teknik evaluasi pengajaran

(5)   Menggunakan media dan sumber dalam proses belajar-mengajar

(6)   Mengorganisasikan kegiatan-kegiatan siswa dalam bidang ekstrakurikuler, study tour, dan sebagainya.

2)      Teknik kelompok

Ialah supervisi yang dilakukan secara kelompok. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:

a)      Mengadakan pertemuan atau rapat (meetings)

Seorang kepala sekolah yang baik umumnya menjalankan tugasnya berdasarkan rencana yang telah disusunnya. Termasuk didalam perencanaan itu antara lain mengadakan rapat-rapat secara periodik dengan guru-guru.

b)      Mengadakan diskusi kelompok (group discussions)

Diskusi kelompok dapat diadakan dengan membentuk kelompok-kelompok guru bidang studi sejenis. Kelompok-kelompok yang telah terbentuk itu diprogramkan untuk mengadakan pertemuan/diskusi guna membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan usaha pengembangan dan peranan proses belajar-mengajar.

c)      Mengadakan penataran-penataran (inservice-training)

Teknik supervisi kelompok yang dilakukan melalui penataran-penataran  sudah banyak dilakukan. Misalnya penataran untuk guru-guru bidang studi tertentu, penataran tentang metodologi pengajaran, dan penataran tentang administrasi pendidikan. Mengingat bahwa penataran-penataran tersebut pada umumnya diselenggarakan oleh pusat atau wilayah, maka tugas kepala sekolah terutama adalah mengelola dan membimbing pelaksanaan tindak lanjut (follow-up) dari hasil penataran, agar dapat dipraktekkan oleh guru-guru.

Menurut Gwynn, dalam Bafadal (2004 :48-50), teknik supervisi digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu teknik perorangan dan teknik kelompok. Teknik supervisi individual meliputi: 1) kunjungan kelas, 2) percakapan pribadi, 3) kunjungan antarkelas, 4) penilaian sendiri. Sedang teknik supervisi kelompok meliputi: 1) kepanitiaan, 2) kursus, 3) laboratorium kelompok, 4) bacaan terpimpin, 5) demonstrasi pembelajaran, 6) perjalanan staf, 7) diskusi panel, 8) perpustakaan profesional, 9) organisasi profesional, 10) bulletin supervisi, 11) sertifikasi guru, 12) tugas belajar, 13) pertemuan guru.

Dari beberapa pendapat dan uraian tersebut diatas dapat diambil kesimpulan, bahwa supervisi kepala sekolah adalah proses pembinaan kepala sekolah kepada guru dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar. Adapun teknik yang biasa digunakan adalah kunjungan kelas, pertemuan baik formal maupun informal serta melibatkan guru lain yang dianggap berhasil dalam proses belajar mengajar. Ada beberapa teknik yang biasa digunakan kepala sekolah dalam mensupervisi guru, namun dalam penelitian ini hanya indikator : kunjungan kelas, pemahaman tentang kurikulum, pengembangan metode dan evaluasi, rapat-rapat pembinaan, dan kegiatan rutin diluar.

  1. 2.      Kinerja Guru
  2. a.         Pengertian

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud 1990:503) kinerja berarti sesuatu yang dicapai, prestasi diperlihatkan atau kemampuan kerja. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh lembaga administrasi negara (1992:12) merumuskan kinerja merupakan terjemahan bebas dari istilah Performance yang artinya adalah prestasi kerja atau pelaksanaan kerja atau pencapaian kerja atau hasil kerja.

Anwar (2006: 22) memberikan pengertian kinerja sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan oleh seorang guru pada waktu memberikan pelajaran kepada siswanya. Kinerja guru dapat dilihat saat dia melaksanakan interaksi belajar-mengajar dikelas termasuk persiapannya baik dalam bentuk program semester maupun persiapan mengajar.

Kesimpulan yang dapat diambil dari pendapat dan teori kinerja guru diatas, bahwa kinerja guru adalah persiapan, pelaksanaan, dan pencapaian guru dalam melaksanakan interaksi belajar mengajar dikelas.

  1. b.        Unsur Kinerja

Berdasarkan pengertian diatas kinerja mengandung 3 (tiga) unsur, yaitu:

1)      Unsur waktu, dalam arti hasil-hasil yang dicapai oleh usaha-usaha tertentu, dinilai dalam satu putaran waktu atau sering disebut periode. Ukuran periode dapat menggunakan satuan jam, hari, bulan maupun tahun.

2)      Unsur hasil, dalam arti hasil-hasil tersebut merupakan hasil rata-rata pada akhir periode tersebut. Hal ini tidak berarti mutlak setengah periode harus memberikan hasil setengah dari keseluruhan.

3)      Unsur metode, dalam arti seorang pegawai harus menguasai betul dan bersedia mengikuti pedoman yang telah ditentukan, yaitu metode kerja yang efektif dan efisien, ditambahkan pula dalam bekerjanya pegawai tersebut harus bekerja dengan penuh gairah dan tekun serta bukan berarti harus bekerja berlebihan.

  1. c.         Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja

Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang, baik yang berasal dari dalam diri maupun yang berasal dari luar. Tiffin dan Mccormick (2005: 79) menyatakan ada 2 (dua) macam faktor yang dapat mempengaruhi kinerja seseorang yaitu:

1)      Faktor Individual

Yaitu faktor-faktor yang meliputi sikap, sifat-sifat kepribadian, sifat fisik, keinginan atau motivasinya, umur, jenis kelamin, pendidikan,pengalaman kerja, latar belakang budaya dan variabel-variabel personal lainnya.

2)      Faktor Situasional

Faktor sosial dan organisasi, meliputi : kebijaksanaan organisasi, jenis latihan dan pengawasan, sistem upah dan lingkungan sosial.

3)      Faktor fisik dan pekerjaan, meliputi : metode kerja, desain dan kondisi alat-alat kerja, penataan ruang kerja dan lingkungan kerja (seperti penyinaran, kebisingan dan fentilasi).

  1. d.        Penilaian Kinerja

Tugas manajer (Kepala Sekolah) terhadap guru salah satunya adalah melakukan penilaian atas kinerjanya. Penilaian ini mutlak dilaksanakan untuk mengetahui kinerja yang telah dicapai oleh guru. Apakah kinerja yang dicapai setiap guru baik, sedang, atau kurang. Penilaian ini penting bagi setiap guru dan berguna bagi sekolah dalam menetapkan kegiatannya.

Penilaian kinerja menurut Simamora (2007:415) adalah alat yang berfaedah tidak hanya untuk mengevaluasi kerja dari para karyawan, tetapi juga untuk mengembangkan dan memotivasi kalangan karyawan. Sejalan dengan Pendapat Hasibuan (2000:87) penilaian prestasi adalah kegiatan manajer untuk mengevaluasi prestasi kerja karyawan serta menetapkan kebijaksanaan selanjutnya.

Sehubungan dengan hal diatas maka penilaian kinerja guru berdasarkan Standar Kompetensi Guru. Dalam bukunya Suparlan yang berjudul Guru sebagai Profesi, standar kompetensi guru dapat diartikan sebagai ”suatu ukuran yang ditetapkan atau dipersyaratkan”. Lebih lanjut dinyatakan bahwa Standar Kompetensi Guru adalah suatu ukuran yang ditetapkan atau dipersyaratkan dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan perilaku perbuatan bagi seorang guru agar berkelayakan untuk menduduki jabatan fungsional sesuai dengan bidang tugas, kualifikasi dan jenjang pendidikan. Berdasarkan pengertian tersebut, standar kompetensi guru dibagi dalam tiga komponen yang saling mengait, yakni:1.) pengelolaan pembelajaran, 2.) pengembangan profesi, dan 3.) penguasaan akademik. Ketiga komponen SKG tersebut, masing-masing terdiri atas beberapa kompetensi, komponen pertama terdiri atas empat kompetensi, komponen kedua memiliki satu kompetensi, dan komponen ketiga terdiri atas dua kompetensi. Dengan demikian, ketiga komponen tersebut secara keseluruhan meliputi 7 (tujuh) kompetensi dasar, yaitu:

1)      Penyusunan rencana pembelajaran

2)      Pelaksanaan interaksi belajar- mengajar

3)      Penilaian prestasi belajar peserta didik

4)      Pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik

5)      Pengembangan profesi

6)      Pemahaman wawasan kependidikan

7)      Penguasaan bahan kajian akademik (sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. (Standar Kompetensi Guru Direktorat Tenaga Kependidikan 2003)

Berdasarkan pendapat dan teori diatas bahwa supervisi merupakan proses pembinaan kepala sekolah kepada guru dalam meningkatkan kinerja guru adalah dorongan untuk merubah kinerja guru kearah yang lebih baik.

  1. 3.      Pengelolaan Pembelajaran Yang Efektif

Belajar adalah usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk dapat menubah prilakunya sendiri melalui interaksi lingkungannya. Dengan demikian, hasil dari kegiatan belajar adalah perubahan prilaku pada orang yang belajar. Teori behavior dalam pelangi (2004:57) menyatakan bahwa pembelajaran terjadi apabila terdapat perubahan tingkah laku pada peserta didik.

Belajar mengajar adalah sebuah interaksi yang bernilai normatif. Belajar mengajar adalah suatu proses yang dilakukan dengan sadar dan bertujuan. Tujuan adalah sebagai pedoman kearah mana akan dibawa proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar akan berhasil bila hasilnya mampu membawa perubaha dalam pengetahuan pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap dalam diri anak didik.

Djamarah (2005:98) menegaskan bahwa, kegiatan belajar mengajar adalah inti kegiatan dalam guruan. Segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar. Semua komponen pembelajaran akan berproses di dalamnya. Komponen inti yakni manusiawi, guru, dan anak didik melakukan kegiatan dengan tugas dan tanggung jawab dalam kebersamaan berlandaskan interaksi normatif untuk bersama-sama mencapai tujuan pembelajaran.

Kegiatan belajar mengajar adalah inti kegiatan dalam guruan. Segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar. Semua komponen-komponen pengajaran akan berproses di dalamnya. Komponen inti yakni manusia,guru, dan anak didik melakukan kegiatan dnga tugas dan tanggung jawab dalam bersamaan berlandaskan interaksi normatif untuk bersama-sama mencapai tujuan pembelajaran. Moedjiono (2006: 134) menegaskan, guru yang efektif adalah mereka yang mampu membawa siswa- siswanya dengan berhasil mencapai tujuan pengajaran. Jadi di sini ada dua tolak ukur mengenai efektivitas mengajar, yakni tercapainya tujuan dan hasil belajar yang tinggi.

Untuk mencapai tingkat efektivitas mengajar yang tinggi guru harus menguasi perbuatan mengajar kompleks, dan perbuatan yang kompleks tidak dapat dikuasi secara langsung. Ibarat seseorang yang akan menjadi pemain volley yang efektif, dia harus meguasai terlebih dahulu bagaimana melemparkan bola ke atas, cara memukul, sikap tubuh, dan sebagainya. Untuk maksud itu diperlukan penguasaan tehnik dasar volley. Demikian pula, untuk menguasi keterampilan mengajar yang kompleks.

  1. B.       Kerangka Berpikir

Supervisi kepala sekolah merupakan upaya seorang kepala sekolah dalam pembinaan guru agar guru dapat meningkatkan kualitas dan kinerja mengajarnya dengan melalui stategi manajemen atas serangkaian kegiatan atau langkah-langkah perencanaan, penampilan mengajar yang nyata serta mengadakan perubahan dengan cara yang rasional dalam usaha meningkatkan hasil belajar siswa.

Berdasarkan uraian diatas dapat penulis gambarkan kerangka pemikirannya sebagai berikut;

 

Kinerja Guru Rendah

 

Sebelum Supervisi Klinis

 

 

 

                                           
   

Siklus I Setelah Supervisi Klinis Kinerja Guru mulai meningkat

 

     
       
 
   
   

Setelah Supervisi Klinis

 

     
 
         
 
         

Siklus II Setelah Supervisi Klinis Kinerja Guru meningkat tajam

 

 
 
 
 
   

Diduga melalui Supervisi Klinis dapat meningkatkan kinerja guru terhadap efektifitas pembelajaran

 

     
 
   
 
       
     
 
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.1 Skema Kerangka Berfikir

  1. C.      Hipotesis Tindakan

Berdasarkan landasan teori dan kerangka berfikir diatas, hipotesis tindakan yang penulis ajukan dalam penelitian ini adalah “Melalui Supervisi Klinis Dapat Meningkatkan Kinerja Guru Terhadap Evektifitas Pembelajaran Pada  SMPN 2 Rantau Selamat  kabupaten Aceh Timur”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

  1. A.      Lokasi dan waktu penelitian
    1. 1.      Lokasi

Penelitian ini berlokasi di  Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur, yang mana penelitian ini dilakukan pada waktu guru melakukan proses belajar mengajar, dan waktu–waktu luang seperti istirahat.

  1. 2.      Waktu

Penelitian ini dilaksanakan pada semester  II dan memakan waktu kurang lebih 3 (tiga) bulan dimulai pada bulan Maret sampai bulan  Mei tahun pelajaran 2012/2013

  1. B.       Subjek penelitian

Ada pun yang menjadi subjek penelitian ini adalah seluruh dewan guru pada SMP Negeri 2 Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur dengan jumlah guru sebagai subjek sebanyak 20 orang, terdiri dari 8 orang berstatus  PNS dan 12 tenaga  bakti.

  1. C.      Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut;

  1. Pengamatan terhadap kinerja guru dalam menguasai pembelajaran pada kurikulum sekolah.
  2. Pengamatan terhadap kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
  3. Pengamatan terhadap kemampuan guru dalam menguasai kelas dalam Proses Belajar Mengajar (PBM)
  4. Pengamatan terhadap kemampuan guru dalam penggunaan media sumber belajar, dapat mengendalikan, memiliki dan menggunakan, serta membuat alat-alat sederhana. dalam Proses Belajar Mengajar (PBM)
  5. Pengamatan terhadap kelengkapan administrasi guru.
  6. D.      Teknik Pengumpulan Data

Tehnik pengumpulan data pada penelitian ini adalah terdiri atas dua kegiatan pokok yaitu pengumpulan data awal diambil dari kunjungan langsung ke kelas, Data awal kerja guru dan efektifitas pembelajaran dilihat dari hasil supervisi kunjungan kelas masing-masing guru yang dilaksanakan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Data hasil analisis setiap siklus serta tanggapan lain dari guru terhadap pelaksanan program pemantauan atau pengamatan, dilaksanakan seiring dengan peneltian berlangsung. Dengan kata lain bahwa pemantauan terhadap pelaksanaan program dilaksanakan untuk melihat kinerja guru dalam mengefektifkan pembelajaran yang telah diberikan.

  1. E.       Teknik Analisis Data

Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kuantatif dan kualitatif. Analisa kuanlitatif digunakan untuk menjelaskan perubahan prilaku guru.Untuk jenis analisis kuatitatif, digunakan tehnik katagori berdasarkan standar yang ditetapkan Depdikbud (1994) sebagai berikut:

Jumlah nilai 1000, dirubah menjadi 1-100

  1. A (amat baik) =  91-100
  2. B (baik)          = 76-90
  3. C (cukup)       = 55-75
  4. D (kurang)     =  0-54
  5. F.       Indikator Kinerja

Indikator pencapaian yang peneliti harapkan paling rendah adalah 75 % tingkat kinerja guru dalam mengajar di kelas.  Adapun indikator kinerjanya adalah sebagai berikut.

  1. Apabila rata-rata kinerja guru terhadap efektifitas pemebelajaran mencapai lebih dari 75 , maka dapat dikatakan adanya peningkatan.
  2. Apabila rata-rata kinerja guru terhadap efektifitas pemebelajaran kurang dari 75, dianggap belum berhasil sehingga perlu dilakukan pembinaan.
  3. G.      Prosedur Penelitian

Penelitian ini mengacu kepada model siklus Kemmis S. and Mc. Taggart yang melalui beberapa langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus tahap-tahap penelitian dapat dilihat pada gambar berikut.

 

Observasi

 

Pelaksanaan

 

Perencanaan

 

Siklus I        

 

Perencanaan

 

                                          

 

 

Perencanaan

 

Siklus II

 

Pelaksanaan

 

Perencanaan

 

Observasi

 

                

 

       
       
 

 

        Refleksi                              

Gambar. 3.1 Alur Penelitian

 

Langkah-langkah PTS pada gambar di atas diuraikan sebagai berikut:

  1. 1.      Siklus I
    1. Perencanaan

1)      Melakukan diskusi dengan pengamat ( kepala sekolah inbas) tentang persiapan pelaksanaan supervisi.

2)      Menyusun jadwal supervisi klinis

3)      Menyiapkan lembar observasi/pengamatan supervisi.

  1. Pelaksanaan

1)      Mensosialisasikan pelaksanaan supervisi klinis melalui rapat dewan guru yang dipimpin penulis selaku kepala sekolah.

2)      Melakukan supervisi terhadap kinerja guru dalam menjalankan tugas mengajar di kelas.

3)      Melakukan wawancara terhadap guru yang disupervisi.

4)      Memberikan bimbingan dan arahan terhadap guru sebagai upaya perbaikan terhadap kinerja guru.

  1. Observasi

Observasi/pengamatan dilaksanakan selama penelitian berlangsung, dengan sasaran utama untuk melihat peningkatan kinerja  guru dalam  melaksanakan tugas mengajar.

Instrument yang disusun untuk keperluan-keperluan pengamatan indikatornya berupa prilaku guru dalam menjalankan tugas mengajar sehari-hari.

  1. Refleksi

Peneliti mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil dari refleksi ini, peneliti melaksanakan revisi atau perbaikan terhadap rencana yang telah disusun  agar sesuai dengan yang peneliti inginkan pada tindakan siklus berikutnya.

  1. 2.         Siklus II
    1. Perencanaan

1)      Mendiskusikan kelemahan yang terdapat pada siklus sebelumnya  dengan pengamat ( kepala sekolah inbas).

2)      Merumuskan strategi perbaikan

3)      Menyiapkan lembar observasi/pengamatan supervisi.

  1. Pelaksanaan

Peneliti memeriksa kesiapan guru sebelum mengajar di kelas., kemudian bersama observer melakukan supervisi terhadap guru yang mengajar dikelas masing-masing mulai dari kelas VII s/d kelas IX.

 Apa yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya meningkatkan kinerja guru terhadap efektifitas pembelajaran melalui supervisi klinis.

  1. Observasi

Observasi/pengamatan dilaksanakan selama penelitian berlangsung, dengan sasaran utama untuk melihat peningkatan kinerja  guru dalam  melaksanakan tugas mengajar.

Instrument yang disusun untuk keperluan-keperluan pengamatan indikatornya berupa prilaku guru dalam menjalankan tugas mengajar sehari-hari.

  1. Refleksi

Peneliti mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil dari refleksi ini, peneliti menetapkan apakah penelitian dilanjutkan pada siklus berikutnya atau dihentikan pada siklus II apa bila pada siklu II penelitian dinyatakan berhasil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. A.      Deskripsi Kondisi Awal

Kinerja guru pada kondisi awal sebelum dilaksanakan penelitian sangatlah rendah, hasil pengamatan yang didapat berdasarkan kenyataan di lapangan. Dari 20 orang jumlah guru, hampir semuanya menunjukkan kinerja yang rendah , hal ini disebabkan para guru kurang memiliki inisiatif dan kesadaran dalam meningkatkan profesionalismenya sebagai seorang pendidik sehingga pembelajaran tidak efektif. 

Berikut hasil pengamatan kinerja guru terhadap efektifitas pembelajaran pada kondisi awal yang di sajikan pada tebel di bawah ini.

Tabel 4.1 Hasil Pengamatan Terhadap Kinerja Guru Pada Kondisi Awal

No

Uraian

Kriteria

Persentase

A

B

C

D

A

B

C

D

1

Penguasaan Mata Pelajaran

 

0

4

10

6

0 %

20 %

50 %

30 %

2

Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan baik.

0

1

14

5

0 %

5 %

70 %

25 %

3

Menguasai Kelas Dalam Proses Belajar Mengajar

0

3

14

3

0 %

15 %

70 %

15 %

4

Menguasai Penggunaan Media Pembelajaran

0

3

9

8

0 %

15 %

45 %

40 %

5

Kelengkapan Administrasi Kelas

 

1

2

9

8

5 %

10 %

45 %

40 %

 

  1. B.       Deskripsi Tindakan Siklus I
    1. 1.        Perencanaan

Beranjak dari teknik pengumpulan data yang ditentukan oleh peneliti dalam penelitian guna tercapainya situasi sekolah yang sesuai dengan apa yang diharapkan, peneliti menyusun rancangan perencanaan agar terfokus kepada hal-hal yang memang memerlukan perhatian khusus untuk diamati. Rancangan perencanaan penelitian yang peneliti laksanakan pertama kali dengan supervisi langsung ke kelas-kelas tanpa ada pemberitahuan tanggal yang pasti sebelumnya.

Adapun yang menjadi sasaran peneliti adalah pengamatan langsung tentang kinerja guru dalam menguasai pembelajaran pada kurikulum sekolah, menyusun RPP, penguasaan kelas dalam PBM, penggunaan media sumber belajar, serta kinerja guru dalam mengadministrasikan segala bentuk tugas sekolah dengan baik.

  1. 2.      Pelaksanaan

Berdasarkan format penilaian yang peneliti gunakan sebagai standar untuk mengukur keberhasilan kinerja guru dari 20 orang guru ternyata sedikit mengalami peningkatan dari pada kondisi awal (pra siklus) namun hal ini masih jauh dari apa yang diharapkan. Kegiatan hasil pengamatan ini peneliti jadikan sebagai siklus pertama.

Selama pembelajaran berlangsung di tiap-tiap kelas sampai kepada proses penilaian akhir berdasarkan laporan konkrit dari para wali kelas masing-masing ternyata masih kurang.

Peneliti selanjutnya mengadakan pertemuan dengan guru-guru untuk mencari solusi perbaikan hasil yang diperoleh dimasing-masing kelas. Untuk mengetahui secara jelas problematika yang dihadapi oleh guru peneliti membagikan angket untuk mengetahui kemampuan guru yang berkaitan dengan efektifitas proses belajar mengajar. Adapun angket yang peneliti berikan kepada guru-guru yang harus diisi dengan jujur, angket dapat dilihat pada lampiran .

  1. 3.      Observasi / Pengamatan 

Berdasarkan pengamatan peneliti selama penelitian berlangsung dengan sasaran utama untuk melihat peningkatan kinerja guru, terhadap efektifitas pembelajaran yang dilaksanana oleh guru dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2 Kemampuan Guru Menguasai Materi Pelajaran  Pada Siklus I

 

No

Kriteria

Frekuensi

Persentase (%)

1

 A   (amat baik)

0

0

2

 B    (baik)

7

35 %

3

 C    (cukup)

8

40 %

4

 D    (kurang)

5

25 %

 

Jumlah

20

100

 

Tabel 4.2 memperlihatkan bahwa guru-guru SMP Negeri 2 Rantau Selamat belum memiliki kemampuan menguasai mata pelajaran, ini terlihat hanya 7 orang (35 %) saja yang memiliki kriteria B (baik) dalam menguasai mata pelajaran.  Sedangkan  8 orang (40 % ) kriteria C (cukup ) dan 5 orang (25 % ) kriteria D ( kurang ). Sementara yang memiliki kriteria A (amat baik ) belum ada.

Data kemampuan guru dalam menguasai materi pelajaran di atas dapat diperjelas melalui grafik sebagai berikut;

 

 

 

 

 

 

Gambar 4.1 Grafik Kemampuan Guru Menguasai Mata Pelajaran Siklus I

 

Berikut hasil pengamatan untuk melihat kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus I dengan baik

Tabel 4.3 Kemampuan Guru Menyusun RPP Siklus I

 

No

Kriteria

Frekuensi

Persentase (%)

1

 A   (amat baik)

0

0

2

 B    (baik)

3

15 %

3

 C    (cukup)

15

75 %

4

 D    (kurang)

2

10 %

 

Jumlah

20

100

 

 

Tabel 4.3 memperlihatkan bahwa guru-guru SMP Negeri 2 Rantau Selamat belum memiliki kemampuan untuk menggembangkan kurikulum menjadi sebuah RPP yang baik, ini terlihat hanya ada 3 orang (15 %) masuk dalam kriteria baik, 15 orang (75 % ) masuk kriteria cukup, dan ada 2 orang (10 %) masih kurang.

Data kemampuan guru dalam meyusun RPP dengan baik pada tabel di atas dapat diperjelas melalui grafik sebagai berikut;

 

 

 

 

 

Gambar 4.2 Grafik Kemampuan Guru Menyusun RPP Siklus I

 

Berikut hasil pengamatan untuk melihat kemampuan guru dalam penguasaan kelas saat proses pembelajaran pada siklus I

Tabel 4.4 Kemampuan Guru Dalam Penguasaan Kelas Siklus I

No

Kriteria

Frekuensi

Persentase (%)

1

 A   (amat baik)

2

10 %

2

 B    (baik)

4

20 %

3

 C    (cukup)

11

55 %

4

 D    (kurang)

3

15 %

 

Jumlah

20

100

 

Tabel 4.4 memperlihatkan bahwa guru-guru di SMP Negeri 2 Rantau Selamat pada umumnya belum mampu menguasai kelas dalam PBM. Hal ini terlihat hanya 2 orang (10 %) yang amat baik dalam penguasaan kelas, 4 orang (20 %) baik dan 11 orang (55 %) cukup, dan masih ada 3 orang (15 %) yang masih kurang.

Data kemampuan guru dalam penguasaan kelas pada tabel di atas dapat diperjelas melalui grafik sebagai berikut;

 

 

 

 

 

 

Gambar 4.3 Grafik Kemampuan Guru Dalam Penguasaan Kelas Siklus I

Berikut hasil pengamatan untuk melihat kemampuan guru dalam penggunaan media dan sumber belajar, mengendalikan, serta membuat alat peraga sederhana  pada siklus I

Tabel 4.5 Kemampuan Guru dalam penggunaan media dan sumber belajar, mengendalikan, serta membuat alat peraga sederhana  pada siklus I

 

No

Kriteria

Frekuensi

Persentase (%)

1

 A   (amat baik)

1

5 %

2

 B    (baik)

2

10 %

3

 C    (cukup)

13

65 %

4

 D    (kurang)

4

20 %

 

Jumlah

20

100

Tabel 4.4 memperlihatkan guru-guru masih minim sekali membuat dan memiliki media dalam mengajar. Hal ini terlihat hanya 1 orang (5 %) yang menyediakan media yang amat baik, ada 2 orang (10 %) yang baik, ada 13 orang (65 %) yang sudah cukup, dan 4 orang (20 %) yang tidak menyediakan media pembelajaran dengan baik

Data kemampuan guru dalam penggunaan media dan sumber belajar, mengendalikan, serta membuat alat peraga sederhana pada tabel diatas dapat diperjelas melalui grafik sebagai berikut;

 

 

 

 

 

 

Gambar 4.4 Grafik Kemampuan Guru Dalam Penggunaan Media Dan Sumber Belajar, Mengendalikan, Serta Membuat Alat Peraga Sederhana Siklus I

 

Berikut hasil pengamatan untuk melihat kemampuan guru dalam melengkapi administrasi kelas pada siklus I

Tabel 4.6 Kemampuan Guru dalam Melengkapi Administrasi Kelas Siklus I

No

Kriteria

Frekuensi

Persentase (%)

1

 A   (amat baik)

3

15 %

2

 B    (baik)

4

20 %

3

 C    (cukup)

10

50 %

4

 D    (kurang)

3

15 %

 

Jumlah

20

100

Tabel 4.6 menunjukkan bahwa guru-guru belum maksimal dalam melengkapi administrasi kelas hanya 3 orang (15 %) yang mempunyai nilai amat baik, 4 orang (20 %) yang mempunyai baik, dan 10 orang (50 %) yang nilainya masih cukup dan 3 orang (15 %) yang masih kurang.

Data kemampuan guru dalam melengkapi administrasi kelas pada tabel diatas dapat diperjelas melalui grafik sebagai berikut;

 

 

 

 

 

 

Gambar 4.5 Grafik Kemampuan Guru Melengkapi Administrasi Kelas Siklus I

 

  1. 4.      Refleksi

Refleksi dilakukan pada setiap akhir siklus. Hasil yang diperoleh dikumpulkan serta dianalisis, demikian pula dengan hasil evaluasinya. Dengan demikian peneliti dapat melihat dan dapat menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan, apakah telah mampu meningkatkan kinerja guru terhadap efektifitas pembelajaran.

Berdasarkan hasil observasi pada tabel di atas, peneliti bersama observer (teman sejawat) menyimpulkan bahwa pada tindakan siklus I sudah ada peningkatan dari pada kondisi awal (pra siklus). Peningkatan yang dicapai pada siklus I diantaranya adalah;

  1. Adanya kesadaran dari guru-guru tentang kekurangan-kekurangan yang dirasakan pada saat pembelajaran berlangsung.
  2. Adanya inisiatif dari para guru untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan pada pertemuan berikutnya.
  3. Metode yang digunakan tepat, tetapi belum effektif.

Selain dari peningkatan yang dicapai pada siklu I, peneliti juga menemukan beberapa kendala yang dihadapi diantaranya adalah;

  1. Guru-guru merasa tidak percaya diri dalam menyampaikan materi pelajaran karena merasa diawasi oleh peneliti.
  2. Penggunaan waktu yang belum effektif sesuai RPP.
  3. Belum menggunakan media pembelajaran secara optimal.Kelas belum sepenuhnya aktif karena guru belum mampu memilik metode yang sesuai.
  4. Belum mampu melengkapi seluruh administrasi kelas

Berdasarkan gambaran hasil penelitan pada siklus I, terlihat bahwa kinerja guru dalam mengefektifkan pembelajaran masih jauh dari apa yang diharapkan. Karena itu usaha peneliti berikutnya mengadakan pertemuan dengan guru guna mencari solusinya sekaligus peneliti memberikan masukan dengan menyuruh para guru untuk aktif mengikuti KKG di gugus sendiri dan pengarahan sesuai ilmu yang peneliti miliki guna perbaikan kinerja guru dalam pembelajaran berikutnya.

  1. C.      Deskripsi Tindakan Siklus II
    1. 1.      Perencanaan

Pada pelaksanaan tindakan siklus II, peneliti mengevaluasi hasil tindakan siklus I guna mengetahui sejauh mana pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru terhadap efektifitas pembelajaran. Disamping  itu peneliti juga perlu mengetahui apakah masih ada kendala yang dihadapi oleh guru demi meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang peneliti asuh.

Dari hasil supervisi peneliti siklus I ternyata memerlukan perbaikan, maka peneliti mengadakan pertemuan dengan guru-guru untuk mendengarkan masalah-masalah yang dihadapinya di kelas, sekaligus peneliti memberikan masukan-masukan yang diperlukan guru dan peneliti menyebarkan angket untuk membuktikan sejauh mana pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru dalam mengefektifkan pembelajaran.

Berangkat dari keinginan peneliti sebagai kepala sekolah, kearah yang lebih baik melalui supervisi untuk mengupayakan peningkatan kinerja guru terhadap efektifitas pembelajaran, maka di lakukan pengumpulan data yaitu data yang sesuai dengan keadaan di lapangan.  

Melalui supervisi khususnya cara kinerja guru dalam mengefektifkan pembelajaran, yang peneliti tuangkan dalam bentuk tulisan-tulisan yang peneliti rangkai menjadi sebuah karya tulis sebagai acuan demi melakukan perubahan.

  1. 2.      Pelaksanaan

Pada tindakan siklus II peneliti melanjutkan kembali penelitian berikutnya. Peneliti langsung mengadakan supervisi ke kelas-kelas sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Dalam tindakan pada siklus II ini masih berpedoman kepada angket yang peneliti berikan kepada guru pada siklus I guna mengetahui lebih jelas perubahan pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap upaya meningkatkan kinerja guru dalam mengefektifkan pembelajaran. Apakah sudah mengalami kemajuan, statis atau malah menurun.

Adapun angket yang peneliti berikan kepada guru-guru yang harus diisi dengan jujur, angket dapat dilihat pada lampiran .

  1. 3.      Observasi/Pengamatan

Berdasarkan pengamatan peneliti selama tindakan siklus II berlangsung dengan sasaran utama untuk melihat peningkatan kinerja guru, terhadap efektifitas pembelajaran yang dilaksanana oleh guru dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.7 Kemampuan Guru Menguasai Materi Pelajaran  Pada Siklus II

 

No

Kriteria

Frekuensi

Persentase (%)

1

 A   (amat baik)

8

40 %

2

 B    (baik)

9

45 %

3

 C    (cukup)

3

15 %

4

 D    (kurang)

0

0 %

 

Jumlah

20

100

 

Tabel 4.7 memperlihatkan bahwa adanya peningkatan kinerja yang cukup tajam bagi para guru SMP Negeri 2 Rantau Selamat terhadap efektifitas pembelajaran. Hal ini terlihat ada 8 orang (40 %) yang sudah menguasai mata pelajaran dengan kriteria A (amat baik), 9 orang (45 %) yang memiliki kriteria B (baik), sedangkan hanya 3 orang (15 %) yang masih termasuk kriteria C (cukup ),sementara yang memiliki kriteria D (kurang ) tidak ada.

Data kemampuan guru dalam menguasai materi pelajaran di atas dapat diperjelas melalui grafik sebagai berikut;

 

 

 

 

 

 

Gambar 4.6 Grafik Kemampuan Guru Menguasai Mata Pelajaran Siklus II

Berikut hasil pengamatan untuk melihat kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) siklus II dengan baik

Tabel 4.8 Kemampuan Guru Menyusun RPP Siklus II

 

No

Kriteria

Frekuensi

Persentase (%)

1

 A   (amat baik)

5

25 %

2

 B    (baik)

11

55 %

3

 C    (cukup)

4

20 %

4

 D    (kurang)

0

0 %

 

Jumlah

20

100

 

Tabel 4.8 memperlihatkan bahwa guru-guru SMP Negeri 2 Rantau Selamat sudah mampu menggembangkan kurikulum menjadi sebuah RPP yang baik, ini terlihat hanya ada 5 orang (25 %) masuk dalam kriteria A (amat baik), 11 orang (55 % ) masuk kriteria B (baik) dan 4 orang (20 %) kriteria C (cukup), sedangkan kriteria D (kurang) tidak ada lagi.

Data kemampuan guru dalam meyusun RPP dengan baik pada tabel di atas dapat diperjelas melalui grafik sebagai berikut;

 

 

 

 

 

Gambar 4.7 Grafik Kemampuan Guru Menyusun RPP Siklus II

Berikut hasil pengamatan untuk melihat kemampuan guru dalam penguasaan kelas saat proses pembelajaran pada siklus II

Tabel 4.9 Kemampuan Guru dalam Penguasaan Kelas Siklus II

No

Kriteria

Frekuensi

Persentase (%)

1

 A   (amat baik)

3

15 %

2

 B    (baik)

16

80 %

3

 C    (cukup)

1

5 %

4

 D    (kurang)

0

0 %

 

Jumlah

20

100

 

Tabel 4.9 memperlihatkan bahwa guru-guru di SMP Negeri 2 Rantau Selamat hampir semuanya sudah mampu menguasai kelas dalam PBM. Hal ini terlihat ada 3 orang (15 %) yang sudah mencapai kriteria A (amat baik) dalam penguasaan kelas, 16 orang (80 %) kriteria B (baik) dan hanya 1 orang (5 %) yang termasuk kriteria C (cukup), sedangkan kriteria D (kurang) tidak ada.

Data kemampuan guru dalam penguasaan kelas pada tabel di atas dapat diperjelas melalui grafik sebagai berikut;

 

 

 

 

 

 

Gambar 4.8 Grafik Kemampuan Guru dalam Penguasaan Kelas Siklus II

Berikut hasil pengamatan untuk melihat kemampuan guru dalam penggunaan media dan sumber belajar, mengendalikan, serta membuat alat peraga sederhana  pada siklus II

Tabel 4.10 Kemampuan Guru dalam penggunaan media dan sumber belajar, mengendalikan, serta membuat alat peraga sederhana  pada siklus II

 

No

Kriteria

Frekuensi

Persentase (%)

1

 A   (amat baik)

6

30 %

2

 B    (baik)

7

35 %

3

 C    (cukup)

7

35 %

4

 D    (kurang)

0

0 %

 

Jumlah

20

100

Tabel 4.10 memperlihatkan guru-guru sudah mampu membuat dan memiliki media dalam mengajar. Hal ini terlihat ada 6 orang (30 %) yang menyediakan media dengan kriteria A (amat baik), ada 7 orang (35 %) yang termasuk kriteria B (baik), dan ada 7 orang (35 %) yang sudah cukup, sementara yang kriteri D (kurang) sudah  tidak ada lagi.

Data kemampuan guru dalam penggunaan media dan sumber belajar, mengendalikan, serta membuat alat peraga sederhana pada tabel diatas dapat diperjelas melalui grafik sebagai berikut;

 

 

 

 

 

 

Gambar 4.9 Grafik Kemampuan Guru Dalam Penggunaan Media Dan Sumber Belajar, Mengendalikan, Serta Membuat Alat Peraga Sederhana Siklus II

 

Berikut hasil pengamatan untuk melihat kemampuan guru dalam melengkapi administrasi kelas pada siklus II

Tabel 4.11 Kemampuan Guru dalam Melengkapi Administrasi Kelas Siklus II

No

Kriteria

Frekuensi

Persentase (%)

1

 A   (amat baik)

13

65 %

2

 B    (baik)

5

25 %

3

 C    (cukup)

2

10 %

4

 D    (kurang)

0

0 %

 

Jumlah

20

100

Tabel 4.11 menunjukkan bahwa guru-guru sudah mampu dalam melengkapi administrasi kelas, hal ini terlihat ada 13 orang (65 %) yang mempunyai kriteria A (amat baik), 5 orang (25 %) yang mempunyai kriteria B (baik) , dan hanya 2 orang (10 %) yang nilainya masih C (cukup), sementara kriteri D sudah tidak ada lagi.

Data kemampuan guru dalam melengkapi administrasi kelas pada tabel diatas dapat diperjelas melalui grafik sebagai berikut;

 

 

 

 

 

 

Gambar 4.10 Grafik Kemampuan Guru Melengkapi Administrasi Kelas Siklus II

 

  1. 4.      Refleksi

 

Refleksi peneliti lakukan setelah berakhirnya siklus II. Hasil yang diperoleh kemudian dikumpulkan selanjutnya dianalisis. Pada akhirnya peneliti berkesimpulan bahwa supervisi kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap upaya meningkatkan kinerja guru terhadap efektifitas pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari presentasi yang meningkat dan kendala yang dihadapi semakin sedikit. Adapun keberhasilan dan kendala yang dihadapi oleh guru yang masih perlu mendapat bimbingan secara terus menerus akan peneliti laksanakan semaksimal mungkin. Berikut peningkatan yang diperoleh selama tindakan siklus II

  1. Guru sudah memahami dan menguasai pembelajaran pada kurikulum sekolahnya.
  2. Guru sudah mampu mengembangkan kurikulum dengan cara menuangkannya dalam sebuah RPP yang baik untuk disajikan kepada anak didik.
  3. Guru sudah mampu memilih metode yang tepat sehingga proses pembelajaran dikelas selalu aktif.
  4. Guru sudah mampu menggunakan, memilih, membuat dan memiliki media pembelajaran.
  5. Guru sudah mampu membuat/melengkapi administrasi kelas secara baik.

Adaupun kendala yang masih dijumpai adalah guru membutuhkan bimbingan secara terus menerus dari kepala sekolah, guna perbaikan kinerja guru tersebut.

Berdasarkan hasil secara umum pada tindakan siklus II , terlihat bahwa kinerja guru terhadap efektifitas pembelajaran sudah sesuai dari apa yang diharapkan. Karena itu usaha peneliti berikutnya akan terus meminimalisasikan kendala/ hambatan yang masih ada hingga pada akhirnya semua hambatan itu tidak ada lagi. Rencana peneliti berikutnya akan terus mengadakan supervisi minimal 3 bulan sekali daalam rangka meningkatkan kineja guru terhadap efektifitas  pembelajaran.

  1. D.      Pembahasan Tiap Siklus

Sebelum dilaksanakan penelitian yaitu pada kondisi awal (pra siklus) kinerja guru sangat rendah. Hal ini tentu saja sangat berpengaruh pada efektifitas proses pembelajaran dan dapat menyebabkan mutu pendidikan menjadi rendah. Untuk itulah peneliti berpikir keras mencari solusi bagaimana mengatasi permasalahan tersebut.

Setelah melakukan pengamatan pada kondisi awal, berdasarkan hasil pengamatan tersebut peneliti bersama observer mendiskusikan dan merumuskan usaha untuk melakukan perbaikan melalui penelitian tindakan sekolah dengan tujuan meningkatkan kinerja guru terhadap efektifitas pembelajaran.

Pada pelaksanaan tindakan siklus I menunjukkan adanya sedikit peningkatan kinerja guru terhadap efektifitas pembelajaran. Adapun hasil obeservasi tindakan pada siklus I adalah sebagai berikut. 

  1. Kemampuan guru menguasai mata pelajaran yang mendapat kriteria B (baik) sebanyak 7 orang (35%), kriteria C (cukup) 8 orang (40%),  dan kriteria D (kurang) 5 orang (25%). Sedangkan yang mendapat kriteria A (amat baik) belum ada.
  2.  Kemampuan guru dalam menyususn RPP yang mendapat kriteri B (baik) ada 3 orang (15%), kriteria C (cukup) ada 15 orang (75 %) dan kriteria D (kurang) sebanyak 2 orang (10%). Sedangkan kriteria A (amat baik) belum ada
  3. Kemampuan guru dalam penguasaan kelas yang mendapat kriteria A (amat baik) sebanyak 2 orang (10 %), kriteria B (baik) ada 4 orang (20 %), kriteria C (cukup) ada 11 orang (55 %), dan yang mendapat kriteria D (kurang ) ada 3 orang (15 %).
  4. Kemampuan Guru dalam penggunaan media dan sumber belajar, mengendalikan, serta membuat alat peraga sederhana yang mendapat kriteria A (amat baik) ada 1 orang (5 %) , kriteria B (baik) ada 2 orang (10 %), kriteria C (cukup) ada 13 orang (65 %), dan kriteria D (kurang) ada 4 orang (20 %)
  5. Kemampuan Guru dalam Melengkapi Administrasi Kelas yang mendapat kriteria A (amat baik) ada 3 orang (15 %), kriteria B (baik) ada 4 orang (20 %), kriteria C (cukup) ada 10 orang (50 %) dan kriteria D (kurang) ada 3 orang (15 %).

Berdasrkan hasil yang dicapai pada pelaksanaan tindakan siklus I tersebut, peneliti merasa belum puas atas pencapaian tersebut. Oleh karena itu peneliti melanjutkan pada siklus II dengan terlebih dahulu melakukan perbaikan atas kelemahan yang terjadi pada siklus sebelumnya.

Pada pelaksanaan tindakan siklus II terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini disebakan peneliti secara terus menerus melakukan bimbingan dan arahan kepada para guru agar memiliki kesadaran diri dan tanggung jawab sebagai pendidik untuk meningkatkan kinerja sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan.

Adapun hasil tindakan pada siklus II adalah sebagai berikut;

  1. Kemampuan guru menguasai mata pelajaran yang mendapat kriteria A (amat baik) ada 8 orang ( 40 %) kriteria B (baik) sebanyak 9 orang (45%), kriteria C (cukup) 3 orang (15%),   Sedangkan yang mendapat kriteria D (kurang) dan sudah tidak ada lagi.
  2. Kemampuan guru dalam menyususn RPP yang mendapat kriteri A (amat baik) ada 5 orang ( 25 %), kriteria  B (baik) ada 11 orang (55%), kriteria C (cukup) ada 4 orang (20 %) Sedangkan kriteria D (kurang) sudah tidak ada lagi.
  3. Kemampuan guru dalam penguasaan kelas yang mendapat kriteria A (amat baik) sebanyak 3 orang (15 %), kriteria B (baik) ada 16 orang (80 %), kriteria C (cukup) ada 1 orang (5 %), dan yang mendapat kriteria D (kurang ) tidak ada.
  4. Kemampuan Guru dalam penggunaan media dan sumber belajar, mengendalikan, serta membuat alat peraga sederhana yang mendapat kriteria A (amat baik) ada 6 orang (30 %), kriteria B (baik) ada 7 orang (35 %), kriteria C (cukup) ada 7 orang (35 %), dan kriteria D (kurang) tidak ada lagi.
  5. Kemampuan Guru dalam Melengkapi Administrasi Kelas yang mendapat kriteria A (amat baik) ada 13 orang (65 %), kriteria B (baik) ada 5 orang (25 %), kriteria C (cukup) ada 2 orang (10 %) dan kriteria D (kurang) tidak ada.

Berdasrkan hasil yang dicapai pada pelaksanaan tindakan siklus II tersebut, peneliti merasa puas atas keberhasilan tersebut. Oleh karena itu peneliti menghentikannya pada siklus II karena sudah dianggap berhasil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

  1. A.    Simpulan

Berdasarkan analisis data dari hasil tindakan siklus I dan II dapat disimpulkan bahwa, supervisi kepala sekolah sangat berpengaruh sebagai upaya meningkatkan kinerja guru terhadap efektifitas pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan kinerja guru pada setiap siklusnya.

Dari 20 orang jumlah guru pada SMP Negeri 2 Rantau Selamat, setelah dilaksanakan tindakan pada siklus II hampir semuanya telah meiliki kesadaran untuk meningkatkan kinerjanya. Hal ini akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

  1. B.     Saran-saran

            Dengan adanya pengaruh positif dalam pelaksanaan supervisi klinis oleh kepala sekolah, maka peneliti dalam kesempatan ini akan menyampaikan beberapa saran diantaranya adalah;

  1. Diharapkan para kepala sekolah agar mau melakukan supervisi klinis sebagai alternatif dalam rangka peningkatan kinerja guru terhadap efektifitas pembelajaran.
  2. Melalui penelitian ini diharapkan para guru dapat menjalankan kewajiban sebagai agen pembelajaran yang profesional sehingga tujuan pendidikan nasional dapat terwujud.

 

 

 

 
 

47

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

Anwar, 2006. Psikologi Kerja. Jakarta :Rineka Cipta

Arikunto, Suharsimi, 1998. Prosedur Penelitian Suatu Praktek. Jakarta : Rajawali Press

Bafadal, 2004 Pemikiran tentang Supervisi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara

Direktorat Tenaga Kependidikan, 2003. Standar Kompetensi Guru. Jakarta:Depdiknas

Djamarah. 2005. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia.   Yogyakarta:BPFE.

Hasibuan, 2005. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Sinar Baru Algensindo

Moedjiono, 2006. Menejemen Tenaga Pendidik Yang Profesional. Yogyakarta: Liberty

Mulyasa, E. 2004. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya Sulaiman, Darwis, A. 1980. Mengajar Pengatar kepada Teori dan Praktik. Bagian penerbit Fakultas Ilmu Guruan, Universitas Syiah Kuala.

Pelangi. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung:Alfabeta

Purwanto, M. Ngalim. 2004. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Sahertian, 2000. Organisasi dan Motivasi. Jakarta : Bumi Aksara

Simamora, 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara

Sujana. 1975. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

 

 

 

 

 

 

Lampiran 1

 

PEMERINTAH  KABUPATEN ACEH TIMUR

DINAS PENDIDIKAN

SMP NEGERI 2 RANTAU SELAMAT

Jl. Bayeun-Alue Kaul Km.26 Dusun Bari Desa Alue Kaul 24452

 

 
   

 

SURAT IZIN PENELITIAN

Nomor : 800 / 251 / 2013

 

Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala Sekolah  Menengah   Pertama     Negeri 2 Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur, dengan ini menerangkan :

Nama                          : Zainuddin, S.Pd

NIP                             : 19700301 200012 1 003

Pangkat/Golongan    : Pembina /IV a

Jabatan                      : Ka. SMPN 2 Rantau Selamat

Telah memberi izin kepada yang namanya tersebut di atas untuk mengadakan penelitian di SMP Negeri 2 Rantau Selamat .

Keberatan dan ketentuan :

  1. Tidak menimbulkan hambatan/ kendala dalam pelaksanaan tugas pokok dinas.
  2. Segala biaya yang ditimbulkan tidak menjadi beban sekolah

Demikianlah surat izin ini di buat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan seperlunya.

 

 
 

Alue Kaul, 01 Maret 2013

Kepala Sekolah

 

 

Zainuddin, S.Pd

NIP. 19700301 200012 1 003

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran  2

DAFTAR KEADAAN GURU

PADA  SMP NEGERI 2 RANTAU SELAMAT

 KABUPATEN ACEH TIMUR

TAHUN PELAJARAN …………./………………….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran  3

 

 

Kinerja Guru Terhadap Efektifitas Pembelajaran Kondisi Awal

 

 

No

Uraian

Kriteria

Persentase

A

B

C

D

A

B

C

D

1

Penguasaan Mata Pelajaran

 

0

4

10

6

0 %

20 %

50 %

30 %

2

Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan baik.

0

1

14

5

0 %

5 %

70 %

25 %

3

Menguasai Kelas Dalam Proses Belajar Mengajar

0

3

14

3

0 %

15 %

70 %

15 %

4

Menguasai Penggunaan Media Pembelajaran

0

3

9

8

0 %

15 %

45 %

40 %

5

Kelengkapan Administrasi Kelas

 

1

2

9

8

5 %

10 %

45 %

40 %

 

Keterangan

A         =  amat baik

B         =  baik

C         =  cukup

D         =  kurang

 

 

 

 

 

 

Lampiran 4

 

Lembar Observasi Supervisi Klinis Siklus I

 

Nama Guru               :………………………….

NIP                             : …………………………

Mata Pelajaran          : …………………………

Kelas                           : …………………………

                       

 

No

Aspek Yang Diobservasi

Ya

Tidak

1

Penggunaan buku sumber dalam menjelaskan pelajaran

 

2

 

Memberikan contoh konkrit dalam  menjelaskan pelajaran .

 

3

Penggunaan  alat peraga yang relevan

 

 

 

4

Adanya suasana tanya jawab

 

 

5

Siswa  memiliki buku sumber

 

6

 

Siswa dapat mengerjakan tugas yang diberikan

dengan tepat.

 

7

 

Tugas yang diberikan kepada siswa  sesuai dengan materi  pelajaran

 

8

 

 Adanya  pertanyaan siswa yang  berkenaan dengan tugas yang diberikan.

 

9

Melaksanakan tes formatif setelah diakhir pembelajaran .

 

 

 

 

 

Lampiran  5

 

Kinerja Guru Terhadap Efektifitas Pembelajaran Siklus I

 

 

No

Uraian

Kriteria

Persentase

A

B

C

D

A

B

C

D

1

Penguasaan Mata Pelajaran

 

0

7

8

5

0 %

35 %

40 %

25 %

2

Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan baik.

0

3

15

2

0 %

5 %

75 %

10 %

3

Menguasai Kelas Dalam Proses Belajar Mengajar

2

4

11

3

10 %

20 %

55 %

15 %

4

Menguasai Penggunaan Media Pembelajaran

1

2

13

4

5 %

10 %

65 %

20 %

5

Kelengkapan Administrasi Kelas

 

3

4

10

3

15 %

20 %

50 %

15 %

 

Keterangan

A         =  amat baik

B         =  baik

C         =  cukup

D         =  kurang

 

 

 

 

 

Lampiran 6

Lembar Angket

Responden Guru Siklus I

 

Nama Guru      : ………………………………………………………………………….

NIP                  : ………………………………………………………………………….

Mata Pelajaran : ………………………………………………………………………….

Kelas               : ………………………………………………………………………….

  1. Apakah anda menguasai semua materi pelajaran?
    1. Tidak mengetahui
    2. Mengetahui tetapi masih membutuhkan bantuan orang lain.
    3. Mampu untuk diri sendiri
    4. Mampu memberi tahu orang lain / membimbing orang lain.

 

  1. Apakah anda dapat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)?
    1. Tidak mengetahui
    2. Mengetahui tetapi tidak mampu mengerjakan mengembangkan kurikulum menjadi sebuah RPP yang baik masih membutuhkan bantuan orang lain.
    3. Mampu mengerjakan dan menyelesaikan sendiri
    4. Mampu memberi tahu orang lain / membimbing orang lain.

 

  1. Apakah anda dapat menguasai kelas dalam proses belajar mengajar (PBM)?
    1. Tidak mengetahui
    2. Mengetahui tetapi tidak mampu memilih metode yang sesuai dengan pembelajaran yang akan disajikan masih membutuhkan bantuan orang lain.
    3. Mampu mengerjakan dan menyelesaikan sendiri
    4. Mampu memberi tahu orang lain / membimbing orang lain.

 

  1. Apakah anda telah menggunakan media sumber belajar dalam PBM?
    1. Tidak mengetahui
    2. Mengetahui tetapi tidak mampu mengerjakan sendiri membutuhkan bantuan orang lain.
    3. Mampu mengerjakan dan menyelesaikan sendiri
    4. Mampu memberi tahu orang lain / membimbing orang lain.

 

  1. Apakah anda telah melengkapi segala administrasi kelas?
    1. Tidak melengkapi
    2. Mengetahui tetapi belum lengkap masih  membutuhkan bantuan orang lain
    3. Mampu mengerjakan dan menyelesaikan sendiri
    4. Mampu memberi tahu orang lain / membimbing orang lain.

 

Rentang  Penilaian :

 

A = 1(kurang)

B = 2(cukup)

C = 3(baik)

D = 4 (amat baik)

 

Lampiran 7

 

Hasil Angket Kinerja Guru Terhadap Efektifitas Pembelajaran

 

Siklus I

 

No

Alternatif

Frekuensi

Persentase

1

Penguasaan Materi Pelajaran

 

 

  1. Tidak Menguasai

5

0 %

  1. Menguasai tetapi masih  membutuhkan bantuan orang lain

8

40 %

  1. Mampu menguasai untuk diri sendiri,  

7

35 %

  1. Mampu memberi tahu orang lain

0

0 %

 

Jumlah

20

100 %

2

Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

 

 

  1. Tidak mengetahui

2

10 %

  1. Mengetahui tetapi tidak mampu mengerjakan sendiri dan  membutuhkan bantuan orang lain

15

75 %

  1. Mampu mengerjakan  dan menyelesaikan sendiri,  

3

5 %

  1. Mampu memberi tahu orang lain

0

0 %

 

Jumlah

20

100 %

3

Menguasai Kelas Dalam Proses Belajar Mengajar

 

 

  1. Tidak mengetahui

3

15 %

  1. Mengetahui tetapi tidak mampu memilih metode yang sesuai dengan pembelajaran yang akan disajikan masih membutuhkan bantuan orang lain

11

55 %

  1. Mampu melakukan dan menyelesaikan sendiri

4

20 %

  1. Mampu memberi tahu orang lain

2

10 %

 

Jumlah

20

100 %

4

Menguasai Penggunaan Media Pembelajaran

 

 

  1. Tidak mengetahui

4

20 %

  1. Mengetahui tetapi tidak mampu menggunakan media yang sudah tersedia masih  membutuhkan bantuan orang lain

13

65 %

  1. Mampu mengerjakan dan menyelesaikan sendiri

2

10 %

  1. Mampu memberi tahu orang lain

1

5 %

 

Jumlah

20

100 %

5

Kemampuan Melengkapi Admistrasi Kelas

 

 

  1. Tidak melengkapi.

3

15 %

  1. Mengetahui tetapi belum lengkap masih  membutuhkan bantuan orang lain

10

50 %

  1. Mampu membuat dan menyelesaikan sendiri

4

20 %

  1. Mampu memberi tahu orang lain

3

15 %

 

Jumlah

20

100 %

 

Lampiran 8

 

 

Dokumentasi Kegiatan

Siklus I

 

 

 

 

           
     
 
       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                           

 

 

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran  9

 

 

Lembar Observasi Supervisi Klinis Siklus II

 

Nama Guru               :………………………….

NIP                             : …………………………

Mata Pelajaran          : …………………………

Kelas                           : …………………………

                       

 

No

Aspek Yang Diobservasi

Ya

Tidak

1

Penggunaan buku sumber dalam menjelaskan pelajaran

 

2

 

Memberikan contoh konkrit dalam  menjelaskan pelajaran .

 

3

Penggunaan  alat peraga yang relevan

 

 

4

Adanya suasana tanya jawab

 

 

5

Siswa  memiliki buku sumber

 

6

 

Siswa dapat mengerjakan tugas yang diberikan

dengan tepat.

 

7

 

Tugas yang diberikan kepada siswa  sesuai dengan materi  pelajaran

 

8

 

 Adanya  pertanyaan siswa yang  berkenaan dengan tugas yang diberikan.

 

9

Melaksanakan tes formatif setelah diakhir pembelajaran .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 10

 

Kinerja Guru Terhadap Efektifitas Pembelajaran Siklus II

 

 

No

Uraian

Kriteria

Persentase

A

B

C

D

A

B

C

D

1

Penguasaan Mata Pelajaran

 

9

7

4

0

45 %

35 %

20 %

0 %

2

Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan baik.

13

4

3

0

65 %

20 %

15 %

0 %

3

Menguasai Kelas Dalam Proses Belajar Mengajar

16

3

1

0

80 %

15 %

5 %

0 %

4

Menguasai Penggunaan Media Pembelajaran

7

9

3

1

35%

45 %

15 %

5 %

5

Kelengkapan Administrasi Kelas

 

14

3

2

1

70 %

15 %

10 %

5 %

 

Keterangan

A         =  amat baik

B         =  baik

C         =  cukup

D         =  kurang

 

 

 

 

 

 

Lampiran 11

Lembar Angket

Responden Guru Siklus II

 

Nama Guru      : ………………………………………………………………………….

NIP                  : ………………………………………………………………………….

Mata Pelajaran : ………………………………………………………………………….

Kelas               : ………………………………………………………………………….

  1. Apakah anda menguasai semua materi pelajaran?
    1. Tidak mengetahui
    2. Mengetahui tetapi masih membutuhkan bantuan orang lain.
    3. Mampu untuk diri sendiri
    4. Mampu memberi tahu orang lain / membimbing orang lain.

 

  1. Apakah anda dapat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)?
    1. Tidak mengetahui
    2. Mengetahui tetapi tidak mampu mengerjakan mengembangkan kurikulum menjadi sebuah RPP yang baik masih membutuhkan bantuan orang lain.
    3. Mampu mengerjakan dan menyelesaikan sendiri
    4. Mampu memberi tahu orang lain / membimbing orang lain.

 

  1. Apakah anda dapat menguasai kelas dalam proses belajar mengajar (PBM)?
    1. Tidak mengetahui
    2. Mengetahui tetapi tidak mampu memilih metode yang sesuai dengan pembelajaran yang akan disajikan masih membutuhkan bantuan orang lain.
    3. Mampu mengerjakan dan menyelesaikan sendiri
    4. Mampu memberi tahu orang lain / membimbing orang lain.

 

  1. Apakah anda telah menggunakan media sumber belajar dalam PBM?
    1. Tidak mengetahui
    2. Mengetahui tetapi tidak mampu mengerjakan sendiri membutuhkan bantuan orang lain.
    3. Mampu mengerjakan dan menyelesaikan sendiri
    4. Mampu memberi tahu orang lain / membimbing orang lain.

 

  1. Apakah anda telah melengkapi segala administrasi kelas?
    1. Tidak melengkapi
    2. Mengetahui tetapi belum lengkap masih  membutuhkan bantuan orang lain
    3. Mampu mengerjakan dan menyelesaikan sendiri
    4. Mampu memberi tahu orang lain / membimbing orang lain.

 

Rentang  Penilaian :

 

A = 1(kurang)

B = 2(cukup)

C = 3(baik)

D = 4 (amat baik)

 

Lampiran 12

 

Hasil Angket Kinerja Guru Terhadap Efektifitas Pembelajaran

 

Siklus II

 

No

Alternatif

Frekuensi

Persentase

1

Penguasaan Materi Pelajaran

 

 

  1. Tidak Menguasai

0

0 %

  1. Menguasai tetapi masih  membutuhkan bantuan orang lain

4

20 %

  1. Mampu menguasai untuk diri sendiri,  

7

35 %

  1. Mampu memberi tahu orang lain

9

45 %

 

Jumlah

20

100 %

2

Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

 

 

  1. Tidak mengetahui

0

0        %

  1. Mengetahui tetapi tidak mampu mengerjakan sendiri dan  membutuhkan bantuan orang lain

3

15 %

  1. Mampu mengerjakan  dan menyelesaikan sendiri,  

4

20 %

  1. Mampu memberi tahu orang lain

13

65 %

 

Jumlah

20

100 %

3

Menguasai Kelas Dalam Proses Belajar Mengajar

 

 

  1. Tidak mengetahui

0

0        %

  1. Mengetahui tetapi tidak mampu memilih metode yang sesuai dengan pembelajaran yang akan disajikan masih membutuhkan bantuan orang lain

1

5        %

  1. Mampu melakukan dan menyelesaikan sendiri

3

15    %

  1. Mampu memberi tahu orang lain

16

80 %

 

Jumlah

20

100 %

4

Menguasai Penggunaan Media Pembelajaran

 

 

  1. Tidak mengetahui

1

5        %

  1. Mengetahui tetapi tidak mampu menggunakan media yang sudah tersedia masih  membutuhkan bantuan orang lain

3

15     

  1. Mampu mengerjakan dan menyelesaikan sendiri

9

45     

  1. Mampu memberi tahu orang lain

7

35 %

 

Jumlah

20

100 %

5

Kemampuan Melengkapi Admistrasi Kelas

 

 

  1. Tidak melengkapi.

1

15     

  1. Mengetahui tetapi belum lengkap masih  membutuhkan bantuan orang lain

2

10     

  1. Mampu membuat dan menyelesaikan sendiri

3

15     

  1. Mampu memberi tahu orang lain

14

70 %

 

Jumlah

20

100 %

 

Lampiran 13

 

 

Dokumentasi Kegiatan

Siklus II

 

 

 

 

           
     
 
       

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

             
     
 
       
 
 
     
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 14

 

 

 

Jadwal Kegiatan Penelitian

 

 

No

Kegiatan

Bulan

 

Mar

Apr

Mei

1

Persiapan

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

Pelaksanaan Tindakan Siklus I

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

Evaluasi Tindakan Siklus I

 

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

Persiapan

 

 

 

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

5

Pelaksanaan Tindakan Siklus II

 

 

 

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

6

Evaluasi Tindakan Siklus II

 

 

 

 

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

8

Seminar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

X

 

 

 

 

9

Menyusun Laporan Final

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 15

 

BIO DATA PENELITI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. I.         IDENTITAS PRIBADI

      1. Nama                                         :  Zainuddin, S.Pd

      2. NIP                                           :  19700301 200012 1 003

      3. Tempat/Tanggal Lahir               :  Aceh Tamiang, 1 Maret 1970

4. Pekerjaan                                   :  Kepala Sekolah/Guru

5. Pangkat/Gol                              :  Pembina /IV a

6. Alamat                                      :  Dusun Giat Desa Alue Sentang

   Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur

                                                       

  1. II.      JENJANG PENDIDIKAN         

      1. SDN 2 Alur Cucur Rantau                   : Ijazah Tahun 1983

      2. SMPS YPDP Pertamina Rantau           : Ijazah Tahun 1986

      3. SPG N Langsa                                      : Ijazah Tahun 1989

      4. S-1 FKIP Unsyiah                                : Ijazah Tahun 1994

                                   

III.   RIWAYAT PEKERJAAN

 

      1. Tahun 2000 s/d 2005                : Guru SMPN 2 Ranto Peureulak

2. Tahun 2005 s/d 2008                : Guru SMPN 1 Rantau Selamat

3. Tahun 2009 s/d sekarang          : Kepala SMPN 2 Rantau Selamat

4. Tahun 2012 s/d sekarang          : Pj. Kepala SMAS Mentari Alue Kaul

 

IV.   KARYA ILMIAH                                            

Melalui Supervisi Klinis Dapat Meningkatkan Kinerja Guru Terhadap Efektifitas Pembelajaran Pada  SMPN 2 Rantau Selamat  Kabupaten Aceh Timur

 

 GambarGambar

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: