PANDUAN PENULISAN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH (PTS)

 

Berdasarkan data yang ada di bagian data dan informasi di LPMP Bengkulu bahwa baik kepala sekiolah maupun pengawas sekolah yang ada di propinsi Bengkulu hampir seluruhnya sudah menduduki golongan IV/a. Namun sampai saat ini guru yang sudah menduduki golongan IV/a baru tiga orang, sedangkan untuk kepala sekolah dan pengawas belum ada satu orangpun yang sudah menduduki golongan IV/a. Oleh sebab itu penulis mencoba mengemukakan judul ini.

Artikel ini saya peruntukkan kepada rekan-rekan kepala sekolah maupun pengawas sekolah yang ingin melakukan pengembangan profesi dengan salah satu kegiatannya adalah melakukan Penelitian Tindakan Sekolah. Artikel ini sengaja saya tulis dengan pemilihan kata-kata yang singkat. Sungguhpun demikian mudah-mudah dapat membantu Ibu dan Bapak kepala sekolah maupun pengawas yang ingin melakukan peneletian. Namun jika dalam prosesnya menemui kesulitan atau hambatan dapat menghubungi saya di email elpramwidya@yahoo.co.id.

1.JUDUL
Judul PTS menggambarkan permasalahan serta bentuk tindakan yang akan dilakukan peneliti sebagai upaya pemecahan masalah. Formulasi judul hendaknya singkat, jelas, dan sederhana namun secara tersirat telah menampilkan sosok PTS bukan sosok penelitian formal lainnya.

2.LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam latar belakang diuraikan pokok permasalahan yang diajukan. Untuk itu, harus ditunjukkkan fakta – fakta yang mendukung, baik yang berasal dari pengamatan pengawas selama ini maupun dari kajian pustaka. Jika ada juga perlu didukung dengan hasil penelitian terdahulu. Karakteristik khas PTS yang berbeda dari penelitian formal hendaknya tercermin dalam uraian di bagian ini.

3.PERMASALAHAN
Permasalahan yang diusulkan untuk ditangani melalui PTS itu dijabarkan secara lebih rinci dalam bagian ini. Masalah hendaknya benar – benar di angkat dari masalah keseharian di sekolah yang memang layak dan perlu diselesaikan melalui PTS. Sebaliknya permasalahan yang dimaksud seyogyanya bukan permasalahan yang secara teknis metodologik di luar jangkauan PTS. Uraian permasalahan yang ada hendaknya didahului oleh identifikasi masalah, yang dilanjutkan dengan analisis masalah serta diikuti dengan refleksi awal sehingga gambaran permasalahan yang perlu di tangani itu nampak menjadi perumusan masalah tersebut. Dalam bagian ini dikunci dengan perumusan masalah tersebut. Dalam bagian inipun, sosok PTS harus secara konsisten tertampilkan.

4.CARA PEMECAHAN MASALAH
Dalam bagian ini dikemukakan cara yang diajukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Alternatif pemecahan yang diajukan hendaknya mempunyai landasan konseptual yang mantap yang bertolak dari hasil analisis masalah. Disamping itu, juga harus terbayangkan kemungkinan kemanfaatan hasil pemecahan masalah dalam rangka pembenahan dan/atau peningkatan implementasi program pembelajaran dan/atau berbagai program sekolah lainnya.Juga harus dicermati artikulasi kemanfaatan PTS berbeda dari kemanfaatan penelitian formal.

5.TUJUAN PENELITIAN DAN MANFAAT PENELITIAN
Tujuan PTS hendaknya dirumuskan secara jelas.paparkan sasaran antara dan akhir tindakan perbaikan.perumusan tujuan harus konsisten dengan hakekat permasalahan yang dikemukakan dalam bagian – bagian sebelumnya. Dengan sendirinya,artikulasi tujuan PTS berbeda dari tujuan formal. Disamping tujuan, juga perlu diuraikan manfaat penelitian. Dalam hubungan ini, perlu dipaparkan secara spesifik keuntungan – keuntungan yang dijanjikan, khususnya bagi guru dan juga siswa sebagai pewaris langsung hasil PTS.

6.KERANGKA TEORETIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN
Pada bagian ini diuraikan landasan substansi dalam arti teoritik dan/atau metodologik yang dipergunakan peneliti dalam menentukan alternative, yang akan diimplementasikan. Untuk keperluan itu, dalam bagian ini diuraikan kajian baik pengalaman peneliti sebagai pelaku PTS sendiri yang relevan maupun pelaku – pelaku PTS lain disamping terhadap teori – teori yang lazim termuat dalam berbagai kepustakaan. Argumentasi logik dan teoretik diperlukan guna menyusun kerangka konseptual. Aras kerangka konseptual yang disusun itu, hipotesis tindakan dirumuskan.

7.RENCANA PENELITIAN
a.Setting penelitian dan karakteristik subjek penelitian
Pada bagian ini disebutkan di mana penelitian tersebut dilakukan, guru mata pelajaran apa dan kapan pelaksanaannya.

b.Variabel yang diselidiki
Pada bagian ini ditentukan variabel – variabel penelitian yang dijadikan titik – titik incar untuk menjawab permasalahan yang dihadapi. Variabel tersebut dapat berupa (1) variabel input yang terkait dengan guru, bahan pelajaran, sumber belajar, prosedur evaluasi, lingkungan belajar, dan lain sebagainya; (2) variabel proses pelaksanaan KBM seperti interaksi belajar-mengajar, keterampilan bertanya, pengawas, gaya pembimbingan pengawas kepada guru, cara guru mengajar, implementasi berbagai metode mengajar di kelas, dan sebagainya, dan (3) varaibel output seperti rasa keingintahuan siswa, kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan, motivasi siswa, hasil belajar siswa, sikap terhadap pengalaman belajar yang telah digelar melalui tindakan perbaikan dan sebagainya.

c.Rencana Tindakan
Pada bagian ini digambarkan rencana tindakan untuk meningkatkan pembelajaran, seperti :
1)Perencanaan, yaitu persiapan yang dilakukan sehubungan dengan PTS yang diprakarsai seperti penetapan entry behavior. Pelancaran tes diagnostic untuk menspesifikasi masalah. Pembuatan skenario pembelajaran, pengadaan alat – alat dalam rangka implementasi PTS, dan lain – lain yang terkait bdengan pelaksanaan tindakan perbaikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Disamping itu juga diuraikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Disamping itu juga diuraikan alternative – alternative solusi yang akan dicobakan dalam rangka perbaikan masalah. Format kemitraan antara pengawas dengan dosen LPTS juga dikemukakan pada bagian ini.
2)Implementasi Tindakan yaitu deskripsi tindakan yang akan di gelar. Skenario kerja tindakan perbaikan dan prosedur tindakan yang akan diterapkan.
3)Observasi dan Interpretasi yaitu uraian tentang prosedur perekaman dan penafsiran data mengenai proses dan produk dari implementasi tindakan perbaikan yang dirancang.
4)Analisis dan Refleksi yaitu uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil pemantauan dan refleksi berkenaan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang akan digelar, personel yang akan dilibatkan serta kriteria dan rencana bagi tindakan daur berikutnya.

d.Data dan cara pengumpilannya
Pada bagian ini ditunjukkan dengan jelas jenis data yang akan dikumpulkan yang berkenaan dengan baik proses maupun dampak tindakan perbaikan yang di gelar, yang akan digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau kekurangberhasilan tindakan perbaikan pembelajaran yang dicobakan. Format data dapat bersifat kualitatif, kuantitatif, atau kombinasi keduanya.

Di samping itu teknik pengumpilan data yang diperlukan juga harus diuraikan dengan jelas seperti melalui pengamatan partisipatif, pembuatan jurnal harian, observasi aktivitas di kelas (termasuk berbagai kemungkinan format dan alat bantu rekam yang akan digunakan) penggambaran interaksi dalam kelas (analisis sosiometrik), pengukuran hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen dan sebagainya.selanjutnya dalam prosedur pengumpulan data PTS ini tidak boleh dilupakan bahwa sebagai pelaku PTS, Para pengawas juga harus aktif sebagai pengumpul data, bukan semata – mata sebagai sumber data.
Data yang telah dikumpulkan harus mendapat penilaian kelaikan, oleh sebab itu perlu dilakukan krosceck baik dengan sesama pengawas, kepala sekolah maupun dengan guru yang dijadikan objek dalam penelitian tersebut. Setelah dilakukan pengecekan terhadap data yang ada barulah dilakukan interpretasi terhadap data tersebut.
e.Indikator kinerja
Pada bagaian ini tolak ukur keberhasilan tindakan perbaikan ditetapkan secara eksplisit sehingga memudahkan verifikasinya untuk tindak perbaikan melalui PTS yang bertujuan mengurangi kesalahan konsep siswa misalnya perlu ditetapkan kriteria keberhasilan dalam bentuk pengurangan (jumlah jenis dan atau tingkat kegawatan) miskonsepsi yang tertampilkan yang patut diduga sebagai dampak dari implementasi tindakan perbaikan yang dimaksud.

f.Tim peneliti dan tugasnya
Pada bagian ini hendaknya dicantumakan nama – nama anggota tim peneliti dan uraian tugas setiap anggota tim peneliti serta jam kerja yang dialokasikan setiap minggu untuk kegiatan penelitian.

8.JADWAL PENELITIAN
Jadwal kegiatan penelitian disusun dalam matriks yang menggambarkan urutan kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan PTS

 

Iklan
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: