Alur Berfikir

  1. a.      Alur Berfikir

(1)   Masalah-masalah atau kendala-kendala yang dihadapi kepala sekolah ketika melaksanakan tugas sesuai dengan topik yang di bahas

 

  1. Guru tidak mampu menerapkan model-model pembelajaran dalam proses belajar mengajar Pkn sesuai tuntutan kompetensi dasar mata pelajaran Pkn di SMPN 2 Rantau Selamat,
  2. Guru kurang mampu menyusun silabus dan RPP KTSP mata pelajaran PKn di SMPN 2 Rantau Selamat,
  3. Guru belum mampu menerapkan KTSP sebagaimana mestinya dalam proses belajar mengajar mata pelajaran PKn di SMPN 2 Rantau Selamat.

 

(2)   Masalah yang paling penting dan segera diselesaikan

 

Guru tidak mampu menerapkan model-model pembelajaran dalam proses belajar mengajar PKn sesuai tuntutan kompetensi dasar mata pelajaran PKN di SMPN 2 Rantau Selamat.

 

(3)   Alasan mengapa masalah tersebut penting dan segera diselesaikan masalahnya

 

  1. Model-model pembelajaran yang diterapkan oleh guru mata pelajaran Pkn dalam proses belajar mengajar akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang lebih baik di SMPN 2 Rantau Selamat,
  2. Model-model pembelajaran yang diterapkan oleh guru mata pelajaran PKn di SMPN 2 Rantau Selamat dalam proses belajar mengajar sangat dituntut oleh KTSP.

 

 

(4)   Faktor-faktor yang menyebabakan munculnya masalah

 

  1. Hasil belajar Siswadi SMPN 2 Rantau Selamat pada mata pelajaran PKn masih rendah,
  2. Pemahaman guru di SMPN 2 Rantau Selamat tentang model-model pembelajaran  masih kurang,
  3. Bahan ajar dan bahan pembelajaran di SMPN 2 Rantau Selamat masih kurang.

 

 

(5)   Rumusan alternatif-alternatif penyelesaian masalah dan salah satu alternatif terbaik

 

  1. Alternatif-alternatif penyelesaian masalah;
    1. Meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa di SMPN 2 Rantau Selamat dengan cara penerapan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran PKn,
    2. Meningkatkan kemampuan guru dalam memahami dan menerapkan model-model pembelajaran dalam proses belajar mengajar PKn di SMPN 2 rantau Selamat.

 

  1. Alternatf yang terbaik

 

Meningkatkan kemampuan guru mata pelajaran PKn menerapkan model-model pembelajaran dalam proses belajar mengajar sesuai kompetensi dasar mata pelajaran PKn melalui kegiatan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif di SMPN 2 Rantau Selamat.

 

 

b.Kerangka Kerja

    Siklus  1

(1)   Rencana Tindakan

 

Sekolah merupakan lembaga formal yang berfungsi membantu, khususnya orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka.  Sekolah memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada anak didiknya secara lengkap sesuai dengan yang mereka butuhkan.  Salah satu dari bagian komponen pembelajaran sekolah adalah guru.

Guru dituntut untuk mampu menguasai  kurikulum, menguasai materi, menguasai metode, dan menguasai model-model pembelajaran, termasuk guru mata pelajaran PKN pada SMPN 2 Rantau Selamat.

 

Pembelajaran di sekolah menjadi kurang aktif karena hanya mengedepankan aspek intelektual dan mengesampingkan aspek pembentukan karakter.  Hal ini tentu suatu hambatan bagi guru.  Untuk itu penulis mencoba memberi solusi kepada guru mata pelajaran PKn untuk menerapkan model-model pembelajaran dalam proses belajar mengajar sesuai kompetensi dasar mata pelajaran PKn melalui kegiatan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif di SMPN 2 Rantau Selamat.

 

 

 

 

(2)   Pelaksanaan tidakan

 

Pembelajaran di sekolah menjadi kurang aktif karena hanya mengedepankan aspek intelektual dan mengesampingkan aspek pembentukan karakter.  Hal ini tentu suatu hambatan bagi guru.  Untuk itu penulis mencoba memberi solusi kepada guru mata pelajaran PKn untuk menerapkan model-model pembelajaran dalam proses belajar mengajar sesuai kompetensi dasar mata pelajaran PKn melalui kegiatan supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif di SMPN 2 Rantau Selamat.

 

 

(3)   Pengamatan/Pengumpulan Data, Evaluasi Proses dan Hasil Tindakan

No.

Aspek yang diamati

Data Pendukung

1.

2.

3.

4.

 

5.

6.

7.

8.

Pemahaman konsep oleh siswa.

Keaktifan siswa  dalam proses pembelajaran.

Kerjasama siswa dalam kelompok.

Kemampuan guru mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

Hasil nilai ualangan/hasil belajas siswa.

Tingkat pencapaian KKM.

Sikap siswa dalam pembelajaran.

Minat siswa terhadap pembelajaran.

Lembar pengamatan siswa

Lembar pengamatan siswa

Lembar pengamatan siswa

Lembar pengamatan guru

 

Daftar nilai siswa

Laporan Hasil Belajar siswa

Lembar pengamatan siswa

Lembar pengamatan siswa

 

 

(4)   Refleksi

 

  1. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep PKn,
  2. Siswa kurang aktif/siswa pasif dalam proses pembelajaran PKn,
  3. Siswa belum terbiasa untuk bekerja sama dengan temannya dalam belajar PKn,
  4. Guru kurang mengaitkan materi pelajaran PKn dengan dengan kehidupan sehari-hari,
  5. Hasil nilai ulangan/hasil belajar siswa pada pembelajaran PKn rendah,
  6. KKM mata pelajaran PKn tidak tercapai,
  7. Pembelajaran PKn tidak menyenangkan bagi siswa,
  8. Kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran PKn.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: