Keragaman Sosial Budaya Masyarakat Indonesia

Keragaman Sosial Budaya Masyarakat Indonesia

 

Selanjutnya Anda dipersilahkan mempelajari rangkuman materi yang telah diuraikan di atas.Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbhinneka dalam segala aspek kehidupan, baik agama,kebudayaan, bahasa, suku bangsa maupun aspek-aspek lainnya. Kebhinnekaan tersebut terutamaterjadi karena jumlah suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia cukup banyak.Kebhinnekaan yang ada di Indonesia selain merupakan potensi juga merupakan tantangan yangharus  diupayakan  penyelesainnya.  Tantangan  tersebut  semakin  terasa  terutama  dalammenghadapi  krisis  multidimensional  yang  telah  menjelma  menjadi  krisis  ekonomi  yangberkepanjangan. Kondisi demikian dirasakan sebagai tantangan, karena akan mudah menyulutterjadinya berbagai tindakan kekerasan, kecemburuan sosial dan tidak sedikit terjadinya upayapengrusakan-pengrusakan  terhadap  fasilitas  umum.  Kesemuanya  itu  dapat  menimbulkanterjadinya disintegrasi bangsa, oleh karena itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk mencarikesamaan isi dan misi dalam membangun masyarakat Indonesia yang aman, sejahtera.

 

Kebanggaan Sebagai Bangsa Indonesia

 

Indonesia adalah negara kesatuan yang terdiri dari beribu-ribu pulau, baik pulau besar ataupunpulau kecil yang jumlahnya mencapai 17.508 buah, sehingga mendapat julukan Nusantara.Indonesia adalah negara yang terletak di posisi silang dan di antara dua buah Samudra dan duabuah Benua yang menyebabkan Indonesia berada dalam posisi yang strategis.Sekalipun wilayah Indonesia tersebar di antara pulau-pulau, tidak menjadikan penduduknyabercerai. Hal ini karena bangsa Indonesia telah mempunyai ikatan sejarah maupun juridis formalyang dapat dibanggakan. Ikatan sejarah, misalnya karena merasa berasal dari latar belakangperjuangan yang sama, mempunyai pengalaman yang sama, merasa berasal dari keturunan,bahasa dan adat istiadat yang sama dalam wadah Bangsa dan Negara Kesatuan RepublikIndonesia.Sedangkan ikatan yuridis bisa kita simak dari berbagai rumusan yang tertuang dalam berbagaibentuk peraturan perundang-undangan di Indonesia, seperti Pembukaan UUD 1945; Batang TubuhUUD 1945; Ketetapatn MPR; dan berbagai peraturan perundangan lainnya.Kebanggaan akan bangsa Indonesia ini semakin lengkap, karena kita mempunyai berbagaikeunggulan yang tidak dimiliki bangsa lain, seperti: jumlah dan potensi penduduk yang sangatbesar; keanekaragaman sosial budaya, keindahan alam dan fauna, konsep wawasan nusantaradalam  pengembangan  wilayahnya;  semangat  Sumpah  Pemuda;  memiliki  tata  krama  dan  kesopanan yang tidak dimiliki bangsa lain; letak wilayahnya yang sangat strategis dan salah satukeajaiban dunia ada di Indonesia, yaitu Candi Borobudur. Selain itu kita juga telah dipercayamenjadi tuan rumah dari berbagai Konferensi Internasional, seperti Konferensi Asia Afrika; KTTGerakan Non Blok dan sebagainya.

 

Pembelajaran Keragaman Sosial Budaya Masyarakat Indonesia dan Kebanggaan SebagaiBangsa Indonesia

 

Pendidikan Kewarganegaraan dalam konteks kurikulum persekolahan mempunyai peranan dankedudukan yang strategis dalam upaya membangun karakter bangsa. Oleh karena itu dalampengembangan model pembelajarannya persekolahan harus dipikirkan dan dirancang secermatmungkin sehingga mampu mengembangkan berbagai potensi yang ada dan dimiliki siswa.Model-model pembelajaran yang daya kini mampu mengembangkan ketiga potensi siswa adalahmodel-model pembelajaran yang interaktif, dalam arti yang mampu mengaktifkan berbagaipotensi yang ada dan dimiliki siswa.Untuk pembelajaran materi Keanekaragaman sosial budaya dan Kebanggaan sebagai BangsaIndonesia ” ada sejumlah alternatif model pembelajaran yang dapat dikembangkan di kelas.Dalam kegiatan belajar 3 di atas dicontohkan 2 model, yaitu model Bermain Peran dan ModelAnalisis Kasus. Kedua model ini hanyalah contoh belaka. Oleh karena itu pengembangannya dikelas sangat tergantung pada kreativitas, kemampuan dan daya dukung sarana dan prasaranayang ada di sekolah masing-masing.

 

Hakikat dan Fungsi Pancasila

 

Secara historis, proses perumusan dasar negara Indonesia diawali dengan dibentuknya BPUPKIyang mulai bersidang pada tanggal 29 Mei 1945. Sidang pertama, pada tanggal 29 Mei – 1 Juni1945 untuk membicarakan dasar Indonesia Merdeka (philosofische grondslag dari IndonesiaMerdeka), yang kemudian menghasilkan naskah penting yang disebut Piagam Jakarta. SidangBPUPKI yang kedua diselenggarakan tanggal 10 – 17 Juli 1945. Pada tanggal 14 Juli 1945, PiagamJakarta diterima oleh BPUPKI sebagai pembukaan dari Rancangan Undang-undang Dasar yangdipersiapkan untuk negara Indonesia merdeka.Pancasila  dirumuskan  oleh  BPUPKI  yang  kemudian  setelah  diadakan  beberapa  perubahandisyahkan sebagai dasar negara RI oleh PPKI yang telah dibentuk pada tanggal 9 Agustus 1945.Bagi bangsa dan negara Indonesia, hakekat dari Pancasila yaitu sebagai Pandangan Hidup bangsadan sebagai Dasar Negara. Pancasila dalam pengertian sebagai pandangan hidup sering jugadisebut way of life, pegangan hidup, pedoman hidup, pandangan dunia, petunjuk hidup. Pancasilasebagai Pandangan Hidup bangsa dipergunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan atauaktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, setiap sikap dan perilaku manusia Indonesia harusdijiwai  dan  merupakan  pancaran  dari  nilai-nilai  Pancasila.  Mengamalkan  Pancasila  sebagaiPandangan  hidup  berarti  melaksanakan  Pancasila  dalam  kehidupan  sehari-hari,  danmenggunakannya sebagai petunjuk hidup sehari-hari. Sebagai dasar negara, Pancasila dijadikansebagai dasar negara atau ideologi negara yang berarti bahwa Pancasila dipergunakan sebagaidasar untuk mengatur penyelenggaraan Negara. Sebagai landasan untuk menyelenggarakannegara, Pancasila ditafsirkan dalam bentuk aturan yaitu pasal-pasal yang tercantum dalam UUD1945.Berdasarkan uraian di atas, maka Pancasila mempunyai fungsi pokok sebagai Dasar Negara,sesuai dengan pembukaan UUD 1945, dan yang pada hakekatnya adalah sebagai sumber darisegala sumber hukum dalam kehidupan bernegara Indonesia. Pengertian tersebut merupakanpengertian Pancasila yang bersifat yuridis-ketatanegaraan.

 

Dalam hubungannya dengan masalah nilai, dapat dikatakan bahwa nilai-nilai Pancasila mempunyaisifat  obyektif  dan  subyektif.  Sedangkan  susunan  sila-sila  Pancasila  itu  adalah  sistematis-hierarkhis, yang mengandung arti bahwa kelima sila Pancasila itu menunjukkan suatu rangkaianurutan-urutan yang bertingkat, di mana tiap-tiap sila mempunyai tempatnya sendiri di dalamrangkaian susunan kesatuan itu sehingga tidak dapat dipindah-pindahkan

 

About these ads
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: