Monthly Archives: Agustus 2011

SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA DAN SEMANGAT KEBANGSAAN

SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA DAN SEMANGAT KEBANGSAAN

 

Sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan semangat kebangsaan  Bangsa adalah sekelompok masarakat yang bersatu atau dipersatukan adanya persamaan nasip danpengelaman di masa lampau mempunyai cita-cita serta tujuan yang sama untuk kehidupan di masadepan.Menurut Surjomiharjdjo (1989) perjuangan bangsa untuk mencapai kemerdekaan di Negara-negaraasia yang pernah mengalami prosess penjajahan, pada umumnya mencapai puncak pada pertengahan abad ke 20 yakin melalui proses dekolonisasi antara tahun1945-1955 negara-negara yang merdeka dalam priode tersebut selain Indonesia adalah libanon dan srilangka (21 juni 1945), yordania (22Maret1946), pilipina (4 juli 1946), India dan Pakistan (15 agustus 1947) , burma atau miyanmar (4 januari1948), srilangka (4 febuari 1948), Vietnam (20 juli 1954), dan masih banyak lagi Negara-negara lain yang merdeka yang utama setelah diadakan nya konfrensi asia – afrika di bandung pada tahun 1955.  Perjuangan untuk melepaskan diri kungkungan penjajah telah dilakukan di berbagai daerah di nusantara jauh sebelum abad ke 20.  hanya perjuangan nya belum bersifat nasional atau kebangsaan untuk membentuk suatu Negara bangsa.perjuangan dilakukan sejumlah kerajaan untuk mengusir penjajah dari daerah atau kerajaan tentu secara local sehinga sering di buat perjuangan kedaerah ataulokasi. Hampir semua orang yang ada di wilayah ini pernah merasa bagai mana merasakan sakit dan penderitaan selama selama dalam penjajahan misalnya, pengelaman penderitaan selama diterapkannya peraturan tanam paksa (cultuur stesel) oleh van den bosch tahun 1828.  seorang gubernur jendral kepercayaan ratu Wilhelm 1dalam pemerintah hindia  belanda . sistem tanam paksa mewajibkan rakyat menanami sebagian dari sawah dan atau ladangnya dengan tanaman yang di tentukan oleh pemerintah dan hasilnya di serahkan kepada pemerintah .  adapun pokok-pokok peraturan tanaman paksa itu sebagai berikut,

 

1. petani wajib menyediakan 1/5 dari tanahnya yang akan di tanami oleh tanaman wajib , yang akan diperdagangkan oleh pemerintah tanaman wajib iut berupa trauma(nila), tebu, tembakau, kopi.

2. hasil tanaman wajib di serahkan kepada pemerintah dengan harga yang telah di tetapkan oleh pemerintah.

3. tanaman yang di kenakan tanaman wajib di sebabkan dari pajak tanah.

4. tanah yang di peruntukan bagi pemeliharaan tanaman wajib ,tidak tidak boleh melebihi tenaga kerja demi pengarapan tanah (sawah)

5. mereka yang tidak memiliki tanah, di kenakan wajib kerja di perkebunan selama 65 hari setahun.

6. kerusakan tanaman wajib di luar kesalahan petani di tangung oleh pemerintah.

 

Rakyat diperas bukan hanya tenaga melainkan juga kekayaan nya sehingga mengakibatkan banyak sekali rakyat yang jatuh miskin.  apalagi ketika di berlakukannya system peremi, banyak pelaksanaan tanam paksa yang berlomba-lomba untuk mencari keuntungan pribadi .di pihak lain ,  pemerintah belanda mendapatkan kekayaan yang berlimpah untuk membangun Negara yang mengantarnya menjadi Negara industri di eropa. Tengah-tengah penderitaan rakyat nusantara akibat praktis cultuur stelsel , sedangkan di negeri belanda sendiri menjadi proses pembangunan besar-besaran hasil keringat rakyat di nusantara yangmengalami pembodohan proses pembodohan dan kemiskinan ,muncul pula suara –suara yang inginmembela rakyat jajahan di perlemen belanda yangterutama dari partai liberal yang memenangkanpemilu saat itu.orang yang menaruh simpati atas penderitaan rakyat di nusantara itu adalah berikutini.

1. baraon Van houvell, seorang pendeta berkerja bertahun-tahun di wilayah nusantara sehinga tahu kondisi rakyat di tanah air saat ini.ketika kembali kenegara belanda , ia menjadi anggota parlemen dan membeberkan tentang kesengsaraan rakyat di Indonesia.

 

2.Eduard douwes dekker,terkenal dengan nama samaran multatuli,berkas asisten residen lebak yang minta berhenti karena tidak tahan melihat kesengsaraan rakyat lebak akibat penjajah belanda .dalam bukunya ‘Max Heventer’ yang di tulis tahun 1960 mengambarkan bagaimana gambaran penderitaan rakyat benteng akibat penjajah belanda.

 

3.Mr.Van Deventer,yang gigih membela kepentingan rakyat Indonesia dan berpendapat bahwa belanda mempunyai hutang budi kepada rakyat Indonesia.hutang ini harus di bayar oleh belanda dania mengusulkan agar belanda menerapkan Etische politic, yaitu politik balas bidi yang terdiri dari tigaprogram: edukasi, tranmigrasi, dan irigasi.  semua program ini hendaknya di laksanakan semata-matahanya untuk memabantu rakyat Indonesia namun, kenyataan  jauh dari harapan rakyat nusantara. Terbukti setelah adanya politik balas budi, ada rakyat Indonesia ada rakyat Indonesia yang mulai sadar atas nasipnya, dimana banyak kepincangan social, kebodohan dan kemiskinan yang merajalela. mereka yang mengenyam pendidikan dan sadar akan nasip bangsa ini lah yang selanjutnya menjadi tokoh-tokoh pergerakan dan kebangkitan nasional.  Membagi masa perjuangan kebangsa atas lima demensi yaitu:

 

(1).pergerakan politik

(2)pengerakanserikat perkerja

(3)pergerakan keagamaan

(4)pergerakan wanita dan

(5)pergerakan pemuda.

 

 

3. tanaman yang di kenakan tanaman wajib di sebabkan dari pajak tanah.

 

4. tanah yang di peruntukan bagi pemeliharaan tanaman wajib ,tidak tidak boleh melebihi tenagakerja demi pengarapan tanah (sawah)

 

5. mereka yang tidak memiliki tanah ,di kenakan wajib kerja di perkebunan selama 65 hari setahun.

 

6. kerusakan tanaman wajib di luar kesalahan petani di tangung oleh pemerintah.

 

Lima demensi pergerakan pada masa penjajahan belanda ini di bagi lagi menurut kurun waktu  sebagai berikut:

 

I .Masa 1908-1920

II .Masa 1920-1930

III.Masa 1930-1942

Ada tiga jenis pergerakan politik pada masa 1908-1920 iakah berikut ini:

 

1.organisasi-organisasi Indonesia yang terdiri atas Budi utomo,sarekat islam,perkumpulan-perkumpulan berdasarkan kedaerahan.

2.perkumpulan campuran ,yakni bangsa Indonesia da nbukan bangsa Indonesia,sepertiinsulinde,national indische partij,De indischepartij-Douwes dekkter,indische social demicratischeVereeninging-sneevliet,indische social democratische partij.

3.kumpulan campuran yang bertujuan Indonesia tetap dalam ikatan dengan Negara belanda.

 

Pergerakan politik pada masa 1920-1932 untuk organisasi Indonesia meliputi partai komunisindonesai,sarekat islam ,budi utomo,penghimpunan Indonesia ,dtudie club-studie club,partainasional indonesiaperkumpulan berdasarkan kedaerahan dan golongan berdasarkan keagamaan,sedangkan perangkat politik pada masa 1930-1942 meliputi pendidikan nasional Indonesia ,partaiIndonesia ,gerindo,partai persatuan Indonesia ,budi utomo ,partai rkayat Indonesia,persatuan bangsaindonesiapartai, Indonesia raya,,partai Indonesia raya ,PSSI, parii,penyedar,PII,dan PSII ke-2pekumpulan berdasarkan daerah ,golongan berdasarkan keagamaan ,GAPI,dan mjlis rakyatIndonesia.

 

1. budi utomo,di dirikan di Jakarta pada tanggal 20 mei 1908 yang di latar belakangi olehpropaganda,Dr.wahidin,sudirohusodo untuk melanjutkan bangsa Indonesia di bidang pengajaran.Pada kongres pertama Budi Utomo ,05 oktober 1908 di yokyakarta ,kongres berhasil menetapkantujuan kumpulan ,yaitu berikut ini: Kemajuan yang selaras (harmonis)buat Negara dan bangsa ,terutama degan memajukanpengajaran ,pertanian ,perternakan dan dagang,teknik dan industri,kebudayaan (kesenian dan ilmu).

 

2.sarekat islam,di dirikan di solo tahun 1911 oleh haji samanhudi.semula namanya sarekat dagangislam (SDI).

 

a.pandangan bangsa tionghua yang telah banyak menghambat perdangangan Indonesia ,sepertimonopoli bahasa-bahsa batik dan tingkah laku sombong orang tionghua telah terjadinya repolusi ditionghua.

 

b.semangkin meningkatnya penyebaran agama Kristen di tanah airdan adanya ucapan sehingaperlemen belanda tentang tipisnya kepercayaan beragama orang Indonesia.

 

c.cara adat istiadat lama yang terus di pakai di daerah-daerah kerajaan yang makin lama makin dirasakan sebagai penghinaan.Sampai tahun 1912,sarekat islam tidak mencantumkan tujuan politik dalam angaran dasarnya karenapada saat itu pemerintah belanda melarang mendirikan partai politik. belanda melarang mendirikan partai politik.hal ini di tegaskan dalam kongres sarekat islam pertama ,26 januari 1913 di Surabaya yang di pimpin oleh Tjokroaminotobahwa sarekat islam bukan partai politik dan tidak beraksi melawan pemerintah belanda.Kongres ketiga di bandung 17-24 juli 1916,di namakan kongres nasional

 

3. Perkumpulan pasundan,di dirikan pada bulan September 1914 di Jakarta angaran dasar miripdengan budi utomo hanya di tujukan untuk daerah pasundan saja .sebelum tahun 1920 ,pasundantidak bergerak dilapangan polotik melainkan di bidang kebudayaan pasundan merupakan organisasiyang bukan hanya untuk orang kelompok atau melainkan juga untuk kelompok rakyat kecil4.serikat Sumatra,di dirikan pada tahun 1918 oleh orang orang Sumatra yang ada di Jakartamenjelang pendirian Volksraad .sarana program kerja serikat Sumatra adalah politik dengan tujuan;

 

(1)meningkatkan pengaruh bangsa Indonesia dalam pemerintah negeri sehinga pada giliran dapattercapai pemerintahan sendiri

(2)memperjuangkan hak pemerintahan daerah (otonomi)seluas-luasnya dengan prinsip demokrasi

(3)mencegah terjadinya pertentangan antar kelompok ,kelasataupun antara suku bangsa .di bidang ekonomi ,perkumpulan ini ingin juga memajukanperekonomian Indonesia.

 

4.serikat Sumatra,di dirikan pada tahun 1918 oleh orang orang Sumatra yang ada di Jakartamenjelang pendirian Volksraad .sarana program kerja serikat Sumatra adalah politik dengan tujuan

 

(1)meningkatkan pengaruh bangsa Indonesia dalam pemerintah negeri sehinga pada giliran dapattercapai pemerintahan sendiri

(2)memperjuangkan hak pemerintahan daerah (otonomi)seluas-luasnya dengan prinsip demokrasi

(3)mencegah terjadinya pertentangan antar kelompok ,kelasataupun antara suku bangsa .di bidang ekonomi ,perkumpulan ini ingin juga memajukanperekonomian Indonesia.

 

5. Perkumpulan orang ambon,ada beberapa perkumpulan orang ambon,seperti “Wilhelmina“diidrikan tahun 1908 di magelang oleh kaum militer yang berusaha saling hidup rukun ,mengerakanhubungan dengan Negara belanda serta mengajuka npengajaran .perkumpulan Ambonsch studentfonds oleh Dr.Tehupeiory tahun 1909 yang berusaha memberikan penerangan tentang hal dankesempatan belajar dan memberi sokong uang kepada pelajar-pelajar yang cakap.selain itu adaperkumpulan orang ambon yang berusaha memajukan pengajaran dan penghidupan rakyatambon;“Mena muria“di dirikan tahun 1913 di semarang yang betujuan mencapai kemajuan dankemakmuran golongan ambon ;dan “Sou Maluku Ambon“yang di dirikan berapa tahun kemudianuntuk memajukan perekonomian penduduk.

 

Pada priode tahun 1920-1930 di tandai oleh berdiri nya berbagai organisasi yang bersifat kedaerahandan organisasi yang cukup besar pengaruhnya dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia ,partainasional Indonesia (PNI).semula organisasi ini bernama perserikatan nasional Indonesia ,di dirikandi bandung 4 juli 1927 yang menampung semua orang yang ketika itu tidak termasuk dalamorganisasi politik yang ada .sebagai organisasi kebangsaan PNI berasaskan menolong diri sendiri(selfhelp),non-kooperatif dan marhaenisme yang bertujuan sebagai berikut:- Bidang Politik – Bidang Ekonomi- Bidang SosialUpaya kelompok pemuda yang di rintis sejak lama itu mencetuskan cita-citanya dalam suatu kongrespemuda II di Jakarta pada tanggal 26-28 Oktober 1928 seluruh organisasi kepemudaan ini menanamkan suatu cita-cita Indonesia bersatu:Sumpah pemuda itu berbunyi sebagai berikut.Kami bangsa Indonesia mengaku ….1. Bertanah air satu tanah air Indonesia.2. Bangsa satu bangsa Indonesia.3. Berbahasa satu bahasa Indonesia.Perjuangan rakyat Indonesia pada tahun 1930-an sampai tahun 1940-an di tandai oleh semangkinbanyaknya organisasi yang bergerak di bidang politik organisasi-organisasi yang tumbuh dan padadasarnya mengerakan tujuan untuk mencapai kemerdekaan dari penjajah (imoerialisme)tersebutantara lain berikut ini.

 

1.Pendidikan nasional Indonesia (PNI Baru).sejak tahun 1932,organisasi ini dipimpin olehMoh.Hatta,bertujuan melepaskan diri dari penjajah untuk mencapai kemerdekaan dan menjunjungtinggi sikap nokoperasi dengan pihak pemerintah belanda.

 

2.Partai Indonesia (Partindo).organisasi ini di pimpin oleh Mr.sartono dan pada akhirnya merupakankelanjutan dari PNI lama hingga tujuan pun sama ialah Indonesia merdeka .secara spesifik,tujuanpartindo ialah:

(1)perluasan hak-hak politik da nperteguhan keinginan menuju suatu pemerintahrakyat berdasarkan demokrasi

(2)perbaikan hubungan komunikasi dalam masarakat;dan

(3)perbaikan ekonomi rakyat.

 

3. Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo).

Didirikan di Jakarta tahun 1937 oleh mantan anggotaPartindo sehingga tujuannya sama dengan Partindo. Perbedaannya, Gerindo menjunjung asaskoperasi, ialah mau bekerja sama dengan pihak Pemerintah Hindia Belanda. Gerindo berusahamencapai bentuk pemerintahan negara berdasarkan kemerdekaan di lapangan politik, ekonomi, dansosial.

 

4. Partai Pcrsatuan Indonesia (Parpindo). Partai ini berusaha mencapai kemajuan ke arah suatumasyarakat dan bentuk negara yang tersusun menurut keinginan rakyat. Didirikan oleh orang-orangmantan anggota Gerindo termasuk peran Moh. Yamin dalam organisasi ini sangat besar. Dasar partaiadalah  :

(1) “Sosial-nasionalisme” (nasional bersendi atas persatuan Indonesia dan kedaulatan rakyat)dan

(2) “Sosial-demokrasi”.

 

5. Budi Utomo (BU). Sejalan dengan hasil kongres tahun 1931, BU tcrbuka untuk semua golonganbangsa Indonesia. Tujuan BU mengalami perkembangan, ialah berusaha mencapai kemerdekaanIndonesia. Asas yang dipakai bersilat fleksibel, suatu saat bersikap kooperatit’, namun dapat pulabersikap nonkooperatif.

 

Organisasi politik lainnya yang tumbuh sejak tahun 1930-an hingga menjclang kemerdekaan yangmempunyai tujuan untuk mencapai kemerdekaan antara lain Partai Rakyat Indonesia (PR1),Pcrsatuan Bangsa Indonesia (PB1), Partai Indonesia Raya (Parindra), PS11, Partai Islam Indonesia(Parii), Penyedar, Pll, dan PS1I ke-2.

 

Melalui organisasi politik ,perjuangan bangsa Indonesia pada hakikatnya bertujuan untuk mencapaikemerdekaan dari penjajah asing karena mereka sadar akan nasibnya yang sedang di jajah sehinggakondisinya ,miskin,bodoh dan tidak ada kebebasan untuk menentukan nasipnya sendiri .oleh karenaitu ,muncul berbagai gerakan yang mengarah pada upaya untuk mempersatukan diri melawanpenjajah dengan sebagai taktik perjuangan yang di landasi oleh semangat persatuan dan nasionalismeyang kuat.Pembelajaran Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia dan Semangat Kebangsaan.Memahami dan mengerti sejarah sangat penting bagi suatu bangsa. Apalagiapabila bangsa tersebut dapat mengambil hikmah (pelajaran) dari masa lalu tersebut. Sebagaimanatelah diuraikan terdahulu bahwa sejarah merupakan peristiwa politik pada masa lalu dan peristiwapolitik masa kini akan menjadi sejarah pada masa mendatang. Oleh karena itu, tidak diragukan lagipara siswa perlu dilatih bagaimana dalam belajar PKn dapat mengambil makna dari sejarahperjuangan bangsa untuk dijadikan pelajaran pada masa kini dan esok. Dengan demikian, semangatkebangsaan, cinta tanah air dan peradaban yang telah dipupuk melalui proses waktu yang lama akantetap terpelihara dan semakin maju dari satu generasi ke generasi berikutnya. Mengapa generasisekarang perlu belajar dari generasi masa lalu? Suatu peradaban (kebudayaan) tidak lahir dengansendirinya secara tiba-tiba. Untuk membentuk dan melahirkan suatu peradaban diperlukan waktudan proses transformasi (pewarisan) yang inovatif serta proses pengembangan ke arah yang semakinmaju. Hal ini hanya dapat dicapai apabila proses tersebut dilakukan secara berkelanjutan danberkesinambungan. Proses tersebut antaralain dijalani melalui pendidikan sejarah bangsa.mengidentifikasi dan menilai bukti, fakta dan data. Ketika sejarawan menilaikebenaran atau validitas suatu dokumen sejarah maka ada dua hal yang perlu dipertimbangkan, yaknivaliditas eksternal dan validitas internal. Melalui dua jenis kajian ini, mereka akan belajar berlatihberpikir kritis terhadap suatu peristiwa sejarah.Pertama, validitas eksternal harus menggunakan isu yang otentik. Anggaplah, seorang sejarawan memperoleh dokumen yang diperkirakan ditulis pada abad ke-15 M. Seorang sejarawan mungkinakan menganalisis kertas dan tinta yang digunakan dengan alat kimia untuk menguji keaslian daridokumen tersebut. Kata yang digunakan dalam dokumen tersebutdibandingkan dengan kata yang digunakan dalam dokumen lain vang ditulispada abad ke-15 M.Sejarawan harus membuat keputusan yang cermat dan saksama tentang validitas dan reliabilitasfakta. Sejarah yang baik adalah hasil dari pikir yang dilakukan secara sungguh-sungguh dan penuhdisiplin untuk menghasilkan sesuatu yang berguna-manfaat bagi generasi yang akan datang.

 

 

 

HUKUM DAN PENEGAK HUKUM

HUKUM DAN PENEGAK HUKUM 

 

Sebagai makluk pribadi mempunyai sifat, watak, kehendak, dan kepentingannya masing-masing.  kehendak  dan  kepentingan  setiap  individu  mungkin sejalan  atau mungkin berbeda bahkan bertentangan dengan kehendak dan kepentingan individulainnya. Bertentangan kepentingan antar individu ini mengakibatkan terganggunyapemenuhan kepentingan para individu itu sendiri. Kebutuhan inilah yang menjadi cikal-bakal terbentuknya tata kehidupan bersama yang di kenal dengan tata kehidupan bermasyarakat. Pergaulan kehidupan manusia dalam masyarakat di atur oleh berbagai macam kaedah atau norma, yang hakikatnya bertujuan untuk menghasilkan kehidupan bersama yang

tertib dan tenteram, di dalam pergaulan hidup tersebut manusia mendapat pengalaman-pengalaman  tentang  bagaimana  memenuhi  kebutuhan-kebutuhan  hidup, baik kebutuhan  pokok  maupun  kebutuhan-kebutuhan  bersifat sekunder  atau tersier.  Pengalaman-pengalaman tentang bagaimana memenuhi kebutuhan hidup ini menghasilkan nilai-nilai fositif maupun negatif sehingga manusia mempunyai konsepsi-konsepsi abtrak mengenai apa yang baik dan harus di anut ,dan apa yang buruk dan harus di hindari. Sistem nilai tersebut sangat perpengaruh terhadap pola-pola pikiran manusia ,yang merupakan suatu pedoman mental baginya. Pola-pola  pikiran  manusia  mempengaruhi  sikapnya  atau kecendrungan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu terhadap manusia, benda maupun keadaan-keadaan .sikap-sikap manusia ini selanjutnya membentuk kaedah-kaedah oleh karena manusia cendrung untuk hidup teratur dan manusia-manusia adalah berbeda-beda , oleh sebab itu di perlukan patokan-patokan yang berupa kaedah-kaedah .dengan demikian dapat di katakana bahwa kaedah atau norma merupakan faktor-faktor atau pedoman-pedoman prihal tingkah laku yang di harapkan.di dalam kehidupan manusia sehari-hari,terhadap bagai macam kaedah atau norma yang mengatur peri kehidupannya.berkenaan dengan kaedah-kaedah atau norma tersebut ,kita mengenal berbagai kaedahatau norma yang meliputi norma agama ,norma kesusilaan, norma kesopanan ,normaadat,dan norma hukum.Hukum adalah suatu organisasi paksaan. sebab hukum melekatkan kondisi-kondisitertentu terhadap pengunaan paksaan di dalam hubungan-hubungan antara manusia,pengesahan pengunaan paksaan hanya oleh individu-individu tertentu dan hanya dibawah  kondisi-kondisi  tertentu.hukum  menyebabkan  pengunaan  paksaan  sebagaimonopoli masarakat .sunguh karena monopoli pengunaan tindakan paksaan bahwahokum menciptakan ketentraman masarakat.pedamayan adalah suatu kondisi dimanatidak dapat pengunaan paksaan menurut pengertian ini, hukum hanya memberikan perdamayan relatif ,bukan absolute,dimana hukum mencabut hak para individu untuk mengunakan paksaan tetapi mencadangkan nya kepada masarakat .perdamayan hukumbukan suatu kondisi dari ketidaan paksa mutlak ,suatu keadaan anarkis ;perdamayan hukum  adalah  suatu  kondisi  monopoli  paksaan  ,suatu  monopoli  paksaan  olehmasarakat.di tinjau dari sumber-sumbernya ,hukum hukum dapat kita golongkankedalam klasifikasi berikut.

 

1.hukum undang-undang

2.hukum persetujuan

3.hukumtraktat(perjanjian antar Negara)

4.hukum kebiasaan dan hukum adat

5.hukum yurifrudensi.

 

Di tinjau dari bentuknya hukum dapat di bedakan lebih lanjut kedalam berikut ini.

 

1.hukum tertulis

2.hukum tidak tertulis.

 

Di tinjau dari sudut kepentingan yang di aturnya, hukum dapat di golongkan ke dalam hukum privat dan hukum publik, hukum seragam, hukum beraneka ragam, hukum beraneka ragam di maksudkan sebagai hukum antar tata hukum. Hukum beraneka ragam antara lain berikut ini.

 

a.hukum antar waktu

b.hukum antar tempat

c.hukum antargolongan

d.hukum antaragama

e.hukum privatinternasional .

 

Pergolongan hukum berikutnya adalah pergolongan ataranya hukum formal dengan hukum metrial. Hukum formal sering di samakan dengan hokum acara ,yakni hukumyang mengatur tentang tata cara bagaimana kaida-kaidah hukum

(metrial) di pertahankan atau di laksanakan  yang di maksud dengan hukum metrial ialah ketentuan-ketentuan hukum yang mengatur wujud dari hubungan-hubungan hukum itu sendiri dengan  kata lain  hukum  metrial adalah hukum  yang mengatur  tentang isi dari hubungan-hubungan hukum.atas dasar tinjauan apa dalam suatu cabang hukum diutamakan tentang keharusan/larangan ataukah tentang sangsinya maka kita dapat membedakan;

1.hukum kaidah(normenrecht)

2.hukum sangsi(sanctienrecht).

 

Konsep-konsep penting berkenaan dengan peraturan hukum ,yang meliputi norma,saksi ,delik (tindakan pidana),  kewajiban hukum, tanggung jawab hukum, dan hak hukum, norma prilaku yang di atur dalam peraturan hukum memuat keharusan-keharusan (gobod) dan atau  larangan-larangan (Verbod). Sanksi merupakan konsekuensi dari perbuatan yang dianggap merugikan masyarakatdan yang harus dihindarkan. Sanksi diberikan oleh tata hukum dengan maksud untuk menimbulkan perbuatan tertentu yang dianggap dikehendaki oleh pembuat undang-undang. Sanksi merupakan tindakan memaksa untuk menjamin perbuatan manusiayang dikehendak oleh peraturan hukum. Pada hukum pidana kita kenal sanksi pidana.  Berkenaan dengan hukuman pidana, terdapat dua jenis hukuman, yaitu hukuman pokok dan hukuman tambahan. Pasal 10 KUHP menyebutkan “Hukuman-hukuman itu adalahberikut ini.

 

1. Hukuman-hukuman pokok

a) Hukuman mati.

b) Hukuman penjara.

c) Hukuman kurungan.

d) Hukuman denda.

 

2. Hukuman-hukuman tambahan

a) Pencabutan dari hak-hak tertentu,

b) Penyitaan dari benda-benda tertentu,

c)Pengumuman dari putusan hakim.

 

Untuk memahami lebih lanjut tentang norma dan sanksi, perhatikanlah kutipan pasal-pasal dari peraturan hukum berikut.  Pasal/ 362 KUHP  “Barang siapa mengambil sesuatu benda yang seluruhnya atau sebagian kepunyaanorang lain, dengan maksud untuk menguasai benda tersebut secara melawan hukumkarena salah telah melakukan pencurian,dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 5 tahun atau dengan.  Pasal 1365 KUHP Perdata  “Tiap perbuatan melanggar hukum, yang membawa kerugian kepada seorang lain,mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugiantersebut.”Konsep  hukum  berikutnya adalah  “delik”.  Dalam  hukum pidana  istilah  delik atau  “strafbaar  feit”  lazim diterjemahkan  sebagai  tindak  pidana, yaitu  suatu  perbuatan  yang  bersifat melawan  hukum (wederrechtelijk  atau  onrechtmatige).  Dalam hukum perdata  istilah  delik tidak  lazim  digunakan.  Untuk menyebut seseorang melakukan delik, biasanya digunakan istilah seseorang telahmelakukan wanprestasi. Namun demikian. Delik-baik dalam lapangan hukum pidanamaupun hukum perdata, dapat didivinisikan sebagai perbuatan seseorang terhadap siapa sanksi sebagai konsekuensi dari perbuatannya itu diancamkan.  fakta tentang delik bukan hanya terletak pada suatu perbuatan tertentu saja, melainkanjuga pada akibat-akibat dari perbuatan tersebut. Di dalam ilmu pengetahuan hukum pidana, dikenalbeberapa macam jenis delik (Lamintang, 1984), antara lain dapat dikemukakan sebagaiberikut.

 

1. Delik formalDelik yang dianggap telah sepenuhnya terlaksana dengan dilakukannya suatu perbuatanyang dilarang dan diancam dengan hukuman oleh undang-undang. Contohnya, Pasal209, 210, 242, 362 KUHP.

 

2.  Delik material Delik  yang  dianggap  telah   sepenuhnya  terlaksana  dengan ditimbulkannya akibatyang dilarang dan diancam dengan hukuman olehundang-undang. Contohnya, Pasal 149, 187, 338, 378 KUHP.

 

3. Delik komisiDelik yang berupa pelanggaran terhadap larangan (verbod) menurut undang-undang, yang terjadi karena melakukan suatu. Contohnya, Pasal212,263, 285, 362 KUHP.

 

4. Delik omisi

Delik yang berupa pelanggaran terhadap keharusan (gebod) menurutundang-undang, yang terjadi karena dilalaikannya suatu perbuatan yangdiharuskan. Contohnya, Pasal 217, 218, 224, 397 angka 4 KUHP.

 

5. Delik kesengajaanDelik yang mengandung unsur kesengajaan. Contohnya, Pasal 338KUHP.

 

6.  Delik kelalaian delik yang  mengandung unsur kelalaian. Contoh Pasal 359 KUHP.

 

7. Delik aduan Delik yang hanya dapat dituntut apabila ada pengaduan dari orang yang dirugikan.Contoh Pasal 72 – 75, 284 ayat (2), 287 ayat (2) KUHP.

 

8.  Delik biasaDelik yang dapat dituntut tanpa diperlukan adanya suatu pengaduan.Contoh Pasal 362, 338 KUHP.

 

9. Delik umumDelik yang dapat dilakukan oleh setiap orang.

 

10. Delik khususDelik yang hanya dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu saja.

 

Hal-hal yang berkaitan erat dengan konsep delik ialah konsep kewajiban hukum. Konsepkewajiban hukum merupakan pasangan dari konsep norma hukum. Konsep kewajibanhukum menunjuk hanya kepada individu terhadap siapa sanksi ditujukan dalam hal diamelakukan delik. Menurut hukum dia diwajibkan menghindari delik jika delik ituberupa tindakan positif maka dia.diwajibkan untuk tidak melakukan tindakan tersebutjika  delik  itu  berupa  kelainan  untuk  melakukan  suatu tindakan  tertentu (delik omisi) maka  di  diwajibkan  untuk  melakukan  tindakan tersebut.dengan  demikian,kewajiban hukum adalah kewajiban untuk menghindari delik adalah kewajiban sisubjek untuk “untuk mengetaui`norma  hukum.satu konsep yang di hubungkan  dengan konsep kewajiban hukum adalah konsep tangung jawab hukum, berati dibertangung  jawab  atas  suatu  saksi  dalam  hal  melakukan  suatu  perbuatan  yang bertentangan.  Perlu untuk membedakan istilah kewajiban hukum dari tanggung jawab hukum tatkala sanksi tidak atau tidak hanya ditujukan kepada pelaku delik langsung, melainkan juga kepada para individu lain yang menurut hukum mempunyai hubungan dengan pelaku langsung.  Dalam  hukum  masyarakat  beradab, individu  yang  diwajibkan  kepada  perbuatan tertentu, dalam keadaan normal adalah juga orang yang bertanggung jawab atas  perbuatan  tersebut.  Biasanya orang bertanggung  jawab  hanya  terhadap perbuatannya sendiri, bertanggung jawab terhadap delik yang dilakukannya sendiri. Tetapi ada kasus-kasus kekecualian di mana seseorang menjadi bertanggung jawab terhadap  perbuatan yang  merupakan kewajiban  dari  seseorang  lainnya,  menjadi bertanggung jawab terhadap suatu delik yang dilakukan oleh orang lain. Tanggung jawab dan juga kewajiban menunjuk kepada delik itu juga, tetapi kewajiban selalu menunjuk kepada delik dari pelaku itu sendiri, sementara tanggung jawab seseorang dapat  menunjuk kepada suatu delik yang dilakukan oleh orang lain.  Norma hukum  mengandung  kewajiban  dan  tanggung  jawab.  Norma hukum mengandung arti kewajiban dalam hubungan dengan orang yang berpotensi sebagai pelaku  delik;  pelaku  delik,  tetapi  juga  terhadap  individu-individu  lainnya yang mempunyai suatu hubungan yang ditentukan menurut hukum dengan si pelaku delik.  Pelaku delik adalah seseorang yang perbuatannya karena telah ditentukan oleh tata hukum, merupakan kondisi dari suatu sanksi yang ditujukan terhadapnya atau terhadap  individu lainnya yang mempunyai suatu hubungan yang ditentukan menurut hukum dengan  pelaku delik  Subjek. Konsep kewajiban biasanya dibedakan dari konsep hak , kita hanya berkepentingan dengan istilah hak hukum.  Orang  lazim membuat  perbedaan antara 2 hak macam hak yaitu:

 

(1)  jus is rem,yaitu hak atau suatu barang dan

(2) jus is personam, yaitu hak untuk menuntut seorang untuk menurut sesuatu caratertentu yakni hak atas perbuatan seorang lainya.

 

Jika hak itu adalah hukum maka hak tersebut harus merupaka hak atas perbuatanseseorang lainnya ,atas perbuatan yang menurut hukum merupakan kewajiban dariseorang lainnya .hak hukum masarakat kan kewajiban dari seseorang lainnya .kewajibanini adalah dengan sendirinya tatkala kita berbicara tentang suatu hak atas perbuatan diriseseorang lainya.Keberadaan atau ketidak hak masarakat suatu norma umum yang mengatur perbuatanmanusia.oleh sebap itu jika ada suatu pernyataan tentang hak hukum maka suatuperaturan hukum harus di saratkan .tidak tidak mungkin ada hak hukum sebelum ada hukum itu sendiri. selama suatu hak tidak“dijamin“oleh peraturan hukum maka hak itubelum merupakan hak hukum Hak ini dibuat menjadi hak hukum pertama-tama oleh jaminan dan peraturan hukum.  Ini berarti bahwa hukum mendahului atau bersamaandengan hak tersebut.Berkenaan dengan hak dan kewajiban tersebut di atas, lazim dibedakan dua kerakteryang berbeda, yaitu, hak dan kewajiban mutlak di satu pihak dan  hak dan kewajibanrelatif di pihak lainnya. Kewajiban relative adaah kewajiban yang dimiliki seseorangrelatif terhadap seseorang individu yang di tunjuk sementara kewajiban mutlak adalahkewajiban yang dimiliki orang terhadap sejumlah individu tak terbatas atau terhadapsemua  individu  lainya.  Untuk  menjalankan  hukum  sebagaimana  mestinya  makadibentuk lembag Penegakan hukum

(law enforcers), antara lain Kepolisian, yangberpungsi utama sebagai lembaga penyidik; Kejaksaan, yang  sebagai lembaga penuntut;Kehakiman,  yang  berfunsi  sebagai  lembaga  pemutus/pengadilan,  dan  lembagaPenasihat atau bantuan hukum.

 

A.KEPOLISIAN

 

Kepolisian negara ialah alat penegak hukum yang terutama bertugas memeliharakeamanan di dalam negeri. Dalam kaitannya dengan hukum hususnya Hukum acaraPidana, Kepolisian negara bertindak sebagai penyelidik dan penyidik. Menurut Pasal 4UU nomor  8 tahun  198 tentang undang-undang Hukum  Acara Pidana (KUHP),Penyelidik adalah setiap pejabat polisi negara RI. Penyelidik mempunyai wewenang.

1. menerima laporan atau pengaduan dari seseorang tentang adanya tindak Pidana;

2. mencari keterangan dan barang bukti;

3. menyuruh berhenti seorang yang dicurigai dan menanyakan sertamemeriksa tanda pengenal diri;

4. mengadakan tindakan lain menurut hukum yang bertanggungjawab.

 

Atas perintah penyidik, penyelidik dapat melakukan tindakan berupa:

1. penangkapan, larangan meninggalkan tempat, penggeledahan dan penyitaan;

2. pemeriksaan dan penyitaan surat;

3. mengambil sidikjari dan memotret seseorang;

4. membawa dan menghadapkan seorang pada penyidik.

 

Hukum itu sendiri selama suatu hak tidak “dijamin“ oleh peraturan hukum maka hak itu belum merupakan hak hukum.  Hak ini dibuat menjadi hak hukum pertama-tama oleh jaminan dan peraturan  hukum.  Ini berarti bahwa hukum mendahului atau bersamaan dengan hak tersebut.  Berkenaan dengan hak dan kewajiban tersebut di atas, lazim dibedakan dua kerakteryang berbeda, yaitu, hak dan kewajiban mutlak di satu pihak dan  hak dan kewajiban relatif di pihak lainnya.  Kewajiban relative adaah kewajiban yang dimiliki seseorang relatif terhadap seseorang individu yang di tunjuk sementara kewajiban mutlak adalahkewajiban yang dimiliki orang terhadap sejumlah individu tak terbatas atau terhadap semua  individu  lainya.  Untuk  menjalankan  hukum  sebagaimana  mestinya  makadi bentuk lembaga Penegakan hukum (law enforcers), antara lain Kepolisian, yangberpungsi utama sebagai lembaga penyidik; Kejaksaan, yang  sebagai lembaga penuntut; Kehakiman,  yang  berfunsi  sebagai  lembaga  pemutus/pengadilan,  dan lembaga Penasihat atau bantuan hukum.

 

Setelah itu, penyelidik berwewenang membuat dan menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tindakan tersebut di atas kepada penyidik. Selain penyelidik, polisi bertindak pula sebagai penyidik.  Menurut Pasal6 UU No. 8/1981 yang bertindak sebagai penyidik, yaitu:

 

1. pejabat Polisi negara Republik Indonesia;

2.pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang.

 

B. KEJAKSAAN

 

Jaksa adalah pejabat yang diberi wewenang untuk bertindak sebagai penuntut umum serta melaksanakan keputusan pengadilan yang telah memperolehkekuatan  hukum tetap.  Jadi,  Kejaksaan  adalah  lembaga  pemerintahan  yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan.Berdasarkan penjelasan tersebut maka Jaksa

(penuntut umum) berwewenang, antaralain untuk;

 

a) menerima dan memeriksa berkas perkara penyidikan;

b) membuat suratdakwaan;

c) melimpahkan perkara ke Pengadilan Negeri sesual dengan peraturan yangberlaku;

d)  menuntut  pelaku  perbuatan  melanggar  hukum (tersangka) dengan hukuman tertentu; e) melaksanakan penetapan hakim, dan lain-lain.

 

Khusus dalam bidang Pidana, kejaksaan mempunyai tugas dan wewenang untuk :

(1) melakukan penuntutan dalam perkara pidana;

(2) melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan

(3) melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan keputusan lepas bersyarat (yaitukeputusan yang dikeluarkan oleh menteri kehakiman)

(4) melengkapi berkas perkara tertentu dan untuk itu dapat melakukan pemeriksaantambahan  sebelum  dilimpahkan  ke  pengadilan  yang  dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan penyidik.

 

 

C. KEHAKIMAN

 

Kehakiman  merupakan  suatu  lembaga  yang  diberi  kekuasaan  untuk mengadili.Sedangkan Hakim adalah pejabat peradilan negara yang diberi wewenang oleh undang-undang  untuk  mengadili.  Menurut  Pasal  1  UU  nomor  8/1981  mengadili adalahserangkaian tindakan hakim untuk menerima, memeriksa, dan memutus perkara pidana

berdasarkan asas bebas, jujur, dan tidak memihak di sidang pengadilan dalam hal danmenurut cara yang diatur dalam undang-undang tersebut.dalam Pasal 5 UU Nomor 14 Tahun 1970 ditegaskan bahwa pengadilan mengadilimenurut hukum dengan tidak membeda-bedakan orang. Demikian pula dalam Pasal 1disebutkan bahwa . Kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan Negara yang merdekauntuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkanPancasila, demi terselenggaranya negara Hukum RI,Dalam Pasal 10 ayat 1 Undang-undang No. 14 Tahun 1970 tentang Pokok-pokok Kekuasaan Kehakiman ditegaskan bahwa kekuasaan kehakiman dilaksanakan olehbadan pengadilan dalam 4 lingkungan, yaitu :

 

(1) Peradilan Umum

(2) Peradilan Agama

(3) Peradilan Milker

(4).Peradilan Tata Usaha Negara.

 

Keempat  lingkungan  peradilan  tersebut,  masing-masing  mempunyai  lingkungan wewenang  mengadili tertentu dan meliputi badan peradilan secara bertingkat.  Peradilan militer, peradilan Agama, dan peradilan Tata Usaha Negara merupakan peradilan khusus karena mengadili perkara-perkara tertentu atau mengadili golongan rakyat tertentu.  Sedangkan peradilan umum merupakan peradilan bagi rakyat pada umumnya abaik mengenai perkara Perdata maupun perkara Pidana.

 

 

Pembelajaran Materi Hukum dan Penegakan Hukum

 

Oleh sebab itu, pendidikan hukum sebagai salah satu bentuk upaya penanaman kesadaran akan norma tingkah laku dalam masyarakat, dipandang sangat strategis untuk diberikan pada seluruh jenis dan jenjang pendidikan persekolahan. Penanaman nilai-nilai dan norma-norma sosial kemasyarakatan  merupakan salah satu bagian yang tak terpisahkan dari proses sosialisasi anak menuju realita kehidupan yang sesungguhnya di masyarakat.  Program pendidikan hukum (law-related education) di persekolahan hendaknyadiarahkan untuk membantu siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yangdiperlukan agar mereka kelak dapat berpartisipasi secara efektif dalam lembaga-lembaga hukum. Tujuan utama dari pendidikan hukum, seperti dikemukakan oleh Bank (1977: 258-259) adalah untuk membantu siswa mengembangkan pengetahuan, sikap,  dan  keterampilan  yang  diperlukan  untuk  memperoleh  hak-hak  hukumnya  secaramaksimum dalam masyarakat.  Center for Civic Education (CCE) dalam National  Standards for Civics and Government  (1997) mengembangkan sejumlahbahan ajar yang berkaitan dengan pendidikan hukum, antara lain meliputi:

 

(1) fungsi dan tujuan dari peraturan dan hukum,

(2) kedudukan hukum dalamsistem pemenntahan konstitusional,

(3) perlindungan hukum terhadap hak-hak ind.vidu,

(4) kriteria untuk mengevaluasi peraturan dan hukum

(5) hak warga negara, dan

(6) tanggung jawab warga negara.

 

Dengan menyimak paparan di atas maka pendidikan hukum hendaknya diarahkan pada pembelajaran materi hukum dan penegakan hukum. Pembelajaran tentang materi hukum  bertujuan  untuk  membekali  siswa  dengan  sejumlah pengetahuan  tentang norma-norma hukum yang mempengaruhi kehidupannya sehingga tumbuh kesadaran hukum pada diri mereka yang pada gilirannya mereka dapat menampilkan kepatuhan secara sukarela dan sikap  menghormati terhadap norma-norma hukum yang berlaku.  Dipihak lain, pembelajaran tentang sistem peradilan dan lembaga-lembaga penegakan hukum diharapkan dapat membekali siswa dengan mekanisme, kelembagaan dan sistem peradilan dalam menegakkan norma-norma hukum.  Keadaan hidup manusia dalam masyarakat modern dewasa ini berubah sangat pesat. oleh sebab itu, pembelajaran di abad sekarang ini hendaknya memperhatikan arus danlaju perubahan yang terjadi.  Pembelajaran perlu membina pola berpikir, keterampilan dan kebiasaan, yang terbuka dan tanggap, yang mampu menyesuaikan diri secara manusiawi dengan perubahan. Kalau tujuan pembelajaran adalah menumbuhkan dan menyempurnakan pola laku,  membina kebiasaan dan kemahiran menyesuaikan diri dengan  keadaan  yang berubah-ubah  maka  metode  pembelajaran  harus  mampu mendorong proses pertumbuhan dan penyempurnaan pola laku, membina kebiasaan,dan mengembangkan  kemahiran untuk menyesuaikan diri.  Hal lainnya yang perlu diperhatikan sebagai prinsip pembelajaran adalah:

 

(1) tingkat kesulitan, dan

(2) tingkat kemampuan berpikir.

 

Tingkat kesulitan berkenaan dengan beban belajar (learning task), sedangkan tingkatkemampuan  berpikir  berkenaan  dengan  kemampuan  kognitif  siswa. Kemampuanberpikir, menurut sejumlah hasil riset adalah bertahap dan berjenjang mulai dari yangsederhana/mudah kepada yang kompleks/rumit, dan  keterampilan  yang  diperlukan  untuk  memperoleh  hak-hak  hukumnya  secaramaksimum dalam masyarakat.  Center for Civic Education (CCE) dalam National Standards for Civics and Government  (1997) mengembangkan sejumlahbahan ajar yang berkaitan dengan pendidikan hukum, antara lain meliputi:

 

(1) fungsi dan tujuan dari peraturan dan hukum,

(2) kedudukan hukum dalamsistem pemenntahan konstitusional,

(3) perlindungan hukum terhadap hak-hak ind.vidu,

(4) kriteria untuk mengevaluasi peraturan dan hukum

(5) hak warga negara, dan

(6) tanggung jawab warga negara.

 

Dengan menyimak paparan di atas maka pendidikan hukum hendaknya diarahkan pada pembelajaran materi hukum dan penegakan hukum. Pembelajaran tentang materi hukum  bertujuan  untuk  membekali  siswa  dengan  sejumlah pengetahuan  tentang  norma-norma hukum yang mempengaruhi kehidupannya sehingga tumbuh kesadaran hukum pada diri mereka yang pada gilirannya mereka dapat menampilkan kepatuhan secara sukarela dan sikap menghormati terhadap norma-norma hukum yang berlaku.  Dipihak lain, pembelajaran tentang sistem peradilan dan lembaga-lembaga penegakan hukum diharapkan dapat membekali siswa dengan mekanisme, kelembagaan dan sistem peradilan dalam menegakkan norma-norma hukum.Keadaan hidup manusia dalam masyarakat modern dewasa ini berubah sangat pesat.oleh sebab itu, pembelajaran di abad sekarang ini hendaknya memperhatikan arus danlaju perubahan yang terjadi. Pembelajaran perlu membina pola berpikir, keterampilandan kebiasaan, yang terbuka dan tanggap, yang mampu menyesuaikan diri secaramanusiawi dengan perubahan. Kalau tujuan pembelajaran adalah menumbuhkan danmenyempurnakan pola laku,  membina kebiasaan dan kemahiran menyesuaikan diridengan  keadaan  yang  berubah-ubah maka  metode  pembelajaran  harus  mampumendorong proses pertumbuhan dan penyempurnaan pola laku, membina kebiasaan,dan mengembangkan kemahiran untuk menyesuaikan diri.Hal lainnya yang perlu diperhatikan sebagai prinsip pembelajaran adalah:

 

(1) tingkat kesulitan, dan

(2) tingkat kemampuan berpikir.

 

Tingkat kesulitan berkenaan dengan beban belajar  (learning task), sedangkan tingkatkemampuan  berpikir  berkenaan  dengan  kemampuan  kognitif  siswa. Kemampuan berpikir, menurut sejumlah hasil riset adalah bertahap dan berjenjang mulai dari yangsederhana/mudah kepada yang kompleks/rumit.

 

Perlu di tegaskan lagi bahwa model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa belajar,terutama mendorong siswa berpikir adalah model pelajaran inkuri, mengapa ingkuri?model  ini  sangat  ampuh  merangsang  siswa  berpikir ( kritis, kreatif  ,induktif, dedukif)  inkuiri pada hakekatnya adalah bertanya atau mempertanyakan. Terhadap banyak ragam model pelajaran inkuiri dari mulai yang sederhana hinga yang kompleks.

 

Karakteristik Pembelajaran PKn

1. Karakteristik Pembelajaran PKnPada materi konsep dasar pendidikan kewarganegaraan telahdikemukakan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan merupakan pelajarandengan keunikan tersendiri. PKn dimaknai sebagai pendidikan nilai danpendidikan politik demokrasi. Hal ini mengamndung konsekwensi bahwadalam hal perancangan pembelajaran PKn perlu mempertahtikankarakteristik pembelajaran PKn itu sendiri.Dalam standar isi 2006 dijelaskan bahwa PKn persekolahan atau matapelajaran PKn adalah mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukanwarganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dankewajibannya untuk menjadi warganegara Indonesia yang cerdas, terampil,dan berkarakter yang diamanatkan olehPancasila dan UUD 1945.

PKn dalam kurikulum perguruan tinggi juga tidak lepas dari nilai-nilaibangsa yang dijadikan arah pengembangan PKn sebagai mata kuliah.Kompetensi dasar mata kulaih PKn di PT adalah menjadi ilmuwan danprofesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air, demokratisberkeadaban; menjadi warga negara yang memiliki daya saing; berdisiplindan berpartisipasi aktif dalam membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistemnilai Pancasila (S-K Dirjen Dikti No 43/Dikti/2006)Dalam hal tujuan, PKN persekolahan memiliki tujuan sebagai berikut;agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.a. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan,

b. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindaksecara cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, danbernegara, serta anti-korupsic. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diriberdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnyad. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan duniasecara langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Menyimak hal –hal di atas, dapat dinyatakan bahwa PKn mengemban misi sebagai pendidikan nilai dalam hal ini adalah nilai-nilai filosofis Pancasila dan nilai konstitusional UUD 1945. Di sisi lain adalah pendidikan politik demokrasidalam rangka membentuk warganegara yang kritis, partisipatif dan bertanggung jawab bagi kelangsungan negara bangsa .Dalam naskah KBK 2004 dinyatakan bahwa Pembelajaran dalam matapelajaran Kewarganegaraan merupakan proses dan upaya dengan menggunakan pendekatan belajar kontekstual untuk mengembangkan dan meningkatkan kecerdasan, keterampilan, dan karakter warga negara   Indonesia. Pendekatan belajar kontekstual dapat diwujudkan antara laindengan metode-metode:

(1) kooperatif,

(2) penemuan (discovery),

(3) inkuiri(inquiry)

(4) interaktif,

(5) eksploratif,

(6) berpikir kritis, dan

(7) pemecahanmasalah (problem solving).

Metode-metode ini merupakan kharakteristikdalam pembelajaran PKn2. Model Model Pembelajaran PKnModel pembelajaran PKn bercirikan pada pengembangan sikapdemokratis yang bertanggung jawab sebagai seorng warganegara.Berkenaan dengan ini. Secara umum Rath dan Kirchenbaun dalam Diknas2007 mengidentifikasi beberapa model pengembangan sikap demokratisyang bertanggung jawab yang cukup relevan dengan pendidikankewarganegaraan.Model pembelajaran tersebut antara lain: Pertemuan Kelas Berita Baru(Good News Class Meeting), Cambuk bersiklus (Circle Whip), Waktu untukPenghargan (Appreciation Time), Waktu untuk yang Terhormat (ComplimentTime), Pertemuan Perumusan Tujuan (Goal setting Meeting), PertemuanLegislasi ( Rule Setting meeting), Pertemuan evaluai aturan (rule EvaluatingMeeting) ,Pertemuan perumusan Langkah Kegiatan (Stage Setting Meeting) ,Pertemuan Evaluasi dan Balikan (Feedback Evaluation), Pertemuan Refleksibekajar (Selation on Learning), forum Siswa (Student Presentation),Pertemuan Pemecahan Masalah ( Problem Solving Meeting), Pertemuan IsuAkademis ( Academis Issues), Pertemuan Perbaikan Kelas ( Classroomimprovment Meeting), Pertemuan Tindak Lanjut (Folow UP Meeting),Pertemuan Perencanaan (Planing meeting), Pertemuan Pengembangan  konsep( Concept Meeting ), Pembahasan situasi Pelik (Stiky Situation), kotaksaran ( Suggestion box/ Class Box), Pertemuan dalam Pertemuan (AndMeeting on Meeting).Karakteristik pokok untuk masing-masing strategi tersebut secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut :

a. Pertemuan Kelas Berita Baru merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggung jawab melalui pertemuan kelas, guna membahas berita aktual yang ada di media massa seperti surat kabar,televisis, radio atau internet.. contohnya : berita tentang demonstrasi yang berujung dengan perusakan. Dengan membahas berita aktual siswaakan selalu punya raa ingin tahu dan peka terhadap masalah aktual yang terjadi di lingkungannya.

b. Cambuk Bersiklus merupakan strategi pemgembangan sikap demokratisdan bertanggung jawab melalui pertemuan saling bertanya dan menjawab secara bergiliran. Setiap orang harus mendengarkan pertanyaan siswalain dan menyiapkan pertanyaan untuk siswa lainbukan pemberi pertanyaan sebelumnya . Contohnya , siswa A bertanya kepada siswa B “Mengapa terjadi tawuran di sekolah?” . Siswa B menjawab pertanyaan itu,kemidian mengajukan pertanyaan lain terkait pertanyaan pertama,:Bagaimana cara menjaga kerukunan antar siswa dan mencegah terjadinya tawuran lagi?”. Dengan cara ini siswa akan terlatih untuk selalu peka dan tanggap terhadap orang lain.

c. Waktu untuk Penghargaan, merupakan startegi pengembangan sikapdemokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan untuk memberikan penghargaan atau penghormatan terhadap orang lain, misalnya:   menghadiri acara duka cita karena ada orang yang meninggal atau kenamusibah. Dengan cara ini siswa akan terasah nuraninya untuk selalumenghormati orang lain karena mengakui prestasi yang dicapainya ataudedikasi yang diberikannya kepada kepentingan umum/ orang lain.

d. Waktu untuk Yang Terhormat, merupakan strategi pengembangan sikapdemokratis dan bertanggung jawab melelui acara yang secara khusus diadakan atas inisiatif siswa untuk memberikan penghargaan kepada orang yang sangat dihormati. Misalnya: acara yang diadakan pada saat ada seorang guru senior atau kepala sekolah akan memasuki purna tugas atau pensiun. Dengan cara ini siswa akan selalu memiliki empati sebagain bagian dari tanggung jawab sosial.

e. Pertemuan Perumusan Tujuan, merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggung jawab melalui pertemuan yang sengaja diadakan atas inisiatif guru dan/ atau siswa untuk merumuskan visi atau tujuan sekolah. Misalnya :simulasi rapat sekolah untuk merumuskan rencana pemugaran sekolah. Dengan cara itu siswa akan meliki rasa memiliki sekolahnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan kecintaandan tanggung jawab terhadap sekolahnya tanpa harus diminta.

f. Pertemuan legislasi, merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggung jawab melalui pertemuan untuk merumuskan atau menyususn norma atau aturan yang akan berlaku di sekolah. Misalnya:kapan siswa bolah tidak memakai pakaian seragam sekolah satu hari dalam seminggu kemudian menuangkannya secara konsensus menjadisalah satu butir aturan dalam tatatertib sekolah. Dengan cara ini siswaakan mampu berpikir normatif.

g. Pertemuan Evaluasi Aturan, merupakan strategi pengembangan sikapdemokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan untukmengevaluasi pelaksanaan norma atau aturan yang telah disepakati danberlaku di sekolah. Misalnya: simulasi rapat tentang peraturan tentanghari bebas berpakaian satu hari dalam seminggu kemudian secarakonsensus menyempurnakan butir aturan dalam tatatertib sekolah ituagar lebih adil. Dengan cara ini siswa akan mampu berpikir normatif –evaluatif.

h. Pertemuan Perumusan Langkah kegiatan merupakan strategipengembangan sikap demokratis dan bertanggung jawab melalui pertemuan untuk menetapkan prioritas atau tahapan kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa di bawah supervisis sekolah . misalnya ;simulasirapat penentuan prioritas kegiatan kesiswaan untuk satu tahun mendatang. Dengan cara itu siswa akan mengerti dan terbiasamenentukan prioritas dikaitkan dengan ketersediaan waktu atau dana.

i. Pertemuan Evaluasi dan Balikan merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggung jawab melalui pertemuan untuk memberikan masukan terhadap pelaksanaan kebijakan sekolah atas dasar hasil monitoring kelompok siswa dan / atau guru yang sengaja ditugasi untuk itu. Contohnya: simulasi dengar pendapat sekolah untuk mendapatkan masukan pelaksanaan kebijakan larangan merokok disekolah. Dengan cara ini siswa akan selalu berpikir reflektif dan evaluatif.

j. Pertemuan Refleksi Belajar merupakan staretgi pengembangan sikap demokratis dan bertanggung jawab melelui pertemuan pengendapan dan evaluasi terhadap proses dan atau hasil belajar setelah selesai satu atau beberapa pertemuan. Contohnya: pertemuan untuk meminta siswa menilai kemajuan belajarnya dalam satu semester. Dari pertemuan ini guru akan memperoleh masukan dari siswa tentang hal-hal yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran, dan siswa akan mendapatkan masukan tentang pencapaian kompetensi yang dipersyaratkan dan tindak lanjut peningkatan intensitas belajar lebih lanjut.

k. Forum siswa, merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggung jawab melalui pertemuan untuk memberi kesempatan siswa secara individual atau kelompok menyajikan pendapatnya hasil pemahaman terhadap sumber informasi atau projek belajar yang dilakukan atas tugas guru atau atas inisiatif sendiri. Misalnya, curah pendapat (brainstorming) tentang pelanggaran tatatertib lalu lintas .

Dengan cara ini siswa akan terbiasa bertanggung jawab atas pendapatnya dan mau mendengarkan pendapat orang lain dan jika ternyata salah mau mengakui kekurangannya itu. l. Pertemuan Pemecahan Masalah, merupakan strategi pengembangan sikap demokratis dan bertanggung jawab melalui pertemuan terencana untuk memecahkan masalah yang ada di lingkungan sekitar atau lingkungan daerah atau nasional yang menyangkut kehidupan siswa,seperti pemecahan masalah penyalahgunaan narkoba di kalangan siswa. Dengan cara ini siswa akan terlatih memecahakan masalah melaluilangkah berpikir kritis dan kreatif.

m. Pertemuan Isu Akademis, merupakan strategi pengembangan sikapdemokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan terencana untukmembahas masalah akademis. Misalnya , pembahasan isu tentang gizi,cara hidup sehat, perubahan cuaca, dan korupsi yang terkait lingkungandaerah atau nasional yang tidak secara langsung menyangkutnkehidupan siswa, seperti pemecahan masalah busung lapar, flu burung,pemogokan buruh. Dengan cara ini siswa akan terlatih memecahkanmasalah akademis secara populer melalui langkah berpikir ilmiah secarakritis dan kreatif.

n. Pertemuan Perbaikan Kelas, merupakan strategi pengembangan sikapdemokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan kelas untukmembahas atau memecahkan masalah yang menyangkut kehidupansiswa di kelasnya atau di lingkungan sekolahnya, seperti pemecahanmasalah bolos, tata tertib sekolah. Contohnya, diskusi tentang upayamemperbaiki situasi sekolah. Dengan cara ini siswa akan terlatihmemecahkan masalah yang aeda di kelasnya melalui langkah yangdemokratis.

o. Pertemuan Tindak lanjut merupakan strategi pengembangan sikapdemokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan terencana untukmembahas tindak lanjut dari suatu kegiatan berseri di lingkungan sekolah. Dengan cara ini siswa akan terlatih memecahkan masalah yang ada dikelasnya melalui langkah yang demokratis.

p. Pertemuan Perencanaan, merupakan strategi pengembangan sikapdemokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan terencana untukmenyusun rencana bersama. Misalnya, merencanakan piknik akhir tahun, pentas seni tahunan, pemilihan pengurus kelas atau OSIS . dengan cara   ini siswa akan terlatih menyususn rencana yang layak melaluikesepakatan.

q. Pertemuan pemgembangan Konsep, merupakan strategi pengembangansikap demokratis dan bertanggungjawab melalui pertemuan terencanauntuk menyususn suatu gagasan baru yang dimaksudkan untukmendapatkan bantuan, atau menyarankan pemecahan atasmasalahyang cukup pelik. Contohnya, diskusi kelonpok untuk menyusun gagasan Desa Sejahtera , Sekolah Teladan , Sekolah Unggulan, dan sebagainya.  Dengan cara ini siswa akan terlatih membangun kerangka konseptual dan mengajukan pemecahan secara konseptual untuk memecahkan  masalah

.r. Pemecahan situasi Pelik, merupakan strategi pemgembangan sikapdemokratis dan bertanggungjawab melaui pertemuan untukmemecahkan masalah yang terkait pada keadaan yang pelik ataudilematik. Seperti: penetapan pilihan membolehkan atau melarang siswauntuk melakukan pendakian gunung atau kegiatan yang mengandungresiko. Dengan cara ini siswa akan terlatih mempertimbangkan resiko daristiap keputusan melalui lantgkah berpikir kritis dan aspiratif.

s. Kotak Saran, merupakan strategi pengembangan sikap demokratis danbertanggungjawab melalui pengumpulan pendapat secara bebas danrahasia untuk memecahkan masalah yang ada di lingkungan sekolah ataulingkungan sekitar.misalnya, masukan ke dalam kotak ini pendapat andatentang cara meningkatkan kegiatan sekolah kita. Dengan cara ini siswaakan terlatih menyampaiakan pendapat dan menghormati privacy atauhak pribadi orang lain.

t. Pertemuan dalam Pertemuan, merupakan strategi pengembangan sikapdemokratis dan bertanggung  jawab melalui pertemuan kelompok kecil dalam konteks pertemuan klasikal atau pertemuan besar.  Dengan cara inisiswa akan terlatih dan selalu berusaha untuk memelihara .

Keragaman Sosial Budaya Masyarakat Indonesia

Keragaman Sosial Budaya Masyarakat Indonesia

 

Selanjutnya Anda dipersilahkan mempelajari rangkuman materi yang telah diuraikan di atas.Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbhinneka dalam segala aspek kehidupan, baik agama,kebudayaan, bahasa, suku bangsa maupun aspek-aspek lainnya. Kebhinnekaan tersebut terutamaterjadi karena jumlah suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia cukup banyak.Kebhinnekaan yang ada di Indonesia selain merupakan potensi juga merupakan tantangan yangharus  diupayakan  penyelesainnya.  Tantangan  tersebut  semakin  terasa  terutama  dalammenghadapi  krisis  multidimensional  yang  telah  menjelma  menjadi  krisis  ekonomi  yangberkepanjangan. Kondisi demikian dirasakan sebagai tantangan, karena akan mudah menyulutterjadinya berbagai tindakan kekerasan, kecemburuan sosial dan tidak sedikit terjadinya upayapengrusakan-pengrusakan  terhadap  fasilitas  umum.  Kesemuanya  itu  dapat  menimbulkanterjadinya disintegrasi bangsa, oleh karena itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk mencarikesamaan isi dan misi dalam membangun masyarakat Indonesia yang aman, sejahtera.

 

Kebanggaan Sebagai Bangsa Indonesia

 

Indonesia adalah negara kesatuan yang terdiri dari beribu-ribu pulau, baik pulau besar ataupunpulau kecil yang jumlahnya mencapai 17.508 buah, sehingga mendapat julukan Nusantara.Indonesia adalah negara yang terletak di posisi silang dan di antara dua buah Samudra dan duabuah Benua yang menyebabkan Indonesia berada dalam posisi yang strategis.Sekalipun wilayah Indonesia tersebar di antara pulau-pulau, tidak menjadikan penduduknyabercerai. Hal ini karena bangsa Indonesia telah mempunyai ikatan sejarah maupun juridis formalyang dapat dibanggakan. Ikatan sejarah, misalnya karena merasa berasal dari latar belakangperjuangan yang sama, mempunyai pengalaman yang sama, merasa berasal dari keturunan,bahasa dan adat istiadat yang sama dalam wadah Bangsa dan Negara Kesatuan RepublikIndonesia.Sedangkan ikatan yuridis bisa kita simak dari berbagai rumusan yang tertuang dalam berbagaibentuk peraturan perundang-undangan di Indonesia, seperti Pembukaan UUD 1945; Batang TubuhUUD 1945; Ketetapatn MPR; dan berbagai peraturan perundangan lainnya.Kebanggaan akan bangsa Indonesia ini semakin lengkap, karena kita mempunyai berbagaikeunggulan yang tidak dimiliki bangsa lain, seperti: jumlah dan potensi penduduk yang sangatbesar; keanekaragaman sosial budaya, keindahan alam dan fauna, konsep wawasan nusantaradalam  pengembangan  wilayahnya;  semangat  Sumpah  Pemuda;  memiliki  tata  krama  dan  kesopanan yang tidak dimiliki bangsa lain; letak wilayahnya yang sangat strategis dan salah satukeajaiban dunia ada di Indonesia, yaitu Candi Borobudur. Selain itu kita juga telah dipercayamenjadi tuan rumah dari berbagai Konferensi Internasional, seperti Konferensi Asia Afrika; KTTGerakan Non Blok dan sebagainya.

 

Pembelajaran Keragaman Sosial Budaya Masyarakat Indonesia dan Kebanggaan SebagaiBangsa Indonesia

 

Pendidikan Kewarganegaraan dalam konteks kurikulum persekolahan mempunyai peranan dankedudukan yang strategis dalam upaya membangun karakter bangsa. Oleh karena itu dalampengembangan model pembelajarannya persekolahan harus dipikirkan dan dirancang secermatmungkin sehingga mampu mengembangkan berbagai potensi yang ada dan dimiliki siswa.Model-model pembelajaran yang daya kini mampu mengembangkan ketiga potensi siswa adalahmodel-model pembelajaran yang interaktif, dalam arti yang mampu mengaktifkan berbagaipotensi yang ada dan dimiliki siswa.Untuk pembelajaran materi Keanekaragaman sosial budaya dan Kebanggaan sebagai BangsaIndonesia ” ada sejumlah alternatif model pembelajaran yang dapat dikembangkan di kelas.Dalam kegiatan belajar 3 di atas dicontohkan 2 model, yaitu model Bermain Peran dan ModelAnalisis Kasus. Kedua model ini hanyalah contoh belaka. Oleh karena itu pengembangannya dikelas sangat tergantung pada kreativitas, kemampuan dan daya dukung sarana dan prasaranayang ada di sekolah masing-masing.

 

Hakikat dan Fungsi Pancasila

 

Secara historis, proses perumusan dasar negara Indonesia diawali dengan dibentuknya BPUPKIyang mulai bersidang pada tanggal 29 Mei 1945. Sidang pertama, pada tanggal 29 Mei – 1 Juni1945 untuk membicarakan dasar Indonesia Merdeka (philosofische grondslag dari IndonesiaMerdeka), yang kemudian menghasilkan naskah penting yang disebut Piagam Jakarta. SidangBPUPKI yang kedua diselenggarakan tanggal 10 – 17 Juli 1945. Pada tanggal 14 Juli 1945, PiagamJakarta diterima oleh BPUPKI sebagai pembukaan dari Rancangan Undang-undang Dasar yangdipersiapkan untuk negara Indonesia merdeka.Pancasila  dirumuskan  oleh  BPUPKI  yang  kemudian  setelah  diadakan  beberapa  perubahandisyahkan sebagai dasar negara RI oleh PPKI yang telah dibentuk pada tanggal 9 Agustus 1945.Bagi bangsa dan negara Indonesia, hakekat dari Pancasila yaitu sebagai Pandangan Hidup bangsadan sebagai Dasar Negara. Pancasila dalam pengertian sebagai pandangan hidup sering jugadisebut way of life, pegangan hidup, pedoman hidup, pandangan dunia, petunjuk hidup. Pancasilasebagai Pandangan Hidup bangsa dipergunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan atauaktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, setiap sikap dan perilaku manusia Indonesia harusdijiwai  dan  merupakan  pancaran  dari  nilai-nilai  Pancasila.  Mengamalkan  Pancasila  sebagaiPandangan  hidup  berarti  melaksanakan  Pancasila  dalam  kehidupan  sehari-hari,  danmenggunakannya sebagai petunjuk hidup sehari-hari. Sebagai dasar negara, Pancasila dijadikansebagai dasar negara atau ideologi negara yang berarti bahwa Pancasila dipergunakan sebagaidasar untuk mengatur penyelenggaraan Negara. Sebagai landasan untuk menyelenggarakannegara, Pancasila ditafsirkan dalam bentuk aturan yaitu pasal-pasal yang tercantum dalam UUD1945.Berdasarkan uraian di atas, maka Pancasila mempunyai fungsi pokok sebagai Dasar Negara,sesuai dengan pembukaan UUD 1945, dan yang pada hakekatnya adalah sebagai sumber darisegala sumber hukum dalam kehidupan bernegara Indonesia. Pengertian tersebut merupakanpengertian Pancasila yang bersifat yuridis-ketatanegaraan.

 

Dalam hubungannya dengan masalah nilai, dapat dikatakan bahwa nilai-nilai Pancasila mempunyaisifat  obyektif  dan  subyektif.  Sedangkan  susunan  sila-sila  Pancasila  itu  adalah  sistematis-hierarkhis, yang mengandung arti bahwa kelima sila Pancasila itu menunjukkan suatu rangkaianurutan-urutan yang bertingkat, di mana tiap-tiap sila mempunyai tempatnya sendiri di dalamrangkaian susunan kesatuan itu sehingga tidak dapat dipindah-pindahkan

 

Individu Sebagai Insan Tuhan Yang Maha Esa

Individu Sebagai Insan Tuhan Yang Maha Esa

 

Dalam pembahasan tentang materi individu sebagai insan Tuhan Yang Maha Esa, difokuskankepada individu sebagai warga negara yang menganut agama. Setiap ajaran agama menuntutuntuk berperilaku baik yang diaplikasikan dalam kehidupan secara horizontal, disamping mengabdidalam bentuk ibadat ritual vertikal sesuai dengan keyakinannya.Masing-masing agama memiliki kewajiban ibadat yang ritual yang bersifat vertikal yaitu untukmengabdi kepada Tuhan sebagai pencipta misalnya umat islam melaksanakan ibadat ritualnya diMesjid, umat katolik dan protestan beribadat di Gereja, umat Hindu beribadat di Kelenteng danumat Budha beribadat  di Pura. Ketika umat Hindu melaksanakan kewajiban ibadatnya  diKelenteng, tentu umat beragama yang lainnya harus bersikap toleran dan menghormatinya. Jikasikap ini dimiliki oleh setiap umat beragama, tentu kehidupan rukun antar umat beragama akanterjalin.

Agama Islam mengajar bahwa belum sempurna iman seseorang, kalau kasih sayang kepada orangbelum sama dengan kasih sayang kepada dirinya. Bahkan agama Islam mengajarkan salah satuciri orang yang beriman adalah orang itu mencintai negaranya.Agama  Kristen  Katholik  mengajarkan  bahwa  tujuan  Tuhan  menciptakan  manusia  untukkebahagiaan manusia, dosa menhancurkan kebahagiaan manusia, dan Yesus Kristus pembebasmanusia dari dosa.Dalam agama Hindu dikenal dengan ajaran yang tersirat dalam Sloka Moksartham jagat hitaca itidharma artinya tujuan agama (dharma) ialah tercapainya kesejahteraan dunia (jagat hita) dankebahagiaan spritual (moksa). Selanjutnya dirinci menjadi empat yaitun yang disebut CaturPurusa Artha yaitu empat tujuan hidup manusia yaitu Dharma, Artha, Kama dan Moksa.Dalam agama Budha dikenal dengan ajaran Catur Paramita yaitu empat sifat luhur di dalam hatinurani manusia yaitu, Metta atau Maitri, Karuna, Mudita, dan Upekha.Kelangsungan kegiatan keagamaan dijamin oleh perundang-undangan seperti pada Pembukaandan batang tubuh UUD 1945, dan Kitab Undang-undang Hukum Pidana serta pada perundang-undangan yang lainnya.

 

Individu Sebagai Makhluk Sosial

 

Tuhan menciptakan manusia tidak secara langsung, akan tetapi melalui proses jalinan cinta kasihdua orang manusia yaitu Ibu dan Ayah, maka lahirlah seorang anak manusia. Hanya denganpertolongan dan jasa pemeliharaan orang tua, kita menjadi besar dan hingga menjadi dewasasekarang ini. Dari proses itu kita dapat mengatakan bahwa manusia dengan ketidak berdayaanketika lahir, hingga sekarang menjadi dewasa secara naluriah manusia tidak dapat hidupmenyendiri, sehingga memerlukan bantuan orang lain.Sehingga dapat dikatakan bahwa berkeluarga merupakan kebutuhan manusia, dalam hal iniesensinya manusia memerlukan orang lain atau berkelompok. Untuk menjalin hubungan satusama lain memerlukan aktivitas komunikasi. Karena kecenderungan manusia berkeinginan untukhidup serasi sebagai timbal balik satu sama lain karena manusia mempunyai dua hasrat yaituberkeinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya, dan berkeinginan untukmenjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya, (Soerjono Soekanto, 1990).Menurut Soerjono Soekanto untuk dapat menghadapi dan menyesuaikan diri dengan kedualingkungan tersebut di atas, manusia mempergunakan pikiran, perasaan dan kehendaknya. Dalammenghadapi alam sekelilingnya seperti udara yang dingin, alam yang kejam, maka manusiamembuat rumah, dan pakaian. Manusia harus makan agar badannya tetap sehat, merekamengambil makanan sebagai hasil alam sekitarnya. Dengan menggunakan akalnya. Dari dampakkondisi dan situasi lingkungan alam, merupakan faktor motivasi untuk bekerjasama dengan oranglain. Secara modern dorongan tersebut menimbulkan kelompok sosial dalam kehidupan manusiaini, karena manusia tak mungkin hidup sendiri. Kelompok sosial tersebut merupakan himpunanatau  kesatuan  manusia  yang  hidup  bersama.  Dalam  kehidupan  berkelompok  dan  dalamhubungannya dengan manusia yang lain, pada dasarnya setiap manusia menginginkan beberapanilai. Harold Lasswell memerinci ada delapan nilai yang terdapat dalam masyarakat yaitu:a. kekuasaanb. pendidikan/penerangan (enlightenment)c. kekayaan (wealth)d. kesehatan (well-being)e. keterampilan (skill)f. kasih sayang (affection)g. kejujuran (rectitude) dan keadilan (rechtschapenheid)h. keseganan, respek (respect).Dengan adanya nilai-nilai ini, dan manusia menginginkan untuk terpenuhinya kebutuhan tersebut,maka manusia (individu) menjadi anggota dalam beberapa kelompok. Sehingga masyarakatlah   yang mencakup semua hubungan dan dalam kelompok di dalam sesuatu wilayah. Apa yangdisebut dengan masyarakat? Menurut Robert Mac Iver adalah Society means a system of orderedrelations, maksudnya adalah suatu sistem hubungan-hubungan yang ditertibkan.Sedangkan menurut Harold J. Laski, A society is a group of human beings living together anf working together for the satisfaction of their mutual wants. Maksudnya, masyarakat adalahsekelompok  manusia  yang  hidup  bersama  dan  bekerjasama  untuk  mencapai  terkabulnyakeinginan-keinginan mereka bersama. Maksud dari definisi ini, bahwa jika manusia dibiarkanmengejar kepentingan masing-masing dan bersaing tanpa batas, maka akan timbul keadaan yangpenuh  pertentangan  yang  dapat  merugikan  masyarakat  secara  keseluruhan.  Dalam  hidupkerjasama sebetulnya terdapat nilai atau norma yang perlu disepakati secara kolektif, yangberfungsi untuk menghindarkan terjadinya pertentangan yang tidak saling menguntungkan. Dalamkehidupan bermasyarakat ada beberapa norma yang perlu ditaati yaitu norma agama, kesusilaan,kesopanan, dan hukum. Bangsa Indonesia yang terkenal dengan kemajemukannya baik sukubangsa, suku bahasa, budaya dan agama. Dalam kondisi seperti ini diperlukan nation characterbuilding agar perbedaan itu bukan merupakan faktor pemisah, akan tetapi merupakan kekayaanbangsa serta serta dipupuk rasa kebersamaan dan persatuan yang semakin kokoh.

 

Individu Sebagai Warga Negara Indonesia

 

Ada beberapa pengertian negara, pertama, negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayahyang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan yang ditaati oleh rakyatnya. Kedua, negaraadalah alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas nama masyarakat. Ketiga, negara adalah suatu masyarakat yangdiintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dan yang secara sah lebihagung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu. Keempat,negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisiksecara  sah dalam  suatu  wilayah. Kelima, negara  adalah  asosiasi yang menyelenggarakanpenertiban di dalam suatu masyarakat dalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukumyang diselenggarakan oleh suatu pemerintah yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaanmemaksa.UUD’45 yang berhubungan dengan hak dan kewajiban warga negara adalah pasal 26, 27, 28, 29,30, 31 dan 34.Menurut Cogan, (1998), mengelompokkan warga negara kedalam 5 kategori, yaitu: a sense of identify, the enjoyment of certain rights, the fulfilment of corresponding obligations, a degree of interest and involvement in public affairs, and an acceptance of basic societal values. Maksudnyaadalah warga negara harus memiliki identitas atau jati diri, warga negara memiliki hak-haktertentu, warga negara memiliki kewajiban-kewajiban yang menjadi keharusan, sehingga selalumenjaga keseimbangan antara kepentingan privat dengan kepentingan publik serta memiliki sikaptanggung  jawab,  warga  negara  memiliki  sikap  tanggung  jawab  untuk  berpartisipasi  demikepentingan umum, sehingga merasa terpanggil untuk ikutserta dalam kegiatan-kegiatan yangbersifat  kepentingan  umum,  warga  negara  memiliki  sikap  menerima  nilai-nilai  dasarkemasyarakatan, sehingga mampu menjalin dan membina kerjasama, kejujuran dan kedamaianserta rasa cinta dan kebersamaan.Dalam menghadapi kehidupan abad 21, warga negara perlu memiliki karakteristik, keterampilandan kompetensi tertentu agar dapat mengahadapi dan mengatasi kecenderungan yang tidakdiinginkan serta dapat menumbuh kembangkan kecenderungan-kecenderungan yang diinginkan.Cogan (1998) mengidentifikasi 8 karakteristik yang perlu dimiliki warga negara yaitu sebagaiberikut: ability to look at and approach problems as a member of a global society, ability to workwith others in a cooperative way and to take responsibility for one’s roles/duties within society,ability to understandi, accept, and tolerance cultural differences, capacity ti think in a critical andsystematic way, willingness to resolve conflict in a non-violent manner, willingness to change one’slifestyle and consumption habits to protect the environment, ability to be sensitive towards and todefend human rights (eg., rights of women, ethnic minorities, etc), willingness and ability toparticipate in politics at local, national, and internasional levels. Maksudnya adalah agar warganegara memiliki kemampuan: Pertama, mendekati masalah atau tantangan sebagai anggotamasyarakat global. Kedua, memiliki kehendak dan kemampuan untuk bekerjasama dengan oranglain dan memikul tanggung jawab atas peran dan kewajibannya dalam masyarakat. Ketiga, mampu memahami, menerima dan toleran terhadap perbedaan budaya. Keempat, mampu berpikirkritis dan sistimatis. Kelima, mampu untuk menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Keenam, pekaterhadap  hak azasi manusia. Ketujuh, mampu untuk merubah gaya hidup dan kebiasaankonsumtif guna melindungi lingkungan. Kedelapan, berpatisipasi dalam politik pada tingkat lokal,nasional dan internasional.

Pembelajaran Individu Sebagai Insan Tuhan, Makhluk Sosial dan Warga NegaraIndonesia

Paradigma  baru  pendidikan  kewarganegaraan  yaitu:  rekonseptuaisasi  jati  diri  pendidikankewarganegaraan atas dasar kajian teoritik dan empirik, perumusan asumsi programatik tentang:masyarakat madani Indonesia, warga negara Indonesia, pendidikan untuk warganegara, dantantangan masa depan Indonesia, Perumusan kompetensi kewarganegaraan Indonesia atas dasarasumsi  programatik,  Pengembangan  paradigma  baru  pendidikan  kewarganegaraan  dalammasyarakat-bangsa dan negara Indonesia, Pengidentifikasian sarana pendukung yang diperlukanuntuk mewujudkan paradigma baru pendidikan kewarganegaraan.Dalam pembelajaran materi individu sebagai Insan Tuhan, Makhluk Sosial dan Warga negara,tentunya tidak bisa lepas dari strategi, metode, media dan evaluasi. Salah satu pembaharuandalam PPKn 1999/PKn baru ialah strategi pembelajarannya siswa tidak hanya mempelajari materipelajaran, tetapi mempelajari materi dan sekaligus praktek, berlatih dan mampu membakukan diribersikap dan berperilaku sebagai materi yang dipelajari. Kosasih Djahiri (1999) memberikanpenjelasan dalam sebuah seminar CICED (Center for Indonesian Civic Education) bahwa strategiyang harus digelar guru hendaknya sebagai berikut: membina dan menciptakan keteladan, baikfisik dan materiil (tata dan asesoris kelas/sekolah), kondisional (suasana proses KBM) maupunpersonal  (guru,  pimpinan  sekolah  dan  tokoh  unggulan),  membiasakan/membakukan  ataumempraktekan apa yang diajarkan mulai di kelas-sekolah-rumah dan lingkungan belajar, danmemotivasi minat/gairah untuk terlibat dalam proses belajar, untuk kaji lanjutan dan mencobakanserta membiasakannya.Ketiga strategi di atas dapat dioperasionalkan melalui berbagai metoda yang sering digunakanoleh guru dalam ceramah bervariasi tanya jawab, diskusi, problem solving, percontohan, permainperan, VCT, kerja lapangan, karya wisata, observasi reportasi dan dramatisasi.Pendekatan yang perlu diterapkan agar mencapai sasaran, maka kelas PKn dan sekolah harusdijadikan sebagai laboratorium masyarakat, bangsa dan negara. Tentu dalam proses pembelajaranmemerlukan media, fungsinya adalah untuk memberi kemudahan kepada siswa dalam memahamimateri yang diajarkan. Yang dimaksud dengan media, Kosasih Djahiri (1999) mengatakan adalahsesuatu yang bersifat materiil-imateriil ataupun behavioral atau personal yang dijadikan wahanakemudahan, kelancaran serta keberhasilan proses hasil belajar. MacLuhan menyatakan bahwa Themedium is the message yaitu media mewakili isi pesannya. Jika demikian berarti guru PKn adalahsalah  satu  media  pembelajaran  harus  menampilkan  figur  sebagaimana  pesan  PendidikanKewarganegaraan. Artinya dia harus menjadi igur teladan bagi siswanya yaitu sebagai warganegara yang baik, jujur, demokratis, taat beragama dan sebagainya. Media dalam PKn yaitu: yangbersifat materiil, misalnya, buku, model pakaian, bendera, lambang, Yang bersifat imateriil,misalnya contoh kasus, ceritera, legenda, budaya, Yang bersifat kondisional, misalnya suasanasimulasi yang diciptakan sebelum atau pada saat Proses belajar berlangsung di kelas atau ditempat kejadian, Yang bersifat personal , misalnya nama atau foto atau gambar tokoh masyarakatatau pahlawan, gambar atau foto atau nama presiden, raja.Dalam proses pembelajaran biasanya akan diakhiri dengan evaluasi. Bagaimana evaluasi dalampembelajaran pendidikan kewarganegaraan? Mungkin sumatif kalau diakhir, pra evaluasi kalau diawal, formatif jika berada dalam proses diagnostik atau di tengah proses pembelajaran. KosasihDjahiri menganjurkan, karena evaluasi merupakan bagian dari proses belajar, maka evaluasi tidakhanya dilakukan dua kali saja (formatif dan sumatif) tetapi mestinya dilakukan pra dan sepanjangproses KBM melalui berbagai model alat serta kegiatan secara terarah-terkendali. Pola evaluasiinilah yang dinamakan evaluasi portofolio atau penilaian yang kontinyu berkesinambungan.

Pembelajaran PKn untuk Warga Negara Demokratis

Pembelajaran PKn untuk Warga Negara Demokratis

 

Untuk mencapai tujuan PKn dengan paradigma baru perlu disusun materi dan model pembelajaranyang sejalan dengan tuntutan dan harapan PKn yakni mengembangkan kecerdasan warga negara(civic intelligence) dalam dimensi spiritual, rasional, emosional dan sosial, mengembangkan   tanggung  jawab  warga  negara  (civic  responsibility),  serta  mengembangkan  anak  didikberpartisipasi  sebagi  warga  negara  (civic  participation)  guna  menopang  tumbuh  danberkembangnya warga negara yang baik.Pembelajaran PKn selayaknya dapat membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilanintelektual yang memadai serta pengalaman praktis agar memiliki kompetensi dan efektivitasdalam berpartisipasi. Oleh karena itu, ada dua hal yang perlu mendapat perhatian guru atau calonguru  dalam  mempersiapkan  pembelajaran  PKn  di  kelas,  yakni  bekal  pengetahuan  materipembelajaran dan metode atau pendekatan pembelajaran.Materi PKn dengan paradigma baru dikembangkan dalam bentuk standar nasional PKn yangpelaksanaannya berprinsip pada implementasi kurikulum terdesentralisasi. Ada empat isi pokokpendidikan kewarganegaraan, yakni:

(1) Kemampuan dasar dan kemampuan kewarganegaraansebagai sasaran pembentukan;

(2) Standar materi kewarganegaraan sebagai muatan kurikulumdan  pembelajaran;

(3)  Indikator  pencapaian  sebagai  kriteria  keberhasilan  pencapaiankemampuan; dan

(4) Rambu-rambu umum pembelajaran sebagai rujukan alternatif bagi paraguru.

PKn  dengan  paradigma  baru  bertumpu  pada  kemampuan  dasar  kewarganegaraan (civiccompetence) untuk semua jenjang. Sedangkan pembelajaran partisipatif yang berbasis portofolio(Portfolio-based learning) merupakan alternatif utama guna mencapai tujuan PKn tersebut.Portofolio adalah suatu kumpulan pekerjaan siswa dengan maksud tertentu dan terpadu yangdiseleksi  menurut  panduan-panduan  yang  ditentukan.  Portofolio  dalam  pembelajaran  PKnmerupakan kumpulan informasi yang tersusun dengan baik yang menggambarkan rencana kelassiswa berkenaan dengan suatu isu kebijakan publik yang telah diputuskan untuk dikaji mereka,baik dalam kelompok kecil maupun kelas secara keseluruhan. hal-hal yang telah dipelajari siswaberkenaan dengan suatu masalah yang telah mereka pilih.Pembelajaran PKn yang berbasis portofolio memperkenalkan kepada para siswa dan mendidikmereka dengan beberapa metode dan langkah-langkah yang digunakan dalam proses politik.Pembelajaran  ini  bertujuan  untuk  membina  komitmen  aktif  para  siswa  terhadapkewarganegaraannya dan pemerintahannya.Langkah-langkah  pembelajaran  PKn  yang  berbasis  portofolio  meliputi:

(1)  Mengidentifikasimasalah yang akan dikaji;

(2) Mengumpulkan dan menilai informasi dari berbagai sumberberkenaan  dengan  masalah  yang  dikaji;

(3)  Mengkaji  pemecahan  masalah;

(4) Membuatkebijakan publik;

(5) Membuat rencana tindakan.

Warga Negara yang Demokratis

Warga Negara yang Demokratis

 

Masyarakat demokratis dapat terwujud apabila masyarakat dalam suatu negara memiliki tingkatpendidikan yang layak, cerdas, memiliki tingkat penghidupan yang cukup, dan mereka punyakeinginan berpartisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Demokrasi berarti pemerintahan yang dijalankan oleh rakyat baik secara langsung maupun tidaklangsung (melalui perwakilan) setelah adanya proses pemilihan umum secara langsung, umum,bebas, rahasia, jujur dan adil, sering disebut “luber dan jurdil”. Dalam sistem pemerintahandemokrasi, kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat.Demokrasi sesungguhnya bukan hanya seperangkat gagasan dan prinsip tentang kebebasan,tetapi juga mencakup seperangkat praktek dan prosedur yang terbentuk melalui sejarah panjangdan sering berliku-liku sehingga demokrasi sering disebut suatu pelembagaan dari kebebasan.Dalam masyarakat demokratis terdapat lima sistem tata kehidupan bernegara sebagai berikut:

(1)Sistem personal adalah suatu sistem yang merujuk pada orang-orang yang menjadi subyek dalampenyelenggaraan kehidupan bernegara, yang terdiri atas pemerintah’ dan ‘yang diperintah';

(2)Sistem  kelembagaan  menunjuk  kepada  lembaga-lembaga  negara  dan  lembaga-lembagapemerintahan menurut Konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku; (3) sistemnormatif adalah sistem hukum dan perundang-undangan yang mengatur tata hubungan negaradan warganegara;

(4) sistem kewilayahan menunjuk kepada seluruh wilayah teritorial yangtermasuk ke dalam yurisdiksi negara Indonesia; dan

(5) sistem ideologis merujuk kepada ide-idedasar penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.PKn dengan paradigma baru mensyaratkan materi pembelajaran yang memuat komponen-komponen pengetahuan, ketrampilan, dan disposisi kepribadian warga negara yang fungsionalbukan  hanya  dalam  tataran  kehidupan berbangsa  dan  bernegara  melainkan  juga  dalammasyarakat di era global.

 

Kewarganegaraan dalam  demokrasi  konstitusional  berarti  bahwa  setiap  warga  negara

(1)merupakan anggota penuh dan sederajat dari sebuah masyarakat yang berpemerintahan sendiridan

(2) diberi hak-hak dasar dan dibebani tanggung jawab.

 

Warga negara hendaknya mengertibahwa dengan keterlibatannya dalam kehidupan politik dan dalam masyarakat demokratis,mereka dapat membantu meningkatkan kualitas hidup di lingkungan tetangga, masyarakat, danbangsanya.Ketrampilan intelektual yang penting bagi terbentuknya warga negara yang berwawasan luas,efektif, dan bertanggung jawab, antara lain adalah ketrampilan berpikir kritis, yang meliputiketrampilan mengidentifikasi dan mendeskripsikan; menjelaskan dan menganalisis; mengevaluasi,menentukan dan mempertahankan sikap atau pendapat berkenaan dengan persoalan-persoalan publik.

Karakteristik Warga Negara Yang Demokrat

Karakteristik Warga Negara Yang Demokrat

Oleh : Zainuddin, S.Pd

PENDAHULUAN

Indonesia adalah suatu negara yang memiliki keanekaragaman yang begitu kompleks dari suku, agama, budaya hingga sumber daya alam yang melimpah. Tentu dengan keanekaragaman ini membuat mereka harus menjalin persatuan dan kesatuan yang baik di tanah kelahiran mereka. Selain itu dari pengalaman masa lalu dimana perjuangan para pahlawan dari berbagai daerah yang menjadi latar belakang mengapa persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga. Hal ini membuat Indonesia membuat suatu undang-undang sebagai dasar dalam melaksanakan berbagai aktifitas dalam masyarakat. Undang Undang Dasar 1945 telah membuktikan bahwa konstitusi ini tidak mudah goyah dalam perkembangan jaman meskipun mengalami berbagai pengaruh dan masalah baik luar atau dalam. Undang Undang Dasar 1945 tetap menjadi pilihan yang terbaik untuk menjadi pegangan masyarakat. Kita telah mengetahui seberapa pentingkah undang-undang bagi negara. Maka, diperlukan suatu sistem pemerintahan yang bertujuan untuk mewujudkan undang-undang yang berjalan dengan baik. Dari sistem pemerintahan, dunia dapat mengetahui, menganalisa dan menyimpulkan bagaimanakah negara kita? Dan seberapa baik dan pentingkah negara tersebut dalam peranannya didunia?

Belajar dari sejarah

Kelemahan dan tidak sesuainya sistem pemerintahan pada masa lampau terhadap masyarakat Indonesia yang plural seperti liberalisme dan komunisme telah membuat Indonesia belajar dan mengambil pilihan yang terbaik. Lalu, Indonesia memilih demokrasi sebagai sistem dan ideologi dalam berbangsa dan bernegara. Demokrasi yang berasal dari katademos yaitu rakyat dankratein yang berarti pemerintahan sehingga memiliki arti sebagai pemerintahan rakyat yang begitu cocok diterapkan di Indonesia. Demokrasi sering dikatakan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat dimana sebetulnya negara dipimpin oleh rakyat melalui wakil-wakil rakyat dan pemerintah sebagai pelaksana amanat itu dan menjaga agar tujuan rakyat berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, Indonesia memiliki Majel

Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai pengontrol pemerintah. Presiden bertanggung jawab kepada MPR sehingga ada suatu pembatasan bagi penguasa agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak lepas dari undang-undang yang ada. Begitu juga pembatasan agar penguasa tidak menjadi otoriter. Penguasa memiliki tanggung jawab dihadapan rakyat dimana dia bertugas sebagai pembimbing, pengarah dan penuntun rakyatnya sehingga tercipta masyarakat yang sejahtera dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan memperkaya diri sendiri.

Indonesia telah mengalami berbagai tahap dalam demokrasi yang dibagi

menjadi 3 tahap yaitu Masa Republik Indonesia I, II dan III.

Masa Republik Indonesia I diawali pada masa 1945-1959 dimana pada masa ini lebih menonjolkan peran parlemen serta partai-partai. Sehingga masa ini disebut sebagai Demokrasi Parlementer. Sistem ini ternyata tidak berjalan dengan baik karena dengan adanya koalisi partai besar dan partai-partai kecil dapat menimbulkan parlemen yang jatuh bangun. Partai yang tidak sependapat dengan koalisinya tidak segan-segan untuk menarik dukungannya sewaktu-waktu. Disisi lain akibat masalah ini, timbul berbagai pergolakan didaerah yang membahayakan stabilitas bangsa dan perpecahan. Posisi partai oposisi hanya memberi nilai negatif tanpa memberikan solusi yang tepat karena adanya kepentingan kelompok yang besar.

Masa berikutnya, Masa Republik Indonesia II dimana Indonesia saat itu menganut Demokrasi Terpimpin pada tahun 1959-1965. Masa ini mengalami banyak penyimpangan dari demokrasi konstitusionil yang menjadi landasan formal dan sebagai penunjuk aspek demokrasi rakyat. Apalagi dengan adanya Ketetapan MPRS No.III/1963 yang mengangkat Ir.Soekarno sebagai presiden seumur hidup telah melanggar Undang-Undang Dasar 1945 yang memberi kesempatan kepada presiden untuk menjabat selama 5 tahun (UUD memungkinkan presiden untuk dipilih kembali). Tentu hal ini mengurangi kebebasan rakyat karena telah mengarah menuju pemerintahan otoriter dan menjauhi trias politica karena lembaga-lembaga pemerintahan telah dipegang oleh satu orang yaitu presiden sehingga seperti sudah tidak memiliki arti lagi bagi rakyat.

Belajar dari pengalaman masa sebelumnya, mulai tahun 1965 Indonesia menganut Demokrasi Pancasila yang merupakan demokrasi konstitusionil yang menonjolkan sistem presidensiil. Setelah dibatalkannya Ir.Soekarno sebagai presiden

seumur hidup, lembaga-lembaga pemerintahan mulai dihidupkan kembali dan

memberikan rakyat untuk dapat berpartisipasi.

Tokoh-tokoh negara saat itu telah mempersiapkan secara matang untuk menyambut Indonesia. Kemudian usaha mereka didukung oleh warga negaranya seperti mengikuti setiap ada rapat akbar, pidato presiden dan musyawarah daerah yang semuanya guna untuk mendukung kelancaran proses demokrasi dan tahap lanjut dari kemerdekaan baik itu rakyat atau pemerintah. Maka untuk mencapai demokrasi yang baik didalam suatu negara, timbulah suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan warga negara yang demokrat sebagai dasar atau acuan masyarakat untuk mengetahui bagaimanakah sikap yang harus mereka lakukan untuk mendukung berjalannya demokrasi. Adanya pendidikan kewarganegaraan dan pancasila yang mengajarkan kepada pemuda bangsa agar dapat mengetahui arti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah penting untuk menciptakan rasa cinta tanah air, tanggung jawab, nasionalisme, dan responsif atas apa saja yang terjadi di negara.

Budaya politik yang dikatakan dalam buku “Sistem Politik Era Reformasi” karya Budi Winarno mengatakan bahwa budaya politik adalah sebagian dari pencerminan dan budaya masyarakat. Ada beberapa hal seperti budaya politik partisipan dimana masyarakat sadar akan pentingnya politik sehingga baik pemerintah maupun masyarakat mampu melaksanakan dan responsif dalam berpolitik. Kesadaran masyarakan yang menjunjung peraturan dan undang-undang adalah arti penting dalam budaya politik partisipan.

MASALAH

Di era yang semakin maju seperti saat ini kita semakin dihadapkan dengan masalah-masalah yang begitu banyak dan kompleks. Dunia kini syarat dengan globalisasi yang memungkinkan menipisnya batas-batas pemisah satu sama lain dan semakin mudahnya akses dari luar atau keluar. Sehingga kita harus waspada akan banyaknya pengaruh dari luar yang akan memicu terjadinya disintegrasi suatu bangsa. Bisa dibayangkan bila disintegrasi itu akan terjadi kekacauan dalam masyarakat.

Kekacauan itu tentu saja dalam hal hubungan manusia dan manusia lain, lebih besarnya sampai masyarakat dan negara. Oleh sebab itu harus dicarikan pemikiran yang langsung bisa diaplikasikan dalam masyarakat sebagai suatu tatanan kehidupan. Hal ini berguna untuk mencapai suatu keteraturan sehingga apabila masyarakat teratur

maka negara juga akan teratur juga karena bagian-bagian yang ada didalamnya mampu menjalankan prisip-prinsip kewarganegaraan dengan baik dan benar. Untuk mencapai keteraturan sosial berbangsa dan bernegara memang tidak berjalan cepat. Tetapi melalui proses-proses yang saling berhubungan. Semua dimulai dari lingkup yang paling kecil seperti keluarga, kampung, daerah, provinsi, pusat hingga nasional.

Masyarakat Demokratif

Hal tersebut diatas tentu tidak akan terjadi apabila rakyat memiliki sikap egalitarianisme, adil dan manusiawi. Tiga hal tersebut ternyata disebut-sebut sebagai poin-poin yang akan membangun suatu masyarakat yang demokratis karena prinsip dari demokrasi adalah pemerintahan tertinggi berada ditangan rakyat dan rakyat memiliki kekuasaan penuh dalam pemerintahan. Hal ini membuat rakyat Indonesia yang masyarakatnya yang terdiri dari berbagai latar belakang budaya, agama, pendidikan, suku dan lain-lain harus dapat memiliki suatu tujuan yang pasti sehingga kekuasaan yang penuh dipegang oleh rakyat dapat berjalan dengan baik. Pancasila yang menjadi pedoman bangsa telah mengakar pada rakyat sejak jaman nenek moyang dan hal itu perlu ditingkatkan agar nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang memiliki sikap arif, bijaksana, toleransi, religius dan damai dapat diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Egalitarianisme yang menjadi faham dimana semua orang adalah sama dan tidak ada yang derajatnya lebih tinggi ataupun sebaliknya akan memberikan suatu cara yang mudah agar semua membaur dan bersatu. Konflik yang sering terjadi bisa saja terjadi karena ada rasa egois, sombong, angkuh dan tak acuh pada sekitar. Padahal lingkunganlah yang akan membantu mereka agar hidup dapat berjalan harmonis. Mungkin paham inilah yang menjadi dasar atau yang harus dicapai pertama kali oleh bangsa yang pluralistik. Karena pada hakikatnya manusia adalah sama dimata Tuhan Yang Maha Esa. Di Indonesia, pesamaan manusia ini begitu tampak seperti peringatan hari besar agama sebagai hari libur nasional, adanya lembaga- lembaga yang mampu menampung aspirasi rakyat dari berbagai lapisan, lembaga- lembaga penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan lain-lain.

Keadilan merupakan hal yang begitu didambakan masyarakat dari masa ke masa. Mereka yang berada didalam pemerintahan sangat diharapkan untuk memiliki sikap adil, yaitu adil dalam kebijakan yang tidak memandang siapa yang bisa menjalankan atau tidak dan kepada siapa kebijakan itu ditujukan. Begitu juga adil

dalam pendistribusian hak rakyat yang secara material meliputi pendapatan negara. Semua harus mendapatkan fasilitas baik pendidikan, teknologi, fasilitas umum dan lain-lain. Itu sebagai timbal balik atas apa yang telah dilakukan rakyat karena memilih mereka-mereka yang duduk dikursi pemerintahan sebagai orang-orang yang dapat dipercaya. Hal ini juga bisa sebagai rasa terima kasih manusia kepada Tuhan yang telah memberikan berbagai macam kebutuhan dan berkah kepada kita. Manusia yang sebagai mahluk yang menerimanya, diberi amanat untuk membaginya kepada semuanya khususnya yang membutuhkan. Konsep ini menjadi dasar dalam pembentukan demokrasi yang religius karena kita semua tentu tidak dapat dipisahkan oleh partisipasi Tuhan. Disisi lain, keadilan juga menjadi salah satu factor dalam membentuk suatu kehidupan yang sejahtera. Tentu, kehidupan sejahtera merupakan tujuan dari negara. Keadilan memberikan semangat psikologis kepada rakyat dalam melaksanakan kesehariannya. Pemerintah akan begitu dihormati oleh rakyat karena mereka telah mengetahui bagaimana usaha keras pemerintah dalam memberikan rasa adil kepada masyarakat.

Semua hal tersebut akan dibarengi dengan sikap manusiawi yaitu penerapannya melalui keikhlasan dan tanggung jawab sebagai mahluk sosial bermasyarakat. Manusiawi telah tumbuh didalam hati manusia sejak lahir dan tinggal penerapan secara nyata didalam masyarakat. Paham ini juga sebagai kebutuhan psikologis manusia yang membuktikan kalau tidak ada manusia yang tertindas. Sikap tulus yang diberikan dari seseorang kepada lainnya akan semakin memupuk rasa persaudaraan sebagai mana yang dikatakan dalam pancasila sila ke 3 yaitu “persatuan Indonesia”

Itu semua adalah ciri masyakat demokratif yang diperlukan sebagai solusi kehidupan bernegara. Kehidupan demokratis yang diidam-idamkan rakyat baik di Indonesia maupun di dunia yang menginginkan adanya keterbukaan dan kebebasan yang bertanggung jawab.

PEMBAHASAN

Kemudian munculah apa yang dikatakan sebagai ciri dan karakteristik warga negara yang dikatakan sebagai warga negara yang demokratis sebagai dasar atau pedoman bagi anggota masyarakat dalam melaksanakan aktifitas berbangsa dan bernegara yang baik. Memang tidak ada bentuk baku yang mendasarinya, para filsuf

pun memberikan pendapatnya yang berbeda-beda tetapi semua itu tidak jauh dari

benang merah demokrasi yang menekankan pada perilaku kerakyatan.

Proses negara demokrasi tidak akan berjalan tanpa adanya kejujuran. Jujur adalah suatu sikap yang dimiliki individu untuk melakukan sesuatu yang dilandasi dengan penuh tanggung jawab. Dapat kita lihat kebanyakan konflik yang terjadi dimasyarakat adalah akibat lemahnya sikap jujur ini. Seperti kasus korupsi di pemerintahan, kebijakan-kebijakan tersembunyi atau pemberian kesaksian palsu yang akan menimbulkan dua atau lebih opini masyarakat sehingga memperbesar potensi untuk terjadinya konflik yang menjadi suatu hal yang harus kita hindari. Kejujuran begitu diperlukan dalam demokrasi karena paham ini menekankan pada sikap saling keterbukaan. Hal-hal yang tidak ditutup-tutupi akan memberikan kepercayaan pada masyarakat sehingga kehidupan akan berjalan lancar, dari sinilah akan timbul demokrasi yang akan memberikan manfaat lanjut untuk berikutnya karena keselarasan dan keharmonisan hubungan antar warga negara telah terbentuk. Kejujuran politik menciptakan kesejahteraan warga negara yang ingin dicapai dari politisi yang dipilihnya dan ketidakjujuran politik adalah politisi yang hanya mencari keuntungan bagi dirinya sendiri atau untuk partainya tanpa melihat apa saja yang terjadi pada rakyat apakah mereka tertindas atau tersiksa.

Sikap terbuka ternyata merupakan bentuk penghargaan terhadap kebebasan sesama manusia. Ini mungkin juga benar karena dalam Pancasila juga menunjukkan adanya kebebasan khususnya dalam musyawarah berpendapat. Seperti dalam sila “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”. Pada sila ini mengatakan bahwa rakyat memperoleh kebebasan dalam memberikan masukan dan pendapat melalui wakilnya yakni DPR pada pusat dan DPRD pada daerah. Keputusan yang diambil haruslah keputusan yang bijaksana sesuai dengan apa yang dibutuhkan rakyat. Wakil rakyat ini kemudian menyampaikan pada orang-orang yang duduk di pemerintahan dan dimusyawarahkan sehingga menghasilkan suatu kebijakan yang diharapkan dapat memenuhi aspirasi rakyat.

Semua kebijakan yang ada harus adil yaitu memberikan manfaat bagi seluruh warga masyarakat. Baik itu pemerintah atau rakyat sebagai penghuni tanah air. Semua menjadi prioritas utama dan tidak ada yang diremehkan guna mencapai kesejahteraan nasional. Keadilan mendukung paham egalitarianisme yang setuju akan kesetaraan manusia dan Hak Asasi Manusia (HAM). Ketidakadilan adalah pelanggaran HAM dan semua manusia berhak untuk memperoleh keadilan.

Dimana demokrasi dianggap sebagai hasil dinamika masyarakat yang menghendaki adanya pastisipasi dan mereka (masyarakat madani dan demokrasi) adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan seperti yang dikatakan oleh Ernest Gellner. Dan menurut M. Dawam Rahadjo, bagaikan dua sisi mata uang. Keduanya bersifat ko-eksistensi atau saling mendukung. Hanya dalam masyarakat madani yang kuatlah demokrasi dapat ditegakkan dengan baik dan hanya dalam suasana demokratislah masyarakat madani dapat berkembang secara wajar.

DAFTAR PUSTAKA

Bima. Materi PPKn 8 Kewarganegaraan. http:bima.ipb.ac.id
Demokrasi. http:id.wikipedia.org
Kurniawati, Puji. Karakteristik Warga Negara Yang Demokrat.

http:pujikurniawati.blogspot.com
Madjid, Nurcholis. Islam Kemodernan dan Keindonesiaan.1987.Bandung: Mizan
Radea. Mobokrasi dan Pilar Demokrasi. http:www.radea.web.id/2009/02/24
Winarno. Isu Global Dalam Civic Education. http:staff.fkip.uns.ac.id/files/2009/10
Winarno, Budi. Sistem Politik Era Reformasi. 2007. Jakarta: Media Press

Penelitian Tindakan Sekolah (PTS)

PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH (PTS)

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN  MELALUI KEGIATAN SUPERVISI KELAS DI SMPN 1 SUNGAI RAYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 Oleh :

M.YUNUS,S.Pd.

NIP. 19591009 197903 1002

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TIMUR

DINAS PENDIDIKAN

2011

 

 

 

 

HALAMAN PENGESAHAN

Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa Laporan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang berjudul :

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN  MELALUI KEGIATAN SUPERVISI KELAS DI SMPN 1

 SUNGAI RAYA

  Disusun oleh :

M. YUNUS, S. Pd

NIP. 19591009 197903 1 002

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kepala Dinas Pendidikan

Kabupaten Aceh Timur,

 

 

AGUSSALIM, SH, MH

Pembina Utama Muda

NIP. 19630821 199101 1 001

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

                   Puji syukur Penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayahnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini. Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi Tugas materi penelitian Tindakan Sekolah pada Diklat Penguatan Kemampuan Kepala Sekolah  Lembaga Penjamin di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Bangunan dan Listrik (P4TK BBL) Medan.

Keberhasilan peningkatan mutu pendidikan, khususnya kualitas pengelolaan kelas sangat ditentukan oleh penguasaan kompetensi secara memadai oleh guru. Untuk meningkatkan kompetensi guru antara lain dapat ditempuh melalui peningkatan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan menerapkan model-model pembelajaran.

Untuk itulah, maka melalui Diklat Penguatan Kemampuan kepala Sekolah, setiap peserta wajib membuat karya ilmiah dan untuk kepala sekolah diwajibkan melakukan Penelitian Tindakan Sekolah pada saat On the Job Learning.  Untuk melaksanakan kegiatan “Penelitian Tindakan Sekolah”, maka pada pelaksanaannya Kepala Sekolah berkolaborasi dengan guru.

Untuk itu melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Selanjutnya penulis mohon adanya perbaikan atas laporan ini, karena penulis menyadari, bahwa dimungkinkan terdapat sejumlah kekuarangannya, semoga saja laporan penelitian Tindakan Sekolah ini mendapatkan perhatian dan saran yang konstruktif dari berbagai pihak yang berkompeten.

 

 

 Penulis,

M. Yunus, S.Pd

 

ABSTRAK

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN  MELALUI KEGIATAN SUPERVISI KELAS DI SMPN 1 SUNGAI RAYA

OLEH

M. YUNUS, S.PD

Nip. 19591009 197903 1 002

KEPALA SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA

 Dalam melaksanakan proses pembelajaran disekolah seorang guru hendaknya pandai memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran.  Pada umumnya guru jarang mengunakan model pembelajaran dalam setiap proses pembelajaran karena kurangnya pemahaman guru tentang model-model pembelajaran yang dapat memudahkan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas.

Sebenarnya ada banyak model pembelajaran yang bisa dipakai oleh setiap guru dalam proses pembelajaran yang model pembelajara ini juga mudah diterapkan yaitu disesuaikan dengan bahan ajar dan materi yang akan disampaikan oleh guru tersebut.  Dengan mengunakan model-model pembelajaran yang sesuai ini siswa dapat termotivasi dalam belajar untuk meningkatkan prestasinya khususnya pada ujian blok.

Dengan penelitian ini rumusan masalahnya apakah motivasi guru untuk menerapan model-model pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan mengajar guru pada SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menggunakan model-model pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat meningkatkan motivasi mengajar guru dan belajar siswa.  Ini terbukti pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan penilaian hasil belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya meskipun sub-sub komponennya (teknik, bentuk instrumen, soal), pedoman penskoran, dan kunci jawabannya kurang lengkap.  Jika dipersentasekan, 56%.   orang guru masing-masing mendapat skor 1 dan  3 (kurang baik dan baik), tiga orang  mendapat skor 2 (cukup baik), dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan penilaian hasil belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya meskipun ada guru yang masih keliru dalam menentukan teknik dan bentuk penilaiannya. Tujuh orang mendapat skor 3 (baik) dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). Jika dipersentasekan, 78%, terjadi peningkatan 22% dari siklus I.

 DAFTAR ISI

Kata Pengantar  ……………………………….……………………………………………………………………………. i

Abstrak  ……………………………………………………………………………………………………………….  ii

Daftar Isi ………………………………………….…………………………………………………………………………. iv

BAB I  PENDAHULUAN  ….…………………………………………..…………………………………………………. 1

  1. Latar Belakang  Masalah  ……………………………………………………………………………………. 1
  2. Rumusan Masalah …………………………………………………………………………………………….. 2
  3. Tujuan Penelitian ………………………………..…………………………………………………………….. 3
  4. Mamfaat Penelitian …………………………………………………………………………………………… 3

BAB II KAJIAN PUSTAKA  ……………………………………….………….………………………………………….. 4

  1. Kajian Teori dan Hasil Penelitian Yang Relevan …………………………………………………… 4
  2. Penyelesaian Masalah ……………………………..………..……………………………………………… 6

BAB III METODE PENELITIAN ………………………………….…………………………………..……………….. 4

  1. Subyek, Lokasi, dan Waktu Penelitian. …………………………………………………………………. 4
  2. Prosedur Penelitian ………………………………………………………………………………………… 7
  3. Teknis Pengumpulan Data ……………….…………………………………………………………………. 7
  4. Teknis  Analisi Data ………………….………………………………………………………………………… 8

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN ……………………………………………………………. 10

  1. Kondisi Awal …………………………………………………………………………………………………… 10
  2. Siklus 1  ………………………………….……………………………………………………………………….. 11
  3. Siklus 2  ……………………………………………………………………………………………………  12
  4. Pembahasan  ……………………………………………………………………………………………  13

BAB V Simpulan Dan Saran  ………………………………………………………………………………….   18

  1. Simpulan  …………………….…………………….……………………………………….………………….. 18
  2. Saran  ………………………….………………………………………………………………………………….. 18

Daftar Pustaka  ………………………….……………………………………………………………………………….. 19

LAMPIRAN  ………………………………………………………………………………………………………..  20

BAB   I   PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang Masalah

Sekolah merupakan lembaga formal yang berfungsi membantu khususnya orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka. Sekolah memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada anak didiknya secara lengkap sesuai dengan yang mereka butuhkan. Semua fungsi sekolah tersebut tidak akan efektif apabila komponen dari sistem sekolah tidak berjalan dengan baik, karena kelemahan dari salah satu komponen akan berpengaruh pada komponen yang lain yang pada akhirnya akan berpengaruh juga pada jalannya sistem itu sendiri.  Salah satu dari bagian komponen sekolah adalah guru.

Guru dituntut untuk mampu menguasai kurikulum, menguasai materi, menguasai metode, dan tidak kalah pentingnya guru juga harus mampu mengelola kelas sedemikian rupa sehingga pembelajaran berlangsung secara aktif, inovatif dan menyenangkan. Namun umumnya guru masih mendominasi kelas, siswa pasif ( datang, duduk, nonton, berlatih, …., dan lupa). Guru memberikan konsep, sementara siswa menerima bahan jadi. menurut Erman Suherman, ada  hal yang menyebabkan siswa tidak menikmati (senang) untuk belajar, yaitu kebanyakan siswa tidak siap terlebih dahulu dengan (minimal) membaca bahan yang akan dipelajari, siswa datang tanpa bekal pengetahuan seperti membawa wadah kosong. Lebih parah lagi, siswa tidak menyadari tujuan belajar yang sebenarnya, tidak mengetahui manfaat belajar bagi masa depannya nanti.

Berdasarkan pengamatan penulis di SMPN 1 SUNGAI RAYA, terdapat beberapa kendala pada pembelajaran selama ini antara lain :

  1. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep.
  2. Siswa kurang aktif / siswa pasif dalam proses pembelajaran.
  3. Siswa belum terbiasa untuk bekerja sama dengan temannya dalam belajar.
  4. Guru kurang mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
  5. Hasil nilai ulangan / hasil belajar siswa pada pembelajaran rendah.
  6. KKM tidak tercapai.
  7. Pembelajaran tidak menyenangkan bagi siswa.
  8. Kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran.

Sebagai pendidik, penulis melihat pembelajaran menjadi kurang efektif karena hanya cenderung mengedepankan aspek intelektual dan mengesampingkan aspek pembentukan karakter. Hal ini tentu suatu hambatan bagi guru. Namun penulis ingin mengubah hambatan tersebut menjadi sebuah kekuatan dalam pengelolaan kegiatan belajar mengajar yang efektif dan efisien sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Untuk menjawab hal itu, penulis mencoba memberi solusi kepada guru-guru untuk menerapkan model-model  pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas di SMPN 1 SUNGAI RAYA dengan menyusun berbagai perangkat pembelajaran yang dibutuhkan seperti : RPP, alat peraga, teknik pengumpulan data, dan instrumen yang dibutuhkan untuk membantu guru dalam mengelola kelas dan mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan.

 

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut “Apakah penerapan model-model  pembelajaran   melalui kegiatan supervisi kelas di SMPN 1 SUNGAI RAYA dapat meningkatkan mutu pembelajaran siswa di SMPN 1 SUNGAI RAYA.”

Secara operasional rumusan masalah di atas dapat dijabarkan menjadi beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut :

  1. Apakah penerapan model-model  pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas di SMPN 2 antau Selamat dapat meningkatkan mutu pembelajaran siswa di SMPN 1 SUNGAI RAYA?
  2. Apa saja kendala-kendala yang dihadapi guru dalam penerapan model-model  pembelajaran melalui kegiatan Supervisi Kelas di SMPN 1 SUNGAI RAYA?
  3. Bagaimana respon siswa terhadap penerapan model-model  pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas di SMPN 1 SUNGAI RAYA pada pembelajaran di kelas VII, VIII, IX ?

C. Manfaat Penelitian
Penelitian tindakan sekolah ini, dilakukan dengan harapan memberikan manfaat bagi siswa, guru, maupun sekolah.

a. Manfaat bagi siswa :

  1. Memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik.
  2. Meningkatkan aktivitas siswa di dalam belajar.
  3. Meningkatkan penguasaan konsep.
  4. Menumbuhkan keberanian mengemukakan pendapat dalam kelompok/ membiasakan bekerja sama dengan teman.

b. Manfaat bagi guru:

  1. Memperoleh alternatif baru yang dapat diterapkan guru dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.
  2. Memperoleh alternatif baru yang dapat diterapkan guru untuk peningkatan mutu pembelajaran.

c. Manfaat bagi sekolah :

  1. Meningkatkan prestasi sekolah dalam bidang akademis.
  2. Meningkatkan kinerja sekolah melalui peningkatan profesionalisme guru.

 

 

 

BAB  II    KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan

Pada bagian ini, penulis bermaksud mengemukakan beberapa hal yang berhubungan dengan teori dan pengertian untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan PTS ini, sebagai gambaran yang tentu ada kaitannya dengan materi pembahasan. Isinya berupa teori-teori yang diambil dari berbagai sumber.

Model pembelajaran dapat diartikan sebagai kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pengajaran dan para guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktifitas belajar mengajar ( Udin Winataputra, 1994,34).

Banyak model-model pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh guru dalam proses kegiatan belajar mengajar yang pada prinsipnya pengembangan model pembelajaran bertujuan untuk menciptakan situasi belajar mengajar yang efetif dan efisien, menyenangkan, bermakna, lebih banyak mengaktifkan siswa.

Dalam pengembangan model pembelajaran yang mendapat penekanan pengembangannya terutama dalam strategi dan metode pembelajaran. Untuk masa sekarang ini perlu juga dikembangkan system penilaian yang mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Oleh karena itu guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar bisa saja mengembangkan model pembelajaran sendiri dengan tujuan proses pembelajaran lebih efektif dan efisien, lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkreasi, sehingga siswa lebih aktif.

Berikut ini adalah pengertian model pembelajaran menurut pendapat para tokoh pendidikan antara lain:

  1. Agus Suprijono : pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial.
  2. Mills : “model adalah bentuk representasi akurat sebagai proses actual yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model itu”
  3. Richard I Arends : model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-tahap kegiatan di dalam pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas.

Kompetensi dasar

Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.

 

Supervisi Kelas

Supervisi Kelas adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan, pengamatan dan analisis yang intesif terhadap penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran.

Beberapa alasan mengapa Supervisi Kelas diperlukan, diantaranya:
• Tidak ada balikan dari orang yang kompeten sejauhmana praktik profesional telah memenuhi standar kompetensi dan kode etik
• Ketinggalan iptek dalam proses pembelajaran
• Kehilangan identitas profesi
• Kejenuhan profesional (bornout)
• Pelanggaran kode etik yang akut
• Mengulang kekeliruan secara masif
• Erosi pengetahuan yang sudah didapat dari pendidikan prajabatan (PT)
• Siswa dirugikan, tidak mendapatkan layanan sebagaimana mestinya
• Rendahnya apresiasi dan kepercayaan masyarakat dan pemberi pekerjaan

Secara umum tujuan Supervisi Kelas untuk :
• Menciptakan kesadaran guru tentang tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan kualitas proses pembelajaran.
• Membantu guru untuk senantiasa memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
• Membantu guru untuk mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang muncul dalam proses pembelajaran
• Membantu guru untuk dapat menemukan cara pemecahan maslah yang ditemukan dalam proses pembelajaran
• Membantu guru untuk mengembangkan sikap positif dalam mengembangkan diri secara berkelanjutan.

B. Penyelesaian Masalah

Berdasarkan kajian teori di atas, maka dengan melalui kegiatan penerapan model-model  pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas di SMPN 1 SUNGAI RAYA kepala sekolah  dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan model-model  pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas di SMPN 1 SUNGAI RAYA.

 

BAB  III   METODE PENELITIAN

 

A. Subjek, Lokasi, dan Waktu Penelitian

 

Penelitian Tindakan Sekolah ini dilakukan di SMPN 1 SUNGAI RAYA terhadap  sembilan orang guru di SMPN 1 SUNGAI RAYA.  Waktu pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dimulai  30 Mei sampai dengan 1 September 2011.

 

B. Prosedur Penelitian

Penelitian ini tergolong penelitian tindakan sekolah, dengan empat langkah pokok yaitu : perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi), dan refleksi, dengan melibatkan sembilan orang guru SMPN 1 SUNGAI RAYA. Penelitian dilakukan  tahapan secara berkelanjutan selama 3 bulan. Indikator kinerja yang ditetapkan adalah meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan model-model  pembelajaran melalui kegiatan supervisi kelas di SMPN 1 SUNGAI RAYA. Aspek yang diukur dalam observasi adalah antusiasme guru SMPN 1 SUNGAI RAYA dalam menerapkan model-model  pembelajaran, interaksi siswa dengan guru dalam proses belajar mengajar, interaksi dengan siswa dengan siswa dalam kerja sama kelompok, dan aktivitas siswa dalam diskusi kelompok.

C. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi berupa hasil karya penyusunan KTSP, wawancara dan instrument analisis penilaian.

1. Perencanaan Tindakan

a) Pemilihan topik
b) Melakukan review silabus untuk mendapatkan kejelasan tujuan pembelajaran untuk topik tersebut dan mencari ide-ide dari materi yang ada dalam buku pelajaran. Selanjutnya bekerja dalam kelompok untuk menyusun rencana pembelajaran.
c) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran
d) Merencanakan penerapan pembelajaran
e) Menentukan indikator yang akan dijadikan acuan
f) Mempersiapkan kelompok mata pelajaran
g) Mempersiapkan media pembelajaran.
h) Membuat format evaluasi
i) Membuat format observasi
j) Membuat angket respon guru dan siswa

2. Pelaksanaan Tindakan
Menerapkan tindakan sesuai dengan rencana, dengan langkah-langkah:

  1. Setiap guru yang telah menyusun rencana pembelajaran menyajikan atau mempresentasikan rencana pembelajarannya, sementara guru lain memberi masukan, sampai akhirnya diperoleh rencana pembelajaran yang lebih baik.
  2. Guru yang ditunjuk menggunakan masukan-masukan tersebut untuk memperbaiki rencana pembelajaran.
  3. Guru yang ditunjuk tersebut mempresentasikan rencana pembelajarannya di depan kelas untuk mendapatkan umpan balik.

3. Pengamatan (observasi)

  1. Observer melakukan pengamatan sesuai rencana dengan menggunakan lembar observasi
  2. Menilai tindakan dengan menggunakan format evaluasi.
  3. Pada tahap ini seorang guru melakukan implementasi rencana pembelajaran yang telah disusun, guru lain melakukan observasi dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan. Selain itu dilakukan pemotretan yang meng-close up kejadian-kejadian khusus selama pelaksanaan pembelajaran.

D. Teknis Analisis Data

Penelitian tindakan sekolah ini berhasil apabila :

 

  1. Peningkatan nilai rata-rata siswa kelas VII, VIII, IX, Peningkatan nilai rata-rata 6,5.
  2. Tingkat aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar :
    Tingkat keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar dinilai berhasil apabila masing-masing aktivitas yang menunjang keberhasilan belajar persentasenya di atas 70 %.
  3. Keterlaksanaan langkah-langkah dalam proses belajar mengajar ≥ 80 %.

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

 

A. Kondisi Awal

 

Dari hasil wawancara terhadap sembilan orang guru, peneliti memperoleh  informasi bahwa semua guru (sembilan orang) belum tahu kerangka penyusunan RPP dengan menerapkan model-model pembelajaran, hanya seorang yang memiliki dokumen standar proses (satu buah), hanya  orang guru yang pernah mengikuti pelatihan pengembangan RPP dengan penerapan model-model pembelajaran, umumnya guru mengadopsi dan mengadaptasi RPP yang menerapkan model-model pembelajaran didalamnya, kebanyakan guru tidak tahu dan tidak paham menyusun RPP dengan penerapan model-model pembelajaran secara lengkap, mereka setuju bahwa guru harus menggunakan RPP dengan menerapkan model-model pembelajaran dalam melaksanakan proses pembelajaran yang dapat dijadikan acuan/pedoman dalam proses pembelajaran. Selain itu, kebanyakan guru belum tahu dengan komponen-komponen RPP yang menerapkan model-model pembelajaran secara lengkap.

Berdasarkan hasil observasi peneliti terhadap sembilan RPP yang dibuat guru (khusus pada siklus I), diperoleh informasi/data bahwa masih ada guru yang tidak melengkapi RPP-nya dengan komponen dan sub-subkomponen RPP penerapan model pembelajaran tertentu, misalnya komponen indikator dan penilaian hasil belajar (pedoman penskoran dan kunci jawaban).  Rumusan kegiatan siswa pada komponen langkah-langkah kegiatan pembelajaran masih kurang tajam, interaktif, inspiratif, menantang, dan sistematis.

Dilihat dari segi kompetensi guru, terjadi peningkatan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dari siklus ke siklus . Hal itu dapat dilihat pada lampiran Rekapitulasi Hasil Penyusunan RPP penerapan model-model pembelajaran dari Siklus ke Siklus

 

B. Siklus I (Pertama)

Siklus pertama terdiri dari empat tahap yakni: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi seperti berikut ini.

1. Perencanaan ( Planning )

1         Membuat lembar wawancara

2         Membuat format/instrumen penilaian RPP penerapan model-model pembelajaran

3         Membuat format rekapitulasi hasil penyusunan RPP penerapan model-model

pembelajaran siklus I dan II

4         Membuat format rekapitulasi hasil penyusunan RPP penerapan model-model

pembelajaran dari siklus ke siklus

 

2. Pelaksanaan (Acting)

Pada saat awal siklus pertama indikator pencapaian hasil dari setiap komponen RPP penerapan model-model pembelajaran belum sesuai/tercapai seperti rencana/keinginan peneliti.  Hal itu dibuktikan  dengan masih adanya komponen RPP penerapan model-model pembelajaran yang belum dibuat  oleh guru.  Sebelas komponen RPP penerapan model-model pembelajaran yakni:  1) identitas mata pelajaran, 2) standar kompetensi, 3) kompetensi dasar, 4) indikator pencapaian kompetensi, 5) tujuan pembelajaran, 6) materi ajar, 7) alokasi waktu, 8) metode pembelajaran, 9) langkah-langkah kegiatan pembelajaran, 10) sumber belajar, 11)  penilaiaan hasil belajar ( soal, pedoman penskoran, dan kunci jawaban).

3. Pengamatan

Hasil pengamatan pada siklus kesatu dapat dideskripsikan berikut ini:   Pengamatan dilaksanakan Senin, 30 Mei 2011, terhadap sembilan orang guru. Semuanya menyusun RPP, tapi masih ada guru yang belum melengkapi RPP-nya baik dengan komponen maupun sub-sub komponen RPP penerapan model-model pembelajaran tertentu. Satu orang tidak melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan komponen indikator pencapaian kompetensi.  Untuk komponen penilaian hasil belajar, dapat dikemukakan sebagai berikut.

-  Satu orang tidak melengkapinya dengan teknik dan bentuk instrumen.

-  Satu orang tidak melengkapinya dengan teknik, bentuk instumen, soal, pedoman

penskoran, dan kunci jawaban.

-   orang tidak melengkapinya dengan teknik, pedoman penskoran, dan kunci jawaban.

-  Satu orang tidak melengkapinya dengan soal, pedoman penskoran, dan kunci jawaban.

-  Satu orang tidak melengkapinya dengan pedoman penskoran dan kunci jawaban.

Selanjutnya mereka dibimbing dan disarankan untuk melengkapinya.

 

C. Siklus II (Ke)

Siklus ke juga terdiri dari empat tahap yakni: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Hasil pengamatan pada siklus ke dapat dideskripsikan berikut ini:

Pengamatan dilaksanakan Selasa, 12 Juli 2011, terhadap sembilan orang guru.  Semuanya menyusun RPP dengan penerapan model-model pembelajaran, tapi masih ada guru yang keliru dalam menentukan kegiatan siswa dalam langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan metode pembelajaran, serta tidak memilah/ menguraikan materi pembelajaran dalam sub-sub materi.  Untuk komponen penilaian hasil belajar, dapat dikemukakan sebagai berikut:

 

-   Satu orang keliru dalam menentukan teknik dan bentuk instrumennya.

-   Satu orang keliru dalam menentukan bentuk instrumen berdasarkan teknik penilaian yang

dipilih.

-   Satu orang kurang jelas dalam menentukan pedoman penskoran.

-   Satu orang tidak menuliskan rumus perolehan nilai siswa.

Selanjutnya mereka dibimbing dan disarankan untuk melengkapinya.

 

 

D.  Pembahasan

Penelitian Tindakan Sekolah dilaksanakan di SMP Negeri 1 Sungai Raya Kabupaten Aceh Timur yang merupakan sekolah binaan peneliti berstatus negeri, terdiri atas sembilan guru, dan dilaksanakan dalam  siklus. Kesembilan guru tersebut menunjukkan sikap yang baik dan termotivasi dalam menyusun RPP dengan penerapan model-model pembelajaran dengan lengkap. Hal ini peneliti ketahui dari hasil pengamatan pada saat melakukan wawancara dan bimbingan penyusunan RPP dengan penerapan model-model pembelajaran.

Selanjutnya dilihat dari kompetensi guru dalam menyusun RPP dengan penerapan model-model pembelajaran, terjadi peningkatan dari siklus ke siklus.

1.     Komponen Identitas Mata Pelajaran

Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan identitas mata pelajaran dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan identitas mata pelajaran). Jika dipersentasekan, 84%. Lima orang guru mendapat skor 3 (baik) dan tiga orang mendapat skor 4 (sangat baik). Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan identitas mata pelajaran dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya. Semuanya mendapat skor 4 (sangat baik). Jika dipersentasekan, 100%, terjadi peningkatan 16% dari siklus I.

2.     Komponen Standar Kompetensi

Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan standar kompetensi dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan standar kompetensi). Jika dipersentasekan, 81%. Masing-masing satu orang guru mendapat skor 1, 2, dan 3 (kurang baik, cukup baik, dan baik). Lima orang guru mendapat skor 4 (sangat baik). Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan standar kompetensi dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya.  orang mendapat skor 3 (baik) dan enam orang mendapat skor 4 (sangat baik).  Jika dipersentasekan, 94%, terjadi peningkatan 13% dari siklus I.

 

 

3.     Komponen Kompetensi Dasar

Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan kompetensi dasar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan kompetensi dasar). Jika dipersentasekan, 81%. Satu orang guru masing-masing mendapat skor 1, 2, dan 3 (kurang baik, cukup baik, dan baik).

Lima orang guru mendapat skor 4 (sangat baik). Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan kompetensi dasar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya.  orang mendapat skor 3 (baik) dan enam orang mendapat skor 4 (sangat baik).  Jika dipersentasekan, 94%, terjadi peningkatan 13% dari siklus I.

4.    Komponen Indikator Pencapaian Kompetensi

Pada siklus pertama tujuh orang guru mencantumkan indikator pencapaian kompetensi dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan indikator pencapaian kompetensi). Sedangkan satu orang tidak mencantumkan/melengkapinya. Jika dipersentasekan, 56%.  orang guru masing-masing mendapat skor 1 dan 2 (kurang baik dan cukup baik). Empat orang guru mendapat skor 3 (baik). Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan indikator pencapaian kompetensi dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya. Tujuh orang mendapat skor 3 (baik) dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik).  Jika dipersentasekan, 78%, terjadi peningkatan 22% dari siklus I.

5. Komponen Tujuan Pembelajaran

Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan tujuan pembelajaran dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan tujuan pembelajaran). Jika dipersentasekan, 63%. Satu orang guru mendapat skor 1 (kurang baik),  orang mendapat skor 2 (cukup baik),  dan lima orang mendapat skor 3 (baik). Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan tujuan pembelajaran dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya. Lima orang mendapat skor 3 (baik) dan tiga orang mendapat skor 4 (sangat baik).  Jika dipersentasekan, 84%, terjadi peningkatan 21% dari siklus I.

6.    Komponen Materi Ajar

Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan materi ajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan materi ajar). Jika dipersentasekan, 66%. Satu orang guru masing-masing mendapat skor 1 dan 4 (kurang baik dan sangat baik),  orang mendapat skor 2 (cukup baik),  dan empat orang mendapat skor 3 (baik). Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan materi ajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya. Enam orang mendapat skor 3 (baik) dan  orang mendapat skor 4 (sangat baik).  Jika dipersentasekan, 81%, terjadi peningkatan 15% dari siklus I.

7.    Komponen Alokasi Waktu

Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan alokasi waktu dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajaran penerapan model-model pembelajarannya dengan alokasi waktu).  Semuanya mendapat skor 3 (baik). Jika dipersentasekan, 75%. Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan alokasi waktu dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya. Tiga orang mendapat skor 3 (baik) dan lima orang mendapat skor 4 (sangat baik).  Jika dipersentasekan, 91%, terjadi peningkatan 16% dari siklus I.

8.    Komponen Metode Pembelajaran

Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan metode pembelajaran dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan metode pembelajaran). Jika dipersentasekan, 72%.  orang guru mendapat skor 2 (cukup baik),  lima orang mendapat skor 3 (baik), dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan metode pembelajaran dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya. Satu orang mendapat skor 2 (cukup baik), enam orang mendapat skor 3 (baik), dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik).  Jika dipersentasekan, 75%, terjadi peningkatan 3% dari siklus I.

 

9.     Komponen Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan langkah-langkah kegiatan pembelajaran).  Jika dipersentasekan, 53%. Tujuh orang guru mendapat skor 2 (cukup baik), sedangkan satu orang  mendapat skor 3 (baik).  Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya. Satu orang mendapat skor 2 (cukup baik) dan tujuh orang mendapat skor 3 (baik). Jika dipersentasekan, 72%, terjadi peningkatan 19% dari siklus I.

 10.  Komponen Sumber Belajar

Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan sumber belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya (melengkapi RPP penerapan model-model pembelajarannya dengan sumber belajar). Jika dipersentasekan, 66%. Tiga orang guru mendapat skor 2 (cukup baik), sedangkan lima orang  mendapat skor 3 (baik). Pada siklus ke kesembilan  guru tersebut mencantumkan sumber belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya.  orang mendapat skor 2 (cukup baik) dan enam orang mendapat skor 3 (baik).  Jika dipersentasekan, 69%, terjadi peningkatan 3% dari siklus I.

Penilaian Hasil Belajar

Pada siklus pertama semua guru (sembilan orang) mencantumkan penilaian hasil belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya meskipun sub-sub komponennya (teknik, bentuk instrumen, soal), pedoman penskoran, dan kunci jawabannya kurang lengkap.  Jika dipersentasekan, 56%.   orang guru masing-masing mendapat skor 1 dan  3 (kurang baik dan baik), tiga orang  mendapat skor 2 (cukup baik), dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). Pada siklus ke kesembilan guru tersebut mencantumkan penilaian hasil belajar dalam RPP penerapan model-model pembelajarannya meskipun ada guru yang masih keliru dalam menentukan teknik dan bentuk penilaiannya. Tujuh orang mendapat skor 3 (baik) dan satu orang mendapat skor 4 (sangat baik). Jika dipersentasekan, 78%, terjadi peningkatan 22% dari siklus I.

Berdasarkan pembahasan di atas terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP penerapan model-model pembelajaran. Pada siklus I nilai rata-rata komponen RPP penerapan model-model pembelajaran 69%,  pada siklus II nilai rata-rata komponen RPP penerapan model-model pembelajaran 83%, terjadi peningkatan 14%.

Untuk mengetahui lebih jelas peningkatan setiap komponen RPP penerapan model-model pembelajaran, dapat dilihat pada lampiran Rekapitulasi Hasil Penyusunan RPP penerapan model-model pembelajaran dari Siklus ke Siklus SMP Negeri 1 Sungai Raya.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.     Kesimpulan

Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dapat disimpulkan sebagai berikut.

Bimbingan berkelanjutan  dapat meningkatkan motivasi guru dalam menyusun RPP dengan lengkap. Guru menunjukkan keseriusan dalam memahami dan menyusun RPP apalagi setelah mendapatkan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP dari peneliti. Informasi ini peneliti peroleh dari hasil pengamatan pada saat mengadakan wawancara dan bimbingan pengembangan/penyusunan RPP kepada para guru.

Bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP. Hal itu dapat dibuktikan  dari hasil observasi /pengamatan yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan  kompetensi guru dalam menyusun  RPP dari siklus ke siklus . Pada siklus I nilai rata-rata komponen RPP 69% dan pada siklus II 83%. Jadi, terjadi peningkatan 14% dari siklus I.

B.    Saran

Telah terbukti bahwa dengan  bimbingan berkelanjutan  dapat meningkatkan  motivasi  dan  kompetensi guru dalam menyusun RPP penerapan model-model pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut.

Motivasi yang sudah tertanam khususnya dalam penyusunan RPP penerapan model-model pembelajaran hendaknya terus dipertahankan dan ditingkatkan/ dikembangkan .

RPP penerapan model-model pembelajaran yang disusun/dibuat hendaknya mengandung komponen-komponen RPP penerapan model-model pembelajaran  secara lengkap dan baik karena RPP penerapan model-model pembelajaran  merupakan acuan/pedoman dalam melaksanakan pembelajaran.

Dokumen  RPP penerapan model-model pembelajaran hendaknya dibuat  minimal  rangkap, satu untuk arsip sekolah dan satunya lagi untuk pegangan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

 

Erman Suherman, (2009). Model-model Pembelajaran

http ://re-searchengines.com/1207trimo1.html Penelitian Tindakan Sekolah

Iim Waliman, dkk. 2001. Supervisi Kelas (Modul Manajemen Berbasis Sekolah). Bandung : Dinas

__________Pendidikan Provinsi Jawa Barat

S Syaodih Nana, (2006). Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Menengah(konsep,prinsif,

_______  dan instrumen). Bandung : Aditama.

Sudrajat Akhmad. Pendekatan Pembelajaran

Udin Winataputra,( 1994,34), Model pembelajaran

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan ________Nasional.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Peraturan Pemerintah Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan ________Dasar dan Menengah.

Piet, A. Sahertian. Frans Mataheru, Prinsip Teknik Supervisi Pendidikan, (Surabaya, Usaha ________Nasional, 1981

 

PROGRAM SUPERVISI

PADA SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA

TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012


 

I. PENGERTIAN

 

Program Supervisi tahun pelajaran 2011/ 2012 adalah merupakan suatu rencana yang akan dilaksanakan pada tahun pelajaran 2011 / 2012 yang merupakan pedoman dan arah dalam melaksanakan Supervisi di SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur.

 

II. D A S A R

 

Dasar penyusunan Program Supervisi tahun pelajaran 2011/ 2012 ini adalah :

  1. Buku Kurikulum KTSP
  2. Buku Petunjuk Administrasi Sekolah Lanjutan Tingkat Menengah Atas
  3. Kelender Pendidikan Tahun Pelajaran 2011 / 2012
  4. Pengarahan Pengawas Kabupaten Aceh Timur
  5. Petunjuk Penilaian Kinerja Kepala Sekolah
  6. Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Persekolahan Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah.

 

III. MAKSUD DAN TUJUAN

 

Maksud dan tujuan disusun Program Supervisi ini adalah untuk memberikan arah bagi pelaksanaan seluruh kegiatan supervisi, baik supervisi kelas maupun supervisi Pustaka dan lain –lain, dalam tahun pelajaran 2011/ 2012 dengan tujuan agar dapat mengetahui, menilai sekaligus meningkatkan proses belajar mengajar sebagai usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA.

 

IV. RUANG LINGKUP PROGRAM

 

Program Supervisi tahun pelajaran 2011/ 2012  berisi kegitan yang meliputi antara lain :

  1. Pembuat Jadwal Program Pelaksanaan Supervisi
  2. Jadwal Kunjungan Kelas
  3. Penyediaan Instrumen Supervisi
  4. Catatan / Format / Penilaian Administrasi Guru
  5. Tindak Lanjut

 

V. RINCIAN PROGRAM SUPERVISI

 

Program Supervisi tahun pelajaran 2011 / 2012 sebagaimana dikemukakan pada ruang lingkup program dapat diuraiakan sebagai berikut :

 

  1. Jadwal Program Pelaksanaan Supervisi Tahun Pelajaran 2011/ 2012 yang berisi sebagai berikut :

 

  1. Persiapan  / Pembagian bahan Administrasi Guru
  2. Pemeriksaan Program Pengajaran Guru
  3. Observasi Kelas
  4. Penilaian Data Sikap Propesional Guru
  5. Penilaian Administrasi Guru
  6. Pembinaan Perorangan
  7. Pembinaan Kelompok
  8. Evaluasi Program

 

 

 

 

 

 

  1. Jadwal Kunjungan Kelas

 

Jadwal Kunjungan Kelas ini berisi daftar nama – nama guru yang akan dilakukan Supervisi lengkap dengan hari, tanggal, jam ke berapa Guru yang bersangkutan mengajar pada saat supervisi, mata pelajaran serta kelas guru bersangkutan akan mengajar.

 

  1. Instrumen Supervisi

 

Dalam melaksanakan supervisi, terlebih dahulu disisipkan instrument supervise yang terdiri dari :

  1. Lembaran Kegiatan Guru
  2. Aspek – aspek yang dinilai
  3. Aspek kegiatan yang dinilai

 

VI. JENIS DAN JADWAL KEGIATAN

 

Indentifikasi jenis kegiatan serta jadwal Supervisi yang berlangsung di sekolah meliputi :

 

NO

JENIS KEGIATAN

JADWAL PELAKSANAAN

 

1

 

 

2

 

3

 

 

4

 

5

 

 

6

 

7

 

8

 

Persiapan / Pembagian bahan Administrasi

Untuk Guru

 

Pemeriksaan Program Mengajar Guru

 

Observasi Kelas

 

 

Penilaian Data Sikap Propesional Guru

 

Penilaian Administrasi Guru

 

 

Pembinaan Perorangan

 

Pembinaan Kekompok

 

Evaluasi Program

 

Juli  2011 dan Januari 2012

 

 

Bulan Juli 2011

 

Juli, September, dan Oktober 2011, Februari, Maret dan Mei  2012

 

Desember 2011, Mei 2012

 

September dan Desember 2011, Mei 2012

 

Juli  2011 s.d. Juni 2012

 

September 2011 , Mei 2012

 

Januari dan Juni 2012

 

 

Sungai Raya,     Juli 2011

Kepala SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA

 

 

 

 

M. YUNUS, S.Pd

NIP. 19591009 197903 1 002

 

 

 

 

 

 

 

 

JADWAL PELAKSANAAN SUPERVISI

SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012

 

NO

PROGRAM PELAKSANAAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

W  A  K  T  U

JULI

AGUS

 

SEPT

 

OKT

 

 

NOP

 

DES

 

JAN

 

FEBR

 

MAR

APR

MEI

JUN

KET

1

2

3

4

5

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

5

6

7

8

Persiapan/Pembagian Bahan Administrasi

 

Pemeriksaan Program Pengajaran Guru

 

Observasi Kelas

 

Penilaian Data Sikap Propesional Guru

 

Penilaian Administrasi Guru

Pembinaan Perorangan

 

Pembinaan Kelompok

 

Evaluasi Program

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

=

 

 

=

 

 

 

 

 

 

 

 

=

=

=

 

 

 

 

 

 

 

 

=

=

 

 

 

 

 

 

 

 

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

 

=

=

 

 

 

 

 

 

=

=

 

 

 

 

 

 

=

=

 

 

 

 

 

 

=

=

 

 

 

 

 

 

=

=

 

 

 

 

 

 

=

=

 

 

 

 

 

 

=

=

 

 

 

 

 

 

=

=

 

 

 

 

 

 

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

 

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

=

 

=

 

=

=

 

=

 

=

=

 

 

 

=

=

 

 

 

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

 

=

 

=

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

 

 

 

=

=

 

 

 

 

 

 

 

 

=

=

 

 

 

 

 

 

 

 

=

=

 

=

 

 

 

 

 

 

=

=

 

 

 

 

 

 

=

=

=

 

 

 

 

 

 

=

 

 

 

 

 

 

=

=

 

 

 

 

 

 

=

 

=

=

 

 

 

 

 

 

=

=

 

 

 

 

 

 

=

=

 

 

 

 

 

 

=

=

=

=

=

 

=

 

=

=

 

 

 

=

=

 

 

 

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

 

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

 

 

 

=

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

=

 

 

 

=

                                                                                                Sungai Raya, Juli 2011

                                                                                                                                                                Kepala SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA

 

 

M.YUNUS, S.Pd

NIP.19591009 197903 1 002

 

JADWAL SUPERVISI GURU – GURU

PADA  SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA

TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012

NO

NAMA GURU/NIP

HARI/TGL

JAM KE

MATA PELAJARAN

KLS

KET

1

2

3

4

5

6

 

7

 

8

 

9

10

11

12

 

13

14

15

 

16

 

17

 

18

 

19

 

20

 

   

Sungai Raya, Juli 2011

Kepala  SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA

 

 

 

M. YUNUS, S.Pd

NIP. 19591009 197903 1 002

 

DAFTAR CHEKLIS LIST PERANGKAT KBM GURU MATA PELAJARAN

PADA SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA TAHUN PELAJARAN 2011 / 2012

NO

NAMA GURU

MENGAJAR MATA PELAJARAN

KLS

PERANGKAT KBM YANG TELAH ADA

OBSERVASI KELAS

NILAI

PT PS SLB RPP KKM EV AN RE SEPTEMB OKTOBER PEBRUARI MARET

PK

OK

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3    

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

 

11.

 

12.

 

 

 

13.

 

14.

 

15.

 

16.

 

17.

 

18.

 

19.

 

20.

                                                       

 Sungai Raya, Juli 2011

                                                                                                                                                                Kepala SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA

 

 

M. YUNUS, S.Pd

NIP.19591009 197903 1 002

 

Format A

DAFTAR PERNYATAAN PRA OBSERVASI

 

No

Pertanyaan

Catatan Wawancara

1.

 

2.

 

3.

4.

 

5.

6.

7.

8.

 

9.

 

10.

Materi apa yang akan Saudara ajarkan ?

 

Kemampuan apa yang diharapkan dimiliki siswa ?

 

Persiapan tertulis apa saja yang Saudara buat ?

 

 

 

 

 

 

Dapatkah Saudara menceritakan pertahapan pengajarannya ?

 

Menurut Saudara apakah ada materi-materi yang diperkirakan sulit dicerna oleh siswa ?

 

 

 

Apakah menurut dugaan Saudara ada yang menjadi sumber kesulitan belajar siswa ?

 

 

Bagaimana perasaan Saudara mengenai kesiapan Saudara mengajar ?

 

 

Metode apa yang paling utama yang akan Saudara gunakan ?

 

Apakah Saudara akan menggunakan alat Bantu? Jika tidak, mengapa? Jika iya,. Apa saja yang Saudara siapkan? Mengapa alat-alat itu diperlukan ?

 

Bagaimana kalau saya ikut mengamati PBM di  kelas ini ?

 

Materi :  …………………………….

 

Tujuannya dihayati/tidak

 

 

Pembagian Minggu Efektif :  ada / tidak

Silabus                                    :  ada / tidak

Prota/prosem                        :  ada / tidak

KKM                                    :  ada / tidak

RPP                                         :  ada / tidak

Evaluasi                               :  ada / tidak

 

Petahapan sesuai / tidak dengan persiapan

 

 

Materi  :      a.  ………………………..

Sulit              b.  ………………………..

c.  ………………………..

d.  ………………………..

 

Ada yaitu  :  …………………………

……………………………………….

………………………………………

 

Siap / Kurang Siap

Sumber kesulitan belajar ……………

………………………………………

 

Metode  :  …………………………..

………………………………………

 

Tidak, karena ……………………….

Ya, yaitu : …………………………..

………………………………………

………………………………………

 

Perlu karena  : ………………………

………………………………………

 

 

 

Sungai Raya, 11 Juli 2011

Guru Mapel…………………                                Kepala  Sekolah,

 

 

 

____________________________                M.YUNUS, S.Pd

NIP.                                                                 NIP. 19591009 197903 1 002

 

SUPERVISI KUNJUNGAN KELAS

 

  1. Nama Sekolah                         :  SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA
  2. Nama Guru                              :  ……………………………………………………..
  3. Mata Pelajaran                         :  ……………………………………………………..
  4. SK / KD                                   :  ……………………………………………………..
  5. Kelas/Semester                        :  ……………………………………………………..
  6. Jam Pelajaran Ke                     :  ……………………………………………………..

 

No

Aspek yang dinilai

Ada

Tidak Ada

Nilai

Analisis Pendapat / Komentar

1.

PERSIAPAN

  1. Prota/Prosem
  2. RPP
    1. Perumusan Indikator Pembelajaran
    2. Rumusan Tujuan Pembelajaran
    3. Penjabaran Materi
    4. Alat / Bahan Pelajaran
    5. Langkah-langkah PBM
    6. Penilaian

 

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

  1. PENDAHULUAN
    1. Penampilan guru
    2. Apersepsi / motivasi
    3. Penggunaan |Bahasa Indonesia
    4. PENGEMBANGAN
      1. Penguasaan Materi
      2. Penyajian sesuai dengan urutan materi
      3. Metode / pendekatan
      4. Penggunaan alat Bantu
      5. Partisipasi siswa
      6. Bimbingan terhadap siswa yang mengalami kesulitan belajar
      7. Tekhnis bertanya
      8. PENERAPAN DAN PENUTUP
        1. Tes proses belajar
        2. Daya serap
        3. Resume
        4. Tugas Siswa
        5. Pelaksanaan sesuai dengan alokasi waktu
        6. Mengakhiri belajar dengan baik

 

       

 

KESIMPULAN  :

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

SARAN  :

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

 

Guru yang bersangkutan                                                                                     Petugas

 

 

 

                               

NIP.                                                                                                           NIP.

 

FORMAT C

DAFTAR PERTANYAAN POST OBSERVASI

 

No

PERTANYAAN

JAWABAN

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Bagaimanakah pendapat Saudara setelah menyajikan pelajaran ini ?

 

Apakan KBM sudah sesuai dengan yang direncanakan ?

 

Dapatkah Saudara mencerikatan hal-hal yang dirasakan memuaskan dan hal-hal yang belum memuaskan dalam proses pembelajaran tadi ?

 

Bagaimanakah perkiraan Saudara mengenai ketercapaian tujuan pembelajaran ?

 

Apa yang menjadi kesulitan siswa ?

 

Apa yang menjadi kesulitan Saudara ?

 

Apakah alternative lain untuk mengatasi kesulitan itu?

 

Marilah sama-sama kita mengidentifikasi hal-hal yang telah mantap dan hal-hal yang perlu peningkatan, berdasarkan kegiatan yang baru saja Saudara lakukan dan pengamatan saya.

 

Dengan demikian, apa yang akan Saudara lakukan untuk untuk pertemuan berikutnya ?

 

Kesan umum  : ………………………………………

………………………………………………………

………………………………………………………

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saran : ………………….

…………………………..

…………………………..

 

 

 

 

Guru                                                                                                          Petugas

 

 

 

                                                                

NIP.                                                                                              NIP.

 

 

*  Coret yang tidak perlu.

 

A – 3

Dinas  Pendidikan

Provinsi           :  Aceh

Kab / Kodya    :  Aceh Timur

Kecamatan       :  Sungai Raya

Sekolah            :  SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA

Alamat             :    Jln. Langsa-Idi Km. 26 Sungai Raya 24452

 

Lembar Kegiatan Guru

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Nama

Laki-laki / Perempuan

Tempat dan Tanggal Lahir

Agama

Kawin / Tidak Kawin / Janda / Duda

Jumlah Tanggungan

Masa Kerja

 

 

Golongan / Ruang

Ijazah yang diperoleh

 

 

  1. Mengajar mata pelajaran Perminggu

 

  1. Tugas-tugas lain

 

 

 

  1. Mengajar disekolah lain Perminggu

 

:  …………………………………..

:  …………………………………..

:  …………………………………..

:  …………………………………..

:  …………………………………..

:  …………………………………..

:  a. Seluruhnya …………….. tahun, …………… bulan

b. Golongan……………….. tahun, …………… bulan

c. disekolah ini …………… tahun, …………… bulan

:  …………………………………..

:  1.  …………………………………..

2.  …………………………………..

3.  …………………………………..

:  a.  ………………………………….. / ….Jam

b.  ………………………………….. / ….Jam

c.  ………………………………….. / ….Jam

:  1.  …………………………………..

2.  …………………………………..

3.  …………………………………..

4.  …………………………………..

:  ……………………. / …………….. Jam

 

 No

Aspek-Aspek Yang Dinilai

A

B

C

D

E

1.

2.

3.

Prestasi mengajar

  1. ………………………………… Kelas ………………………….
  2. ………………………………… Kelas ………………………….
  3. ………………………………… Kelas ………………………….
  4. ………………………………… Kelas ………………………….

 

Sikap Profesional

  1. Prestasi Guru Rata-rata
  2. Propesi mengajar rata-rata
  3. Hubungan kerja sama

 

Keterampilan Administrasi

Keterampilan dan Ketelitian Percetakan  :

  1. Rencana mengajar persemester
  2. Modal satuan pelajaran
  3. Pekerjaan mengoreksi hasil tes serta pencatatan / persiapan
         

 

 

 

No

Aspek-Aspek Yang Dinilai

A

B

C

D

E

4.

 

  1. Buku Prestasi siswa
  2. Buku catatan hasil belajar siswa ( Buku Nilai )
  3. Buku Sumber Untuk mengajar
  4. Catatan siswa yang mempunyai kesulitan belajar

 

Lain-lain ………………………………………………………………

 

         

 

Hasil Penilaian

Rata-rata

1

2

3

4

Rata-rata Seluruhnya

Katagori

……….

……….

……….

……….

   

 

 

 

 

  1. Pendapat dan kesimpulan              :  ……………………………………………………………..   * )
  2. Saran-sara                                      :  ……………………………………………………………..   * )

 

Catatan  :   1) Data untuk Prestasi mengajar diambil dari S – 1

2) Data untuk sikap Profesional diambil dari S – 3

 

 

 

………………………….., ………………………. 20…..

Yang menilai

(                                                  )

NIP.

 

 

* ) diisi dengan kata-kata singkat.

 

Dinas Pendidikan

 

Provinsi                       :  Aceh

Kab / Kodya                :  Aceh Timur

Kecamatan                   :  Sungai Raya

Sekolah                                    :  SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA

Alamat                         :     Jln. Langsa-Idi Km. 26 Sungai Raya 24452

Nama Guru                  :

Ijazah                           :

Golongan / Ruang        :

Data Sikap Profesional Guru

No

Aspek-Aspek Kegiatan Yang Dinilai

A

B

C

D

E

1.

2.

3.

Presentase

  1. Hadir kesekolah tepat pada waktunya
  2. Ikut serta dalam Upacara Sekolah
  3. Ikut serta dalam Rapat-rapat Sekolah
  4. Ikut serta dalam Kegiatan Ko kurikuler
  5. Ikut serta dalam Penataran, Lokakarya dan sebagainya
  6. Hadir dalam kelas sesuai dengan jadwal Pelajaran

 

Profesi Mengajar

  1. Menyiapkan jadwal alokasi waktu mengajar
  2. Menyiapkan Program model satuan pelajaran
  3. Menyiapkan pencatatan analisa hasil belajar
  4. Ikut memecahkan kesulitan yang dihadapi siswa

 

Hubungan kerja sama

  1. Ikut membantu Kepala Sekolah di Dalam Memecahkan masalah bersama
  2. Ikut membantu rekannya dalam memecahkan kesulitan mengajar
  3. Ikut menciptakan hubungan yang baik sebagai pegawai Tata Usaha termasuk pesuruh

 

         

 

Hasil analisa dan Kesimpulan  :

1

Presensi Guru Rata-rata ……………………………………. %

Katagori

2

Profesi Mengajar ……………………………………. % …………………………

3

Hubungan Kerja Sama ……………………………………. % …………………………

4

Rata-rata Keseluruhan ……………………………………. % …………………………

 

1.  Pendapat dan kesimpulan               :  ……………………………………………………………..   X )

2.  Saran-saran                                     :  ……………………………………………………………..   X )

 

 

………………………….., ………………………. 20…..

Yang menilai

(                                                  )

NIP.

 

X ) diisi dengan kata-kata singkat.

 

S – 2

Dinas Pendidikan

Provinsi           :  Aceh

Kab / Kodya   :  Aceh Timur

Kecamatan      :  Sungai Raya

Sekolah           :  SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA

Alamat                        :     Jln. Langsa-Idi Km. 26 Sungai Raya 24452

 

Pend. Agama PPKN Pend. Jasmani B. Indonesia Pend. Kesenian Matematika B. Inggris B. Daerah IPS IPA Pend. Keterp TIK. Rata-Rata

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Merumuskan tujuan bidnag studi            ( mata pelajaran ) secara operasional

 

Kegiatan belajar siswa

 

Kreativitas siswa dalam memecahkan masalah

 

Cara mengorganisisr kegiatan belajar mengajar

 

Penggunaan alat-alat ( media pelajaran )

 

Penggunaan Tes

  1. Tes Uraian
  2. Tes Objektif
    1. Salah/Benar
    2. Pilihan Ganda
    3. Mencocokkan
    4. Tes Perbuatan
    5. Tes Kesegaran Jasmani
    6. Tes Keterampilan Olah Raga

 

Pelaksanaan membimbing dan menolong siswa dalam memecahkan kesulitan belajar

                         

 

Hasil Penilaian

Rata-rata

1

2

3

4

Rata-rata Seluruhnya

Katagori

……….

……….

……….

……….

   

 

 

 

 

  1. Pendapat dan kesimpulan             :  ……………………………………………………………..   * )
  2. Saran-saran                                    :  ……………………………………………………………..   * )

 

Mengetahui :

Pengawas,

( …………………………. )

  NIP.

………………………….., ………………………. 20…..

Yang menilai

(                                                  )

NIP.

 

 

* ) diisi dengan kata-kata singkat.

 

Dinas Pendidikan

S1 – A

Provinsi           :  Aceh

Kab / Kodya    :  Aceh Timur

Kecamatan       :  Sungai Raya

Sekolah            :  SMP NEGERI 1 SUNGAI RAYA

Alamat             :     Jln. Langsa-Idi Km. 26 Sungai Raya 24452

 

OBSERVASI KEGIATAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

 

  1. Nama Guru                                    :  ……………………………………
  2. Mengajar di Kelas-Kelas                :  ……………………………………
  3. Bidang studi-bidang studi              :  ……………………………………
  4. Mata Pelajaran                               :  ……………………………………
  5. SK/ KD                                          :  ……………………………………

 

 

No

Aspek-Aspek Kegiatan Yang Di Observasi

A

B

C

D

E

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Cara merumuskan bidang studi / Mata pelajaran secara Operasional

 

Kegiatan Belajar Siswa

 

Kreatifitas siswa dalam memecahkan masalah

 

Cara mengorganisir kegiatan-kegiatan belajar mengajar

 

Penggunaan alat-alat ( Media Pelajaran )

 

Penggunaan Tes  :

a. Tes Uraian

b. Tes Objektif

  1. Salah/Benar
  2. Pilihan Ganda
  3. Mencocokkan

c. Tes Perbuatan

d. Tes Kesegaran Jasmani

e. Tes Keterampilan Olah Raga

 

Pelaksanaan bantuan terhadap siswa dalam mengatasi kesulitan belajar

         

 

Hasil Penilaian

Rata-rata

1

2

3

4

5

6

7

Rata-rata Seluruhnya

Kata

gori

   

 

 

 

 

  1. Pendapat dan kesimpulan              :  ……………………………………………………………..   * )
  2. Saran-saran                                    :  ……………………………………………………………..   * )

 

Yang Diamati

(                                              )

  NIP.

Mengetahui :

Pengawas

(…………………………….)

  NIP.

 

………………………….., ………………………. 20.…..

Yang mengamati

(                                                  )

NIP.

 

 

* ) diisi dengan kata-kata singkat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C. INSTRUMEN DAN PETUNJUK PENGISIANNYA

1. Instrumen

CHECK LIST PENGAMATAN ( OBSERVASI )

PROSES BELAJAR MENGAJAR

 

Hari, Tanggal Pengamatan                         :  ………………………………………………………..

 

Nama Sekolah                                           :  ………………………………………………………..

 

Nama Guru                                                :  ………………………………………………………..

 

Kelas / Semester Tahun Pelajaran              :  ……………….. /………………. /…………………

 

SK / KD                                                     :  ………………………………………………………..

 

Materi                                                        :  ………………………………………………………..

 

Waktu                                                        : ………………………………………   x  40 menit

 

Nama Observator/Supervisor/Pengamat     :  ………………………………………………………..

 

:  ………………………………………………………..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PERTANYAAN PRA  OBSERVASI

 

NO

PERTANYAAN

CATATAN WAWANCARA

1.

2.

3.

4.

 

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Materi apa yang akan Saudara ajarkan ?

 

 

Kemampuan apa yang diharapkan dimiliki siswa ?

 

Persiapan tertulis apa saja yang Saudara buat ?

 

 

 

Dapatkah Saudara menceritakan pertahapan pengajarannya ?

 

Menurut Saudara apakah ada materi-materi yang diperkirakan sulit dicerna oleh siswa ?

 

 

 

Apakah menurut dugaan Saudara ada yang menjadi sumber kesulitan belajar siswa ?

 

 

Bagaimana perasaan Saudara mengenai kesiapan Saudara mengajar ?

 

 

Metode apa yang paling utama yang akan Saudara gunakan ?

 

 

Apakah Saudara akan menggunakan alat Bantu? Jika tidak, mengapa? Jika ya,. Apa saja yang Saudara siapkan? Mengapa alat-alat itu diperlukan ?

 

 

Bagaimana kalau saya ikut mengamati PBM di  kelas ini ?

 

Materi :  …………………………….

:  ……………………….

 

Tujuannya dihayati/tidak

 

Silabus               :  ada / tidak

Prota/Prosem      :  ada / tidak

RPP                    :  ada / tidak

 

Petahapan sesuai / tidak dengan persiapan

 

 

Materi  :   a.  ………………………..

Sulit         b.  ………………………..

c.  ………………………..

d.  ………………………..

 

Ada yaitu  :  …………………………

……………………………………….

………………………………………

 

Siap / Kurang Siap

Sumber kesulitan belajar ……………

………………………………………

 

Metode  :  …………………………..

………………………………………

 

 

Tidak, karena ……………………….

Ya, yaitu : …………………………..

………………………………………

………………………………………

 

 

Perlu karena  : ………………………

………………………………………

 

 

 

Guru                                                                            Pengawas / Kepala Sekolah / …………………… *

 

 

 

                               

NIP.                                                                                               NIP.

 

 

*  Coret yang tidak perlu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FORMAT B

CHEKLIST PENGAMATAN

 

LAMA PENGAMATAN ……………………. X 40 MENIT

 

NO

ASPEK YANG DIAMATI

YA

TIDAK

NILAI

KETERANGAN

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

a.

b.

c.

d.

e.

8.

a.

b.

c.

d.

e.

f.

g.

h.

PENDAHULUAN

Menerbitkan Suasana dalam kelas

Membangkitkan motivasi belajar

Mengingatkan bahan Apersepsi

Memberitahukan Tujuan

Guru memberitahukan test awal

 

PENGEMBANGAN UNSUR MATERI

Penguasaan Materi

Keteraturan materi

Kejelasan konsep

Proses Penemuan rumus

Pemberian contoh / latihan

 

UNSUR PEMBELAJARAN

Menjelaskan konsep melalui peragaan / contoh

Melibatkan siswa dengan pertanyaan / penugasan

Menerapkan tekhnik bertanya

Menggunakan papan tulis / papan petak dengan baik

Melakukan kerja praktik

Menggunakan lembar kerja

Mengembangkan diskusi

Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan komunikatif

 

       

 

9.

a.

b.

c.

d.

10.

a.

b.

c.

C

1.

2.

UNSUR PENILAIAN

Mengajukan pertanyaan untuk memulai pemahaman

Berkeliling dan memberi bimbingan kepada siswa

Memberi kegiatan pertanyaan bagi siswa cepat

Memberi test tertulis

 

PENAMPILAN

Kerapian berbusana

Kejelasan Berbicara

Kewibawaan

 

PENUTUP

Membuat rangkuman

Memberikan tugas PR

 

       

 

 

Guru                                                                                Pengawas / Kepala Sekolah / ……………..*

 

 

 

                               

NIP.                                                                                               NIP.

 

*Coret yang tidak perlu

 

 

 

 

 

FORMAT C

DAFTAR PERTANYAAN POST OBSERVASI

 

 

No

PERTANYAAN

JAWABAN

1.

2.

 

3.

4.

5.

6.

7.

 

8.

9.

Bagaimanakah pendapat Saudara setelah menyajikan pelajaran ini ?

 

Apakan KBM sudah sesuai dengan yang direncanakan ?

 

Dapatkah Saudara mencerikatan hal-hal yang dirasakan memuaskan dan hal-hal yang belum memuaskan dalam proses pembelajaran tadi ?

 

Bagaimanakah perkiraan Saudara mengenai ketercapaian tujuan pembelajaran ?

 

Apa yang menjadi kesulitan siswa ?

 

Apa yang menjadi kesulitan Saudara ?

 

Apakah alternatif lain untuk mengatasi kesulitan itu?

 

Marilah sama-sama kita mengidentifikasi hal-hal yang telah mantap dan hal-hal yang perlu peningkatan, berdasarkan kegiatan yang baru saja Saudara lakukan dan pengamatan saya.

 

Dengan demikian, apa yang akan Saudara lakukan untuk untuk pertemuan berikutnya ?

 

Kesan umum  : …………………………………………..

………………………………………………………….

………………………………………………………….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saran : ……………………….

……………………………….

……………………………….

 

 

 

 

Guru                                                                             Pengawas / Kepala Sekolah / Guru Pembina *

 

 

 

                               

NIP.                                                                                               NIP.

 

 

*  Coret yang tidak perlu.

 

INDIKATOR-INDIKATOR INSTRUMEN

OBSERVASI PENAMPILAN GURU

 

BIDANG SASARAN

KATEGORI

BAIK

PERLU PERBAIKAN

 

RENCANA PENGAJARAN

 

 

 

1. Susunan

 

 

Memuat semua komponen yang penting, seperti Tujuan KBM, Tugas dan lain-lain

 

Komponen RPP yang tersusun sistematik

 

 

RPP memuat hanya beberapa komponen yang perlu saja

 

 

Komponen RPP yang tidak tersusun secara sistematik

 

2. Relevansi antara tujuan dengan materi penilaian

 

 

Terdapat relevansi yang kuat, lengkap

 

Karena ada relevansi

 

3. Penggunaan alat Bantu

 

Penggunaan alat Bantu yang tepat dan lengkap

 

 

Penggunaan alat Bantu yang tidak tepat

 

II. PROSES KBM

  1. Memberikan motivasi

 

 

 

 

-         Guru mempertahankan suasana belajar yang santai

-         Guru mempertahankan minat siswa

-         Guru memiliki rasa humor

-         Guru mempunyai antusias positif

-         Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya

-         Guru menyediakan bahan yang menarik dan menantang kepada siswa

 

 

 

 

Hanya beberapa kriteria yang berkorespondensi didapati

 

 

 

 

  1. Keseimbangan aktivitas di kelas

 

 

-         Guru merangsang siswa untuk aktif dikelas

-         Siswa mendominasi pembicaraan dikelas

 

 

Guru memberikan kesempatan sedikit siswa untuk berbicara

Guru mendominasi pembicaraan dikelas

 

BIDANG SASARAN

KATEGORI

BAIK

PERLU PERBAIKAN

 

  1. Prosedur Mengajar

 

 

-          Guru mengikuti prosedur

 

 
 

  1. Kejelasan Instruksi

 

 

-          Guru memberikan instruksi yang jelas

 

 

Instruksi guru sering membuat siswa bingung

 

  1. Tehnik Bertanya

 

 

-          Guru memberikan pertanyaan ke semua siswa dahulu sebelum memberikan pertanyaan secara individu

 

 

Guru memberikan pertanyaan hanya kepada individu saja

 

Guru memberi sedikit kesempatan kepada siswa untuk bertanya

 

 

  1. Penyusunan Kerja Kelompok

 

 

Guru mengelompokkan siswa sesuai dengan tugas yang diberikan

 

Guru menggunakan variasi pengelompokan ( individu berpasangan/kelompok )

 

 

Strategi pengelompokan yang tidak tepat

 

 

Guru tidak menggunakan strategi pengelompokan yang berbeda

 

  1. Pengamatan

 

 

-          Guru memantau siswa selama siswa bekerja

-          Guru memberikan bantuan yang perlu kepada siswa

-          Guru membantu siswa dalam mengerti

 

 

Guru tidak memantau kegiatan siswa

Guru memberikan bantuan yang tidak cukup kepada siswa

Guru tidak memeriksa pengertian siswa

 

 

 

BIDANG SASARAN

KATEGORI

BAIK

PERLU PERBAIKAN

 

  1. Mengenai Kesalahan Siswa

 

 

-          Guru membetulkan tanpa penolakan

-          Guru memberikan tanggapan yang benar tanpa menyakiti siswa

-          Guru hanya mendiskusikan kesalahan utama melalui diskusi kelas

 

 

Guru secara langsung menolak kesalahan siswa

Guru membetulkan kesalahan siswa secara langsung

 

Guru membetulkan semua kesalahan

 

  1. Penggunaan Alat Bantu Pengajaran

 

 

-          Guru menggunakan alat Bantu pengajaran secara efektif

 

 

Guru tidak terampil dalam menggunakan alat bantu pengajaran

 

 

  1. Penguasaan Bahan Mengajar

 

 

-          Guru memperlihatkan kejelasan penguasaan bahan mengajar

-          Guru dapat mengantisipasi masalah yang muncul selama proses pengajaran

-          Guru dapat menyarankan cara alternative memecahkan masalah yang dihadapi siswa dalam kaitan dengan bahan mengajar

 

 

Penguasaan bahan mengajar dengan keragu-raguan.

 

Guru belum siap dalam mengantisipasi masalah

 

Guru tidak memperlihatkan keahlian dalam menemukan alternative dalam memecahkan masalah yang dihadapi siswa dalam kaitannya dengan bahan mengajar

 

 

 

 

 

 

 

III. KEPRIBADIAN

  1. Percaya Diri

 

 

 

Guru memperlihatkan rasa percaya diri yang tinggi selama pelajaran

 

 

 

Guru kurang percaya diri

 

  1. Kejelasan Suara

 

 

 

 

 

 

  1. Kemampuan Menciptakan suasana belajar yang nyaman

 

 

 

-         Suara guru dapat didengar oleh semua murid

-         Guru memperlihatkan penguasaan yang tinggi pada kecepatan ( suara guru sangat jelas )

 

-         Guru memperlihatkan hubungan positif dengan siswa

-         Guru memperlihatkan sikap positif ketika menghadapi kehidupan pribadi siswa

-         Guru memperlihatkan sikap positif terhadap kritik yang diberikan kepadanya

-         Guru memperlihatkan sikap antusias terhadap tanggapan sisiwa

 

 

Suara guru tidak jelas, khususnya untuk siswa yang duduk dibelakang

Guru gagal dalam mengontrol suara sehingga membuat siswa kesulitan dalam mengikuti

 

Tidak ada bukti yang jelas dimana minat guru dalam peningkatan hubungan baik dengan siswa

 

  1. Penampilan

 

 

-         Guru berpakaian rapi  :

 

  1. Berpakaian bersih, rapi, bersepatu/berkaos kaki, kancing baju terpasang
  2. Sikap guru disegani siswa karena menguasai materi, berprilaku baik, cocok menjadi panutan, disiplin

 

 

Guru tidak berpakaian rapi

 

IV. KESIMPULAN

Pencapaian Tujuan

 

 

 

 

Guru mencapai tujuan rencana secara sukses

 

 

 

 

Guru gagal/kurang sukses dalam mencapai tujuan rencana pengajaran

 

 

 

 

Yang Diamati

(                                              )

  NIP.

Mengetahui :

Pengawas

(                                          )

  NIP.

 

………………………….., ………………………. 20.…..

Yang mengamati

(                                                  )

NIP.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Format Program Prioritas SMPN 2 Rantau Selamat

Penyusun:

Tim Pengembang Sekolah (TPS) SMPN 2 Rantau Selamat

LEMBAR PENGESAHAN

SMPN 2 Rantau Selamat  telah menyusun Rekomendasi Evaluasi Diri Sekolah yang dilakukan oleh Tim Pengembang Sekolah dengan berdasarkan Laporan Evaluasi Diri Sekolah.

Rantau Selamat, 12 Juli 2011

Ketua Komite                                                                  Kepala SMPN 2 Rantau Selamat

Zainuddin                                                                        Zainuddin, S.Pd

NIP. 197003012000121003

MENENTUKAN PROGRAM PRIORITAS

Nama Sekolah                    : SMPN 2 Rantau Selamat

Alamat                                  : Jln. Bayeun-Alue Kaul Km.26 Dusun Bari Desa

Alue Kaul

Kecamatan                          : Rantau Selamat

Kab / Kota                           : Aceh Timur

Provinsi                               : Aceh

NO

STANDAR

REKOMENDASI PROGRAM

SKALA PRIORITAS

1

2

3

4

1

STANDAR ISI

 

2011/

2012

2012/

2013

2013/

2014

2014/

2015

1.1.

Kurikulum sudah sesuai dan relevan

1.1.1.   Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan menggunakan panduan yang disusun BSNP.

 

1.Sekolah kami akan mengupayakansemua RPP tersedia untuk semua mata pelajaran.

2.Sekolah kami akan membentuk Tim Pengembang kurikulum.

 

 1.1.2.   Kurikulum dibuat dengan mempertimbangkan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran.

1. Sekolah kami akan mengupayakan penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan kepala sekolah, pendidik, dan komite sekolah.

2.Sekolah kami akan memprogramkan karakter dalam kurikulum yang terintegrasi seluruhnya dalam silabus setiap mata pelajaran.

 

 

    1.1.3.   Kurikulum telah menunjukan adanya alokasi waktu, rencana program remedial, dan pengayaan bagi siswa.

Sekolah kami akan memprogramkan kegiatan remedial dan pengayaan secara sistematis.

 

1.2.

Sekolah menyediakan kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik

1.2.1.        Sekolah menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.

 

Sekolah kami memerlukan 2 orang guru BP/BK.

 

 

1.2.2.        Sekolah menyediakan kegiatan ekstra kurikuler untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pribadi peserta didik.

Sekolah kami akan memprogramkan kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler berdasarkan kebutuhan peserta didik. 

2.

STANDAR PROSES

2.1.

Silabus sudah sesuai/ relevan dengan standa

2.1.1.        Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan panduan KTSP.

 

 

Sekolah kami akan mengupayakan semua mata pelajaran memiliki silabus.

 

2,1,2, Silabus diarahkan pada pencapaian  SKL.

Sekolah kami akan mengupayakan agar semua guru mereviu silabus setiap tahun.

2.2.

RPP dirancang untuk mencapai pembelajaran efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik 

2.2.1.      Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran.

1.Sekolah kami akan memprogramkan agar 100% (20 orang) guru menyusun RPP dan mereviu setiap tahun.

2.Sekolah kami akan memprogramkan agar 100% (20 orang) guru menyusun prota, promes, Minggu efektif dan pemetaan KD.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.2.2.      RPP memperhatikan perbedaan gender, kemampuan awal, tahap intelektual, minat, bakat, motivasi belajar, potensi, kemampuan sosial, emosional, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai-nilai, dan lingkungan peserta didik.belajar lain. 

Sekolah kami akan mengupayakan menyusun RPP dengan memperhatikan perbedaan gender, kemampuan awal , kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya.

2.3.

Sumber belajar dapat diperoleh dengan mudah dan digunakan secara tepat 

2.3.1..Guru menggunakan buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran secara tepat dalam pembelajaran untuk membantu dan memotivasi peserta didik.

1.Sekolah kami membutuhkan tambahan buku teks.

2.Laboratoium IPA di sekolah kami pembangunannya harus segera dirampungkan.

2.4.

Pembelajaran  dilaksanakan dengan menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi peserta didik 

2.4.1. Para guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang rencana pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang mencakup kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.

Sekolah kami akan berupaya agar 100% (20 orang) guru mengunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi anak didik

 

2.4.2.   Para peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi.Sekolah kami akan berupaya agar 100% (20 orang) guru mengelola kelas secara selektif dan memberi kesempatan yang sama kepada para siswa untuk melakukan eksplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi. 

2.5.

Supervisi dan Evaluasi Proses Pembelajaran dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan . 

2.5.1.      Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan pada setiap tahap meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.Sekolah kami akan membuat program kerja untuk supervisi dan evaluasi proses pembelajaran serta melaksanakan supervisi penilaian hasil belajar.

 

2.5.2.      Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan secara berkala dan berkelanjutan oleh Kepala Sekolah dan Pengawas. 

Sekolah kami akan menindaklanjuti hasil supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dengan penguatan dan penghargaan bagi yang telah memenuhi standar, teguran yang bersifat mendidik bagi yang belum memenuhi standar, diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/penetaran lebih lanjut.

3.STANDAR KOMPETENSI LULUSAN  3.1.Peserta didik dapat mencapai target akademis yang diharapkan

3.1.1. Peserta didik memperlihatkan kemajuan yang lebih baik dalam mencapai target yang ditetapkan SKL.

Sekolah kami akan mengupayakan hasil lulusan ujian dapat berhasil 100% untuk setiap tahunnya, dan konsisten.

 

3.1.2.    Peserta didik memperlihatkan kemajuan sebagai pembelajar yang mandiri.

 

Sekolah kami akan memprogramkan dalam setiap proses pembelajaran agar peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab. 

   3.1.3.    Peserta didik memperlihatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri yang tinggi.

Sekolah kami membutuhkan guru bidang studi seni budaya.

  3.2.

Peserta didik dapat mengembangkan potensi penuh mereka sebagai anggota masyarakat

3.2.1.      Sekolah mengembangkan kepribadian peserta didik.

 

 

Sekolah kami akan menyusun program pengembangan kepribadian peserta didik.

   

3.2.2. Sekolah mengembangkan keterampilan hidup.

 

Sekolah kami akan menyusun program pengembangan kepribadian hidup dan menyediakan/menyelenggarakan kegiatan pengembangan keterampilan hidup seperti : menjahit, elektro, sepak bola, kasidah dll. 

 

 3.23.        Sekolah mengembangkan nilai-nilai agama, budaya, dan pemahaman atas sikap yang dapat diterima.

Sekolah kami akan membina peserta didik agar dapat menerapkan nilai agama dan budaya secara konsisten.

4.STANDAR  PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN  4.1.Pemenuhan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai4.1.1.                    Jumlah pendidik memenuhi standar.

 

Sekolah kami membutuhkan tambahan jumlah guru mata pelajaran.

 4.1.2.         Jumlah tenaga kependidikan memenuhi standar. 

Sekolah kami membutuhkan tambahan guru BP/BK, Satpam dan Laboran.

4.2.Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai 4.2.1.        Kualifikasi pendidik memenuhi standar

 

Sekolah kami membutuhkan tambahan tenaga pendidik yang memenuhi kualifikasi pendidik yang memenuhi standar.

 

 4.2.2.        Kualifikasi tenaga kependidikan memenuhi standardSekolah kami membutuhkan penambahan tenaga kependidikan yang memenuhi standar. 

4.3.Kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sudah memadai4.3.1.        Kompetensi pendidik memenuhi standar

 

Sekolah kami memerlukan tambahan tenaga pendidik yang memenuhi standar kompetensi pendidik.

 4.3.2.        Kompetensi tenaga kependidikan memenuhi standard 

1.Sekolah kami membutuhkan tenaga/guru BP/BK yang sesuai dengan kompetensi Konselor/BP.2.Sekolah kami membutuhkan laboran yang sesuai dengan kompetensi petugas laboratorium IPA.

 

 

 

  5.STANDAR SARANA DAN PRASARANA     5.1.Sarana sekolah sudah memadai5.1.1.       Sekolah memenuhi standar terkait dengan ukuran ruangan, jumlah ruangan, persyaratan untuk sistem ventilasi, dan lainnya.

 

Sekolah kami memerlukan penambahan ruang/bangunan laboratorium (sudah ada tapi belum selesai), tempat ibadah, ruang konseling, ruang UKS, dan ruang kesiswaan.

 5.1.2.       Sekolah memenuhi standar terkait dengan jumlah peserta didik dalam rombongan belajar.Sekolah kami memerlukan penambahan ruang kegiatan belajar (RKB) 2 ruang 

 5.1.3.       Sekolah memenuhi standar terkait dengan penyediaan alat dan sumber belajar termasuk buku pelajaran. 

 

1.Sekolah kami memerlukan perampungan bangunan laboratorium dan kelengkapan alat dan sarana laboratorium IPA.2.Sekolah kami memerlukan pembangunan lapangan bola basket dan penambahan alat dan sarana keterampilan.

 

 

 

 

 

5.2. Sekolah dalam kondisi terpelihara dan baik5.2.1.        Pemeliharaan bangunan dilaksanakan secara berkala sesuai dengan persyaratan standar

Sekolah kami memerlukan alokasi dana rutin agar dapat melaksanakan program perbaikan/pemeliharaan sarana dan prasarana secara berkala dan dapat terekam dengan baik. 

 

 

 

 

  

  

 5.2.2.        Bangunan aman dan nyaman untuk semua peserta didik dan memberi kemudahan kepada peserta didik yang berkebutuhan khusus. 

1.Sekolah kami membutuhkan dibangunnya sarana sanitasi di dalam dan di luar untuk memenuhi keutuhan air bersih, pembuangan air kotor dan/atau limbah, kotoran dan sampah, serta penyaluran air hujan.2.Sekolah kami membutuhkan pembuatan pagar sekolah yang kokoh dan berpintu.

  

 

 

 

 

6

STANDAR PENGELOLAAN

 

 

 

 

 

6.1.Kinerja pengelolaan sekolah berdasarkan kerja tim dan kemitraan yang kuat dengan visi dan misi yang jelas dan diketahui oleh semua pihak  . 

6.1.1.Sekolah merumuskan visi dan misi serta disosialisasikan kepada warga sekolah dan pemangku kepentingan

 

Sekolah kami akan memprogramkan dalam RKS waktu untuk mensosialisasikan visi dan misi kepada orang tua siswa dan masyarakat sekitar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 6.1.2.   Pengelolaan sekolah menunjukkan adanya kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. 

Sekolah kami akan terus berupaya untuk menunjukkan adanya kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. 

 

 

 

6.2.Rencana kerja memiliki tujuan yang jelas dan perbaikan berkelanjutan6.2.1. Sekolah merumuskan rencana kerja dengan tujuan yang jelas untuk peningkatan dan perbaikan serta disosialisasikan kepada warga sekolah dan pihak yang berkepentingan.

 

Sekolah kami akan terus berupaya untuk mensosialisasikan dengan baik RKS  kepada seluruh warga sekolah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

  

 

 

6.3.Rencana Pengembangan Sekolah/Rencana Kerja Sekolah berdampak terhadap peningkatan hasil belajar 6.3.1.        Rencana Kerja tahunan dinyatakan dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah dilaksanakan berdasarkan rencana jangka menengah (renstra)

Sekolah kami akan terus berupaya untuk mensosialisasikan RKS secara menyeluruh ke semua pemangku kepentingan.

 

  

 

 

  

 

 

  

 

 

  

 

 

 6.3.2.        Sekolah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah secara berkelanjutan untuk melihat dampaknya terhadap peningkatan hasil belajar1.Sekolah kami akan melaksanakan evaluasi proses pembelajaran setiap akhir semester.2.Sekolah kami akan melaksanakan evaluasi program kerja tahunan / RKAS setiap akhir tahun.

3.Sekolah kami akan menganalisa terhadap hasil evaluasi dan menyusun skala prioritas kegiatan dan program tindak lanjut terhadap hasil evaluasi diri sekolah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 6.3.3. Sekolah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur, menilai kinerja, dan melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi diri dengan memfokuskan pada peningkatan hasil belajar 

Sekolah kami akan melaksanakan penilaian kinerja proses pembelajaran, penilaian keberhasilan proses pembelajaran /ketercapaian KKM dan perbaikan kinerja proses pembelajaran. 

 

 

 

 

6.4.Pengumpulan dan penggunaan data yang handal dan valid 6.4.1.     Sekolah mengelola sistem informasi pengelolaan dengan cara yang efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan

 

Sekolah kami akan terus berupaya untuk melakukan Komunikasi antar warga sekolah kami secara efektif dan efisien dan akan melaporkan data  secara lengkap dan akurat.

  

 

  

 

  

 

  

 

 6.4.2.   Sekolah menyediakan sistem informasi yang efisien, efektif, dan dapat diaksesSekolah kami membutuhkan seorang guru / tenaga kependidikan untuk melayani permintaan informasi, pemberian informasi, pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah.  

 

 

 

6.5.Pemberian dukungan dan kesempatan pengembangan profesi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan6.5.1.      Sekolah meningkatkan keefektifan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dan pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan

6.5.2.      Supervisi dan evaluasi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan standar nasional

 

Sekolah kami akan melakukan evaluasi pelaksanaan program pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

1.Sekolah kami akan mengupayakan peran aktif komite untuk  melakukan pemantauan terhadap pengelolaan sekolah

2.Sekolah kami sangat mengharapkan  supervisi dan evaluasi pengelolaan akademik  secara berkala oleh pengawas dan  melaporkan hasil supervisi dan evaluasi pengelolaan akademik kepada sekolah.

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6.6.Masyarakat mengambil bagian dalam kehidupan sekolah.6.6.1.      Warga sekolah terlibat dalam pengelolaan kegiatan akademis dan nonakademis.

  

 

Sekolah kami akan terus berupaya menjalin hubungan kemitraan dengan dunia usaha.

 

  

 

  

 

  

 

 6.6.2.      Sekolah melibatkan anggota masyarakat khususnya pengelolaan kegiatan nonakademisSekolah kami akan berupaya untuk menjalin kemitraan yang lebih baik dengan masyarakat. 

7.STANDAR PEMBIAYAAN

7.1.

Sekolah merencanakan keuangan sesuai standar .7.1.1.      Anggaran sekolah dirumuskan merujuk Peraturan Pemerintah, pemerintahan provinsi, dan pemerintahan kabupaten/kota.

Sekolah kami akan berupaya untuk mengomunikasikan RAPBS/RKAS dengan Komite dan pemangku kepentingan

 

 

7.1.2.      Perumusan RAPBS melibatkan Komite sekolah dan pemangku kepentingan yang relevan.Sekolah kami akan beruapaya untuk melibatkan pemangku kepentingan yang relevan dalam perumusan RAPBS/RKAS di sekolah. 

 

7.1.3.      Penyusunan rencana keuangan sekolah dilakukan secara transparan, efisien, dan akuntabel. 

1. Sekolah kami akan terus berupaya agar Pengelolaan keuangan sekolah kami dapat diketahui dengan mudah oleh semua pemangku kepentingan sekolah.2.Sekolah kami akan membuat catatan logistik (uang dan barang) sesuai dengan mata anggaran dan sumber dananya masing-masing.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7.1.4.      Sekolah membuat pelaporan keuangan kepada Pemerintah dan pemangku kepentingan.Sekolah kami akan terus berupaya untuk melaporkan pengelolaan keuangan kepada warga sekolah secara rutin dan melaporkan pengelolaan keuangan kepada masyarakat. 

7.2.

Upaya sekolah untuk mendapatkan tambahan dukungan pembiayaan lainnya 

7.2.1. Sekolah  memiliki kapasitas untuk mencari dana dengan inisiatifnya sendiri

Sekolah kami akan berupaya untuk menyusun program pengembangan kewirausahaan, menyelenggarakan kegiatan kewirausahaan, mengidentifikasi sumber dana dan donatur dan menyusun proposal penggalian dana.

 

 

 

 

7.2.2.      Sekolah membangun jaringan kerja dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri setempat. 

Sekolah kami akan merencanakan untuk mengidentifikasi  Dunia Usaha dan Dunia Industry  yang memiliki dana CSR (Coorporate Social Responsibility) , menyusun proposal penggalian dana dari Usaha dan Dunia Industry  yang memiliki dana CSR (Coorporate Social Responsibility), dan melakukan kegiatan dengan melibatkan Usaha dan Dunia Industry  yang memiliki dana CSR (Coorporate Social Responsibility).

 

 

7.2.3.Sekolah memelihara hubungan dengan alumni. Sekolah kami akan mengupayakan memanfaatkan sumber daya  dan keterlibatan alumni dalam berbagai program kegiatan sekolah.

7.3.

Sekolah menjamin kesetaraan akses

7.3.1.  Sekolah melayani siswa dari berbagai tingkatan sosial ekonomi termasuk siswa dengan kebutuhan khusus.

Kedepan sekolah kami akan mengupayakan bantuan kebutuhan perlengkapan sekolah siswa kurang mampu. 

 

 

7.3.2. Sekolah melakukan subsidi silang kepada siswa kurang mampu di bidang ekonomi Sekolah melakukan subsidi silang kepada siswa kurang mampu di bidang ekonomi

Sekolah kami sedang merencanakan upaya penerapan subsidi silang.   8.STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN  8.1.Sistem penilaian disusun untuk menilai peserta didik baik dalam bidang akademik maupun nonakademik8.1.1.       Guru menyusun perencanaan penilaian terhadap pencapaian kompetensi peserta didik.

 

Sekolah kami akan terus mengupayakan agar 100% (20 orang) guru  mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai ketentuan dan menyusun kisi-kisi soal.

 8.1.2.      Guru memberikan informasi kepada peserta didik mengenai kriteria penilaian termasuk Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)Sekolah kami akan mengupayakan agar 100% (20 orang) pendidik menginformasikan teknik penilaian kepada peserta didik,  dan menginformasikan rubrik penilaian kepada peserta didik. 

 

 8.1.3.      Guru melaksanakan penilaian secara teratur berdasarkan rencana yang telah dibuat.Sekolah kami akan terus mengupayakan agar 100% pendidik melaksanakan Ulangan Harian setiap kompetensi dasar. 

 8.1.4.      Guru menerapkan berbagai teknik, bentuk, dan jenis penilaian untuk mengukur prestasi dan kesulitan belajar peserta didik.Sekolah kami akan mengupayakan agar guru dapat menerapkan berbagai teknik, bentuk, dan jenis penilaian untuk mengukur prestasi dan kesulitan belajar peserta didik.

8.2.Penilaian berdampak pada proses belajar8.2.1. Guru memberikan masukan dan komentar mengenai penilaian yang mereka lakukan pada peserta didik.

Sekolah kami akan memberikan arahan kepada guru agar memberikan masukan dan komentar mengenai penilaian yang mereka lakukan pada peserta didik.

 8.2.2. Guru menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaranSekolah kami akan mengarahkan dan mengupayakan agar semua guru menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.

8.3.Orangtua peserta didik terlibat dalam proses belajar anak mereka8.3.1. Sekolah melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran  pada setiap akhir semester kepada orangtua/wali peserta didik dalam bentuk buku laporan pendidikan.

1.Sekolah kami akan terus berupaya agar  guru melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik dengan kategori sangat balk, balk, atau kurang baik.

2.Sekolah kami akan melakukan pelaporan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 8.3.2.         Sekolah melibatkan orangtua peserta didik dalam meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa.1.Sekolah kami akan   mensosialisasikan SK/KD setiap mata pelajaran, KKM setiap mata pelajaran, Kriteria kenaikan kelas, Program penilaian, program Remidial dan pengayaan kepada orangtua peserta didik.

2.Sekolah kami akan melibatkan orang tua peserta didik dalam penyusunan Kriteria Kelulusan Ujian dan melibatkan orang tua peserta didk dalam menyediakan fasilitas belajar putra/putrinya.

 

 

 

 

PENUTUP

Demikian laporan Evaluasi Diri Sekolah kami buat dengan harapan rekomendasi-rekomendasi tersebut diatas dapat terimplementasikan ke dalam rencana pengembangan sekolah dan menjadi acuan bagi pemangku kepentingan Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur sebagai bahan pertimbangan untuk membantu sekolah dalam upaya memenuhi delapan standar Nasional Pendidikan yang berdampak kepada primanya layanan bagi peserta didik, orangtua, masyarakat, dan pemangku kepentingan.

Kepala SMPN 2 Rantau Selamat

Zainuddin, S.Pd

NIP. 197003012000121003

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: