Modul Pelatiahan BOS 2009

Jadwal Pelatihan
Untuk Sekolah

————————————————————————————————————

Waktu                       Durasi              Paparan

————————————————————————————————————

07:30 – 08:00…….. 30 menit…………….. Pembukaan

08:00 – 09:45…… 75 menit ……………. Sesi 1:  Pengertian, Tujuan dan Sasaran

Program BOS

09:45 – 10:45…… 60 menit ……………. Sesi 2:  Organisasi, Mekanisme dan

Tata tertib pengelolaan dana

10:45 – 11:00…… 15 menit ……………. Break

11:00 – 13:00….. 120 menit…………….. Sesi 3:  Perencanaan Penggunaan Dana

BOS

13:00 – 14:00…… 60 menit ……………. Ishoma

14:00 – 14:45…… 45 menit ……………. Sesi 4:  Transparansi dan

Peran Masyarakat

14:45 – 16:35… 110 menit ……………. Sesi 5:  Perpajakan, Pelaporan dan

Pertanggung-jawaban keuangan

16.35 –  16.45…..  10 menit  ……………. Sesi 6: Pengumpulan data individu

Sekolah kepada tutor

16.45 – 17:00…….. 15 menit…………….. Penutupan

————————————————————————————————————

Lamanya sesi materi…………………………………………………………… 420 menit

Lamanya sesi break dan ishoma………………………………………. 75 menit

Pembukaan dan penutupan……………………………………………….. 45 menit

—————————————————————————————————-

Total …………………………………………………………………………………………. 540 menit


Pengertian, Tujuan dan Sasaran
Program BOS

Waktu : 75 menit

A.     Pengantar

Sejak tahun 2005 peranan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) amat strategis dalam percepatan pencapaian target program wajar 9 tahun. Tercapainya Angka partisipasi Kasar (APK) 96,18 % pada tahun 2008, sudah menunjukan bahwa, ke depan; program BOS tidak saja perlu dipertahankan tapi juga harus dilanjutkan. Pada waktu yang sama, pemerintah menerbitkan peraturan nomor 48 tahun 2008, menjelaskan secara terperinci   jenis-jenis dana pendidikan, peran dan tanggung jawab pemerintah serta masyarakat. Oleh karena itu, mulai tahun 2009 pemerintah akan melakukan perubahan terhadap tujuan dan pendekatan atau orientasi program BOS ke depan. Peranan BOS tidak saja untuk mempertahankan APK, tapi juga berkontribusi besar untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar. Selain itu, dengan kenaikan biaya satuan BOS yang signifikan tahun 2009, program ini akan menjadi pilar utama menuju pendidikan gratis pada jenjang pendidikan dasar.

Program Bantuan Operasional Sekolah mesti dipahami secara murni dan konsekuen, apabila pelaksanaan kegiatan program BOS berbasis petunjuk, sudah menjadi maksud utama aktifitas pelatihan atau sosialisasi pada tingkat sekolah. Diharapkan bahwa pemahaman tersebut akan dijadikan acuan penyelenggaraan kegiatan di tingkat sekolah.

Untuk memfasilitasi pemahaman terhadap program BOS, pada sesi ini materi pelatihan ini meliputi: (1) Pendahuluan; (2) Pengertian BOS, (3) kebijakan Program BOS Depdiknas Tahun 2009; (4) Sekolah Penerima BOS; (5) Program BOS dan Wajib Belajar 9 Tahun yang Bermutu; (6) Program BOS dan Manejemen Berbasis Sekolah (MBS); (7) Tanggung Jawab Siswa, Orang Tua dan atau Wali; Konsep MBS.

Materi pendahuluan merupakan bahan ajar pelatihan yang akan menuntun peserta pelatihan di tingkat Sekolah memahami pemikiran-pemikiran mendasar lahirnya program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bahan  penuntun tersebut terdiri dari Latar belakang, Tujuan Bantuan Operasional Sekolah, Sasaran Program, Besar Bantuan, serta Waktu Penyaluran Dana.
B.     tujuan Pelatihan

Setelah pelatihan sesi ini, para peserta diharapkan mampu:

1.         Mengidentifikasi latar belakang pengembangan program BOS

2.         Merumuskan tujuan BOS,

3.         Menjelaskan sasaran program dan besarnya bantuan, dan

4.         Menguraikan waktu penyaluran dana.

5.         Menjelaskan biaya operasional: non personalia,

6.         Mendefinisikan Program BOS,

7.         Mengidentifikasi Sekolah Penerima BOS

8.         Menyampaikan Program BOS dan Wajib Belajar 9 Tahun yang Bermutu

9.         Mengaitkan Program BOS dan Manejemen Berbasis Sekolah (MBS);

10.     Menguraikan Tanggung Jawab Siswa, Orang Tua dan atau Wali.

C.     bahan dan alat

1.         Buku Panduan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2009

2.         Lembar Kerja Kelompok (LKK)

3.         Media Pelatihan: Komputer dan LCD/OHP, Papan Tulis

4.         Alat Tulis: Kertas buram, Pensil, Ballpoint

5.         Lembar kerja individu (formulir data sekolah)

D.     langkah kegiatan

Skenario kegiatan pelatihan pada sesi ini adalah sebagai berikut.


1.   Pendahuluan (5 Menit)

Pada bagian pendahuluan ini pelatih memberikan pengantar yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

Pelatih menyampaikan secara singkat kegiatan sesi ini agar para peserta mengetahui apa yang diharapkan penyajian sesi ini, bagaimana mencapai harapan dimaksud dan lamanya waktu untuk menyelesaikan kegiatan ini. Selain itu, Pelatih meminta peserta agar hadir tepat waktu, mematikan telepon genggam, tidak merokok selama kegiatan berlangsung, dan tidak keluar masuk ruang belajar tanpa alasan yang tepat.


2.   Pemaparan (35 Menit)

Pelatih menyajikan materi dengan menggunakan bahan paparan dalam bentuk power point yang telah disediakan. Tujuan pemaparan adalah agar peserta dapat memperoleh gambaran secara menyeluruh tentang materi yang harus diserap. Kegiatan ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan sistemik.

3.   Kerja Kelompok (20 Menit)

a.    Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong peserta membaca dan menulis sehingga terjadi proses internalisasi materi pelatihan.

b.    Pelatih membagi peserta menjadi beberapa kelompok.

c.    Pelatih memberi pesan kepada setiap kelompok sebagai berikut:  Buka Lembar Kerja Kelompok (LKK) dan kerjakan dalam waktu maksimal 20 menit.

4.   Pleno Hasil Diskusi Kelompok (10 Menit)

Pelatih meminta setiap kelompok memaparkan hasil diskusi kelompok  kemudian memberikan tanggapan dan penguatan materi. Kegiatan ini hendaknya dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas peserta.

Pada kegiatan ini peran pelatih akan menjadi lebih penting, karena diharapkan dapat:

a.    berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta yang menghadapi kesulitan;

b.    memberi acuan agar peserta dapat melakukan pengecekan hasil kerja kelompok;

c.    memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

d.   memberikan motivasi kepada peserta yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

5.   Penutup (5 Menit)

Dalam kegiatan penutup, pelatih:

a.    bersama-sama dengan peserta dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan;

b.    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan;

c.    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pelatihan pada sesi ini;

d.   menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.


E.     bahan bacaan untuk pelatih

1.   Latar Belakang

a.    Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sejak Juli 2005, telah berperan besar mempercepat pencapaian program wajar 9 tahun.

b.    Mulai tahun 2009 pemerintah melakukan perubahan tujuan, pendekatan dan orientasi dari program.

c.    Program BOS ke depan harus juga berkontribusi besar untuk peningkatan mutu pendidikan dasar.

d.   BOS akan menjadi pilar utama untuk mewujudkan pendidikan gratis di pendidikan dasar.

e.    Program buku murah Departemen Pendidikan Nasional yang dimulai tahun 2008, akan menjadi salah satu acuan utama program BOS tahun 2009.

2.   Tujuan Bantuan Operasional Sekolah

a.    Tujuan Umum: meringankan beban biaya pendidikan demi tuntasnya wajar 9 tahun yang bermutu

b.    Tujuan khusus:

1)   Seluruh siswa miskin di tingkat pendidikan dasar negeri maupun sekolah swasta bebas dari beban biaya  operasional sekolah.

2)   Seluruh siswa SD dan SMP negeri bebas dari biaya operasional sekolah, kecuali rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI)

3)   Meringankan beban biaya operasional sekolah bagi siswa di sekolah swasta

3.   Sasaran Program dan Besar Bantuan

No Sasaran Program BOS Besar Biaya Satuan/siswa/Thn Keterangan
1 SD/SDLB Negeri/Swasta Kota: Rp.400.000.- 

Kab.: Rp.397.000.-

Program Kejar Paket A tidak termasuk
2 SMP/SMPLB/SMPT/TKBM yg diselenggarakan masyarakat Kota: Rp.575.000.- 

Kab.: Rp.570.000.-

Program Kejar Paket B tidak termasuk


4.   Waktu Penyaluran Dana

Thn Anggaran Jumlah Bulan Periode Periode Penyaluran Triwulan Waktu pencairan
2009 12 Januari-Des 2009 a.  Januari-Maret 

b.  April- Juni

c.   Juli-Sept

d. Oktober-Des

Bulan pertama setiap triwulan

F.      bahan bacaan untuk PESERTA

Bahan untuk peserta tentang pendahuluan dikopi dari bahan tayangan untuk fasilitator.

G.    LEMBAR KERJA KELOMPOK

1.         Apa perbedaaan tujuan program BOS tahun 2009 dengan program BOS tahun 2008?

Tujuan BOS Tahun 2008 Tujuan BOS Tahun 2009

2.         Apa perbedaan besar dana BOS tahun 2009 dengan tahun 2008?

3.         Bagaimana pengalaman waktu penyaluran dana BOS selama tahun 2008? Apakah terlambat? Jika terlambat berapa lama? Apa usulan Anda agar penyaluran dana tidak terlambat?

4.         Jenis Sekolah apa saja yang harus menggratiskan iuran siswa memungut iuran kepada orang tua siswa?  Dan jenis sekolah apa yang masih boleh memungut iuran?

5.         Meskipun pemerintah telah menetapkan kebijakan pendidikan gratis, apakah beban masyarakat terhadap biaya pendidikan otomatis nol? Jika tidak jenis pengeluaran apa saja yang masih berat bagi masyarakat untuk pendidikan?

6.         Bagaimana strategi agar anak-anak lulusan SD yang berpotensi tidak dapat melanjutkan ke SMP akibat masalah keuangan, agar bersedia melanjutkan ke SMP?

H.    TAYANGAN FASILITATOR

Terlampir.

Organisasi, Mekanisme,
dan Tata Tertib Pengelolaan Dana

Waktu : 60 menit

A.     Pengantar

Organisasi Pengelolaan program BOS ditata menurut bidang tugas organisasi dari pusat sampai ke daerah. Di Tingkat Pusat, misalnya, kepengelolaan SD dan SMP diserahkan ke Direktort masing-masing. Direktorat Pembinaan TK dan SD bertanggung jawab terhadap program BOS untuk SD/SDLB, sedangkan Direktorat Pembinaan SMP bertanggung jawab terhadap program BOS untuk SMP/SMPLB/SMPT. Untuk Tingkat Propinsi dan kabupaten/kota program BOS dikelola oleh satu tim.

Dalam materi pelatihan ini akan diuraikan 3 (tiga) topik pembahasan, yakni (1) tentang struktur organisasi pengelola BOS, (2) Alokasi dan penyaluran dana dan (3) tentang Tata-tertib dan tanggung-jawab Pengelolaan Dana di Sekolah.

B.     Tujuan

Setelah penyajian materi pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

1.         Memahami struktur organisasi dan tugas serta tanggung jawab sekolah

2.         Memahami mekanisme penyaluran dana

3.         Memahami tata-tertib pengelolaan dana BOS

C.     bahan dan alat

1.         Bahan bacaan tentang Organisasi Pelaksana (Bab 3 Buku Panduan BOS)

2.         Tayangan langkah kegiatan dan lembar kerja

3.         Media pelatihan: Komputer/Laptop, LCD/OHP dan Papan tulis

4.         Alat Tulis: Kertas buram, Pensil, Ballpoint.

D.     langkah kegiatan

Skenario kegiatan pelatihan pada sesi ini adalah sebagai berikut.


1.   Pendahuluan (5 Menit)

Pada bagian pendahuluan ini pelatih memberikan pengantar yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Pelatih menyampaikan pengantar singkat mengenai pelatihan dan tujuan pelatihan, serta kompetensi yang diharapkan dicapai setelah mengikuti kegiatan pelatihan pada sesi ini. Selanjutnya,  Fasilitator menginformasikan tentang skenario jalannya pelatihan dan aturan main pelaksanaan Pelatihan yang disepakati semua peserta, seperti:  mengikuti seluruh sesi penyajian dengan baik, berperan aktif dalam diskusi dan tanya jawab, tidak merokok dalam ruangan, dan tidak mengaktifkan handpone, serta tidak keluar masuk ruangan pelatihan tanpa alasan yang dibenarkan.

2.   Pemaparan (25 Menit)

Pada bagian ini, pelatih menyampaikan pemaparan secara singkat dan padat mengenai materi Organisasi Pelaksana BOS, mekanisme penyaluran dana dan tanggung jawab seperti dalam Panduan BOS tahun 2009. Kegiatan ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan sistemik.

3.   Kerja Kelompok (15 Menit)

a.    Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong peserta membaca dan menulis sehingga terjadi proses internalisasi materi pelatihan.

b.    Pelatih membagi peserta menjadi enam kelompok.

c.    Pelatih memberi pesan kepada setiap kelompok sebagai berikut:  Buka Lembar Kerja Kelompok (LKK) dan kerjakan dalam waktu maksimal 15 menit.

4.   Pleno Hasil Diskusi Kelompok (10 Menit)

Pelatih meminta setiap kelompok memaparkan hasil diskusi kelompok  kemudian memberikan tanggapan dan penguatan materi. Kegiatan ini hendaknya dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas peserta.

Pada kegiatan ini peran pelatih akan menjadi lebih penting, karena diharapkan dapat:

a.    berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta yang menghadapi kesulitan;

b.    memberi acuan agar peserta dapat melakukan pengecekan hasil kerja kelompok;

c.    memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

d.   memberikan motivasi kepada peserta yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.


5.   Penutup ( 5 Menit)

Dalam kegiatan penutup, pelatih:

a.    bersama-sama dengan peserta dan/atau sendiri membuat rangkuman atau simpulan;

b.    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan;

c.    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pelatihan pada sesi ini;

d.   menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

E.     bahan bacaan untuk PESERTA

Bahan untuk peserta di copy dari bahan tayangan power point untuk fasilitator.

F.      bahan bacaan untuk fasilitator

1.    Untuk materi struktur organisasi, instruktur harus membaca dan menguasai Bab III dalam buku pedoman BOS (hal 15-20)

2.    Untuk materi alokasi dan mekanisme penyaluran dana BOS, instruktur harus membaca buku pedoman BOS (hal 22-26)

3.    Untuk materi tata-tertib pengelolaan dana, instruktur harus membaca dan menguasai buku Pedoman BOS (hal 33-35)

G.    LEMBAR KERJA KELOMPOK

1.    Bagaimana sebaiknya kriteria bendahara BOS di sekolah dan anggota tim sekolah dari unsur masyarakat di luar komite sekolah?

2.    Bagaimana semestinya peran Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota agar program BOS berjalan lancar?

3.    Apa perbedaan tugas dan tanggung-jawab sekolah dalam mengelola BOS tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008?

4.    Apa yang harus dipersiapkan oleh sekolah agar dapat melaksanakan tata-tertib pengelolaan dana BOS dengan baik?

H.    bahan tayangan untuk fasilitator

Terlampir.

Perencanaan Penggunaan
Dana Bos

Waktu : 120 menit

A.     Pengantar

Dalam materi pelatihan ini akan diuraikan tentang rencana penggunaan dana BOS, terdiri dari: (1) Penyusunan Rencana Kerja sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), (2)   penjabaran jenis-jenis kegiatan yang boleh dan tidak boleh dibiayai dari dana BOS, (3) pengadaan buku teks pelajaran.

B.     Tujuan

Peserta pelatihan diharapkan mampu:

1.    Mengetahui fungsi dari Rencana Kerja Sekolah

2.    Mengetahui  bagaimana membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah yang terintegrasi dengan Rencana Kerja Sekolah.

3.    Mengidentifikasi penggunaan dana BOS

4.    Mengidentifikasi larangan penggunaan dana BOS

5.    Mengetahui penggunaan dana BOS untuk buku teks pelajaran

C.     bahan dan alat

1.         Bahan Buku Panduan BOS tahun 2009

2.         Tayangan langkah kegiatan dan lembar kerja

3.         LCD/OHP dan Papan tulis

4.         Alat Tulis: Kertas buram, Pensil, Ballpoint

D.     langkah kegiatan

Skenario kegiatan pelatihan pada sesi ini berdurasi 120 menit yang terbagi sebagai berikut:


1.   Pendahuluan (5 Menit)

Pada bagian pendahuluan ini pelatih memberikan pengantar yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Pelatih menyampaikan pengantar singkat mengenai pelatihan dan tujuan pelatihan, serta kompetensi yang diharapkan dicapai setelah mengikuti kegiatan pelatihan pada sesi ini. Selanjutnya, fasilitator menginformasikan tentang skenario jalannya pelatihan dan aturan main pelaksanaan pelatihan yang disepakati semua peserta, seperti:  mengikuti seluruh sesi penyajian dengan baik, berperan aktif dalam diskusi dan tanya jawab, tidak merokok dalam ruangan, dan tidak mengaktifkan handpone, serta tidak keluar masuk ruangan tanpa alasan yang dibenarkan.

2.   Pemaparan (60 Menit)

Pada bagian ini, pelatih menyampaikan pemaparan secara singkat dan padat mengenai materi penggunaan dana BOS dan BOS Buku. Kegiatan ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan sistemik.

3.   Kerja Kelompok (30 Menit)

a.    Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong peserta membaca dan menulis sehingga terjadi proses internalisasi materi pelatihan.

b.    Pelatih membagi peserta menjadi enam kelompok.

c.    Pelatih memberi pesan kepada setiap kelompok sebagai berikut:  Buka Lembar Kerja Kelompok (LKK) dan kerjakan dalam waktu maksimal 30 menit.

4.   Pleno Hasil Diskusi Kelompok (20 Menit)

Pelatih meminta setiap kelompok memaparkan hasil diskusi kelompok  kemudian memberikan tanggapan dan penguatan materi. Kegiatan ini hendaknya dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas peserta.

Pada kegiatan ini peran pelatih akan menjadi lebih penting, karena diharapkan dapat:

a.    berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta;

b.    memberi acuan agar peserta dapat melakukan pengecekan hasil kerja kelompok;

c.    memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

d.   memberikan motivasi kepada peserta yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

5.   Penutup (5 Menit)

Dalam kegiatan penutup, pelatih:

a.    bersama-sama dengan peserta dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan;

b.    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan;

c.    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pelatihan pada sesi ini;

d.   menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

E.     bahan bacaan untuk PESERTA

Bahan untuk peserta di copy dari bahan tayangan power point untuk fasilitator.

F.      bahan bacaan untuk fasilitator

Dalam menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) perlu melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan yang dalam hal ini misal komite sekolah, paguyuban kelas, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pihak lain yang berada disekitar sekolah dan peduli kepada sekolah dan pendidikan.

Sekolah dalam kegiatannya harus memiliki Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah, seerti yang tertuang dalam Permendiknas nomor 19 tahun 2007 tanggal 23 Mei 2007. Sekolah dalam menjabarkan visi dan misi perlu menyusun Rencana Kerja Sekolah yang berjangka waktu menengah yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan. Dari Rencana Kerja Sekolah tersebut, perlu dijabarkan kedalam Rencana Kerja Tahunan. Rencana Kerja Tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang terintegrasi dari Rencana Kerja Sekolah.

Dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan memuat ketentuan yang jelas mengenai:

1.         Kesiswaan;

2.         Kurikulum dan kegiatan pembelajaran;

3.         Pendidik dan tenaga kependidikan serta pengembangannya;

4.         Sarana dan prasarana;

5.         Keuangan dan Pembiayaan;

6.         Budaya dan Lingkungan sekolah;

7.         Peran serta masyarakat dan kemitraan;

8.         Rencana-rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu

Dalam penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah harus mengintegrasikan semua pendanaan yang didapat oleh sekolah. Dalam pengalokasian pendanaan sekolah harus melihat peruntukannya yang tepat. Terutama untuk pengalokasian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hal tersebut dikarenakan ada beberapa kegiatan yang tidak boleh didanai oleh dana BOS.

Dari seluruh dana BOS yang diterima oleh sekolah, sekolah wajib menggunakan sebagian dana tersebut untuk membeli buku teks pelajaran yang hak ciptanya telah dibeli oleh pemerintah. Sedangkan dana BOS selebihnya digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan berikut:

1.         Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru, yaitu biaya pendaftaran, penggandaan formulir, administrasi pendaftaran, dan pendaftaran ulang, serta kegiatan lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut (misalnya untuk fotocopy, konsumsi panitia, dan uang lembur dalam rangka penerimaan siswa baru, dan lain sebagainya yang relevan).

2.         Pembelian buku referensi untuk dikoleksi di perpustakaan.

3.         Pembelian buku teks pelajaran untuk dikoleksi di perpustakaan (lihat Bab VI).

4.         Pembiayaan kegiatan pembelajaran remedial, pembelajaran pengayaan, olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja dan sejenisnya (misalnya untuk honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran, biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dalam rangka mengikuti lomba).

5.         Pembiayaan ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah dan laporan hasil belajar siswa (misalnya untuk fotocopi, honor koreksi ujian dan honor guru dalam rangka penyusunan rapor siswa).

6.         Pembelian bahan-bahan habis pakai seperti buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris, langganan koran/majalah pendidikan, minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah.

7.         Pembiayaan langganan daya dan jasa, yaitu listrik, air, telepon, termasuk untuk pemasangan baru jika sudah ada jaringan di sekitar sekolah. Khusus di sekolah yang tidak ada jaringan listrik, dan jika sekolah tersebut memerlukan listrik untuk proses belajar mengajar di sekolah, maka diperkenankan untuk membeli genset.

8.         Pembiayaan perawatan sekolah, yaitu pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela, perbaikan mebeler, perbaikan sanitasi sekolah dan perawatan fasilitas sekolah lainnya.

9.         Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer. Untuk sekolah SD diperbolehkan untuk membayar honor tenaga honorer yang membantu administrasi BOS.

10.     Pengembangan profesi guru seperti pelatihan, KKG/MGMP dan KKKS/MKKS.

11.     Pemberian bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin yang menghadapi masalah biaya transport dari dan ke sekolah. Jika dinilai lebih ekonomis, dapat juga untuk membeli alat transportasi sederhana yang akan menjadi barang inventaris sekolah (misalnya sepeda, perahu penyeberangan, dll).

12.     Pembiayaan pengelolaan BOS seperti alat tulis kantor (ATK), penggandaan, surat menyurat, insentif bagi bendahara dalam rangka penyusunan laporan BOS dan biaya transportasi dalam rangka mengambil dana BOS di Bank/PT Pos.

13.     Pembelian komputer desktop untuk kegiatan belajar siswa, maksimum 1 set untuk SD dan 2 set untuk SMP.

14.     Bila seluruh komponen 1 s.d 13 di atas telah terpenuhi pendanaannya dari BOS dan masih terdapat sisa dana, maka sisa dana BOS tersebut dapat digunakan untuk membeli alat peraga, media pembelajaran, mesin ketik dan mebeler sekolah.

Penggunaan dana BOS untuk transportasi dan uang lelah bagi guru PNS diperbolehkan hanya dalam rangka penyelenggaraan suatu kegiatan sekolah selain kewajiban jam mengajar.

Dalam penyusunan RKS dan RKAS hendaknya memperhatikan beberapa faktor antara lain:

1.    Transparansi; dalam penyusunan program atau kegiatan sebaiknya bersifat terbuka terutama menyangkut hal yang berhubungan dengan keuangan. Dengan transparansi akan menciptakan kepercayaan antara sekolah dengan pemangku kepentingan dengan tersedianya akses untuk memperoleh informasi

2.    Aspiratif; RKS dan RKAS merupakan hal yang sangat utama karena merupakan landasan kerja sekolah. Sebagai rujukan kegiatan sekolah maka sebaiknya dalam penyusunan perlu memperhatikan masukan dari berbagai pihak pemangku kepentingan.

3.    Partisipatif; dalam penyusunan RKS dan RKAS hendaknya mengikutsertakan semua pihak pemangku kepentingan yang peduli pendidikan disekitar sekolah tersebut. Pemangku kepentingan antara lain warga sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan dimungkinkan dari unsur pemerintah (Dinas Pendidikan), swasta (Dunia Usaha dan Dunia Industri) dan pihak lainnya.

4.    Akuntabel; RKS dan RKAS yang didalamnya terdapat kegiatan sekolah sebaiknya meningkatkan akuntabilitas (pertanggunggugatan) sehingga kepercayaan kepada sekolah akan lebih besar.

Para tutor juga harus membaca buku pedoman BOS halaman 27 s/d 30 tentang penggunaan dana BOS dan Bab VI hal 36-41 tentang Buku Teks Pelajaran

G.    LEMBAR KERJA KELOMPOK

1.    Apa perbedaan penggunaan dana BOS tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008? Apa hal-hal yang kurang jelas dalam penggunaan dana BOS sehingga sering menyulitkan Saudara?

2.    Temuan-temuan apa yang sering muncul dalam audit oleh lembaga auditor?

3.    Bagamana pengalaman Saudara dalam membeli buku teks pelajaran? Apa cara yang terbaik dalam membeli buku?

H.    bahan tayangan untuk fasilitator

Terlampir.

Peran Serta Masyarakat
dan Mekanisme Pengawasan

Waktu : 45 menit

A.     Pengantar

Sudah menjadi harapan semua pihak terkait bahwa pengelolaan program BOS 2009 baik pada tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten dan terutama kegiatan pada tingkat Sekolah dapat berjalan efektif. Untuk itu diperlukan upaya-upaya strategis dalam rangka transparansi yang melibatkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan program BOS. Sekalipun demikian, tidak dapat dijamin bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan tanpa penyimpangan atau pelanggaran. Oleh karena itu, diperlukan alat kontrol untuk memberi sanksi kepada yang melanggar.

Materi pelatihan dalam sesi ke-4 ini disusun kembali dari Buku Panduan bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2009, yaitu Bab IV (Bag E), Bab VIII dan Bab IX.

Pada sesi ke-4 ini juga akan dibahas tentang transparansi dan peran masyarakat, pengawasan, pemeriksaan, sanksi, dan pengaduan masyarakat, yaitu mendiskusikan bagaimana aspek-aspek tersebut di atas dapat diimplementasikan dalam kegiatan Program BOS.

B.     Tujuan

Setelah materi pelatihan disampikan peserta diharapkan mampu:

1.         Mendiskusikan bagaimana peran serta masyarakat

2.         Mendiskusikan bentuk-bentuk pengawasan dalam pengelolaan dana BOS

3.         Bentuk transparansi pengelolaan dana BOS

4.         Mendiskusikan bentuk-bentuk sanksi dalam pengelolaan dana BOS

C.     bahan dan alat

1.    Bahan ringkasan cetak tentang pengawasan, pemeriksaan, sanksi, dan pengaduan masyarakat

2.    Tayangan power point tentang pengawasan, pemeriksaan, sanksi, dan pengaduan masyarakat

3.         Lembar kerja untuk peserta

4.         LCD/Overhead Proyektor, Komputer

5.         Alat Tulis: Kertas buram, Pensil, Ballpoint.

D.     langkah kegiatan

Skenario kegiatan pelatihan pada sesi ini adalah sebagai berikut.
`

1.   Pendahuluan (5 Menit)

Pada bagian pendahuluan ini pelatih memberikan pengantar yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

Pelatih menyampaikan secara singkat kegiatan sesi ini agar para peserta mengetahui apa yang diharapkan penyajian sesi ini, bagaimana mencapai harapan dimaksud dan lamanya waktu untuk menyelesaikan kegiatan ini. Selain itu, Pelatih meminta peserta agar hadir tepat waktu, mematikan telepon genggam, tidak merokok selama kegiatan berlangsung, dan tidak keluar masuk ruang belajar tanpa alasan yang tepat.

2.   Pemaparan (15 Menit)

Pelatih menyajikan materi dengan menggunakan bahan paparan dalam bentuk power point yang telah disediakan. Tujuan pemaparan adalah agar peserta dapat memperoleh gambaran secara menyeluruh tentang materi yang harus diserap. Kegiatan ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

3.   Kerja Kelompok (10 Menit)

a.    Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong peserta membaca dan menulis sehingga terjadi proses internalisasi materi pelatihan.

b.    Pelatih membagi peserta menjadi beberapa kelompok yang anggotanya merupakan kombinasi peserta berdasarkan daerah asal tingkat pendidikan dan jenis kelamin.

c.    Masing-masing kelompok mendiskusikan hasil tulisan mereka dan menuliskannya kembali pada lembar kerja kelompok sebagai hasil kerja kelompok

4.   Pleno Hasil Diskusi Kelompok ( 10 Menit)

Pelatih meminta setiap kelompok memaparkan hasil diskusi kelompok  kemudian memberikan tanggapan dan penguatan materi. Kegiatan ini hendaknya dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas peserta.

5.   Penutup ( 5 Menit)

Dalam kegiatan penutup, pelatih:

a.    bersama-sama dengan peserta dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan;

b.    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan;

c.    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pelatihan pada sesi ini;

d.   menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

E.     bahan bacaan untuk peSERTA

1.    Bahan untuk peserta dikopi dari bahan tayangan untuk fasilitator, terkait dengan aspek  pengawasan, pemeriksaan, sanksi, dan pengaduan masyarakat

2.         Pedoman BOS Bab IV Bagian E, Bab VIII dan Bab IX

F.      Bahan untuk pelatih

1.   Perlunya Peran Serta Masyarakat dan transparansi akuntabilitas

a.    Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama keluarga, masyarakat, dan Negara.

b.    Keluarga bertanggung jawab untuk mendidik anaknya. Anak berada di sekolah antara 6 – 9 jam saja, selebihnya berada di lingkungan masyarakat (rumah dan lingkungannya). Dengan demikian tugas keluarga dan masyarakat sangatlah penting untuk menjaga dan mendidik anak – anak kita.

c.    Sekolah sebagai lembaga publik perlu terbuka terhadap pemangku kepentingan (murid, orang tua siswa, masyarakat, LSM, Dinas, dll) sehingga perlu disampaikan informasi mengenai Rencana Kerja Sekolah / Rencana Perencanaan Sekolah, pelaksanaan kegiatan, dan penggunaan Kegiatan dan Anggaran Sekolah atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah). Dalam era BOS sekarang ini keterbukaan merupakan syarat utama dalam pengelolaan dana BOS dari pemerintah.

d.   Tiap pekerjaan mutlak memerlukan adanya pertanggungjawaban (responsibility) dan pertanggungjawaban (accountability). Sekolah sampai sekarang hanya merasa bertanggung jawab kepada Pemerintah atau Yayasan yang memberi uang dan kewenangan, tetapi kurang ada yang merasa bertanggung jawab kepada masyarakat,

e.    Masih adanya beberapa pemikiran dari segelintir orang yang menyatakan bahwa pengelolaan sekolah sudah cukup ditangani oleh Kepala Sekolah dan salah satu guru/staf kepercayaan Kepala Sekolah, karena dianggap campur tangan dari pihak luar (komite sekolah) akan sangat merepotkan dan kemungkinan tidak dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Sebenarnya kekhawatiran tersebut tidak perlu, karena dari pengalaman di lapangan terlihat bahwa semakin tinggi transparansi pengelolaan sekolah, semakin tinggi pula kepercayaan masyarakat dan rasa ikut memiliki sekolah. Semakin banyak sumbangan pemikiran, dan fasilitas lain yang diperoleh sekolah dari masyarakat dan pihak terkait lainnya. Kepercayaan menciptakan kepercayaan timbal balik antara pemerintah/sekolah dan masyarakat, melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan dalam memperoleh informasi yang memadai.

f.     Saat ini transparansi/keterbukaan dan akuntabilitas sekolah bisa dilakukan dengan melakukan berbagai pertemuan dan rapat dengan Komite Sekolah atau perwakilan masyarakat. Semua rencana kerja, pelaksanaan kegiatan dan laporan kegiatan dapat disampaikan secara langsung ke mereka, sehingga semua pemangku kepentingan akan lebih percaya dan dikemudian hari pemangku kepentingan akan lebih banyak untuk memberikan bantuan.

g.    Pada era BOS, pemerintah mensyaratkan adanya kerja sama yang baik antara Komite sekolah dengan sekolah itu sendiri. Sehingga pegelolaan dana BOS harus mendapatkan persetujuan dari Komite Sekolah. Dengan adanya keterbukaan maka tidak ada lagi rasa saling mencurigai dan semuanya dapat berjalan sesuai dengan peraturan penggunaan BOS secara benar.

h.    Transparansi pengelolaan antara lain mencakup :

–     Pengelolaan keuangan, keterbukaan dalam pendapatan dan belanja sekolah baik dari pemerintah,donor maupun sumber lain

–     Pengelolaan staf/personalia, kebutuhan ketenagaan, kualifikasi, kemampuan dan kelemahan, kebutuhan pengembangan profesional, dsb.

–     Pengelolaan kurikulum, termasuk keterbukaan dalam hal prestasi dan kinerja siswa, ketersedian sarana prasarana penunjang.

2.   Jenis-jenis PSM

Dalam pelaksanaanya terdapat beberapa jenis Peran Serta Masyarakat :

a.    Peran serta dengan menggunakan jasa pelayanan yang tersedia; Jenis PSM ini adalah jenis yang paling umum. Masyarakat hanya memanfaatkan jasa sekolah dengan memasukkan anak ke sekolah.

b.    Peran serta dengan memberikan kontribusi dana, bahan, dan tenaga; Pada PSM ini, masyarakat berpartisipasi dalam perawatan dan pembangunan fisik sekolah dengan menyumbangkan dana, barang, dan/atau tenaga.

c.    Peran serta secara pasif; Artinya, menyetujui dan menerima apa yang diputuskan oleh pihak sekolah (komite sekolah), misalnya sekolah memutuskan akan melakukan pentas seni dan setiap siswa dikenakan iuran untuk penyediaan konsumsi, dan orang tua langsung menerima keputusan tersebut dan melaksanakannya.

d.   Peran serta melalui konsultasi; Orang tua datang ke sekolah untuk berkonsultasi tentang masalah pembelajaran yang dialami anaknya.

e.    Peran serta dalam pelayanan; Orang tua/masyarakat terlibat dalam kegiatan sekolah, misal orang tua terlibat/membantu dalam kegiatan keagamaan, pramuka.

f.     Peran serta sebagai pelaksana kegiatan yang didelegasikan/dilimpahkan; Misal sekolah meminta orang tua untuk menjadi narasumber.

g.    Peran serta dalam pengambilan keputusan; Orang tua terlibat dalam pembahasan masalah pendidikan, dan ikut serta dalam proses pengambilan keputusan.


3.   Transparansi dan Akuntabilitas

a.    Sekolah sebagai lembaga publik perlu terbuka kepada pemangku kepentingan, sehingga perlu disampaikan informasi mengenai perencanaan sekolah (RPS), pelaksanaan kegiatan, tanggungjawab penggunaan anggaran (APBS). Selain itu dalam era BOS juga perlu disampaikan aliran dana dan penggunaan dana BOS.

b.    Selama ini masih ada sebagian pemikiran bahwa sekolah hanya bertanggungjawab kepada Pemerintah atau Yayasan, tetapi kurang bertanggung jawab kepada masyarakat. Seharusnya hal tersebut tidak perlu terjadi karena seharusnya sekolah bertanggung jawab kepada semua pihak atau semua pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan.

c.    Sekolah yang telah menerapkan MBS secara optimal maka transparansi dan akuntabilitas sudah bukan hal yang asing lagi. Dengan transparansi dan akuntabilitas maka masyarakat akan lebih percaya dan lebih mudah untuk membantu sekolah.

d.   Keterbukaan dan akuntabilitas sekolah bisa dilakukan melalui berbagai pertemuan, sosialisasi, dan rapat dengan Komite Sekolah atau perwakilan dari masyarakat (tokoh masyarakat) dan tokoh agama. Dalam pertemuan tersebut sekolah dapat menyampaikan secara terbuka semua persolan sekolah, penggunaan BOS dan penggunaan pendanaan lainnya.

4.   Pengawasan

Kegiatan pengawasan yang dimaksud adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi atau menghindari masalah yang berhubungan dengan penyalahgunaan wewenang, kebocoran dan pemborosan keuangan negara, pungutan liar dan bentuk penyelewengan lainnya.

Pengawasan program BOS meliputi pengawasan melekat (Waskat), pengawasan fungsional dan pengawasan masyarakat.

a. Pengawasan Melekat

Pengawasan melekat adalah pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan masing-masing instansi kepada bawahannya baik di tingkat pusat, propinsi, kab/kota maupun sekolah. Prioritas utama dalam program BOS adalah pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota kepada sekolah.

b. Pengawasan Fungsional

Instansi pengawas fungsional yang melakukan pengawasan program BOS adalah Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Jenderal Depdiknas serta Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Propinsi dan Kabupaten/Kota. Instansi tersebut bertanggungjawab untuk melakukan audit sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang akan diaudit.

c. Pemeriksaan

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sesuai dengan kewenangannya dapat melakukan pemeriksaan terhadap program BOS.

d. Pengawasan Masyarakat

Dalam rangka transparansi pelaksanaan program BOS, program ini juga dapat diawasi oleh unsur masyarakat dan unit-unit pengaduan masyarakat yang terdapat di sekolah, Kabupaten/Kota, Propinsi dan Pusat. Lembaga tersebut melakukan pengawasan dalam rangka memotret pelaksanaan program BOS di sekolah, namun tidak melakukan audit.  Apabila terdapat indikasi penyimpangan dalam pengelolaan BOS, agar segera dilaporkan kepada instansi pengawas fungsional atau lembaga berwenang lainnya.

5.   Sanksi

Sanksi terhadap penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan negara dan/atau sekolah dan/atau siswa akan dijatuhkan oleh aparat/pejabat yang berwenang.

Sanksi kepada oknum yang melakukan pelanggaran dapat diberikan dalam berbagai bentuk, misalnya:

a.    Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku (pemberhentian, penurunan pangkat, mutasi kerja).

b.    Penerapan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi, yaitu pengembalian dana BOS yang terbukti disalahgunakan kepada satuan pendidikan atau ke kas negara.

c.    Penerapan proses hukum, yaitu mulai proses penyelidikan, penyidikan dan proses peradilan bagi pihak yang diduga atau terbukti melakukan penyimpangan dana BOS.

d.   Pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pendidikan yang bersumber dari APBN pada tahun berikutnya kepada Kab/Kota dan Propinsi, bilamana terbukti pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi, kelompok, atau golongan.


G.    LEMBAR KERJA KELOMPOK

1.    Apa beda audit dengan pengawasan?

2.    Siapa yang berhak melakukan audit? Siapa yang tidak berhak?

3.    Bagaimana peran masyarakat dalam tindakan pengawasan terhadap pelaksanaan program BOS di sekolah, dalam hal (1) transparansi, (2) akuntabilitas, dan (3) kinerja sekolah?

4.    Bagaimana sekolah menyikapi aduan masyarakat tentang penggunaan dana BOS?

5.    Bagaimana kesiapan sekolah dalam menghadapi kegiatan pemeriksaan oleh badan pemeriksa eksternal?

H.    bahan tayangan untuk FASILITATOR

Terlampir.

Pelaporan, Perpajakan
dan Pertanggungjawaban Keuangan

Waktu : 110 menit

A.     Pengantar

Sekolah perlu melakukan pengawasan tingkat sekolah, yaitu (1) tentang kesesuaian antara alokasi dana dan penggunaannya pada setiap kegiatan sesuai Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), serta (2) kecocokan antara administrasi keuangan dan pelaporan.

Sebagai institusi pengguna langsung dana BOS, Lembaga Pendidikan Dasar (SD/SDLB) dan Menengah (SMP/SMPLB), khususnya sekolah-sekolah yang mendapatkan alokasi dana BOS, wajib mempertanggung jawabkan semua pelaksanaan kegiatan di sekolahnya sesuai Rencana Pengembangan Sekolah (RPS).

Seluruh kegiatan belanja/pengadaan barang dan jasa harus dapat dipertanggung jawabkan. Untuk itu semua transaksi pembelanjaan dan atau pengadaan mesti dilampirkan sebagai bukti pelaporan/pertanggung jawaban.

B.     Tujuan

Peserta pelatihan diharapkan mampu:

1.         Menyusun pelaporan yang harus dilakukan oleh sekolah

2.         Memahami masalah perpajakan

3.         Memahami pelaporan keuangan

C.     bahan dan alat

1.         Bahan bacaan tentang Monitoring dan Pelaporan,

2.         Tayangan langkah kegiatan dan lembar kerja

3.         LCD atau OHP dan Papan tulis

4.         Alat Tulis: Kertas buram, Pensil, Ballpoint.

D.     langkah kegiatan

Skenario kegiatan pelatihan pada sesi ini adalah sebagai berikut.
1.   Pendahuluan (5 Menit)

Pada bagian pendahuluan ini pelatih memberikan pengantar yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Pelatih menyampaikan pengantar singkat mengenai pelatihan dan tujuan pelatihan, serta kompetensi yang diharapkan dicapai setelah mengikuti kegiatan pelatihan pada sesi ini. Selanjutnya,  Fasilitator menginformasikan tentang skenario /urut- urutan jalannya pelatihan dan aturan main pelaksanaan Pelatihan yang disepakati semua peserta, seperti: mengikuti seluruh sesi penyajian dengan baik, berperan aktif dalam diskusi dan tanya jawab, tidak merokok dalam ruangan, dan tidak mengaktifkan Handpone, serta tidak keluar masuk ruangan.

2.   Pemaparan (60 Menit)

Pada bagian ini, pelatih menyampaikan pemaparan secara singkat dan padat mengenai materi pelaporan BOS di tingkat sekolah sesuai bab VII buku Panduan BOS tahun 2009. Kegiatan ini hendaknya dilakukan secara sistematis dan sistemik. Pada pemaparan ini pelatih memberikan contoh-contoah pengisian format pelaporan.

3.   Kerja Kelompok (25 Menit)

a.    Kegiatan ini dimaksudkan untuk melatih peserta membuat pelaporan BOS tingkat sekolah.

b.    Pelatih membagi peserta menjadi beberapa kelompok berdasarkan unsur peserta, yaitu unsur sekolah dan unsur masyarakat. Jika terdapat enam kelompok yang dibentuk, maka masing-masing kelompok membahas satu bagian masalah di atas. Jika lebih, maka fasilitator mengatur sedemikian rupa sehingga bisa terdapat  satu format yang akan dibahas oleh beberapa kelompok.

c.    Pelatih memberi pesan kepada setiap kelompok sebagai berikut:  Buka Lembar Kerja Kelompok (LKK) dan kerjakan dalam waktu maksimal 45 menit.

4.   Pleno Hasil Diskusi Kelompok dan simulasi (15 Menit)

Pelatih meminta setiap kelompok memaparkan hasil diskusi kelompok  kemudian memberikan tanggapan dan penguatan materi. Kegiatan ini hendaknya dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas peserta.

Pada bagian dilakukan pula simulasi pengisian format pelaporan keuangan. Pada kegiatan ini peran pelatih akan menjadi lebih penting, karena diharapkan dapat:

a.    berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta yang menghadapi kesulitan;

b.    memberi acuan agar peserta dapat melakukan pengecekan hasil kerja kelompok;

c.    memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;

d.   memberikan motivasi kepada peserta yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

5.   Penutup ( 5 Menit)

Dalam kegiatan penutup, pelatih:

a.    bersama-sama dengan peserta dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan;

b.    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan;

c.    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pelatihan pada sesi ini;

d.   menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

E.     bahan bacaan untuk PESERTA

1.         Dikopi dari bahan tayangan fasilitator untuk kegiatan-kegiatan pemanfaatan dana BOS

2.         Bab VII Bagian 4 dalam Buku Pedoman BOS serta format lampiran yang terkait

3.         Bagian Kedua  dalam Buku Pedoman BOS “Petunjuk Teknis Keuangan” hal 129-155

F.      bahan bacaan untuk fasilitator

Bentuk kegiatan pelaporan terhadap pemanfaatan dana BOS disimak dari alokasi setiap kegiatan dan belanja untuk kegiatan dimaksud. Pelaporan akan menjadi lebih mudah disusun apabila administrasi keuangan juga tertib disusun. Dengan kata lain ialah jika belanja semua kegiatan dibukukan berdasarkan peruntukannya baik itu berupa tanggal, bulan, jenis belanja/pengadaan, maka penyusunan laporan akan terbantu dengan sendirinya.


G.    PELAPORAN TINGKAT SEKOLAH

No Komponen Laporan Uraian Komponen Laporan
1 Sekolah
  • Nama siswa miskin yang gratis (Format BOS-08)
  • Jumlah dana dan penggunaannya
  • Lembar kritik (Format BOS-09)
  • Lembar pengaduan (Format) BOS-10)
2 Sekolah, Kab/kota, Provinsi
  • Daftar buku yang dibeli (Format BOS Buku-03)
  • Rekapitulasi Kab/kota tentang buku yang dibeli (Format BOS Buku-04)
  • Rekapitulasi provinsi tentang buku yang dibeli (Format BOS Buku-05)

Selain daripada itu Pelatih harus membaca dan menguasai format pelaporan keuangan dari halaman 129-155 dari Buku Pedoman BOS 2009.

H.    LEMBAR KERJA KELOMPOK

1.         Latihan pengisian Format BOS-08, BOS-09 dan BOS-10

2.         Latihan pengisian Format BOS Buku-03, BOS Buku-04 dan BOS Buku-05

3.         Latihan pengisian format BOS K-1 s/d BOS K-6

I.        bahan tayangan untuk fasilitator

Terlampir.

Pengumpulan Data
Individu Sekolah

Waktu : 10 menit

A.     Pengantar

Informasi terkait denganjumlah siswa menurut jender dan kelas, serta beberapa informasi lain sangat diperlukan. Oleh karena itu pelatihan BOS kepada seluruh sekolah ini akan dijadikan kesempatan untuk mengumpulkan data. Formulir pendataan diharapkan telah dikirim oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, sehingga dalam sesi ini diharapkan sekolah tinggal mengumpulkan 1 (satu) lembar daftar isian. Namun demikian jika terjadi sekolah tidak memperoleh daftar isian tersebut, maka diharapkan sekolah langsung mengisi. Hasil isian harus dikumpulkan kepada tutor.

B.     Tujuan

Tujuan sesi ini adalah untuk mengumpulkan data individu sekolah.

C.     bahan dan alat

1.         Formulir Daftar Isian Sekolah


LEMBAR KERJA INDIVIDU SEKOLAH

Data Sekolah Tahun Ajaran 2009/2010

Tuliskan informasi yang diminta pada bagian yang disediakan, berikan contreng untuk pilihan!

1.        Nama Sekolah       :……………………………………………………                  ð SD        ð SMP

2.        NSS                      :…………………………………………………………………………………

3.        Status sekolah       : ð Negeri    ð Swasta

4.        Alamat sekolah     :…………………………………………………………………………………

Kecamatan            :…………………………………………………………………………………

Kabupaten            :…………………………………………………………………………………

Provinsi                 :…………………………………………………………………………………

5.        Isilah Keadaan Murid di sekolah saudara pada tabel berikut!

Murid Jumlah murid per kelas* Total
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Laki-laki …… …… …… …… …… …… …… …… …… ……..
Perempuan …… …… …… …… …… …… …… …… …… ……..
Total …… …… …… …… …… …… …… …… …… ……..
*Isikan jumlah murid untuk kelas 1 s.d 6 untuk SD, kelas 7 s.d. 9 untuk SMP

6.        Apakah melaksanakan KTSP?                         ð Ya           ð Tidak

7.        Apakah memiliki ruang perpustakaan?            ð Ya           ð Tidak

8.        Apakah memiliki sarana komputer untuk pembelajaran murid?        ð Ya      ð Tidak

Jika ”Ya”, berapa unit?    :     ……………………………………………………………

9.        Isilah Informasi tentang kondisi ruang kelas di sekolah saudara pada tabel berikut!

Kondisi ruang kelas (jumlah) Total ruang kelas
Baik Rusak ringan Rusak berat
……………………… ……………………… …………………… ……………………….

Catatan: Lembar data ini diserahkan kepada Tutor Kabupaten/Kota, selanjutnya tutor kab/kota menyerahkan kepada Manajer BOS Kab/Kota, menyerahkan kepada Tim Propinsi dan Tim Propinsi menyerahkan kepada Tim Pusat.

Iklan
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: