BUKU SAKU KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SEKOLAH MENENGAH PERTAMA


Kementerian Pendidikan Nasional

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama

2011

 

Kata Pengantar

 

 

Buku Saku Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini disusun sebagai salah satu sarana sosialisasi KTSP. Buku ini menyajikan informasi esensial mengenai pengembangan dan pelaksanaan KTSP yang harus dilakukan oleh satuan pendidikan, terutama Sekolah Menengah Pertama sebagai implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

 

Buku saku ini menyajikan informasi yang bersumber dari Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 6 tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 24 tahun 2006, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, Panduan Pengembangan KTSP dan model-model silabus yang diterbitkan oleh BSNP, serta peraturan-peraturan lainnya yang relevan.

 

Isi Buku Saku KTSP edisi 2011 ini sedikit berbeda dengan edisi 2010 menyesuaikan dengan integrasi pendidikan karakter di dalam pembelajaran. Perbedaan tersebut terutama menyangkut pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam silabus, RPP, dan bahan ajar.

 

Semoga buku saku ini dapat memberi informasi yang cukup bagi pengembang dan pelaksana KTSP sehingga dapat mengembangkan dan mengimplementasikan KTSP di sekolah dengan baik.

 

 

Direktur

Pembinaan Sekolah Menengah Pertama,

 

 

 

 

Didik Suhardi, SH, M.Si., Ph.D.

NIP. 19631203 198303 1 004

 

Daftar  Isi

 

 

                                                                                                                Halaman

A.  Umum………………………………………………… ………………………………………………………        1

B.  Komponen dan Kerangka KTSP…………………………………………… ………………………        3

C.  Pendahuluan (Rasional, Landasan, Tujuan)  ………………………………………………..         3

D.  Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan

(Visi, Misi, dan Tujuan)  ………………………………………………………………………………         5

E.  Struktur dan Muatan Kurikulum………………………………………………………………….         7

F.  Kalender Pendidikan   ………………………………………………………………………………..       21

G.  Lampiran-lampiran   …………………………………………………………………………………..       23

H.  Program Tahunan dan Program Semester   ……………………………………………….       23

I.   Silabus   ………………………………………………………………………………………………………       24

J.   Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) …………………………………………………       30

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


A. Umum

 

  1. Apa itu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)?
KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.
 
  1. Apa keterkaitan antara Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau sering disebut ”Kurikulum 2004” dengan KTSP?
KBK merupakan suatu desain kurikulum yang dikembangkan berdasarkan seperangkat kompetensi tertentu, yang terdiri atas Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), Indikator, dan Materi Pembelajaran.
KTSP pada dasarnya KBK yang dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL). SK dan KD yang terdapat dalam SI merupakan  penyempurnaan dari SK dan KD yang terdapat pada KBK.
 
  1. Kapan KTSP diberlakukan?
Standar isi dan standar kompetensi lulusan yang kemudian dioperasionalkan ke dalam bentuk KTSP dapat dilaksanakan mulai tahun pelajaran 2006/2007 dan selambat-lambatnya pada tahun pelajaran 2009/2010. Sekolah yang belum melaksanakan KTSP sampai dengan batas akhir tahun pelajaran 2009/2010 harus ada alasan yang jelas dan mendapat izin dari Menteri Pendidikan Nasional.
 
  1. Kapan KTSP disusun oleh satuan pendidikan?
 KTSP disusun sebelum tahun pelajaran dimulai.

 

  1. Siapa yang menyusun KTSP?
KTSP disusun bersama-sama oleh guru, komite sekolah/yayasan, konselor (guru BK/BP), dan narasumber, dengan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota, dan disupervisi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
 
  1. Apa prinsip-prinsip pengembangan KTSP?
KTSP dikembangkan berdasarkan pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah dengan prinsip-prinsip sebagai berikut:
  • Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
  • Beragam dan terpadu. Beragam artinya KTSP disusun sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Terpadu artinya ada keterkaitan antara muatan wajib, muatan lokal, dan pengembangan diri dalam KTSP.
  • Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
  • Relevan dengan kebutuhan kehidupan masa kini dan masa datang.
  • Menyeluruh dan berkesinambungan. Menyeluruh artinya KTSP mencakup keseluruhan dimensi kompetensi dan bidang kajian keilmuan. Berkesinambungan artinya KTSP antarsemua jenjang pendidikan berjenjang dan berkelanjutan.
  • Belajar sepanjang hayat.
  • Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah.
  • Mengembangkan karakter peserta didik.
 
 7.     Berapa lama masa berlakunya KTSP?
KTSP berlaku selama masih sesuai dengan kebutuhan  pengembangan potensi peserta didik di satuan pendidikan yang bersangkutan di masa sekarang dan yang akan datang untuk memenuhi kepentingan lokal, nasional, dan tuntutan global.
 
  1. Dokumen utama apa saja yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan KTSP?
Dokumen utama yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan KTSP adalah PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), Permen Diknas 22 tahun 2006 tentang SI, Permen Diknas 23 tahun 2006  tentang SKL, Permen Diknas 6 tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 24 tahun 2006, Permen Diknas  19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan, Permen Diknas  20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, Permen Diknas  24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana, Permen Diknas  41 tahun 2007 tentang Standar Proses, dan panduan/pedoman yang relevan dengan pengembangan dan pelaksanaan KTSP.
 
B. Komponen dan Kerangka KTSP

 

  1. Apa komponen-komponen KTSP?
Komponen-komponen KTSP adalah:
  1. Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan
  2. Struktur dan  muatan kurikulum (berisi mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri, pengaturan beban belajaran, kriteria ketuntasan belajar, ketentuan mengenai kenaikan kelas dan kelulusan, pendidikan kecakapan hidup, pendidikan berbasis lokal dan global)
  3. Kalender pendidikan
  4. Lampiran-lampiran (yaitu program tahunan, program semester, silabus, RPP, SK dan KD mulok, program pengembangan diri, dan perangkat lainnya, misalnya pemetaan KD atau indikator).
 
KTSP dapat disusun dengan kerangka berikut:

Bab I. Pendahuluan (berisi rasional, landasan, dan tujuan)

Bab II. Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan

(berisi visi, misi, dan tujuan)

Bab III. Struktur dan Muatan Kurikulum
Bab IV. Kalender Pendidikan
Bab V. Penutup
Lampiran-lampiran (yaitu program tahunan, program semester, silabus, RPP, SK dan KD mulok, program pengembangan diri, dan perangkat lainnya, misalnya pemetaan KD atau indikator).
 
C. Pendahuluan (Rasional, Landasan, Tujuan)

Rasional

  1. Mengapa harus KTSP?
KTSP merupakan salah satu bentuk realisasi kebijakan desentralisasi di bidang pendidikan agar kurikulum benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengembangan potensi peserta didik di sekolah yang bersangkutan di masa sekarang dan yang akan datang dengan mempertimbangkan kepentingan lokal, nasional, dan tuntutan global dengan semangat manajemen berbasis sekolah (MBS).
 
  1. Apakah KTSP satu sekolah sama dengan KTSP sekolah lain?
KTSP sekolah satu dengan lainnya pada dasarnya tidak sama, karena karakteristik peserta didik dan kondisi sekolah satu dan lainnya berbeda-beda. Akan tetapi satuan pendidikan boleh mengadopsi atau mengadaptasi KTSP yang tersedia atau KTSP yang dikembangkan oleh suatu sekolah apabila karakteristik peserta didik dan kondisi sekolah yang bersangkutan sama atau mirip.

 

       Landasan

 

  1. Apa landasan pengembangan KTSP?
Landasan pengembangan KTSP adalah UU No. 20 tahun 2003 tentang  Sistem Pendidikan Nasional, PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 6 tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 24 tahun 2006, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 20 tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, serta Panduan Penyusunan KTSP yang disusun BSNP.
 

Tujuan

 

  1. Apa tujuan penyusunan KTSP?
KTSP disusun sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.
 
D.  Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan

 

Tujuan satuan pendidikan harus berorientasi pada tujuan pendidikan dasar, visi, dan misi sekolah.

 

       Tujuan Pendidikan Dasar

 

14. Apa tujuan pendidikan dasar?
Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
 
       Visi

 

15. Apa yang dimaksud dengan visi sekolah?
Visi sekolah adalah gambaran sekolah yang merupakan rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan atau dicita-citakan di masa depan. Visi sekolah merupakan rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan di masa yang akan datang. Visi sekolah harus berorientasi pada tujuan pendidikan dasar dan tujuan pendidikan nasional.
Contoh visi sekolah: “Insan SMP yang cerdas dan kompetitif  2025”.
 
16.  Apa ciri-ciri visi sekolah?
Visi mencerminkan profil dan cita-cita sekolah/madrasah yang:
  • berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekinian
  • sesuai dengan norma, nilai, karakter, dan harapan masyarakat
  • ingin mencapai keunggulan
  • mendorong semangat dan komitmen seluruh warga sekolah/madrasah
  • mendorong adanya perubahan yang lebih baik
  • mengarahkan langkah-langkah strategis (misi) sekolah/ madrasah
 
17.  Siapa yang dilibatkan dalam perumusan visi?
Warga sekolah (kepala sekolah, guru, komite sekolah, pustakawan, laboran/teknisi, tenaga kependidikan lainnya, dan peserta didik).

 

 

Misi

  1. Apa yang dimaksud dengan misi?
Misi sekolah merupakan tindakan strategis yang akan dilaksanakan untuk mencapai visi sekolah.
 
  1. Apa ciri-ciri misi sekolah?
Misi sekolah memiliki ciri-ciri: 1) berbentuk layanan untuk memenuhi tuntutan visi, 2) berupa rumusan tindakan sebagai arahan untuk mewujudkan visi.
Contoh misi sekolah: “Melaksanakan pembelajaran efektif yang aktif, kreatif, dan menyenangkan”.
 
  1. Siapa yang dilibatkan dalam perumusan misi?
Warga sekolah (kepala sekolah, guru, komite sekolah, pustakawan, laboran/teknisi, tenaga kependidikan lainnya, dan peserta didik).
 

Tujuan

  1. Apa tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan?
Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan adalah tahapan atau langkah untuk mewujudkan visi sekolah dalam jangka waktu tertentu. Tujuan tingkat satuan pendidikan merupakan rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu tertentu.

 

  1. Apa ciri-ciri tujuan tingkat satuan pendidikan?
Tujuan satuan pendidikan memiliki ciri-ciri: 1) sesuai dengan visi, 2) dapat diukur, 3) terjangkau.
Contoh Tujuan Sekolah: “Pada tahun pelajaran 2011/2012 sekolah mencapai rata-rata nilai UN sekurang-kurangnya 8,00”.
 
E. Struktur dan Muatan Kurikulum

 

       Struktur Kurikulum

 

  1. Apa yang dimaksud dengan struktur kurikulum?
Struktur kurikulum adalah pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum.
 
  1. Apa dasar dan ketentuan  struktur kurikulum?
Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Kurikulum SMP/MTs memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri (lihat tabel di bawah).
  2. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS pada SMP/MTs merupakan IPA Terpadu dan IPS Terpadu.
  3. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan  sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
  4. Alokasi waktu satu jam  pembelajaran adalah 40 menit.
  5.  Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.

 

 

 

 

 

 

Komponen

Kelas dan Alokasi Waktu

VII

VIII

IX

A.  Mata Pelajaran

1.     Pendidikan Agama

2

2

2

2.     Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

2

3.     Bahasa Indonesia

4

4

4

4.     Bahasa Inggris

4

4

4

5.     Matematika

4

4

4

6.     Ilmu Pengetahuan Alam

4

4

4

7.     Ilmu Pengetahuan Sosial

4

4

4

8.     Seni Budaya

2

2

2

9.     Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

2

2

2

10.  Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi

2

2

2

B.  Muatan Lokal

2

2

2

C. Pengembangan Diri

2*)

2*)

   2*)

Jumlah

32

32

32

 

 

2*) Ekuivalen 2 jam pelajaran

 

       Muatan Kurikulum

 

  1. Apa isi muatan kurikulum?
Muatan kurikulum meliputi: mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri, pengaturan beban belajar, kriteria ketuntasan belajar, ketentuan mengenai kenaikan kelas dan kelulusan, pendidikan kecakapan hidup, dan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.
 
  1. Mata pelajaran dikelompokkan menjadi lima. Sebutkan!
Lima kelompok mata pelajaran tersebut adalah:
  1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
  2.  Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan  kepribadian
  3.  Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
  4. Kelompok mata pelajaran estetika
  5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan
 
  1. Apa maksud dari setiap kelompok mata pelajaran?
    1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.
    2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia
    3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif, dan mandiri.
    4. Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan, dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni.
    5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.
 
  1. Apakah sekolah boleh menambah mata pelajaran?
Boleh, sesuai dengan kekhasan daerah/satuan pendidikan dan diselenggarakan sebagai mata pelajaran muatan lokal.
 

IPA dan IPS Terpadu

 

  1. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran IPA secara terpadu?
Pengintegrasian antara dua atau lebih bidang kajian IPA (Fisika, Kimia, Biologi) secara tematik dalam satu pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPA terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching.
 
  1. Apa yang dimaksud dengan pembelajaran IPS secara terpadu?
Pengintegrasian antara dua atau lebih bidang kajian IPS (Sejarah, Geografi, Ekonomi, Sosiologi) secara tematik dalam satu pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran IPS terpadu dapat dilakukan oleh guru tunggal atau team teaching.
 

Seni Budaya

 

  1. Berapa banyak bidang seni yang dapat diajarkan pada mata pelajaran seni budaya?
Minimal satu bidang seni (seni rupa, seni musik, seni tari, atau seni teater).
 

Keterampilan/TIK

 

  1. Apakah mata pelajaran keterampilan/TIK harus dilaksanaan keduanya?
Tidak, satuan pendidikan memilih salah satu mata pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kesiapan satuan pendidikan. Apabila sekolah memiliki sumber daya pendidikan yang memadai untuk penyelenggaraan kedua mata pelajaran tersebut, salah satu mata pelajaran dikembangkan sebagai mata pelajaran muatan lokal atau pengembangan diri.
 
  1. Jika sekolah memilih menyelenggarakan mata pelajaran keterampilan, berapa aspek keterampilan yang harus diajarkan?
Aspek keterampilan yang harus diajarkan yaitu aspek kerajinan dan aspek teknologi. Pada aspek teknologi dipilih minimal satu subaspek (teknologi rekayasa, teknologi budidaya, atau teknologi pengolahan).
 

 

Muatan Lokal

  1. Apa yang dimaksud dengan mata pelajaran muatan lokal?
Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.

Muatan lokal merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum yang terdapat pada Standar Isi di dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Keberadaan mata pelajaran muatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat, sebagai upaya agar penyelenggaraan pendidikan di masing-masing daerah lebih meningkat relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan.

 
  1. Apa ruang lingkup muatan lokal?
Ruang lingkup muatan lokal meliputi:
  1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah. Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat didaerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. Kebutuhan daerah tersebut misalnya kebutuhan untuk:
  • Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah.
  • Meningkatkan kemampuan dan keterampilan di bidang tertentu sesuai dengan keadaan perekonomian daerah.
  • Meningkatkan penguasaan bahasa Inggris untuk memenuhi tuntutan keperluan sehari-hari dan menunjang belajar lebih lanjut (belajar sepanjang hayat).
  • Meningkatkan kemampuan berwirausaha.
 
  1. Lingkup isi/jenis muatan lokal, dapat berupa bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.
 
  1. Siapa yang membuat standar kompetensi dan kompetensi dasar muatan lokal?
Dinas pendidikan provinsi menyusun standar kompetensi dan kompetensi dasar muatan lokal wajib dan disahkan oleh Gubernur. Satuan pendidikan menyusun standar kompetensi dan kompetensi dasar muatan lokal pilihan satuan pendidikan.
 
  1. Berapa jenis muatan lokal yang dapat diselenggarakan oleh sekolah?
Minimal satu. Apabila sekolah menawarkan lebih dari satu mata pelajaran muatan lokal, setiap peserta didik tidak harus mengikuti semua muatan lokal yang ditawarkan. Namun demikian, semua peserta didik harus mengambil mata pelajaran muatan lokal wajib.
 
  1. Berapa alokasi waktu muatan lokal yang diizinkan?
Minimal 2 jam pelajaran dan maksimal 6 jam pelajaran.
 
  1. Bagaimana implementasi muatan lokal di sekolah?
Pembelajaran mata pelajaran muatan lokal dilaksanakan sama dengan mata pelajaran muatan nasional. Namun demikian, apabila sekolah yang bersangkutan menyelenggarakan beberapa muatan lokal, muatan lokal yang diselenggarakan setiap semester dapat berbeda-beda. Agar peserta didik mencapai kompetensi yang memadai, sebaiknya yang bersangkutan mengikuti satu atau dua jenis muatan lokal saja dari kelas VII hingga IX.

 

       Pengembangan Diri
  1. Apa yang dimaksud dengan pengembangan  diri?
Pengembangan  diri merupakan kegiatan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.
  1. Apa tujuan umum  pengembangan diri?
Tujuan umum pengembangan diri adalah untuk memberi kesempatan peserta didik mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi, dan perkembangan peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.
 
  1. Apa tujuan khusus  pengembangan diri?
Tujuan khusus pengembangan diri adalah untuk menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan bakat, minat, kreativitas, kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan, kemampuan kehidupan beragama, kemampuan sosial, kemampuan belajar, wawasan dan perencanaan karier, kemampuan pemecahan masalah dan kemandirian.
 
  1. Pengembangan diri meliputi kegiatan apa saja?
       Pengembangan diri meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pribadinya. Kegitan tidak terprogram dilaksanakan secara lansung oleh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah yang diikuti oleh semua peserta didik.

 

Kegiatan terprogram terdiri atas dua komponen:

 

  1. Pelayanan konseling, meliputi pengembangan:
  1. kehidupan pribadi
  2. kemampuan sosial
  3. kemampuan belajar
  4. wawasan dan perencanaan karir
  5. kepramukaan
  6. latihan kepemimpinan, ilmiah remaja, palang merah remaja
  7. seni, olahraga, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan
  1. Ekstra kurikuler, meliputi kegiatan:
 
  1. Bagaimana cara menentukan program pengembangan diri?
Program pengembangan diri ditentukan sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. Untuk mengetahui bakat dan minat mereka, angket dapat disebarkan kepada peserta didik.
 
  1. Bagaimana mekanisme pelaksanaan pengembangan diri?
Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah sesuai dengan jadwal kegiatan.
 
  1. Bagaimana bentuk pelaksanaan pengembangan diri?
    1. Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual,  kelompok, dan atau klasikal melalui penyelenggaraan:
      1. layanan dan kegiatan pendukung konseling
      2. kegiatan ekstrakurikuler
 

  1. Kegiatan  pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut:
    1. 1.       Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti: upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri.
    2. 2.       Spontan, adalah kegiatan  tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran).
    3. 3.       Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti:   berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu.
 
  1. Siapa yang membimbing kegiatan pengembangan diri?
Pendidik, instruktur, dan alumni di bawah koordinasi konselor (guru BK/BP).
 
  1. Berapa jam alokasi waktu   pengembangan diri?
Alokasi waktu   pengembangan diri setara (ekuivalen) dengan 2 jam pelajaran.
 
  1. Bagaimana penilaian pengembangan diri dilakukan?
Penilaian pengembangan diri dilakukan dengan cara observasi dan bentuk nilaianya diberikan secara kualitatif deskriptif.
 
  1. Siapa yang melakukan penilaian pengembangan diri?
Penilai pengembangan diri dilakukan oleh pembimbing kegiatan  pengembangan diri di bawah koordinasi konselor (guru BK/BP).

 

       Sistem Penyelenggaran Pendidikan
  1. Sistem apakah yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan?
Sistem paket atau  sistem kredit semester.
 
  1. Apa yang dimaksud sistem paket?
Sistem paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan.
 
  1. Apa yang dimaksud sistem kredit semester?
Sistem kredit semester adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar dan  mata pelajaran yang diikuti setiap semester pada satuan pendidikan.
 

Beban Belajar

  1. Bagaimana bentuk rumusan beban belajar?
Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.

 

  1. Apa yang dimaksud dengan kegiatan tatap muka?
Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik.
  1. Apa yang dimaksud penugasan terstruktur?
Penugasan terstruktur adalah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik dan dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik.
 
  1. Apa yang dimaksud dengan kegiatan mandiri tidak terstruktur?
Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran yang dilakukan peserta didik dan dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaiannya diatur sendiri oleh peserta didik.
 
  1. Berapa banyak tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur yang dapat diberikan kepada peserta didik?
Tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur harus dapat diselesaikan dengan waktu maksimal 50% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan.
 

Ketuntasan Belajar

  1. Apa yang dimaksud dengan ketuntasan belajar?
Ketuntasan belajar adalah tingkat ketercapaian kompetensi setelah peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran.
 
  1. Apa yang dimaksud dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM)?
Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah batas minimal pencapaian kompetensi pada setiap aspek penilaian  mata pelajaran yang harus dikuasai oleh peserta didik.
 
  1. Bagaimana cara menentukan KKM?
KKM ditentukan melalui analisis tiga hal, yaitu tingkat kerumitan (kompleksitas), tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, dan tingkat kemampuan sumber daya dukung sekolah.
 
  1. Siapa yang menentukan KKM?
Kesepakatan kelompok guru mata pelajaran berdasarkan hasil analisis tingkat kerumitan (kompleksitas), tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, dan tingkat kemampuan sumber daya dukung sekolah.
 
  1. Berapa persen  kriteria ketuntasan minimal yang ideal?
Kriteria ketuntasan minimal ideal adalah 75%.
 
  1. Apakah sekolah boleh menetapkan kriteria ketuntasan minimal lebih rendah atau lebih tinggi dari 75%?
Boleh, menyesuaikan dengan memperhatikan/ mempertimbangkan tingkat kerumitan (kompleksitas), tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, dan tingkat kemampuan sumber daya dukung sekolah. Namun demikian seyogyanya minimal sama dengan batas minimum kelulusan ujian nasional.
 
  1. Bagaimana perlakuan terhadap peserta didik yang belum tuntas dan yang sudah tuntas?
Peserta didik yang belum tuntas diberi program  remedial, sedangkan yang sudah tuntas diberi program pengayaan.
 
  1. Apa yang dimaksud dengan program remedial?
Program remedial adalah kegiatan pembelajaran yang ditujukan untuk membantu peserta didik mencapai atau menguasai kompetensi dasar dengan KKM yang ditetapkan.
Program remedial dapat dilaksanakan setiap saat baik pada jam efektif maupun di luar jam efektif. Penilaian kegiatan remedial dapat dapat dilakukan melalui tes maupun penugasan.
  1. Apa yang dimaksud dengan program pengayaan?
Program pengayaan adalah program pendalaman kompetensi yang diberikan kepada peserta didik yang sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal agar peserta didik yang bersangkutan memiliki kompetensi yang lebih luas dan tinggi/dalam.
 
  1.  Bolehkah KKM diubah?
Boleh, KKM diharapkan ditingkatkan dari semester ke semester seiring dengan membaiknya daya dukung pendidikan pada sekolah yang bersangkutan.
 

Kenaikan Kelas dan Kelulusan

 

  1. Apa kriteria kenaikan kelas?
  • ·Tuntas pada seluruh SK dan KD sesuai dengan KTSP.
  • ·Peserta didik harus mengulang di kelas yang sama bila tidak menuntaskan SK dan KD lebih dari empat mata pelajaran.
  • ·Ketika mengulang di kelas yang sama, nilai peserta didik untuk semua standar kompetensi dan kompetensi dasar yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai, minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya.
  • ·Jika karena alasan yang kuat, misalnya karena gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil, peserta didik yang bersangkutan dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan.
 
  1. Apa kriteria kelulusan?
Peserta didik dapat dinyatakan lulus apabila yang bersangkutan:
  • ·menyelesaikan seluruh program pembelajaran, dibuktikan dengan adanya nilai rapor dari Semester I sampai dengan Semester VI.
  • ·memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan,
  • ·lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, dan
  • ·lulus ujian nasional.
 

Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills)

 

  1. Apa yang dimaksud dengan kecakapan hidup (life skills)?
Kecakapan hidup (life skills) adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya.
 
  1. Apa tujuan pendidikan kecakapan hidup?
Tujuan umum pendidikan kecakapan hidup adalah memfungsikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi peserta didik dalam menghadapi perannya di masa mendatang secara menyeluruh.
Tujuan khusus pendidikan kecakapan hidup adalah:
  1. mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untuk memecahkan berbagai masalah, misalnya narkoba dan sosial.
  2. memberikan wawasan yang luas mengenai pengembangan karir peserta didik.
  3. memberikan bekal dengan latihan dasar tentang nilai-nilai yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
  4. memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang fleksibel sesuai dengan prinsip pendidikan berbasis luas (broad-based education).
  5. mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya di lingkungan sekolah dan di masyarakat sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah.
 
  1. Kecakapan hidup apa saja yang dikembangkan melalui pembelajaran?
    1. Kecakapan personal, meliputi:
beriman kepada Tuhan YME, berakhlak mulia,  berpikir rasional, memahami diri sendiri, percaya diri, bertanggung jawab, menghargai dan menilai diri.
  1. Kecakapan sosial, meliputi:
kecakapan bekerjasama, menunjukkan tanggung jawab sosial, mengendalikan emosi, berinteraksi dalam budaya lokal  dan global, berinteraksi dalam masyarakat, meningkatkan potensi fisik, membudayakan sikap sportif, membudayakan sikap disiplin, membudayakan sikap  hidup sehat.
  1. Kecakapan akademik, meliputi:
menguasai pengetahuan, menggunakan metode dan  penelitian ilmiah, bersikap ilmiah, mengembangkan kapasitas sosial untuk belajar sepanjang hayat, mengembangkan berpikir strategis, berkomunikasi secara ilmiah, memperoleh kompetensi lanjut akan ilmu pengetahuan dan teknologi, membudayakan berpikir dan berperilaku ilmiah, membudayakan berpikir kreatif, membudayakan berpikir dan berperilaku ilmiah secara  mandiri, menggunakan teknologi, menggunakan pengetahuan, dan nilai-nilai untuk mengambil keputusan yang tepat.
  1. Kecakapan vokasional meliputi:
keterampilan yang berkaitan dengan kejuruan (misalnya  menjahit, bertani, beternak, dan otomotif), keterampilan bekerja, keterampilan kewirausahaan, keterampilan menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK), keterampilan merangkai alat.

 

  1. Bagaimana mengimplementasikan pendidikan kecakapan hidup di sekolah?
Pendidikan kecakapan hidup diintegrasikan ke dalam beragam mata pelajaran yang ada di tingkat satuan pendidikan. Misalnya, pembelajaran matematika tidak hanya mengajarkan konsep-konsep matematika saja, tetapi juga kecakapan lainnya seperti bekerjasama dan berkomunikasi melalui proses/kegiatan pembelajaran.
 

Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

  1. Apa yang dimaksud dengan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global?
Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam  aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi, ekologi, dan lain-lain, yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik agar mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, dan internasional.
 
  1. Bagaimana penerapan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global?
Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal. Satuan pendidikan dapat memasukkan potensi lokal untuk diintegrasikan ke dalam  mata pelajaran tertentu sebagai sumber belajar.
Contoh pendidikan berbasis keunggulan lokal:
Potensi lokal daerah Jepara, sebagai produsen ukiran kayu, dapat dijadikan sumber belajar pada mata pelajaran seni budaya (seni rupa), IPS (kegiatan ekonomi, sosial budaya/hubungan motif ukiran dengan sejarah), keterampilan pada aspek kerajinan.
Contoh pendidikan berbasis keunggulan global:
Perkembangan teknologi dengan tersedianya layanan internet yang dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk semua  mata pelajaran.
 
F. Kalender Pendidikan

 

  1. Apa yang dimaksud dengan kalender pendidikan?
Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pelajaran.
 
  1. Apa komponen kalender pendidikan?
Komponen kalender pendidikan adalah permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan waktu libur.
 
  1. Apa yang dimaksud dengan permulaan tahun pelajaran?
Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
 
  1. Apa yang dimaksud dengan minggu efektif belajar?
Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran  untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan, yaitu 34-38 minggu.
 
  1. Apa yang dimaksud dengan waktu pembelajaran efektif?
Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, yaitu 32 – 36 jam pelajaran.
 
  1. Apa yang dimaksud dengan waktu libur?
Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.
 
  1. Siapa yang menyusun kalender pendidikan dan apa dasar penyusunannya?
Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh masing-masing satuan pendidikan berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut pada dokumen Standar Isi dengan memperhatikan ketentuan dari pemerintah/ pemerintah daerah.
 
  1. Berapa alokasi waktu untuk minggu efektif belajar
Minimum 34 minggu dan maksimum 38 minggu dalam satu tahun pelajaran.
 
  1. Berapa alokasi waktu untuk kegiatan jeda tengah semester?
Maksimum 2 minggu untuk satu tahun pelajaran (satu minggu untuk satu semester).
 
  1. Berapa alokasi waktu untuk kegiatan jeda antar semester?
Maksimum 2 minggu antara semester 1 dan semester 2.
 
  1. Berapa alokasi waktu untuk libur tahun pelajaran?
Maksimum 3 minggu, digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran.
 
  1. Berapa alokasi waktu untuk hari libur keagamaan?
Minimal 2 minggu dan maksimal 4 minggu.  Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif yang ditetapkan.
 
  1. Berapa alokasi waktu untuk hari libur umum/nasional?
Maksimum 2 minggu, disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah.
 
  1. Berapa alokasi waktu untuk hari libur khusus?
Maksimum 1 minggu. Satuan pendidikan dengan ciri khas tertentu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
 
  1. Berapa alokasi waktu kegiatan khusus sekolah/madrasah?
Maksimum 3 minggu, digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.
 
G. Lampiran-lampiran

 

  1. Dokumen apa saja yang perlu dikembangkan dan dilampirkan dalam KTSP?
Dokumen yang perlu dikembangkan dan dilampirkan adalah program tahunan, program semester, silabus, RPP, SK dan KD mulok, program pengembangan diri, dan perangkat lainnya, misalnya pemetaan KD atau indikator.
 

 

H. Program Tahunan dan Program Semester

 

  1. Apa yang dimaksud program tahunan dan program semester?
Program tahunan adalah perencanaan untuk kurun waktu satu tahun yang berisi SK/KD dan alokasi waktu pembelajaran untuk setiap SK/KD.
Program Semester adalah perencanaan untuk kurun waktu satu semester yang berisi SK/KD dan alokasi waktu pembelajaran untuk setiap SK/KD, dan waktu pelaksanaan pembelajaran pada setiap minggunya.
 
  1. Apa yang menjadi dasar penyusunan program tahunan dan program semester?
SK, KD dan kalender pendidikan yang sudah dibuat oleh satuan pendidikan.
 
  1. Apa guna program tahunan dan semester?
Untuk memetakan alokasi waktu setiap kompetensi yang akan dibelajarkan selama satu tahun dan satu semester agar waktu dapat digunakan secara efektif dan efisien.
 
I. Silabus

 

Pengertian dan Komponen Silabus 

  1. Apa itu silabus?
Silabus adalah dokumen yang memuat penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi. Apabila sekolah mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran, silabus perlu memuat butir-butir karakter yang diintegrasikan.
 
  1. Siapa yang menyusun silabus?
Silabus disusun oleh guru kelas/mata pelajaran, atau kelompok guru kelas/mata pelajaran, atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan.
  1. Apa komponen-komponen silabus?
Komponen-komponen silabus adalah:
  • Identitas Mata Pelajaran
  • Standar Kompetensi
  • Kompetensi Dasar
  • Karakter (untuk integrasi pendidikan karakter)
  • Materi Pembelajaran
  • Kegiatan Pembelajaran
  • Indikator Pencapaian Kompetensi
  • Penilaian
  • Alokasi Waktu
  • Sumber belajar
 
  1. Komponen silabus apa yang perlu dikembangkan oleh sekolah?
Komponen silabus yang dikembangkan oleh sekolah adalah identitas, karakter, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
 

Format Silabus

 

  1. Bagaimana format silabus?
Silabus dapat disusun dalam beberapa format. Kolom (bagian) penilaian diisi dengan teknik, bentuk, dan contoh butir instrumen atau teknik dan bentuk penilaian saja tanpa contoh instrumen. Lihat Lampiran 1 untuk contoh/model silabus.

 

                                                                              Karakter
 
  1. Bagaimana menentukan butir-butir karakter yang dirumuskan dalam silabus untuk diinternalisasikan pada peserta didik melalui proses pembelajaran?
  Butir-butir karakter yang dirumuskan dalam silabus dipilih yang paling relevan dengan masing-masing KD. Namun demikian, karena pengembangan karakter pada peserta didik lebih melalui proses pembelajaran, butir karakter yang dirumuskan untuk KD tertentu tidak harus terkait langsung dengan KD tetapi terkait dengan kegiatan pembelajaran yang dirumuskan.

 

Sebaiknya jumlah butir karakter yang dirumuskan untuk masing-masing KD satu, dua, atau maksimal tiga. Butir karakter yang sama dirumuskan untuk beberapa KD agar perulangan internalisasi terjadi berkali-kali.

                                                                              Materi Pembelajaran

 

 
  1. Bagaimana menentukan materi pembelajaran dalam silabus?
  Materi pembelajaran ditentukan dengan cara mengidentifikasi bahan ajar yang relevan dengan kompetensi dasar yang hendak dicapai dengan mempertimbangkan:
 
  1. potensi peserta didik
 
  1. relevansi dengan kepentingan lokal, nasional, dan global
 
  1. tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik
 
  1. kebermanfaatan bagi peserta didik
 
  1. struktur keilmuan
 
  1. aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran
 
  1. alokasi waktu
   
  Selain itu juga harus diperhatikan:
 
  1. kesahihan: materi teruji kebenarannya
 
  1. tingkat kepentingan: materi benar-benar diperlukan oleh peserta didik
 
  1. kebermanfaatan: materi memberikan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan pada jenjang berikutnya
 
  1. kelayakan: materi layak dipelajari baik dari aspek tingkat kesulitan, manfaat, dan kondisi setempat
 
  1. kemenarikan: materinya menarik minat dan memotivasi peserta didik untuk mempelajarinya
   

Kegiatan Pembelajaran

 

  103.Apa yang dimaksud dengan kegiatan pembelajaran?
  Kegiatan pembelajaran adalah aktivitas yang melibatkan peserta didik dalam proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Kegiatan yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan pembelajaran harus mengembangkan kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.
   
  104.Apa prinsip-prinsip pengembangan kegiatan pembelajaran?
  Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
  Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
  Urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
  Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar Peserta didik, yaitu kegiatan Peserta didik dan materi.
   

Indikator Pencapaian Kompetensi

 

  105.Apa yang dimaksud dengan indikator pada silabus?
   Indikator merupakan kriteria pencapaian kompetensi dasar yang berupa perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
   
  106.Bagaimana merumuskan indikator pada silabus?
  Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
   

 

Contoh:

 

  Mata pelajaran Bahasa Indonesia
   

Kompetensi Dasar Indikator
Menyimpul­kan  isi berita yang diba­cakan dalam beberapa kalimat

 

  • Menunjukkan pokok-pokok berita yang didengarkan
  • Merangkai  pokok-pokok  berita menjadi isi berita
  • Menyimpulkan isi berita dalam satu alinea.

 

 

   

 

Mata pelajaran Keterampilan

 
Kompetensi Dasar Indikator
Membuat kemasan benda kerajinan untuk fungsi pakai/hias dengan sentuhan estetika sehingga siap dipamerkan atau dijual.

 

  • Membuat desain kemasan.
  • Menyiapkan bahan dan alat sesuai kebutuhan desain.
  • Membuat kemasan karya sesuai desain.
  • Memamerkan dan menjual karya.

 

 

   
   

Teknik Penilaian

 

  107.Bagaimana menentukan teknik penilaian?
  Teknik penilaian ditentukan berdasarkan indikator pencapaian kompetensi dasar.
   
 
  1. Teknik penilaian dan bentuk instrumen apa saja yang dapat digunakan dalam penilaian?
  Teknik penilaian dan bentuk instrumen yang digunakan antara lain:

 

 
Teknik Penilaian

 

Bentuk Instrumen
Tes    Tertulis
  •  Pilihan ganda
  •  Benar-salah
  •  Menjodohkan
  •  Pilihan Singkat
  •  Uraian
Tes Lisan
  •  Daftar Pertanyaan
Tes Kinerja
  • Tes tulis keterampilan
  • Tes identifikasi
  • Tes simulasi
  • Tes uji petik kerja
Penugasan individual atau kelompok
  • Pekerjaan rumah
    • Proyek
Observasi
  • Lembar Observasi/Lembar Pengamatan
Penilaian portofolio
  • Lembar penilaian portofolio
Jurnal
  • Buku catatan jurnal
Penilaian diri
  • Lembar penilaian diri/kuesioner
Penilaian antar teman
  • Lembar penilaian antar teman

 

   
 
  1. Bagaimana menentukan butir soal dalam kolom contoh instrumen pada format silabus?
  Butir soal ditentukan berdasarkan teknik dan bentuk penilaian yang sesuai dengan tuntutan indikator pencapaian kompetensi dasar.
   
   

Alokasi Waktu Pembelajaran

 
  1. Bagaimana menentukan alokasi waktu untuk setiap kompetensi dasar?
  Menentukan alokasi waktu harus mempertimbangkan ketentuan sebagai berikut:
 
  • Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar.
 
  • Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik dalam menguasai kompetensi dasar dalam pembelajaran.
   

Sumber Belajar

 

  111.Apa yang dimaksud dengan sumber belajar?
  Sumber belajar adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam proses pembelajaran yang dapat berupa buku teks, media cetak, media elektronika, narasumber, lingkungan alam sekitar, dan sebagainya.
   

 

  112.Bagaimana menentukan/memilih sumber belajar?
  Sumber belajar dipilih berdasarkan pada SK dan KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi dasar. Sumber belajar dalam satu silabus sebaiknya bervariasi agar memberikan pengalaman yang luas pada peserta didik.
   

  1. 1.      J.  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

 

         Pengertian RPP

 

  113.Apa yang dimaksud dengan RPP?
  RPP adalah penjabaran silabus yang menggambarkan rencana prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi. RPP digunakan sebagai pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan.

 

         Komponen dan Format RPP

 

  114.Apa saja komponen minimal RPP?
  RPP sekurang-kurangnya memuat:
 
  • Tujuan Pembelajaran
 
  • Materi pembelajaran
 
  • Metode Pembelajaran
 
  • Sumber Belajar
 
  • Penilaian Hasil Belajar
   
  115.Bagaimana format RPP yang dapat dikembangkan?
  Model format RPP yang dapat dikembangan antara lain sebagai berikut:
   

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

   
          Sekolah             :
  Mata Pelajaran  :
  Kelas                 :
  Semester            :
  Alokasi Waktu   :
  A. Standar Kompetensi:
  B.  Kompetensi Dasar:
         C.  Tujuan Pembelajaran
               Pertemuan 1
               Pertemuan 2
               Dst.
         D.  Materi pembelajaran
         E.  Model/Metode Pembelajaran
         F.  Kegiatan Pembelajaran
               Pertemuan 1:
  1. Kegiatan pendahuluan
  2. Kegiatan inti
  3. Kegiatan penutup
  Pertemuan 2, dst.
         G.  Sumber Belajar
         H.  Penilaian

 

 

 

Tujuan Pembelajaran dalam RPP

 

116.Bagaimana tujuan pembelajaran dalam RPP dirumuskan?
Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasarkan SK, KD, dan indikator yang telah ditulis dalam silabus dan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur atau diamati.
Tujuan pembelajaran dapat ditulis dalam bentuk kalimat lengkap, menggunakan rumus Audience (peserta didik), Behaviour (perilaku dalam bentuk kata kerja operasional), Condition, dan Degree (ABCD).
 

Contoh:

Rumusan tujuan pembelajaran berdasarkan KD:
Kompetensi dasar: Mencerita­kan peng­alam­an yang paling me­nge­sankan dengan mengguna­kan kata dan kalimat efektif.
Tujuan pembelajaran: Setelah mengikuti pembelajaran peserta didik dapat mencerita­kan peng­alam­an yang paling me­nge­sankan dengan mengguna­kan kata yang tepat dan kalimat efektif.
 
Rumusan tujuan pembelajaran berdasarkan indikator:
Kompetensi dasar: Membuat kemasan benda kerajinan untuk fungsi pakai/hias dengan sentuhan estetika sehingga siap dipamerkan atau dijual.
Indikator:  Membuat desain kemasan produk kerajinan.
Tujuan pembelajaran: Setelah mengikuti pembelajaran peserta didik dapat membuat desain kemasan produk kerajinan dengan sentuhan estetika.

 

 

 

       Materi pembelajaran dalam RPP

 

117.Bagaimana materi pembelajaran dalam RPP dikembangkan?
Materi pembelajaran  adalah  materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran dan dikembangkan dengan mengacu pada materi pembelajaran dalam silabus.
 

Contoh:

KD: Membuat benda fungsional   mengunakan bahan lunak dengan berbagai teknik.

 

 

Materi pembelajaran dalam silabus:

Pembuatan desain
Materi pembelajaran yang dapat dikembangkan dalam RPP misalnya:
Pembuatan desain benda fungsional….
Pembentukan desain benda fungsional….
Pembuatan hiasan
Penyelesaian akhir
 
       Metode Pembelajaran dalam RPP

 

  1. Apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran dalam RPP?
Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih, misalnya metode tanya-jawab, diskusi, eksperimen, dan pendekatan beberapa model pembelajaran seperti pendekatan model CTL, dan pembelajaran kooperatif.

 

 

 

       Kegiatan Pembelajaran dalam RPP

 

  1. Komponen apa yang terdapat pada langkah pembelajaran dalam RPP?
 

Langkah pembelajaran meliputi 3 tahapan yaitu:

 

a.  Kegiatan pendahuluan

 

Dalam kegiatan pendahuluan guru membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

 

            b. Kegiatan inti

 

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

 

        c.  Kegiatan penutup
 

Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.

 

 

 

       Sumber Belajar dalam RPP

                    

120.Bagaimana sumber belajar dalam RPP ditentukan?
Sumber belajar dalam RPP ditentukan dengan mengacu pada sumber belajar yang terdapat dalam silabus dengan mempertimbangkan:
  • Sumber belajar adalah rujukan, objek, dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
  • Sumber belajar dapat berupa media cetak, elektronik, nara sumber, lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.
  • Penentuan sumber belajar didasarkan pada SK dan KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
  • Sumber belajar dipilih yang mutakhir dan menarik.
 
       Perencanaan Penilaian dalam RPP

 

121.Bagaimana menyusun perencanaan penilaian dalam RPP?
Penilaian dalam RPP mengacu pada penilaian yang terdapat dalam silabus tetapi harus lebih rinci dan lengkap. Penilaian dalam silabus hanya dituliskan teknik dan bentuk penilaian atau teknik penilaian, bentuk penilaian, dan contoh instrumen/soal, dalam RPP semua instrumen/soal ditulis lengkap (disertai kriteria penilaian) sesuai KD dan indikator dalam RPP.
 
122.Bisakah disajikan contoh RPP?

Bisa, lihat Lampiran 2.

 

 

 

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: