RENTRA SMPN 2 RANTAU SELAMAT TAHUN 2009

LEMBARAN PENGESAHAN

Setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite, Dewan Guru dan staf TU SMP Negeri 2 Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur, maka dengan ini Rencana Strategi SMP Negeri 2 Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur Tahun 2009 – 2014 ditetapkan.

Ka. SMP Negeri 2 Rantau Selamat

ZAINUDDIN, S.Pd

NIP. 19700301 200012 1 001

Ketua Komite

ISKANDAR

Mengetahui    :

KA. DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN ACEH TIMUR

AGUSSALIM, SH.MH

PEMBINA TK I / NIP.19630821 199110 1 001

KATA PENGANTAR

Dalam rangka mengantisipasi era globalisasi dan berbagai kemungkinan perubahan yang akan terjadi pada abad XXI. SMP Negeri 2 Rantau Selamat merasa perlu menyusun rencana menyeluruh untuk kurun waktu 2009 s/d 2014. dengan adanya rencana ini diharapkan SMP Negeri 2 Rantau Selamat mampu berkiprah bukan saja pada tingkat propinsi tetapi mampu menembus ditingkat nasional.

Sebagai mana diketahui bahwa tujuan SMP Negeri 2 Rantau Selamat adalah melakukan peningkatan kualitas pendidikan, serta membangun SDM yang berkompeten.

Mengacu pada tujuan SMP Negeri 2 Rantau Selamat dan tuntutan globalisasi maka SMP Negeri 2 Rantau Selamat akan terus-menerus selalu berusaha meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Rencana strategi ini diharapkan dapat disajikan sebagai pedoman dan pengarah langkah kebijakan SDM SMP Negeri 2 Rantau Selamat dalam mengembangkan berbagai program yang lebih professional.

Akhirnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam penyusunan Rencana Stategi ini disampaikan penghargaan dan terima kasih.

Alue Kaul, 28 Oktober 2009

Ka. SMP Negeri 2 Rantau Selamat

ZAINUDDIN, S.Pd

NIP. 132 274 579

DAFTAR ISI

Hal

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………..       i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………..    ii-iii

BAB I             PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ………………………………………………………     1

1.2 Maksud Dan Tujuan ……………………………………………….. 2

1.3 Landasan Penyusunan Renstra ……………………………………. 3

1.4 Alur Pikir Penyusunan Renstra …………………………………… 4

1.5 Sistematika Penulisan ……………………………………………… 4

BAB II            KONDISI UMUM, KENDALA, ANALISIS LINGKUNGAN

DAN FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN

2.1 Kondisi Umum ………………………………………………………    5

2.2 Kendala Yang Dihadapi …………………………………………….    5

2.3 Analisis Lingkungan Strategis ……………………………………..     6

2.3.1 Lingkungan Internal ………………………………………..    6

2.3.2 Strenght (Kekuatan) ………………………………………..    6

2.3.3 Weaknes (Kelemahan) ………………………………………    6

2.3.4 Lingkungan External ……………………………………….    7

2.3.5 Opportunity (Peluang) ………………………………………   7

2.3.6 Ancaman / Tantangan (Threast) ……………………………    8

2.4 Strategi ……………………………………………………………….     8

2.5 Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan ………………………………   10

BAB III          VISI, MISI DAN RENCANA STRATEGI DAN PRIORITAS

3.1 Visi …………………………………………………………………….   11

3.2 Misi ……………………………………………………………………   11

3.3 Rencana Strategi ……………………………………………………..    12

BAB IV          PRIORITAS PROGRAM

4.1 Program ………………………………………………………………    14

4.2 Peningkatan Tenaga Kependidikan …………………………………   15

4.3 Peningkatan Standar Proses …………………………………………    17

4.4 Peningkatan/Pengembangan Fasilitas Pendidikan ………………    18

4.5 Peningkatan Setandar Kelulusan …………………………………    18

4.6 Peningkatan Mutu Kelembagaan dan Manajemen ………………    19

4.7 Pengembangan Standart Pembiayaan Pendidikan ………………   20

4.8 Pengembangan Standart Penilaian ……………………………….    21

BAB V            KERANGKA PENGUKURAN DAN EVALUASI KERJA

5.1 Kerangka Pengukuran Kinerja ……………………………………   24

5.1.1 Ruang Lingkup Kinerja …………………………………..    24

5.1.2 Indikator Kinerja ………………………………………….    24

5.1.3 Proses Pengukuran Kinerja ……………………………….   25

5.2 Metode Pembobotan ………………………………………………..   25

5.3 Kerangka Evaluasi Kinerja ………………………………………..   26

5.3.1 Evaluasi Kinerja Kegiatan …………………………………  26

5.3.2 Evaluasi Kinerja Program …………………………………  26

5.3.3 Evaluasi Kinerja Kebijakan/Sasaran ……………………..  26

5.4 Evaluasi Kinerja Kepala SMP Negeri 2 Rantau Selamat …………  27

5.5 Kesimpulan Hasil Evaluasi Kinerja ………………………………..  27

BAB VI          PENUTUP

LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang

Era kesejagatan telah memunculkan persaingan yang sangat ketat antar bangsa. Bangsa yang memiliki kemampuan bersaing akan memperoleh keuntungan dan sebaliknya bangsa yang tidak memiliki kemampuan bersaing akan menuai kerugian. Kemampuan bersaing sangat ditentukan oleh kekuatan faktor daya saing. Di antara banyak faktor daya saing, tiga yang utama adalah manajemen, teknologi, dan sumberdaya manusia. Manajemen yang tangguh akan mampu meningkatkan efisiensi biaya dan efektivitas hasil. Keunggulan eknologi (konstruksi, manufaktur, transportasi, komunikasi, bio, dan energi) akan mampu meningkatkan nilai tambah dan diversifikasi produk. Keunggulan teknologi hanya akan dapat dicapai melalui kepemilikan sumberdaya manusia yang kuat dalam penguasaan ilmu-ilmu yang mendasari teknologi, yaitu matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (fisika, kimia, biologi), dan bahasa global yaitu bahasa Inggris. Sedang keunggulan sumberdaya manusia akan menentukan kemenangan bersaing antar bangsa. Keunggulan faktor daya saing sumberdaya manusia merupakan kunci karena sumberdaya manusia merupakan satu-satunya sumberdaya aktif sedang sumberdaya selebihnya pasif. Sumberdaya manusia yang memiliki keunggulan dalam matematika, Ilmu Pengetahuan Alam beserta terapannya yaitu teknologi, dan bahasa Inggris akan mampu bersaing secara sehat dalam percaturan global yang telah, sedang dan akan berlangsung secara ketat.

Pentingnya pembelajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris setidaknya didorong oleh dua hal. Pertama, Indonesia harus mampu mengembangkan sumberdaya manusia tangguh dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat. Upaya
tersebut perlu dilakukan karena sumberdaya manusia merupakan faktor daya saing yang paling menentukan terutama sumber daya manusia yang menguasai teknologi dan ilmu-ilmu yang mendasarinya yaitu matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sementara itu, teknologi dan ilmu-ilmu yang mendasarinya berkembang dengan pesat sehingga memerlukan sumberdaya manusia yang terampil (cepat, cekat, dan tepat) dalam learning and relearning.

Kedua, Indonesia harus serius mengembangkan sumberdaya manusia yang diharapkan mampu berkomunikasi secara global dengan bahasa Inggris karena bahasa ini merupakan bahasa internasional. Sementara itu sebagian besar ilmu seperti misalnya matematika, fisika, biologi, kimia dan teknologi (komunikasi, manufaktur, konstruksi, transportasi, bio, dan energi) disebarluaskan dalam bahasa inggris. Mengingat sebagian besar bacaan ilmu umumnya berbahasa inggris, maka untuk memperoleh ilmu secara mudah dan cepat dari bangsa-bangsa yang lebih maju diperlukan generasi muda indonesia yang tangguh dalam bahasa Inggris. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang memadai, generasi muda akan mudah mengakses/memperoleh informasi/ilmu yang baru dari negara-negara maju. Selain untuk mengakses ilmu, bahasa Inggris juga merupakan bahasa komunikasi antar bangsa.
Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional pada tahun 2004/2005 memprogramkan untuk melakukan implementasi terbatas pengajaran Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dalam bahasa Inggris (Mathematics and Science in English) pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di 31 sekolah Koalisi di 30 Propinsi di Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu upaya peningkatan kemampuan dan kemahiran berbahasa Inggris bagi siswa, dan peningkatan profesionalisme guru, yang pada akhirnya secara paralel akan mampu meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan di tingkat SMP.

1.2.    Maksud dan Tujuan

1.2.1.     Tujuan

Tujuan disusunnya Renstra ini dimaksudkan untuk mengarahkan seluruh dimensi kebijakan pendidikan di SMP Negeri 2 Rantau Selamat, baik internal maupun eksternal, sebagai pedoman dalam :

1.2.1.1.  Memudahkan seluruh jajaran SMP Negeri 2 Rantau Selamat dalam menentukan prioritas program dan kegiatan tahunan, pendidikan yang akan dibiayai dari APBS secara terpadu, terarah dan teratur.

1.2.1.2.  Menggambarkan tentang kondisi pendidikan di SMP Negeri 2 Rantau Selamat dan mengarahkan seluruh kegiatan serta tujuan untuk mewujudkan visi dan misi pendidikan di SMP Negeri 2 Rantau Selamat.

1.2.1.3.  Sebagai pedoman evaluasi bagi jajaran pengelola SMP Negeri 2 Rantau Selamat untuk memahami dan menilai arah kebijakan sasaran program-program operasionall tahunan pendidikan dalam rentang periode empat tahun (2009 – 2014).

1.2.2.     Sasaran

Renstra ini mempunyai sasaran sebagai berikut :

1.2.2.1. Trumuskannya visi, misi, tujuan dan arah kebijakan pendidikan serta menetapkan fokus bidang kegiatan pengembangan dari tahun 2008 – 2014 sebagai prioritas utama pendidikan.

1.2.2.2.  Terealisasinya program-program pendidikan dengan memperhatikan dan memanfaatkan kondisi, potensi, dan kendala serta faktor-faktor penentu keberhasilan pendidikan.

1.3.    Landasan Penyusunan Renstra

Dalam menyusun rencana SMP Negeri 2 Rantau Selamat Aceh  Timur didasari pada:

1.       Undang-undang Nomor 7 Drt Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-kabupaten Dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Utara.

2.       Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

3.       Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;

4.       Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan  Pembangunan Nasional;

5.       Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana telah diubah dengan undang-undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-undang.

6.       Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

7.       Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

8.       Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional;

9.       Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom

10.   Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009;

11.   Qanun Kabupaten Aceh Timur Nomor 2 Tahun 2008, tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas-Dinas Kabupaten Aceh Timur.

1.4Alur Pikir Penyusunan Renstra

Proses Penyusunan Rencana Strategis SMP Negeri 2 Rantau Selamat dikaksanakan dengan mengikuti alur pikir dengan mempertimbangkan hasil analisis lingkungan, strategis terhadap kondisi umum, dan kendala-kendala yang dihadapi, serta mempertimbangkan program pembangunan daerah khususnya bidang pendidikan di Kabupaten Aceh Timur.

1.5.  Sistematika Penulisan

Dasar dari penulisan Rencana Strategis SMP Negeri 2 Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur disesuaikan oleh tugas dan fungsi sekolah, berdasarkan hal tersebut diatas, maka penulisan Renstra ini terdiri dari:

Bab I   : Pendahuluan

Bab II  : Kondisi Umum, Kendala, Analisis Lingkungan Strategis dan Faktor-faktor Penentu                        Keberhasilan.

Bab III : Visi, Misi, Rencana Strategi dan Prioritas

Bab IV : Program Prioritas SMP Negeri 2 Rantau Selamat

Bab V  : Kerangka Pengukuran dan Evaluasi Kinerja

Bab VI : Penutup

LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB II

KONDISI UMUM, KENDALA, ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS DAN FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN

2.1        KONDISI UMUM

Kondisi umum SMP Negeri 2 Rantau Selamat dalam tahun pelajaran 2009/2010 adalah sebagai berikut :

Jumlah Siswa    : 94 orang

Rombongan Belajar

Kelas VII           : 2 kelas

Kelas VIII          : 1 kelas

Kelas IX            : 1 kelas

Jumlah kelas yang ada sebanyak 3 kelas

2.2        Kendala yang dihadapi

Dalam penyelenggaraan bidang pendidikan di SMP Negeri 2 Rantau Selamat juga tidak terlepas dari berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi, diantaranya :

a.       Masih belum meratanya pemahaman masyarakat terhadap permasalahan dan kondisi sekolah danpentingnya dukungan dana dalam meningkatkan kualitas anak didik.

b.      Kurangnya atau terbatasnya sarana prasarana pembelajaran, sehingga tidak optimalnya KBM.

c.       Anggaran dana operasional pendidikan dari APBD/APBN masih jauh dari cukup, sehingga sekolah dirasakan memberatkan masyarakat, terutama masyarakat ekonomi lemah.

d.      Desakan pengaruh era globalisasi membutuhkan sarana dan prasarana yang bermuatan teknologi tinggi.

e.      Kondisi SDM memerlukan pembinaan dan wawasan teknologi.

f.         Belum maksimalnya 4 peran Komite Sekolah dan partisipasi orang tua siswa terhadap peran dan fungsi pendidikan di dalam sekolah dan di luar sekolah.

Di sisi lain peningkatan dan pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran masih perlu mendapat perhatian yang cukup serius, mengingat daya tampung siswa saat ini masih belum memenuhi akan kenyamanan proses belajar mengajar. Sementara itu Otonomi Daerah telah merangsang perubahan aspirasi dan tuntutan masyarakat terhadap kualitas dan cakupan layanan pendidikan. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, sekolah dipacu untuk segera menata diri dengan manajemen berbasis sekolah (MBS). Dilain pihak kemampuan tenaga kependidikan untuk mengemban tugasnya secara propesional memerlukan pelatihan–pelatihan yang lebih intensif dan efektif.

2.3       Analisis Lingkungan Strategis

2.3.1    Lingkungan intenal

Analisis lingkungan internal dalam hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan faktor- faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan SMP Negeri 2 Rantau Selamat.

2.3.2. Strenght (kekuatan)

a.       Mayoritas penduduk adalah masyarakat agamais akan memberi peluang dan ruang yang besar untuk terciptanya kerukunan antar umat beragama yang demokratis.

b.      Sebagian tenaga guru (edukatif) di SMP dan SMA berpendidikan sarjana (S1) yang mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

c.       Kepala Sekolah telah mengikuti Pelatihan MGMP dan Pembekalan PTK Daerah Terpencil sebelum menjadi Kepala Sekolah.

d.      Kemampuan aparatur pada SMP Negeri 2 Rantau Selamat Kabupaten Aceh Timur yang berkualitas serta didukung oleh sistem penjenjangan karir yang jelas dengan penerapan pengawasan yang tegas akan terciptanya aparatur yang profesional; bersih dan berwibawa sehingga dapat memberikan pelayan yang prima.

e.      Semua Komite Sekolah cukup peduli dengan peningkatan mutu di sekolahnya.

f.         Kerjasama antara SMP Negeri 2 Rantau Selamat dengan Sekolah  lainnya telah terjalin dengan baik.

2.3.3.    Weaknes (Kelemahan)

a.       Kualitas SDM belum seluruhnya berpendidikan S1 sebagai pemenuhan standar tenaga kependidikan

b.      Masih kurang memadainya sarana dan prasarana pendidikan terutama ruang belajar ( 3 ruang kelas, yang seharusnya, 4 ruang belajar) untuk 4 robongan belajar.

c.       Tingkat kinerja kelembagaan yang masih lemah, terutama dalam keadministrasian.

d.      Relevansi kompetensi input dengan output pendidikan yang masih belum optimal

e.      Kurikulum sekolah yang syarat beban dan masih terstruktur

f.         Belum tergalinya sumber-sumber dana secara optimal yang berasal dari masyarakat / dunia usaha bagi kegiatan pendidikan

g.      Pelaksanaan MBS belum optimal.

h.       Komite sekolah belum berfungsi secara proporsional sebagaimana 4 peran Komite Sekolah dalam membangun MBS

i.         Penguasaan iptek yang masih rendah.

j.         Rasio antara guru; siswa dan jumlah kelas belum berimbang, masih banyak guru honorer murni untuk menutupi kekurangan guru.

k.       Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia; Bahasa Inggris dan Matematika (mata pelajaran yang di-UN-kan) di SLTP dan SLTA masih belum mencukupi.

l.         Belum adanya penempatan guru tetap pada 4 bidang studi MIPA.

m.     Tenaga Administrasi (Tatausaha) di sekolah-sekolah belum memadai.

n.       Tenaga Administrasi (Tatausaha) di sekolah masih ada yang belum dapat menggunakan fasilitas berbasis IT.

2.3.4.    Lingkungan Eksternal

Analisis lingkungan eksternal dalam hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan faktor- faktor yang menjadi peluang dan ancaman bagi pendidikan SMP Negeri 2 Rantau Selamat. Kajian eksternal pada hakekatnya adalah analisis dan evaluasi atas kondisi di luar lingkungan SMP Negeri 2 Rantau Selamat.

2.3.5. Opportunity (Peluang)

a.       Undang-undang nomor 22 tahun 1999 menjadikan peluang menentukan sendiri arah pembentukan di bidang pendidikan.

b.      Kondisi sosial politik dan keamanan relatif stabil.

c.       Letak geografis SMP Negeri 2 Rantau Selamat yang sangat strategis.

d.      Adanya peluang kerjasama dengan dunia usaha/industri dan instansi lain yang relevan untuk peningkatan kualitas SDM.

e.      Perkembangan Teknologi Informasi (IT) yang dapat diakses dengan mudah; cepat dan relatif murah.

f.         Adanya kebijakan pemerintah yang cukup baik dalam meningkatkan alokasi anggaran pada sector pendidikan.

2.3.6. Ancaman / Tantangan (Threats)

a.       Surat Keputusan Mendiknas No. 44/U/2002 tentang Pembentukan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah belum diterapkan secara maksimal;

b.      Masih adanya kebijakan Dinas Pendidikan Kab. Aceh Timur MKS yang menghambat terlaksananya otonomi sekolah dan MBS;

c.       Semakin tingginya persaingan positif antarsekolah yang dalam pengelolaannnya lebih baik dan memiliki berbagai keunggulan;

d.      Banyak SMP Negeri dan swasta menjadi juara dalam berbagai kejuaraan pada setiap perlombaan kurikuler dan ekstrakurikuler.

e.      Perubahan budaya karena desakan budaya global yang tidak tersaring akan mempengaruhi budaya sekolah.

f.         Semakin pesatnya perkembangan teknologi dan informasi yang akan mempengaruhi eksistensi sekolah.

2.4. Strategi

Secara  Umum Strategi diarahkan untuk menyikapi seluruh Program dan kegiatan yang dirumuskan :

1. Mengoptimalkan implementasi KBK dengan strategi :

a)       Meningkatkan komitmen seluruh warga

b)      Pemerataan informasi dan pemahaman dalam penerapan pembelajaran KBK yang berbasisContextual Teaching and Learning (CTL)

c)       Mengembangkan perangkat pembelajaran: pemetaan SK, KD, silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara optimal.

d)      Melaksanakan diversifikasi kurikulum

e)      Pencapaian kurikulum formal mandiri

2. Pendidikan dan pelatihan tenaga pendidikan, melalui program penyetaraan D3, dan S1

3. Meningkatkan kualitas pembelajaran dengan strategi:

a)       Mengadakan need assesmen tes bagi para guru

b)      Peningkatan kemampuan profesionalisme guru, melalui Pelatihan, penataran, work shop dan efektifitas wadah MGMP

c)       Mengembangkan kurikulum muatan lokal dalam rangka mewujudkan hasil pendidikan yang religius dan berbudi pekerti luhur

d)      Pengembangan bench marking, dengan strategi

1)       Pengembangan dan penguasaan keterampilan bahasa Inggris

2)       Pengembangan ilmu-ilmu dasar (Matematika dan IPA)

3)       Pengembangan ekstrakurikuler

4)       Pengembangan budi pekerti yang akhlakul karimah.

4. Mengembangkan kualitas dan kuantitas fasilitas pembelajaran dengan strategi :

a)       Merenovasi dan menambah ruang belajar tiap tahun sebanyak 2 ruang;

b)      Pengadaan sarana pembelajaran seperti sarana perpustakaan dan labotarium IPA, laboratorium bahasa

c)       Menata lingkungan agar lebih tertata, rapai, nyaman, menyenangkan

5. Meningkatkan kualitas lulusan dengan strategi :

a)       Melaksanakan Bridging course dan matrikuluasi kelas VII

b)      Melaksanakan remedial teaching

c)       Pengayaan dan pemantapan kelas IX

d)      Efektifitas jadwal pelajaran dan jam belajar

e)      Meningkatkan pembinaan siswa melalui penyaluran bakat dan prestasi dalam bidang olah raga dan seni

f)         Meningkatkan pelaksanaan program Ekstrakurikuler dan program pembinaan kesiswaan

6. Meningkatkan suasana ketentraman dan ketenangan belajar dalam mewujudkan ketahanan sekolah, dengan strategi:

a)       Meningkatkan mutu pengelolaan sekolah melalui  pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)

b)      Menciptakan kesamaan persepsi tentang pengembangan sekolah

c)       Meningkatkan kerjasama dengan LSM dan organisasi masyarakat serta pondok pesantren dalam meningkatkan kesadaran tanggung jawab dan keimanan siswa

d)      Mengefektifkan peran dan fungsi Komite Sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat sebagai mitra kerja sekolah

7. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pendidikan dengan strategi:

a)       Mengembangkan peran dan fungsi Alumni

b)      Meningkatkan peran serta masyarakat dalam membantu biaya pendidikan

c)       Membentuk dan mengembangkan  4 peran Komite Sekolah

d)      Meningkatkan peran serta lembaga Sosial masyarakat (LSM) dunia usaha

e)      Menjalineratkan peran dan fungsi himpunan penyelenggara pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat dalam mengembangkan pendidikan luar sekolah ( Les, Bimbingan Belajar, dan kursus)

8. Mengembangkan penilaian dengan strategi :

a)       Melaksanakan strategi peniliaian yang variatif

b)      Melaksanakan penilaian yang transparan, akuntabel, dan demokratis.

2.5       Faktor-Faktor penentu keberhasilan

Untuk memacu perkembangan pendidikan di SMP Negeri 2 Rantau Selamat perlu diidentifikasi faktor-faktor penentu keberhasilan tersebut dengan memperhatikan analisis lingkungan berupa sumber daya dan sumber dana yang di dukung peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan serta keterlibatan masyarakat dalam mencapai Visi dan Misi SMP Negeri 2 Rantau Selamat.

Faktor-faktor kunci keberhasilan rencana strategis SMP Negeri 2 Rantau Selamat adalah :

1.       Dukungan partisipasi masyarakat, orang tua siswa untuk meningkatkan Sarana Prasarana Pendidikan.

2.       Dukungan partisipasi Komite Sekolah untuk meningkatkanperan dan fungsinya sebagai mitra sekolah dan Suporting, Advisary, Controlling, dan Mediator, sehingga sekolah dapat melaksanakan programnya secara efektif, efisien, dan produktif..

 

BAB III

VISI, MISI, RENCANA STRATEGI dan PRIORITAS

3.1 Visi

Dengan berlandaskan IMAN dan TAQWA serta kebersihan hati nurani SMP Negeri 2 Rantau Selamat maju dalam prestasi yang berwawasan lingkungan pada tahun 2014.

3.2 Misi

a.       Pemberdayaan Sumber Daya Manusia yang handal, kreatif, motivasi tinggi, inovatif, yang berkepribadian baik dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

b.      Menumbuhkembangkan penghayatan terhadap ajaran agama yang dianut dan taat menjalankan ibadah, sehingga memiliki kearifan dan kebersihan hati nurani/ lahir bathin yang dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

c.       Menumbuhkembangkan semangat kerja melalui penataan struktur organisasi yang efektif dengan pembagian wewenang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

d.      Implementasi kurikulum secara efektif dan efisien sesuai dengan kondisi sekolah serta pengembangannya secara proporsional dan professional, sehingga menghasilkan hasil belajar yang optimal.

e.      Pelaksanaan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dan efisien, sehingga setiap siswa mampu mengembangkan potensinya secara optimal melalui pengalaman belajar secara langsung.

f.         Mendorong dan mengembangkan/ membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya, serta menumbuhkan semangat keunggulan untuk maju dan berprestasi melalui kegiatan intra/ ekstrakurikuler.

g.      Mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana sehingga dapat menunjang untuk peningkatan mutu dan pelayanan kepada para stakeholder.

h.       Penataan halaman sekolah secara optimal untuk menciptakan suasana yang nyaman dan sejuk dalam menunjang proses belajar untuk mewujudkan sebagai sekolah yang berwawasan lingkungan dan berbudaya.

i.         Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga sekolah, masyarakat dan komite sekolah sebagai bentuk sinergi yang handal dalam menunjang keberhasilan sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi sekolah.

j.         Terciptanya suasana sekolah yang aman, tertib, disiplin, tenang, dan bersih, sehingga mendukung terhadap keberhasilan dalam proses belajar.

3.3 Rencana Strategi

a)       Melaksanakan pembinaan siswa dalam rangka menambah pengetahuan agama agar dapat menjalankan ibadat dan berakhlak mulia.

b)      Memberikan kesempatan kepada Siswa untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan secara bertahap.

c)       Meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.

d)         Mendorong partisipasi masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan.

e)      Memberikan kesempatan kepada aparat pendidikan untuk mengikuti diklat secara bertahap.

f)         Mengembangkan sistem informasi dan komunikasi yang kredibel untuk mendukung peningkatan peran serta masyarakat dalam pendidikan.

g)      Mendorong pelaksanaan pembinaan seni; budaya dan olah raga secara bertahap.

h)       Menumbuhkembangkan rasa kecintaan terhadap seni; budaya dan olah raga.

i)         Menanamkan rasa cinta tanah air dan kepahlawanan.

j)         Memberikan pembinaan tentang 7K dan penghargaan kepada warga sekolah yang berhasil baik melalui aneka program.

k)       Peningkatan kualitas pelayanan terhadap stakeholder.

l)         Peningkatan prestasi akademis yang meliputi :

1.        Peningkatan rata-rata NEM

2.       Peningkatan rangking sekolah menjadi 10 besar.

3.       Peningkatan dan pengembangan ekstrakurikuler.

4.       Peningkatan kualitas dan profesionalisme sumber daya manusia / tenaga kependidikan.

5.       Penataan struktur organisasi berdasarkan kualitas dan kemampuan.

m)     Peningkatan rombongan belajar menjadi :
– Kelas VII   : 3 kelas
– Kelas VIII : 3 kelas
– Kelas IX    : 2 kelas
– Kegiatan rehabilitasi ruang kelas sebanyak 5 kelas.

n)       Peningkatan dan pengembangan sekolah yang berwawasan lingkungan dalam rangka menunjang dan mendukung pelaksanaan program sekolah pada tahun 2014.
Peningkatan peran dan fungsi Komite Sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan sekolah terhadap masyarakat.

o)      Meningkatkan kualitas kerjasama antara sekolah dengan masyarakat sehingga tercipta sinergi yang positif.

Bertitik tolak dari rencana strategis di atas, dukungan sarana dan prasarana baik fisik maupun non fisik sangatlah diperlukan dan dijadikan sebagai prioritas utama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia agar sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

BAB IV
PRIORITAS PROGRAM
1. PROGRAM
1.     Pengembangan silabus
a. Pelatihan membuat silabus
b. Membuat silabus (master) tiap mata pelajaran
c. Penganalisaan dan penyelarasan silabus tiap mata pelajaran
d. Pengetikan dan pencetyakan silabus
e. Supervisi klinis dan supervisi kinerja pembelajaran
2.     Pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran
a. Rapat pembagian tugas mengajar dan BK
b. Membuat Kalender Pendidikan
c. Rapat kerja membuat program tahunan dan semester
d. Membuat jadwal terpadu tentang penugasan, ulangan harian,                                             praktek,ekstrakurikuler, OSIS, dll
3.     Pengembangan sistem penilaian
a. Pelatihan tentang authentic assessment
b. Penerapan authentic assessment
c. Pengembangan strategi penilaian
d. Pengembangan model-model penilaian
e. Membuat sistem pengelohan nilai
f. Pelaporan hasil penilaian kepada siswa, orang tua, Kepala sekolah, Dinas Kota, dan Propinsi.
g.Membuat instrumen evaluasi pengembangan sistem penilaian
4.     Pengembangan Diversifikasi kurikulum dan Implementasinya.
a. Analisa kebutuhan dana, media dan sarana
b. Membuat Kurikulum Diversifikasi / mengimplementasikannya
c. Membuat Program Diversifikasi kurikulum/ mengimplementasikannya
d. Membuat standar pembelajaran dan kualifikasi guru / mengimplementasikannya
e. Membuat standar layanan/ mengimplementasikannya
f. Membuat standar evaluasi/ mengimplementasikannya
g. Membuat format-format administrasi
h. Membuat instrumen evaluasi pelaksanaan/ mengimplementasikannya
II. PENINGKATAN / PENGEMBANGAN TENAGA KEPENDIDIKAN
1.      Pengembangan profesionalitas guru
a. Merevitalisasi fungsi, peran dan tugas guru
b. Mengadakan basic pernality setiap personal
c. Merumuskan kembali administrasi guru dan BK
d. Membuat tata tertib guru
e. Mengadakan pelatihan pembelajaran dengan kerja sama LPTK UPI
f. Membuat standar jenjang karir guru
g. Mengikutsertakan pelatihan dan penataran keguruan yang diselenggarakan lembaga lain
h. Membuat instrumen kinerja profesionalisme guru
2.     Peningkatan kompetensi guru
a. Mengadakan IHT metode pembelajaran
b. Mengadakan pelatihan strategi pembelajaran
c. Mengadakan IHT PTK
d. IHT strategi penilaian
e. Membuat standar penilaian, pengadministrasian, dan pelaporan
f. Menambah buku refensi pembelajaran dan pengelolaan pembelajaran
g. Mengadakan IHT membuat alat dan media pembelajaran
h. Mengadakan IHT E-Learning
i. Mengikutsertakan pelatihan PTBK setiap mata pelajaran
j. Mengadakan Uji kompetensi internal
k. Pemberdayaan MGMP
l. Briefing Mingguan, Bulanan
m. Rapat Dinas
o. Upacara Senin Pagi dan sabtu sore
p. Sosialisasi program sekolah dan APBS
q. Pemberian tugas tertentu (kepanitiaan, Tim)
3.     Peningkatan kompetensi tenaga TU
a. Merevitalisasi fungsi, peran dan tugas TU
b. Mengadakan basic pernality setiap personal
c. Merumuskan kembali administrasi TU
d. Membuat tata tertib TU
e. Mengadakan pelatihan administrasi dan akuntansi berbasis komputer
f. Membuat standar reward dan funishment
g. Membuat standar jenjang karir TU
h. Mengikutsertakan pelatihan dan penataran administrasi sekolah
i. Membuat instrumen kinerja profesionalisme TU
4.    Pelaksanaan monitoring dan evaluasi oleh kepala sekolah terhadap kinerja guru dan tenaga TU
a. Membuat Instrumen evaluasi dan monitoring kinerja guru dan TU
b. Membuat format evaluasi dan monitoring tugas guru dan TU
c. Membuat standar penilaian kinerja guru dan TU
d. Melaksanakan Supervisi klinis kinerja guru dan TU
e. Pengadministrasian kinerja dan prestasi guru dan TU
f. Membuat standar reward dan funishment kinerja guru dan TU
5. Peningkatan kuantitas tenaga kependidikan Merumuskan dan membuat rasio kebutuhan tenaga kependididikan :
a. Guru tiap mata pelajaran
b. Tenaga ketatalaksanaan
c. Tenaga Laboran
d. tenaga pesuruh dan keamanan
e. tenaga pengelola perpustakaan
f. Operator internet / maintenance
III.  PENINGKATAN STANDAR PROSES:
1.    Pengembangan strategi pembelajaran
a. Penyediaan bahan, alat, media pembelajaran
b. Melaksanakan remedial tes dam remedial pembelejaran
c. Melaksanakan Pengayaan dan pemantapan kelas IX
d. Membuat program dan jadwal pembelajaran terpadu
2.     Pengembangan strategi penilaian
a. Membuat standar penilaian
b. Membuat format administrasi penilaian
c. Membuat software penilaian
d. Pengadaan alat pengolahan nilai
e. Melaksanakan pelaporan penialaian harian kepada siswa dan orang tua
f. Membuat standar nilai ketuntasan belajar tiap mata pelajaran
g. Membuat standar ketuntasan kurikulum, program semester, dan program tahunan
3.      Pengembangan bahan, sumber pembelajaran
a. Penambahan buku referensi tentang pengembangan bahan, alat, dan media pembelajaran
b. Penyediaan ruangan penyimpanan alat dan media pembelajaran
c. Membuat bank soal tiap mata pelajaran
f. Menjalin kerja sama dengan lembaga lain, dalam penggunaan sarana olah raga
IV.  PENINGKATAN / PENGEMBANGAN FASILTAS PENDIDIKAN :
1.      Peningkatan dan pengembangan media pembelajaran
a. Penyediaan CD pembelajaran
b. Membuat CD interaktif pembelajaran
c. Membuat analisis kebutuhan media pembelajaran tiap mapel
2.      Pengembangan Income Generating Activities
a. Pengembangan OSIS
b. Pengefektifan kegiatan ekstrakurikuler
c. Peningkatan prestasi kegiatan ekstrakurikuler
e. Membuat majalah dinding
f. Membuat majalah sekolah
g. Membuat brosur, info, kegiatan sekolah
h. analisis dan penelusuran bakat dan prestasi
i. Penyaluran bakat dan prestasi
j. Mengadakan dan mengikutsertakan dalam berbagai lomba tentang hal akademik dan non akademik
V.  PENINGKATAN STANDAR KELULUSAN:
1.      Pengembangan standar pencapaian ketuntasan kompetensi
a. Membuat standar ketuntasan belajar minimal tiap mapel
b. Efektivitas jadwal pembelajaran dan kalender pendidikan
c. Membuat program pembiasaan terpadu
d. Efektivitas Bimbingan dan Konseling
d. Efektivitas Bimbingan dan Konseling
e. Pemberdayaan Wali Kelas
f. Pemberdayaan orang tua siswa
g. Pemberdayaan lingkungan masyarakat sekitar
2.      Peningkatan standar kelulusan tiap tahunnya
a. Pengayaan dan pemantapan kelas IX
b. Informasi dan dtandar kelulusan kepada seluruh siswa
c. Membagikan standar kelulusan tiap mata pelajaran
d. Mengadakan Try out Ujian Nasional I
e. Mengadakan Try out Ujian Nasional II
f. Mengadakan Try out Ujian Nasional III
g. Mengadakan Pr- Ujian nasional I
VI. PENINGKATAN MUTU KELEMBAGAAN DAN MANAJEMEN:
1.      Pengembangan dan melengkapi administrasi sekolah (yang bersaifat wajib dan tidak wajib, lihat PP no 19 th 2005)
a. Mengefektifkan kegiatan tertib administrasi
b. Penyelesaian administrasi tepat waktu (buku induk, agenda harian, SPJ)
c. Membuat program sekolah
d. Membuat SK pembagian tugas
e. Membuat dan mendistribusikan kalender pendidikan
f. Membuat tata tertib guru dan siswa
g. Membuat struktur organisasi
h. Membuat kode etik warga
i. Membat APBS
2.  Implementasi MBS
a. Penyusunan program sekolah bersama dengan Komite Sekolah
b. Menyusun RAPBS bersama dengan Komite Sekolah
c. Menyusun jadwal kegiatan
3.      Melaksanakan monitoring dan evaluasi oleh sekolah tentang kinerja sekolah
a. Membuat jadwal pelaksanaan monitor dan laporan
b. Melaksanakan laporan bulanan, triwulan, semester dan tahunan
c. Evaluasi diri Kinerja sekolah
d. Bersama-sama dengan Komite Sekolah mengadakan evaluasi internal
4.      Melaksanakan supervisi klinis oleh kepala sekolah
a. Membuat program supervisi
b. Membuat jadwal Supervisi
c. Melaksanakan supervisi
d. Menindaklanjuti hasil supervisi
5.    Penggalangan partisipasi masyarakat (pemberdayaan komite sekolah untuk merealisasikan 4 tugasnya)
a. Memusyawarahkan dengan Komite Sekolah tentang peran: a. Advesary agency; b. Suporting agency; c. Controlling agency; d. Mediator antara eksekutif DPRD dengan masyaraka
b. Merumuskan program sekolah bersama dengan Komite Sekolah
c. Merumuskan APBS bersama dengan Komite Sekolah
d. Menganalisis kesenjangan antara usulan dan dukungan komite sekolah dengan keberdayaan sekolah untuk mengakomodasikan dalam program
e. Merumuskan bersama komite sekolah tentang instrumen kontroling yang dilaksanakannya
f. Meningkatkan peran mediator dengan bekerja bersama-sama dalam meningkatkan hubungan sekolah dengan eksekutif dan masyarakat
VII.  PENGEMBANGAN STANDAR PEMBIAYAAN PENDIDIKAN:
1.     Pengembangan jalinan kerja dengan penyandang dana
a. Membuat profilk sekolah yang jelas dan akurat
b. Bekerja sama dengan komite sekolah mengadakan pertemuan dengan berbagai pihak yang peduli pendidikan
c. Mengadakan Malam Dana Pembangunan
d. Membentuk konsorsiun penyandang dana pembangunan sekolah
2.    Penciptaan usaha-usaha
a. pemberdayaan kantin sekolah
b. Menjalin usaha dengan berbagai pihak pengusaha
c. Meningkatkan usaha-usaha yang telah dilaksanakan
3.  Pendayagunaan potensi sekolah dan lingkungan
a. Lingkungan sebagai sumber dan media pembelajaran
b. Membuat jadwal penggunaan sarana sekolah
c. Meningkatkan peran dan fungsi perpustakaan
d. Meningkatkan peran dan fungsi Laboratorium
4.      Penciptaan sistem subsidi silang
a. Menyusun tim untuk mendata siswa kurang mampu dan mampu
b. Mencari Bea Siswa dan Donatur
c. Mencari dan menawarkan kepada orang tua siswa mampu menjadi Ibu/Bapak Asuh
d. Asumsi APBS 90% dan 10% untuk menanggulangi siswa yang kurang mampu
VIII. PENGEMBANGAN STANDAR PENILAIAN:
1.      Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran
a. Mengembangkan strategi penilaian Tertulis, Praktek, penugasan, pengamatan, observasi, kinerja, dan penampilam
b. Membuat pedoman penilaian pelajaran Akhlak Mulia
c. Membuat pedoman penilaian pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
d. Membuat pedoman penilaian pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
e. Membuat pedoman penilaian pelajaran estetika
f. Membuat pedoman penilaian pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan
2.      Implementasi model evaluasi pembelajaran: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dll
a. Membuat program penilaian
b. Melaksanakan penilaian :
1. Ulangan harian
2. Ulangan Tengah Semester
3. Ulangan Akhir Semester
4. Ulangan kenaikan kelas
b. Mendokumentasikan seluruh penilaian
c. Membuat/melaksanakan laporan pendidikan : bulanan, semester, dan kenaikan kelas
3.      Pengembangan instrumen atau perangkat soal-soal untuk berbagai model evaluasi
a. Membuat format-format :
1. Program tahunan
2. Program semester
3. Kisi-kisi soal
4. Kartu soal
5. Kunci jawaban dan kriteria penilaian
6. analisis butir soal
7. Analisis Ketuntasan Belajar
b. Membuat bank soal
4.      Pengembangan pedoman-pedoman evaluasi
a. Mengembangkan pedoman penilaian
b. Mengimplementasikan pedoman penilaian setiap mata pelajaranV
5.      Pengembangan lomba-lomba, uji coba, dll dalam peningkatan standar nilai
a. Lomba mata pelajaran antarkelasV
b. Lomba ekstrakulikuler
6.      Penerapan model-model pembelajaran bagi anak: berprestasi, bermasalah, dan kelompok anak lainnya
a. Melaksanakan pengayaan
b. Melaksanakan remedial
c. Melaksanakan pemanduan belajar

BAB V

KERANGKA PENGUKURAN DAN EVALUASI KINERJA

Pengukuran  Kinerja digunakan untuk penilaian atas keberhasilan /kebijakan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang ditetapkan dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi SMP Negeri 2 Rantau Selamat. Pengukuran Kinerja mencakup penetapan indikator kinerja dan penetapan capaian indicator kinerja.

Selanjutnya dilakukan evaluasi kinerja dengan cara menghitung nilai capaian kinerja pelaksanaan kegiatan  / program /sasaran / kebijakan yang telah ditetapkan . Untuk menilai pertanggung jawaban pencapaian tejuan dan sasaran yang ditetapkan berdasarkan hasiki perencanan strategi, dilakukan pula analisis pencapaian kinerja dengan menginterprestasikan lebih lanjut pengukuran kinerja yang menggambarkan keberhasilan/kegagalan Kepala

SMP Negeri 2 Rantau Selamat dalam melaksanakan misinya yang meliputi: Kerangka Pengukuran Kinerja dan Evaluasi Kinerja.

5.1.  Kerangka Pengukuran Kinerja

5.1.1.  Ruang  Lingkup Kinerja

Kinerja yang akan diukur adalah seluruh aspek kegiatan yang ada di SMP Negeri 2 Rantau Selamat.

Kinerja keuangan yang meliputi kehematan, efesiensi, dan efektivitas. Kehematan diukur dengan membandingkan antara harga pasar dengan harga input atas pengadaan barang dan jasa. Efisiensi diukur dengan membandingkan antara input yang digunakan dengan ouput yang dihasilkan. Efektifitas diukur dengan membandingkan antara ouputyang dihasilkan dengan sasaran yang telah ditetapkan

5.1.2. Indikator Kinerja

Indikator pengukuran kinerja adalah ukuran kuantitatif dan/atau kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapain suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu indikator kinerja merupakan sesuatu yang akan dihitung dan diukur, kemudian digunakan sebagai dasar untuk menilai atau melihat tingkat kenerja.

Beberapa jenis indikator  kinerja yang digunakan dalam pelaksanaan pengukuran kinerja, yaitu :

1.  Indikator masukan (input) adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelasanaan kegiatan dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran, indikator ini dapat berupa dana, sumber daya manusia, informasi, kebijakan/peraturan perundang-undangan dan sebagainya.

2.   Indikator Keluaran (Output) adalah sesuatu yang diharapkan langsung dicapai dari suatu kegiatan yang dapat berupa fisik dan / atau non fisik.

3.   Indikator hasil (Outcome) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya output kegiatan pada jangka menengah ( efek langsung).

4.   Indikator manfaat (benefit) adalah sesuatunyang terkait dengan tujuan akhir dari pelaksanaan kegiatan yang merupakan akibat dari adanya outcome.

5.   Indikator dampak (impact) adalah pengaruh yang ditimbulakan baik positif maupun negatif pada setiap tingkatan Indikator berdasarkan asumsi yang telah ditetapkan

5.1.3.  Proses Pengukuran Kinerja

Indikator kinerja, diukur oleh perbandingan antara target dengan realisasi serta persentase pencapainya. Oleh karena  waktu laporan akuntabilitas disusun setelah akhir tahun dari suatu proses periode kegiatan, maka indakor kinerja yang akan diukur secara minimal meliputi Indikator input dan ouput.

Indikator Outcome, benefit dan impact, minimal dibuat secara naratif, dan jika memungkinkan ditetapkan secara kuantitatif. Oleh karena untuk melakukan pengukuran outcome, benefit dan impact pada umumnya tidak bisa secara langsung dapat diketahui setelah kegiatan berakhir.

Pengukuran kinerja SMP Negeri 2 Rantau Selamat berasal dari capaian kinerja kegiatan masing pencapaian renstra.

5.2.  Metode Pembobotan

Untuk memudahkan penentuan bobot, berikut hal-hal yang dapat dijadikan pertimbangan:

a.   Indikator yang menunjukan output diberi lebih besar dari pada indikator yang menunjukan input, begitu juga Indikator uotcome diberi bobot yang lebih besar dibandingkan Indikator output;

b.   Indikator yang lebih erat kaitannya dengan tujuan dan sasaran diberi bobot yang lebih tinggi;

c.   Indikator yang mempunyai keterkaitan dengan kebijakan instansi yang lebih tinggi diberikan bobot lebih tinggi

d.   Indikator yang berhubungan dengan hal-hal yang menjadi tanggung jawab instansi dan dapat dikendalikan oleh intansi yang bersangkutan diberi bobot lebih tinggi. Metode pembobotan tersebut merupakan suatu upaya kearah adanya persamaan persepsi antara pihak-pihak yang berkepentingan.

5.3    Kerangka Evaluasi Kinerja

Dalam konteks laporan akuntabilitas kinerja, evaluasi yang akan dikemukakan meliputi evaluasi kinerja kegiatan, kinerja program dan kinerja kebijakan/sasaran.

5.3.1       Evaluasi Kinerja Kegiatan

Evaluasi kinerja kegiatan menunjukkan capaian kinerja kegiatan dalam suatu kurun waktu tertentu. Evaluasi kinerja kegiatan menunjukkan penilaian atas keberhasilan/kegagalan dalam pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam kerangka perencanaan strategik selanjutnya sesuai dengan atribut indikator kinerja dan capaian kinerja kegiatan yang telah ditetapkan maka evaluasi kenerja kegiatan dilakukan merujuk kepada indikator, yang telah ditetapkannya Yaitu : Input , output dan outcome setelah terlebih dahulu masing-masing indikator diberi.

5.3.2       Evaluasi Kinerja Program

Program dapat didefiniskan sebagai kumpulan kegiatan-kegiatan nyata, sistematis dan terpadu yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah ataupun dalam rangka kerjasama dengan masyarakat untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan .Dengan demikian hasil evaluasi kegiatan setelah terlebih dahulu masing-masing kegiatan tersebut diberi bobot .

5.3.3    Evaluasi Kinerja Kebijakan /Sasaran

Evaluasi kebijakan /sasaran merupakan kumpulan dari hasil kinerja program setelah terlebih dahulu masing-masing program tersebut diberi bobot .Capaian kinerja kebijakan merupakan cerminan capaian kinerja sasaran.

5.4       Evaluasi Kinerja Kepala SMP Negeri 2 Rantau Selamat

Evaluasi kinerja Kepala SMP Negeri 2 Rantau Selamat merupakan kumpulan dari kinerja kebijakan /sasaran sehingga dengan cara yang sama hasil kinerja Kepala SMP Negeri 2 Rantau Selamat adalah merupakan penjumlahan dari hasil kinerja masing-masing /sasaran setelah terlebih dahulu dilakukan pembobotan terhadap masing-masing kebijakan/sasaran tersebut.

5.5       Kesimpulan Hasil Evaluasi Kinerja

Langkah terakhir dalam proses pengukuran kinerja dan evaluasi kinerja adalah membuat simpul hasil evaluasi . Simpulan hasil evaluasi akan memberikan gambaran kepada para penerima informasi mengenai nilai kinerja SMP Negeri 2 Rantau Selamat.

Kinerja SMP Negeri 2 Rantau Selamat dapat nilai dengan skala pengukuran ordinal yang dibuat sesuai dengan pertimbangan masing-masing, misalnya:

X= >85       : Sangat Memuaskan

X=71- 85    : Memuaskan

X=56-70    : Kurang Memuaskan atau Cukup

X=<55       : Sangat Kurang Memuaskan atau Tidak Berhasil

 

BAB VI

PENUTUP

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya SMP Negeri 2 Rantau Selamat  mengacu pada rencana strategi; sedangkan untuk mencapai prestasi seperti yang dirumuskan dalam rencana strategi SMP Negeri 2 Rantau Selamat secara terus menerus akan mengembangkan seluruh sumberdaya terutama Sumber Daya Manusianya.

Dengan berpedoman pada rencana strategik ini diharapkan akan dapat diwujudkan SMP Negeri 2 Rantau Selamat yang terbaik dalam hal menciptakan siswa-siswa yang berpotensi tinggi.

Rencana kerja tahunan dan lima tahunan tersendiri dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rencana strategi ini.

Iklan
Trackbacks are closed, but you can post a comment.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: