CONTOH URAIAN TUGAS

CONTOH JABATAN FUNGSIONAL UMUM

 

PENGADMINISTRASI

 

Ikhtisar Jabatan :

Menerima, mencatat, menyimpan surat serta dokumen lainnya sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar pelaksanaan tugas berjalan lancar.

 

Uraian Tugas:

Menerima, mencatat, dan memberi lembar disposisi pada surat masuk, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar memudahkan pencarian.

Memberi lembar pengantar pada surat, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar memudahkan pe­ngendalian.

Mengelompokkan surat atau dokumen menurut jenis dan sifatnya, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar memudahkan pendistribusian.

Mengelompokkan surat atau dokumen aktif dan in aktif, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar dapat diketahui permasalahannya.

Mendokumentasikan surat sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar tertib administrasi.

Membuat laporan pelaksanaan dan hasil kegiatan kepada atasan.

Melakukan tugas kedinasan lain sesuai dengan petunjuk atasan

 

CONTOH JABATAN SPESIFIK PENGADMINISTRASI

  • Pengadministrasi Barang
  • Pengadministrasi Barang Inventaris
  • Pengadministrasi Belanja Pegawai
  • Pengadministrasi Belanja Rutin
  • Pengadministrasi Pengolah Data Kepegawaian dan Kesejahteraan Pegawai
  • Pengadministrasi Pengolah Data Keuangan
  • Pengadministrasi Disiplin dan Pengembangan Pegawai
  • Pengadministrasi Disiplin Pegawai
  • Pengadministrasi Evaluasi dan Pelaporan
  • Pengadministrasi Fungsional
  • Pengadministrasi Inventarisasi Barang
  • Pengadministrasi Jabatan Fungsional
  • Pengadministrasi Kebutuhan dan Pengendalian Barang
  • Pengadministrasi Kebutuhan Diklat Pegawai
  • Pengadministrasi Kepegawaian Umum
  • Pengadministrasi Keuangan
  • Pengadministrasi Mutasi Pegawai
  • Pengadministrasi Pelaporan Penerimaan
  • Pengadministrasi Pelaporan Pengeluaran
  • Pengadministrasi Diklat
  • Pengadministrasi Pengembangan Pegawai
  • Pengadministrasi Pengelola Barang
  • Pengadministrasi Perlengkapan
  • Pengadministrasi Perlengkapan Dinas
  • Pengadministrasi Perlengkapan Kantor
  • Pengadministrasi Perpustakaan
  • Pengadministrasi Program Pembangunan Fisik dan Non Fisik
  • Pengadministrasi Sarana dan Prasarana
  • Pengadministrasi SKPP Gaji Pegawai
  • Pengadministrasi SLTP
  • Pengadministrasi SMK
  • Pengadministrasi SMU
  • Pengadministrasi SPMU Belanja Pegawai
  • Pengadministrasi Surat
  • Pengadministrasi SuratDinas
  • Pengadministrasi Tata Usaha Kepegawaian
  • Pengadministrasi Umum
  • Pengadministrasi Umum Kepegawaian
  • Dan jabatan lain yang sejenis.

 

PENERIMA

 

 

Ikhtisar Jabatan :

Memeriksa, menghitung, membubuhkan tanda tangan, mengelompokkan dan mencatat obyek kerja, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, untuk siap disampaikan/diantarkan kepada yang berkepentingan.

 

Uraian Tugas:

 

  1. Memeriksa obyek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, untuk mengetahui maksud dan tujuan serta kebenarannya.
  2. Menghitung obyek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, untuk memastikan jumlahnya.
  3. Membubuhkan tanda tangan atau paraf pada pengantar pengiriman obyek kerja sebagai bukti penerimaan.
  4. Mencatat obyek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku serta untuk ketertiban administrasi.
  5. Mengelompokkan obyek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, untuk memudahkan pendistribusian.
  6. Membuat laporan pelaksanaan dan hasil kegiatan kepada atasan.
  7. Melakukan tugas kedinasan lain, sesuai dengan petunjuk atasan.

CONTOH JABATAN SPESIFIK PENERIMA

  • Penerima Laporan Bahan Anggaran Dasar
  • Penerima Permohonan Alih Status Keimigrasian
  • Penerima Permohonan Pengolah Dokumen Perjalanan
  • Penerima Permohonan Perpanjangan Ijin Tinggal
  • Penerima Permohonan Pindah Paspor
  • Dan jabatan lain yang sejenis

 

PENGINVENTARIS

Ikhtisar Jabatan :

Menginventarisasi data kedalam buku inventaris sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku agar pelaksanaan tugas berjalan lancar.

Uraian Tugas:

  1. Mengumpulkan data melalui laporan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku agar tertib administrasi.
  2. Mencatat dan menjumlah jenis dan nama data laporan kedalam media tertentu sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku agar mengetahui kondisi yang sebenarnya.
  3. Membuat daftar inventaris menurut jenis merek tahun pembuatan, pembelian, dan nomor kode dengan menggunakan sarana sesuai ketentuan yang berlaku agar mudah ditemukan.
  4. Membuat susunan nomor dan kode inventaris agar dapat memudahkan pengecekan.
  5. Menyusun laporan triwulan dan laporan tahunan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan.
  6. Membuat laporan pelaksanaan dan hasil kegiatan kepada atasan.
  7. Melakukan tugas kedinasan lain, sesuai dengan petunjuk atasan .

CONTOH JABATAN SPESIFIK PENGINVENTARIS

  • Penginventaris Barang
  • Penginventaris Perlengkapan
  • Penginventaris Pustaka
  • Penginventaris Sarana Kerja
  • Penginventaris barang dan ATK

Dan jabatan lain yang sejenis.

 

PENGUMPUL

 

 

Ikhtisar Jabatan :

Menerima, mengumpulkan, dan mengelompokkan bahan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh bahan kegiatan program kerja.

 

Uraian Tugas:

  1. Menerima dan mengumpulkan bahan dari responden berdasarkan prosedur yang ditentukan untuk tindakan selanjutnya.
  2. Mengelompokkan bahan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk memudahkan perolehan data yang dibutuhkan.
  3. Mencatat perkembangan kegiatan dan permasalahan data yang terjadi sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku sebagai bahan penyusunan rencana kerja.
  4. Menerima dan meneliti kebenaran data berdasarkan bahan yang masuk sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku sebagai bahan yang akan diprioritaskan.
  5. Mengolah dan menyajikan data sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku sesuai jenis penyelenggaraan dan perma­salahan yang akan ditindak lanjuti.
  6. Menyiapkan konsep data sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku sebagai bahan penyelenggaraan koordinasi perencanaan dan pembinaan.
  7. Membuat laporan pelaksanaan dan hasil kegiatan kepada atasan.
  8. Melakukan tugas kedinasan lain, sesuai dengan petunjuk atasan.

 

CONTOH JABATAN SPESIFIK PENGUMPUL

  • ­Pengumpul Bahan Akademik dan Pengajaran
  • Pengumpul Bahan Evaluasi Diklat Kepemimpinan dan Fungsional
  • Pengumpul Bahan Evaluasi Diklat Teknis.
  • Pengumpul Data Administrasi Pegawai
  • Pengumpul Data Bahan Evaluasi Dan Pelaporan
  • Pengumpul Data Bahan Penyusunan Anggaran
  • Pengumpul Data Bahan Perencanaan
  • Pengumpul Data Barang
  • Pengumpul Data Belanja Pegawai
  • Pengumpul Data Belanja Rutin
  • Pengumpul Data dan Pengagenda Surat Sarana dan Prasarana
  • Pengumpul Data Disiplin Pegawai
  • Pengumpul Data DP-3
  • Pengumpul Data Formasi Jabatan
  • Pengumpul Data Kebutuhan Pengembangan Pegawai
  • Pengumpul Data Kepegawaian
  • Pengumpul Data Kurikulum Diklat
  • Pengumpul Data Laporan dan Evaluasi
  • Pengumpul Data Pembangunan Fisik dan Non Fisik
  • Pengumpul Data Pembangunan Potensi Pelajar Dan Olah­raga
  • Pengumpul Data Pengembangan Manajemen Sekolah
  • Pengumpul Data Pengembangan Manajemen SLTP
  • Pengumpul Data Pengembangan Manajemen SMU
  • Pengumpul Data Penyimpanan Barang
  • Pengumpul Data Rencana Pengembangan Pegawai
  • Pengumpul Data Tenaga Teknis SLTP
  • Pengumpul Data Tenaga Teknis SMU
  • Pengumpul Data Tenaga Teknis TK/SD              
  • Pengumpul Rencana dan Evaluasi Program
  • Pengumpul Rencana Program
  • Dan jabatan lain yang sejenis

 

 

PENDATA

 

 

Ikhtisar Jabatan   :                  

Melakukan pendataan dengan cara mengunjungi, mengumpulkan keterangan, mencatat keterangan/informasi obyek kerja ke dalam buku, mengelompokkan, menganalisa, merekapitulasi dan mentabulasi data serta membuat laporan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku agar keterangan tersimpan dan dapat dipergunakan apabila diperlukan.

 

Uraian Tugas:    

  1. Mengunjungi obyek kerja sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk mengadakan pendataan.
  2. Mengumpulkan keterangan tentang obyek kerja sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk memudahkan pendataan.
  3. Mencatat keterangan/informasi obyek kerja ke dalam buku sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk mendapatkan data yang akurat.
  4. Mengelompokkan, menganalisa, merekapitulasi dan mentabulasikan data sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku agar keterangan tersimpan dan dapat dipergunakan apabila diperlukan.
  5. Membuat laporan sesuai dengan prosedur kerja sebagai bukti pelaksanaan tugas.
  6. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintah atasan.

 

 

CONTOH JABATAN SPESIFIK PENDATA

  • Pendata Daerah Rawan Kebakaran
  • Pendata Daerah Rawan Kebanjiran
  • Pendata Pengembangan dan Pembinaan Pegawai
  • Dan jabatan lain yang sejenis

 

PENYUSUN

 

Ikhtisar Jabatan :

 

Menerima, mengumpulkan dan mengklasifikasikan obyek kerja serta mengkaji dan menyusun obyek kerja sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk tercapainya sasaran sesuai yang diharapkan.

 

Uraian Tugas:

             

  1. Menerima dan memeriksa bahan dan data obyek kerja sesuai prosedur sebagai bahan kajian dalam rangka penyusunan obyek kerja .
  2. Mengumpulkan dan mengklasifikasikan bahan dan data obyek kerja sesuai spesifikasi dan prosedur untuk memudahkan apabila diperlukan
  3. Mempelajari dan mengkaji karakteristik, spesifikasi dan hal-hal yang terkait dengan obyek kerja sesuai prosedur dalam rangka penyusunan obyek kerja.
  4. Menyusun konsep penyusunan obyek kerja sesuai dengan hasil kajian dan prosedur untuk tercapainya sasaran yang diharapkan
  5. Mendiskusikan konsep penyusunan obyek kerja dengan pejabat yang berwenang dan terkait sesuai prosedur untuk kesempurnaan penyusunan obyek kerja
  6. Menyusun kembali obyek kerja berdasarkan hasil diskusi sesuai prosedur untuk kelancaran dan optimalisasi penyusunan obyek kerja
  7. Mengevaluasi proses penyusunan obyek kerja sesuai prosedur sebagai bahan perbaikan dan kesempurnaan tercapainya sasaran
  8. Membuat laporan penyusunan obyek kerja sesuai prosedur sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas
  9. Melaksanaan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan

 

 

CONTOH JABATAN SPESIFIK PENYUSUN

  • Penyusun Analis Jabatan
  • Penyusun Arsip
  • Penyusun Bahan Evaluasi dan Laporan Belajar
  • Penyusun Bahan Laporan Keuangan
  • Penyusun Bahan Laporan
  • Penyusun Bahan Rencana Program
  • Penyusun Bahan Seleksi Calon Kepala Sekolah
  • Penyusun Basis Data
  • Penyusun Daftar Data Diktat dan Ujian Dinas
  • Penyusun Daftar Nominatif Kenaikan Pangkat
  • Penyusun Data Base Pemetaan
  • Penyusun Data Bezetting pegawai dan Formasi PNS
  • Penyusun Data Bezetting
  • Penyusun Data DUK dan Tata Naskah
  • Penyusun Data Formasi dan Laporan
  • Penyusun Data Hasil Diklat
  • Penyusun DUK
  • Penyusun Evaluasi Bahan Laporan
  • Penyusun Evaluasi dan Laporan
  • Penyusun Hasil Telaahan Usul Penghapusan dan·Barang yang akan Dihapus
  • Penyusun Jadwal Ujian dan Pengawas
  • Penyusun Kalender Pendidikan
  • Penyusun Karis/Karsu
    • Penyusun Karpeg
  • Penyusun Kebijakan Petugas Layanan Perpustakaan
  • Penyusun Kliping
  • Penyusun Konsep DUP dan DIP
  • Penyusun Konsep Kualifikasi Calon Siswa
  • Penyusun Konsep Silabus dan Jurnal Pelajaran
  • Penyusun Kualifikasi Kebutuhan Tenaga Pengajar
  • Penyusun Kurikulum dan Silabus
  • Penyusun Konsep Kurikulum Diklat
  • Penyusun Laporan
  • Penyusun Manajemen Teknis SLTP
  • Penyusun Pedoman Jabatan Fungsional
  • Penyusun Petunjuk Teknis Petugas Pembinaan Manajemen SMU
  • Penyusun Rancangan Keputusan Pengangkatan, Mutasi dan Cuti
  • Penyusun Rencana Anggaran dan Keuangan Dinas
  • Penyusun Rencana dan Program
  • Penyusun Rencana Kebutuhan Pengembangan Karier Pegawai
  • Penyusun Rencana Kegiatan Bimbingan Teknis
  • Penyusun Rencana Mutasi Guru SLTP
  • Penyusun Rencana Mutasi Guru TK.
  • Penyusun Rencana Mutasi Guru SMK
  • Penyusun Rencana Mutasi Guru SMU
  • Penyusun Rencana Mutasi TU
  • Penyusun Rencana Pengadaan Sarana dan Prasarana
  • Penyusun Rencana Siteplan & Rencana Khusus
  • Penyusun Sistem Metode Pendidikan Bahan Belajar
  • Penyusun Spesimen Tanda Tangan
  • Penyusun Standarisasi Kurikulum dan Silabus Materi Pelatihan
  • Penyusun Usulan Rencana Anggaran
  • Penyusun Verifikasi Anggaran
  • Penyusun Verifikasi Arsip
  • Dan jabatan lain yang sejenis.

 

 

 

PENDOKUMENTASI

 

Ikhtisar Tugas :

Mendokumentasikan obyek kerja dengan cara menerima, mencatat, menyimpan, menyusun, menyiapkan dan merawat sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk memudahkan penyajian.

Uraian Tugas:

  1. Menerima dan menyortir obyek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk memudahkan proses penyelesaian.
  2. Mencatat obyek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk bahan pengklasifikasian.
  3. Menyimpan obyek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku agar tertib dan memudahkan pengam­bilan bila diperlukan.
  4. Menyusun katalog berdasarkan metode yang te1ah ditentukan sebagai bahan penolong agar dokumen mudah ditemu­kan.
  5. Menyiapkan obyek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk melayani pemakai.
  6. Merawat obyek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku agar obyek kerja terawat dengan baik dan benar sampai batas waktu yang ditentukan.
  7. Membuat laporan pelaksanaan dan hasil kegiatan kepada atasan.

 

 

CONTOH SPESIFIK JABATAN PENDOMUMENTASI

 

  • Pendokumentasi Data Mutasi Kepegawaian
  • Pendokumentasi Data Usul Perijinan
  • Pendokumentasi Data Permohonan Bantuan
  • Pendokumentasi produk hukum
  • Pendokumentasi Data Perumahan Peraturan perundang-undangan
  • Pendokumentasi Surat
  • Dan jabatan lain yang sejenis

 

 

 

CONTOH JABATAN SPESIFIK PENDISTRIBUSI

 

  • Pendistribusi Barang
  • Pendistribusi Formulir Isian Pengolah Dokumentasi
  • Pendistribusi Surat
  • Dan jabatan lain yang sejenis

 

NOTULIS RAPAT

 

Ikhtisar Jabatan:

Menyusun hasil notulen rapat, membuat kesimpulan dan re­sume suatu kegiatan rapat sesuai dengan prosedur yang ber­laku agar hasil rapat dapat terdokumentasi dan dapat diinfor­masikan dengan baik.

Uraian Tugas:

  1. Mengumpulkan notulen hasil rapat sesuai dengan prosedur yang berlaku agar hasil rapat dapat terdokumentasi dan dapat diinformasikan dengan baik;
  2. Menganalisis permasalahan yang ada dan menentukan jenis masalah yang harus ditangani sesuai dengan situasi dan kondisi agar hasil rapat dapat terdokumentasi dan dapat: di informasikan dengan baik;
  3. Menyusun resume notulen hasil rapat sesuai prosedur yang berlaku agar hasil rapat dapat terdokumentasi dan dapat diinformasikan dengan baik;
  4. Membuat kesimpulan dari hasil resume notulen rapat sesuai dengan prosedur yang beriaku agar hasil rapat dapat terdokumentasi dan dapat di informasikan dengan baik;
  5. Menyerahkan hasil notulen rapat dan kesimpulan kepada pimpinan sesuai dengan prosedur yang berlaku agar hasil rapat dapat terdokumentasi dan dapat diinformasikan de­ngan baik;
  6. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan.

 

CONTOH JABATAN SPESIFIK NOTULIS RAPAT

 

  • Notulis Rapat Fraksi
  • Notulis Rapat Komisi
  • Dan jabatan lain yang sejenis

 

 

PENGHIMPUN

 

 

Ikhtisar Jabatan:

 

Menerima, mengumpulkan dan mengelompokkan obyek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh bahan kegiatan program kerja.

 

 

Uraian Jabatan:

 

  1. Menerima dan mengumpulkan obyek kerja dari responden yang ditentukan untuk kelancaran pelaksanaan tugas.
  2. Mengelompokkan obyek kerja berdasarkan data yang diperoleh sesuai dengan unit kerjanya untuk memudahkan apabila diperlukan.
  3. Mencatat kegiatan obyek kerja berdasarkan permasalahan yang terjadi sebagai bahan penyusunan rencana kerja
  4. Menerima dan meneliti berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk mengetahui permasalahannya.
  5. Memeriksa 0byek kerja sesuai dengan prosedur dan keten­tuan yang berlaku untuk mengetahui permasalahannya.
  6. Membuat laporan pelaksanaan dan hasil kegiatan kepada atasan.
  7. Melakukan tugas kedinasan lain, sesuai dengan petunjuk atasan.

 

CONTOH SPESIFIK JABATAN PENGHIMPUN

 

  • Penghimpun Pengolah Data
  • Penghimpun Pengolah Data Anggara Rutin
  • Penghimpun Pengolah Data Siswa Diklat Teknis
  • Dan jabatan lain yang sejenis.

 

PENGURUS

 

 

Ikhtisar Jabatan :

Mengurus obyek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar obyek kerja dalam kondisi sesuai yang di­harapkan.

Uraian Tugas:

  1. Menyiapkan bahan-bahan yang berkaitan dengan pengu­rusan obyek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, sebagai bahan pengurusan obyek kerja.
  2. Mempelajari karakteristik dan spesifikasi obyek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, untuk ke­lancaran pengurusan obyek kerja.
  3. Mengurus obyek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar tercapainya kondisi sesuai yang diharap­kan.
  4. Mengkonsultasikan kendala yang terjadi dalam proses pe­ngurusan obyek kerja dengan pejabat yang berwenang sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, untuk kelan­caran proses pengurusan.
  5. Membuat laporan pelaksanaan dan hasil kegiatan kepada atasan.
  6. Melakukan tugas kedinasan lain, sesuai dengan petunjuk atasan.

 

CONTOH SPESIFIK JABATAN PENGURUS

  • Pengurus Barang
  • Pengurus Barang Inventaris dan Barang Pakai Habis
  • Pengurus Humas
  • Pengurus Petugasan Anggaran Rutin
  • Pengurus Protokoler
  •  
  • Dan jabatan lain yang sejenis.

 

 

PENANGGUNG JAWAB

 

 

Ikhtisar Jabatan :

 

Menerima, mencatat, mengeluarkan, dan menyimpan obyek kerja yang diberikan dari pejabat yang berwenang, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar tidak terjadi kesalahan.

 

Uraian Tugas:

  1. Menerima, mencatat dan menghitung obyek kerja, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku agar dapat diketahui jumlahnya.
  2. Memberikan lembar bukti penerimaan/pengeluaran obyek kerja, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar dapat digunakan sebagai bukti penerimaan pengeluaran.
  3. Menyimpan copy lembar bukti penerimaan dan pengeluaran obyek kerja, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar dapat digunakan sebagai bukti pengecekan.
  4. Menyimpanobyek kerja yang diterima pejabat yang berwenang, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar obyek kerja dapat tersimpan dengan baik.
  5. Membuat laporan pelaksanaan dan hasil kegiatan pada atasan
  6. Melakukan tugas kedinasan lain, sesuai dengan petunjuk atasan.

 

 

 

 

CONTOH SPESIFIKASI JABATAN

PENANGGUNG JAWAB

 

  • Penanggungjawab Komputer
  • Penanggungjawab Pemegang Buku
  • Penanggungjawab Penerimaan
  • Penanggungjawab Pengeluaran
  • Dan jabatan lain yang sejenis

 

 

PENGEMUDI

 

Ikhtisar Jabatan :                

Memeriksa, memanaskan, dan merawat kelengkapan kendaraan berdasarkan petunjuk norma yang berlaku serta mengemudikan, memperbaiki, dan melaporkan segala kerusakan agar kondisi kendaraan selalu siap pakai.

 

Uraian Tugas :

 

  1. Memeriksa kelengkapan kendaraan dengan cara mengecek rem, oli dan lampu di mesin, air radiator, air aki dan tekanan udara ban agar kendaraan dapat dikendarai dengan baik.
  2. Memanaskan mesin kendaraan guna mengetahui kelainan mesin.
  3. Merawat kendaraan dengan cara membersihkan mesin, ruangan dalam dan luar kendaraan agar kendaraan kelihatan bersih.
  4. Mengemudikan kendaraan berdasarkan tujuan dan ketentuan lalu lintas yang berlaku agar kendaraan dapat tiba di tujuan dengan selamat.
  5. Memperbaiki kerusakan kecil kendaraan agar kendaraan dapat berfungsi kembali.
  6. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan

 

 

 

OPERATOR

 

 

Ikhtisar Jabatan :

Mengendalikan, memantau, mengecek peralatan yang rusak, dan mengatur pemeliharaan suatu obyek kerja sesuai prosedur yang berlaku agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar.

Uraian Tugas:

  1. Mengendalikan peralatan suatu obyek kerja sesuai prosedur yang berlaku agar proses dapat berlanjut;
  2. Mengendalikan persiapan suatu obyek kerja sesuai prosedur yang berlaku agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar;
  3. Melakukan pemantauan suatu obyek kerja sesuai prosedur yang berlaku agar pekerjaan dapat berjalan dengan optimal;
  4. Melakukan inspeksi peralatan suatu obyek kerja sesuai pro­sedur yang berlaku agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar;
  5. Mengecek peralatan yang rusak suatu obyek kerja sesuai prosedur yang berlaku agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar;
  6. Mengatur pemeliharaan peralatan suatu obyek kerja sesuai prosedur yang berlaku agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar;
  7. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan atasan.

 

CONTOH JABATAN SPESIFIK OPERATOR

  • Operator Air Condition (AC)
  • Operator Audio Visual
  • Operator Basis Pengolah Data
  • Operator sound sistem
  • Operator Fotocopy
  • Operator Genset
  • Operator GPS
  • Operator Katalog Web
  • Operator Kompilasi Pengolah Data
  • Operator Komputer
  • Operator Komunikasi
  • Operator Mesin Cetak
  • Operator Mesin Gilas
  • Operator Mesin Penggandaan
  • Operator Mesin Rumput
  • Operator Multi Media
  • Operator Pengolah Data Geodesi/Geodinamika
  • Operator Pengolah Pasut (Pasang Surut)
  • Operator Telepon
  • Operator sarana komunikasi
  • Dan jabatan lain yang sejenis.

 

 

PETUGAS

 

 

Ikhtisar Jabatan:

Menerima dan mencatat obyek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk ditindak lanjuti agar pelaksanaan tugas berjalan lancar.      .

Uraian Tugas:

  1. Menerima dan mencatat obyek kerja dari pejabat yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku untuk kelancaran pelaksaan tugas.
  2. Memberikan saran kepada perorangan/organisasi yang melanggar ketentuan yang berlaku agar tertib.
  3. Memeriksa aplikasi lapangan apakah telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk pencegahan.
  4. Mengerjakan tugas yang sejenisnya sesuai dengan perintah atasan agar dapat menyelesaikan pekerjaan yang diprioritaskan.
  5. Melaporkan kegiatan/pekerjaan sesuai ketentuan yang ber­laku sebagai pertanggungjawaban pelaksaaan tugas.
  6. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan.

 

 

CONTOH SPESIFIK JABATAN PETUGAS

 

  • Petugas Desiminasi Kurilculum Metode dan Evaluasi Me­ngajar
  • Petugas Gudang dan Bangunan
  • Petugas Humas
  • Petugas Pemberi Piagam Penghargaan Pegawai
  • Petugas Pendataan Pengembangan dan
  • Petugas Pembinaan Pegawai
  • Petugas Pendayagunaan dan Pengembangan
  • Petugas Pendidikan dan Tenaga Pengajar
  • Petugas Penetapan Evaluasi dan Laporan Kegiatan
  • Petugas Penetapan Pemberhentian dan Mutasi
  • Petugas Penghapusan Barang
  • Petugas Peralatan Apel dan Upacara
  • Petugas Perlengkapan Kantor
  • Petugas Perlengkapan Sarana Protokoler
  • Petugas Laboratorium
  • Petugas Perpustakaan
  • Petugas Perpustakaan Keliling
  • Petugas Program Kegiatan Lima Tahunan
  • Petugas Program Kegiatan Tahunan
  • Dan Jabatan lain yang sejenis

 

 

PENGETIK

 

 

Ikhtisar Jabatan :

 

Mengetik konsep surat dengan pedoman pengetikan agar dipe­roleh hasil ketikan yang benar dan rapi.

 

Uraian Tugas:

 

  1. Menerima dan membaca konsep surat dari atasan untuk di­ketik agar dalam pengetikan konsep surat dengan benar.
  2. Menyiapkan dan memasang kertas karbon kedalam mesik tik sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku untuk menghasilkan jumlah tembusan yang diperlukan.
  3. Mengatur kerapihan letak kertas pada mesin tile, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berIaku agar meng­hasilkan konsep surat yang rapi.
  4. Mengetik dengan jarak spasi yang telah ditentukan, agar mudah dibaca dan diperiksa.    .
  5. Menyusun, merapikan dan memelihara hasil ketikan untuk dicocokan dengan konsep surat agar jika ada kesalahan segera diperbaiki.
  6. Menyerahkan hasil ketikan dan bahan-bahannya kepada atasan untuk diteliti dan di parafldi tandatangani .
  7. Memelihara kebersihan mesin tik agar terhindar dari keru­sakan apabila diperlukan.
  8. Membuat laporan pelaksanaan dan hasil kegiatan kepada atasan
  9. Melaksanakan tugas kedinasan lain, sesuai dengan petunjuk atasan

 

 

 

CONTOH JABATAN SPESIFIK PENGETIK

 

  • Pengetik Agenda Surat
  • Pengetik Penetapan Pegawai
  • Dan jabatan lain yang sejenis

 

PENGELOLA

 

Ikhtisar Jabatan :

                                                       

Mengelola obyek kerja dengan cara menyusun program, mengendalikan dan mengkoordinasikan serta memeriksa dan mengevaluasi sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar pelaksanaan pekerjaan dapatberjalan sesuai dengan yang diinginkan.

 

Uraian Tugas :   

  1. Menyusun program kerja, bahan dan alat perlengkapan obyek kerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar dalam pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan baik.
  2. Memantau, objek kerja sesuai dengan bidang tugasnya, agar dalam pelaksanaan terdapat kesesuaian dengan rencana awal.
  3. Mengendalikan program kerja, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, agar tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan.
  4. Mengkoordinasikan dengan unit-unit terkait dan atau instansi lain dalam rangka pelaksanaannya, agar program dapat terlaksana secara terpadu untuk mencapai hasil yang optimal.
  5. Mengevaluasi dan menyusun laporan secara berkala, sesuai dengan prosdur dan ketentuan yang berlaku sebagai bahan penyusunan program berikutnya.
  6. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintah atasan.

 

CONTOH SPESIFIK JABATAN PENGELOLA

  • Pengelola Administrasi Umum
  • Pengelola Akreditasi Lembaga Pendidikan dan Kinerja Ke­pala Sekolah
  • Pengelola Arsip Pegawai
  • Pengelola Pengumpul Bahan Akademik dan Pengajaran
  • Pengelola Barang
  • Pengelola Barang Inventaris
  • Pengelola Data Kepegawaian
  • Pengelola Data Mutasi Jabatan Fungsional
  • Pengelola Data Mutasi Jabatan Struktural
  • Pengelola Data Mutasi Pegawai
  • Pengelola Data Pengawas
  • Pengelola Hasil Kerja Tahunan
  • Pengelola Kalender Pendidikan
  • Pengelola Kendaraan Dinas
  • Pengelola Kepegawaian
  • Pengelola Keprotokolan
  • Pengelola Kesejahteraan Pegawai
  • Pengelola Kompetensi Tenaga Teknis SMU
  • Pengelola Kompetensi Tenaga Teknis TK/D
  • Pengelola Layanan Administrasi Keuangan
  • Pengelola Penyusunan Pedoman Ujian Persamaan
  • Pengelola Perjalanan Dinas
  • Pengelola Rencana dan Evaluasi Program
  • Pengelola Rencana Usulan Rehabilitasi Pembangunan SD
  • Pengelola Sarana Belajar Mandiri
  • Pengelola Sistem Metode Pendidikan/Pengumpul bahan Belajar
  • Pengelola Urusan Administrasi Jabatan Fungsional
  • Pengelola teknis perpustakaan
  • Pengelola Inventaris Pengumpul Bahan Pustaka
  • Pengelola Urusan Tata Usaha
  • Pengelola Urusan Teknik
  • Dan jabatan lain yang sejenis

 

 

CONTOH URAIAN TUGAS

Jabatan : Pengumpul dan Pengolah Data Tekhnis Guru/Pegawai TK/SD pada UPTD

  • Menerima dan mengumpulkan data Guru dan Pegawai TK/SD berdasarkan prosedur untuk tindakan selanjutnya;
  • Mengelompokkan dan memeriksa data yang masuk berdasarkan jenis dan data yang tersedia;
  • Menganalisa dan meneliti data yang masuk untuk mendapatkan kebenaran informasi data yang diterima;
  • Menyusun, mengolah dan merekap data Guru/Pegawai TK/SD sesuai prosedur yang ditetapkan untuk diproses lebih lanjut;
  • Menyajikan data dalam bentuk yang telah ditetapkan sesuai jenis dan permasalahan yang akan ditindak lanjuti;
  • Membuat laporan pelaksanaan tugas sesuai prosedur secara berkala pada atasan
  • Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan.

 

 

Jabatan : Pengumpul dan Pengolah Data Pegawai pada Sekolah

  • Menerima dan mengumpulkan data Guru dan Pegawai berdasarkan prosedur untuk tindakan selanjutnya;
  • Mengelompokkan dan memeriksa data yang masuk berdasarkan jenis dan data yang tersedia;
  • Menganalisa dan meneliti data yang masuk untuk mendapatkan kebenaran informasi data yang diterima;
  • Menyusun, mengolah dan merekap data Guru/Pegawai sesuai prosedur yang ditetapkan untuk diproses lebih lanjut;
  • Menyajikan data dalam bentuk yang telah ditetapkan sesuai jenis dan permasalahan yang akan ditindak lanjuti;
  • Membuat laporan pelaksanaan tugas sesuai prosedur secara berkala pada atasan
  • Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan.

 

 

Jabatan : KTU Sekolah

  • Merencanakan kegiatan ketatausahaan sesuai dengan rencana Kerja Kepala Sekolah sebagai pedoman kerja;
  • Membagi tugas kepada Staf sesuai rencana kerja agar pekerjaan menjadi lancar;
  • Membimbing bawahan sesuai pedoman kerja agar tidak terjadi kesalahan;
  • Membuat konsep surat kedinasan sesuai prosedur sebagai pedoman untuk menghindari kesalahan pembuatan surat;
  • Memeriksa dan mengoreksi hasil kerja bawahan sesuai prosedur untuk dapat diproses lebih lanjut;
  • Mencatat perkembangan dan permasalahan secara periodic untuk mengetahui langkah pemecahannya;
  • Membuat laporan pelaksanaan tugas sesuai prosedur secara berkala pada atasan
  • Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan.

 

 

Jabatan :   Tenaga Administrasi / Caraka

  • Menerima surat/obyek kerja yang telah dibukukan dalam buku ekspedisi untuk dikirim agar dapat diproses lebih lanjut;
  • Menyortir surat/obyek kerja yang masuk berdasarkan jenisnya untuk mempermudah pengiriman;
  • Membuat rencana perjalanan pengiriman surat/obyek kerja sesuai perintah untuk kelancaran tugas;
  • Menyampaikan surat/obyek kerja ke alamat yang dituju sesuai prosedur dan meminta tanda bukti penerimaan sebagai laporan ke pimpinan;
  • Menyerahkan kembali buku ekspedisi dan tanda penerimaan surat/obyek kerja sebagai bahan pertanggung jawaban;
  • Membuat laporan pelaksanaan tugas sesuai prosedur secara berkala pada atasan
  • Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan.

 

 

Jabatan : Bendahara Sekolah

  • Membuat Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah setiap tahunnya
  • Menerima, memeriksa, menyimpan uang/surat berharga/barang sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk bahan pertanggungjawaban.
  • Membayar semua gaji dan tunjangan kesejahteraan Guru / Pegawai
  • Mencatat, menyusun penerimaan dan pengeluaran uang di dalam formulir daftar penerimaan dan pengeluaran yang telah ditetapkan sesuai prosedur yang berlaku untuk bahan lampiran laporan
  • Membuat laporan mengenai permintaan, pengeluaran dan keadaan kas berdasarkan penerimaan dan pengeluaran sebagai bahan pertanggungjawaban
  • Membuat laporan pelaksanaan tugas sesuai prosedur secara berkala pada atasan
  • Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan.

 

 

Jabatan : Pengadministrasi dan Pengolah Data Kepegawaian Sekolah

  • Menerima dan memeriksa data sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku sebagai bahan kegiatan berdasarkan jenis nya
  • Menyusun data berdasarkan jenis data yang masuk untuk mengetahui jenis data yang akan diolah
  • Mengolah dan menyajikan data dalam bentuk yang telah ditetapkan sebagai bahan proses lebih lanjut
  • Menyerahkan hasil olahan data kepada atasan untuk di koreksi.
  • Memperbaiki kembali data yang telah dikoreksi menjadi data yang telah ditetapkan untuk dapat dipergunakan sesuai dengan jenisnya.
  • Menyerahkan hasil olahan data kepada atasan untuk ditanda tangani.
  • Menyimpan dan mengarsipkan hasil olahan data sesuai dengan urutan dan jenis data.
  • Membuat laporan pelaksanaan tugas sesuai prosedur secara berkala pada atasan.
  • Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan

 

 

 

 

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI

NOMOR 16 TAHUN 2009

TENTANG

JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA

 
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI,

 

Menimbang                  :  a.      bahwa Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya sudah tidak sesuai dengan perkembangan profesi dan tuntutan kompetensi Guru;

b.       bahwa sehubungan dengan hal tersebut, perlu mengatur kembali Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi;

Mengingat                  :  1.      Undang-Undang   Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890);

  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
  2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah dua kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
  3. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586);
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1966 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2797);
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098), sebagaimana telah sebelas kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 21);
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1980 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3176);
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547);
  8. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332);
  9. Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 195, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4016), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4192);
  10. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193);
  11. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019);
  12. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263);
  13. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);
  14. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941);
  15. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah empat kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008;
  16. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun l999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil;

Memperhatikan           :  1.      Usul Menteri Pendidikan Nasional dengan surat Nomor   175/MPN/KP/2007 tanggal 15 November 2007;

                                         2.      Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor K 26-30/V 165-1/93 tanggal 23 Desember 2008;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan                 : PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI TENTANG JABATAN FUNGSIONAL GURU DAN ANGKA KREDITNYA.

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini yang dimaksud dengan:

  1. Jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.
  2. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
  3. Kegiatan pembelajaran adalah kegiatan Guru dalam menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang bermutu, menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran, menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan terhadap peserta didik.
  4. Kegiatan bimbingan adalah kegiatan Guru dalam menyusun rencana bimbingan, melaksanakan bimbingan, mengevaluasi proses dan hasil bimbingan, serta melakukan perbaikan tindak lanjut bimbingan dengan memanfaatkan hasil evaluasi.
  5. Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi Guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya.
  6. Tim penilai Jabatan Fungsional Guru adalah tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dan bertugas menilai prestasi kerja Guru.
  7. Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang Guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya.
  8. Penilaian kinerja Guru adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama Guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya.
  9. Daerah Khusus adalah daerah yang terpencil atau terbelakang, daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil, daerah perbatasan dengan negara lain, daerah yang mengalami bencana alam, bencana sosial, atau daerah yang berada dalam keadaan darurat lain.
  10. Program induksi adalah kegiatan orientasi, pelatihan di tempat kerja, pembimbingan, dan praktik pemecahan berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran bagi Calon Pegawai Negeri Sipil Guru.

BAB II

RUMPUN JABATAN, JENIS GURU, KEDUDUKAN,

DAN TUGAS UTAMA

Pasal 2

Jabatan Fungsional Guru adalah jabatan tingkat keahlian termasuk dalam rumpun pendidikan tingkat taman kanak-kanak, dasar, lanjutan, dan sekolah khusus.

 

Pasal 3

Jenis Guru berdasarkan sifat, tugas, dan kegiatannya meliputi:

  1. Guru Kelas;
  2. Guru Mata Pelajaran; dan
  3. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor.

Pasal 4

(1)     Guru berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu pada jenjang pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

(2)     Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam peraturan ini, adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil.

Pasal 5

(1)     Tugas utama Guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah serta tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.

(2)     Beban kerja Guru untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, dan/atau melatih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu.

(3)     Beban kerja Guru bimbingan dan konseling/konselor adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dalam 1 (satu) tahun.

BAB III

KEWAJIBAN, TANGGUNGJAWAB, DAN WEWENANG

Pasal 6

Kewajiban Guru dalam melaksanakan tugas adalah:

  1. merencanakan pembelajaran/bimbingan, melaksanakan pembelajaran/ bimbingan yang bermutu, menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran/ bimbingan, serta melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan;
  2. meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
  3. bertindak obyektif dan tidak diskriminatif atas pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran;
  4. menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik Guru, serta nilai agama dan etika; dan
  5. memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Pasal 7

Guru bertanggungjawab menyelesaikan tugas utama dan kewajiban sebagai pendidik sesuai dengan yang dibebankan kepadanya.

Pasal 8

Guru berwenang memilih dan menentukan materi, strategi, metode, media pembelajaran/bimbingan dan alat penilaian/evaluasi dalam melaksanakan proses pembelajaran/bimbingan untuk mencapai hasil pendidikan yang bermutu sesuai dengan kode etik profesi Guru.

BAB IV

INSTANSI PEMBINA DAN TUGAS INSTANSI PEMBINA

Pasal 9

Instansi pembina Jabatan Fungsional Guru adalah Departemen Pendidikan Nasional.

Pasal 10

Instansi pembina sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 mempunyai tugas membina Jabatan Fungsional Guru menurut peraturan perundang-undangan dengan fungsi antara lain:

  1. penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru;
  2. penyusunan pedoman formasi Jabatan Fungsional Guru;
  3. penetapan standar kompetensi Guru;
  4. pengusulan tunjangan Jabatan Fungsional Guru;
  5. sosialisasi Jabatan Fungsional Guru serta petunjuk pelaksanaannya;
  6. penyusunan kurikulum pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis fungsional Guru;
  7. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis dan penetapan sertifikasi Guru;
  8. pengembangan sistem informasi Jabatan Fungsional Guru;
  9. fasilitasi pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru;
  10. fasilitasi pembentukan organisasi profesi dan penyusunan kode etik Guru; dan    
  11. melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru.
BAB V

UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN

Pasal 11

Unsur dan sub unsur kegiatan Guru yang dinilai angka kreditnya adalah:

a.      Pendidikan, meliputi:

  1. pendidikan formal dan memperoleh gelar/ijazah; dan
  2. pendidikan dan pelatihan (diklat) prajabatan dan memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) prajabatan atau sertifikat termasuk program induksi.
  3. Pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu, meliputi:
  4. melaksanakan proses pembelajaran, bagi Guru Kelas dan Guru Mata Pelajaran;
  5. melaksanakan proses bimbingan, bagi Guru Bimbingan dan Konseling; dan
  6. melaksanakan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.
  7. Pengembangan keprofesian berkelanjutan, meliputi:
  8. pengembangan diri:

a)      diklat fungsional; dan

b)      kegiatan kolektif Guru yang meningkatkan kompetensi dan/atau keprofesian Guru;

  1. publikasi Ilmiah:

a)      publikasi ilmiah atas hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal; dan

b)      publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan pedoman Guru;

3.       karya Inovatif:

a)      menemukan teknologi tepat guna;

b)      menemukan/menciptakan karya seni;

c)      membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum; dan

d)      mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya;

  1. Penunjang tugas Guru, meliputi:
  2. memperoleh gelar/ijazah yang tidak sesuai dengan bidang yang diampunya;
  3. memperoleh penghargaan/tanda jasa; dan
  4. melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas Guru, antara lain :

a)      membimbing siswa dalam praktik kerja nyata/praktik industri/ ekstrakurikuler dan sejenisnya;

b)      menjadi organisasi profesi/kepramukaan;

c)      menjadi tim penilai angka kredit; dan/atau

d)      menjadi tutor/pelatih/instruktur.              

BAB VI

JENJANG JABATAN DAN PANGKAT

Pasal 12

(1)     Jenjang Jabatan Fungsional Guru dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi, yaitu:

  1. Guru Pertama;
  2. Guru Muda;
  3. Guru Madya; dan
  4. Guru Utama.

(2)     Jenjang pangkat Guru untuk setiap jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yaitu:

  1. Guru Pertama:
    1. Penata Muda, golongan ruang III/a; dan
    2. Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b;
  2. Guru Muda:
    1. Penata, golongan ruang III/c; dan
    2. Penata Tingkat I, golongan ruang III/d.
  3. Guru Madya:
    1. Pembina, golongan ruang IV/a;
    2. Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b; dan
    3. Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c.

d.      Guru Utama:

  1. Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d; dan
  2. Pembina Utama, golongan ruang IV/e.

(3)     Jenjang pangkat untuk masing-masing Jabatan Fungsional Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (2), adalah jenjang pangkat dan jabatan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki untuk masing-masing jenjang jabatan.

(4)     Penetapan jenjang Jabatan Fungsional Guru untuk pengangkatan dalam jabatan ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki setelah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga dimungkinkan pangkat dan jabatan tidak sesuai dengan pangkat dan jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

BAB VII

RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI

Pasal 13

(1)     Rincian kegiatan Guru Kelas sebagai berikut:

  1. menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;
  2. menyusun silabus pembelajaran;
  3. menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran;
  4. melaksanakan kegiatan pembelajaran;
  5. menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran;
  6. menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran di kelasnya;
  7. menganalisis hasil penilaian pembelajaran;
  8. melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi;
  9. melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggung jawabnya;
  10. menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah dan nasional;
  11. membimbing guru pemula dalam program induksi;
  12. membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran;
  13. melaksanakan pengembangan diri;
  14. melaksanakan publikasi ilmiah; dan
  15. membuat karya inovatif.

(2)     Rincian kegiatan Guru Mata Pelajaran sebagai berikut:

  1. menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan;
  2. menyusun silabus pembelajaran;
  3. menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran;
  4. melaksanakan kegiatan pembelajaran;
  5. menyusun alat ukur/soal sesuai mata pelajaran;
  6. menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran yang diampunya;
  7. menganalisis hasil penilaian pembelajaran;
  8. melaksanakan pembelajaran/perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi;
  9. menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah dan nasional;
  10. membimbing guru pemula dalam program induksi;
  11. membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran;
  12. melaksanakan pengembangan diri;
  13. melaksanakan publikasi ilmiah; dan
  14. membuat karya inovatif.

(3)     Rincian kegiatan Guru Bimbingan dan Konseling sebagai berikut:

  1. menyusun kurikulum bimbingan dan konseling;
  2. menyusun silabus bimbingan dan konseling;
  3. menyusun satuan layanan bimbingan dan konseling;
  4. melaksanakan bimbingan dan konseling per semester;
  5. menyusun alat ukur/lembar kerja program bimbingan dan konseling;
  6. mengevaluasi proses dan hasil bimbingan dan konseling;
  7. menganalisis hasil bimbingan dan konseling;
  8. melaksanakan pembelajaran/perbaikan tindak lanjut bimbingan dan konseling dengan memanfaatkan hasil evaluasi;
  9. menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah dan nasional;
  10. membimbing guru pemula dalam program induksi;
  11. membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler proses pembelajaran;
  12. melaksanakan pengembangan diri;
  13. melaksanakan publikasi ilmiah; dan
  14. membuat karya inovatif.

(4)     Guru selain melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud ayat (1), ayat (2), atau ayat (3) dapat melaksanakan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah sebagai:

  1. kepala sekolah/madrasah;
  2. wakil kepala sekolah/madrasah;
  3. ketua program keahlian atau yang sejenisnya;
  4. kepala perpustakaan sekolah/madrasah;
  5. kepala laboratorium, bengkel, unit produksi, atau yang sejenisnya pada sekolah/madrasah; dan
  6. pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusi.

Pasal 14

(1)     Unsur kegiatan yang dinilai dalam memberikan angka kredit terdiri atas:

  1. unsur utama; dan
  2. unsur penunjang.

(2)     Unsur utama, terdiri atas:

  1. pendidikan;
  2. pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah; dan
  3. pengembangan keprofesian berkelanjutan.

(3)     Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf d.

(4)     Rincian kegiatan dan angka kredit masing-masing kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I.

Pasal 15

(1)        Penilaian kinerja Guru dari sub unsur pembelajaran atau pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan didasarkan atas aspek kualitas, kuantitas, waktu, dan biaya.

(2)        Penilaian kinerja Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menggunakan nilai dan sebutan sebagai berikut:

  1. nilai 91 sampai dengan 100 disebut amat baik;
  2. nilai 76 sampai dengan 90 disebut baik;
  3. nilai 61 sampai dengan 75 disebut cukup;
  4. nilai 51 sampai dengan 60 disebut sedang; dan
  5. nilai sampai dengan 50 disebut kurang.

(3)     Nilai kinerja Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikonversikan ke dalam angka kredit yang harus dicapai, sebagai berikut:

  1. sebutan amat baik diberikan angka kredit sebesar 125% dari jumlah angka kredit yang harus dicapai setiap tahun;
  2. sebutan baik diberikan angka kredit sebesar 100% dari jumlah angka kredit yang harus dicapai setiap tahun;
  3. sebutan cukup diberikan angka kredit sebesar 75% dari jumlah angka kredit yang harus dicapai setiap tahun;
  4. sebutan sedang diberikan angka kredit sebesar 50% dari jumlah angka kredit yang harus dicapai setiap tahun;
  5. sebutan kurang diberikan angka kredit sebesar 25% dari jumlah angka kredit yang harus dicapai setiap tahun.

(4)     Jumlah angka kredit yang harus dicapai setiap tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah jumlah angka kredit kumulatif minimal sebagaimana tersebut pada lampiran II, III, IV, VI, VII, dan VIII dikurangi jumlah angka kredit pengembangan keprofesian berkelanjutan dan unsur penunjang yang dipersyaratkan untuk setiap jenjang jabatan/pangkat dan dibagi 4 (empat).

(5)     Penilaian kinerja Guru diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional.

Pasal 16

(1)     Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat Guru adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II dengan ketentuan :

  1. paling kurang 90% (sembilan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama; dan
  2. paling banyak 10% (sepuluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang.

(2)     Untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi dari Guru Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Guru Utama, pangkat Pembina Utama, golongan ruang IV/e wajib melakukan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan yang meliputi sub unsur pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan/atau karya inovatif.

Pasal 17

(1)     Guru Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a yang akan naik pangkat menjadi Guru Pertama, pangkat Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat, paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(2)     Guru Pertama, pangkat Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b yang akan naik jabatan/pangkat menjadi Guru Muda, pangkat Penata,golongan ruang III/c angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat, paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(3)     Guru Muda, pangkat Penata, golongan ruang III/c yang akan naik pangkat menjadi Guru Muda, pangkat Penata Tingkat I, golongan ruang III/d angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat, paling sedikit 6 (enam) angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(4)     Guru Muda, pangkat Penata Tingkat I, golongan ruang III/d yang akan naik jabatan/pangkat menjadi Guru Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat, paling sedikit 8 (delapan) angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(5)     Guru Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a yang akan naik pangkat menjadi Guru Madya, pangkat Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat, paling sedikit 12 (dua belas) angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(6)     Guru Madya, pangkat Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b yang akan naik pangkat menjadi Guru Madya, pangkat Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat, paling sedikit 12 (dua belas) angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(7)     Guru Madya, pangkat Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/c yang akan naik jabatan/pangkat menjadi Guru Utama, pangkat Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d, angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat, paling sedikit 14 (empat belas) angka kredit dari sub unsur publiksi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 5 (lima) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(8)     Guru Utama, pangkat Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d yang akan naik pangkat menjadi Guru Utama, pangkat Pembina Utama, golongan ruang IV/e angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat, paling sedikit 20 (dua puluh) angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 5 (lima) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(9)     Guru Madya, pangkat Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c yang akan naik jabatan/pangkat menjadi Guru Utama, pangkat Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d wajib melaksanakan presentasi ilmiah.

Pasal 18

(1)     Guru yang bertugas di daerah khusus, dapat diberikan tambahan angka kredit setara untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi 1 (satu) kali selama masa kariernya sebagai Guru.

(2)     Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling singkat telah bertugas selama 2 (dua) tahun secara terus menerus di daerah khusus.  

Pasal 19

Guru yang memiliki prestasi kerja luar biasa baiknya dan dedikasi luar biasa diberi penghargaan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi.

Pasal 20

(1)    Guru yang secara bersama membuat karya tulis/ilmiah di bidang pembelajaran/bimbingan dan tugas tertentu, diberikan angka kredit dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Apabila terdiri dari 2 (dua) orang penulis maka pembagian angka kreditnya adalah 60% (enam puluh persen) untuk penulis utama dan 40% (empat puluh persen) untuk penulis pembantu.
  2. Apabila terdiri dari 3 (tiga) orang penulis maka pembagian angka kreditnya adalah 50% (lima puluh persen) untuk penulis utama dan masing-masing 25% (dua puluh lima persen) untuk penulis pembantu.
  3. Apabila terdiri dari 4 (tiga) orang penulis maka pembagian angka kreditnya adalah 40% (empat puluh persen) untuk penulis utama dan masing-masing 20% (dua puluh persen) untuk penulis pembantu.

(2)     Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling banyak 3 (tiga) orang.

BAB VIII

PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT

Pasal 21

(1)     Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit, Guru wajib mencatat dan menginventarisasikan seluruh kegiatan yang dilakukan.

(2)     Penilaian dan penetapan angka kredit terhadap Guru dilakukan paling kurang 1 (satu) kali dalam setahun.

(3)     Penilaian dan penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat Guru yang akan dipertimbangkan untuk naik pangkat dilakukan paling kurang 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun, yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil.

Pasal 22

(1)     Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit adalah:

  1. Menteri Pendidikan Nasional atau pejabat lain yang ditunjuk setingkat eselon I bagi Guru Madya pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b sampai dengan Guru Utama pangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e di lingkungan instansi pusat dan daerah serta Guru Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Guru Utama pangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e yang diperbantukan pada sekolah Indonesia di luar negeri;
  2. Direktur Jenderal Departemen Agama yang membidangi pendidikan terkait bagi Guru Madya, pangkat Pembina golongan ruang IV/a di lingkungan Departemen Agama;
  3. Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama bagi Guru Muda pangkat Penata golongan ruang III/c sampai dengan Guru Muda pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Agama.
  4. Kepala Kantor Departemen Agama bagi Guru Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a dan pangkat Penata Muda Tingkat I golongan ruang III/b di lingkungan Kantor Departemen Agama.
  5. Gubernur atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan bagi Guru Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Guru Madya, pangkat Pembina golongan ruang IV/a di lingkungan Provinsi;
  6. Bupati/Walikota atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan bagi Guru Pertama, pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Guru Madya, pangkat Pembina golongan ruang IV/a di lingkungan Kabupaten/Kota.
  7. Pimpinan instansi pusat atau pejabat lain yang ditunjuk bagi Guru Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Guru Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a di lingkungan instansi pusat di luar Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama.

(2)     Dalam menjalankan kewenangannya, pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dibantu oleh:

  1. Tim Penilai Tingkat Pusat bagi Menteri Pendidikan Nasional yang selanjutnya disebut Tim Penilai Pusat.
  2. Tim Penilai Direktorat Jenderal Departemen Agama yang membidangi pendidikan terkait, yang selanjutnya disebut Tim Penilai Departemen Agama.
  3. Tim Penilai Kantor Wilayah Departemen Agama yang selanjutnya Tim Penilai Kantor Wilayah.
  4. Tim Penilai Kantor Departemen Agama, yang selanjutnya disebut Tim Penilai Kantor Departemen.
  5. Tim Penilai Tingkat Provinsi bagi Gubernur, yang selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi.
  6. Tim Penilai Tingkat Kabupaten/Kota bagi Bupati/ Walikota yang selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota.
  7. Tim Penilai Instansi Pusat di luar Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama, yang selanjutnya disebut Tim Penilai Instansi.

(3)     Tim Penilai Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a terdiri dari unsur Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Agama, Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Badan Kepegawaian Negara.

Pasal 23

(1)     Tim Penilai Jabatan Fungsional Guru terdiri dari unsur teknis, dan pejabat fungsional Guru.

(2)     Susunan keanggotaan Tim Penilai sebagai berikut:

  1. seorang ketua merangkap anggota dari unsur teknis;
  2. seorang wakil ketua merangkap anggota;
  3. seorang sekretaris merangkap anggota dari unsur kepegawaian; dan
  4. paling kurang 4 (empat) orang anggota.

(3)     Syarat Anggota Tim Penilai adalah:

  1. menduduki jabatan dan pangkat paling rendah sama dengan jabatan dan pangkat Guru yang dinilai;
  2. memiliki keahlian serta mampu untuk menilai kinerja Guru; dan
  3. dapat aktif melakukan penilaian.

(4)     Anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Guru harus lulus pendidikan dan pelatihan calon tim penilai dan mendapat sertifikat dari Menteri Pendidikan Nasional.

Pasal 24

(1)     Apabila Tim Penilai Kantor Departemen Agama belum dapat dibentuk, penilaian angka kredit Guru dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kantor Departemen Agama terdekat, Tim Penilai Kantor Wilayah Departemen Agama yang bersangkutan, atau Tim Penilai Departemen Agama.

(2)     Apabila Tim Penilai Kantor Wilayah Departemen Agama belum dapat dibentuk, penilaian angka kredit Guru dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kantor Wilayah Departemen Agama terdekat, Tim Penilai Departemen Agama.

(3)     Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk, penilaian angka kredit Guru dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota lain terdekat atau Tim Penilai Provinsi yang bersangkutan atau Tim Penilai Unit Kerja.

(4)     Apabila Tim Penilai Provinsi belum dapat dibentuk, penilaian angka kredit Guru dapat dimintakan kepada Tim Penilai Provinsi lain terdekat atau Tim Penilai Unit Kerja.

(5)     Apabila Tim Penilai Departemen Agama belum dapat dibentuk, penilaian angka kredit Guru dapat dimintakan kepada Tim Penilai Unit Kerja.

(6)     Pembentukan dan susunan Anggota Tim Penilai ditetapkan oleh:

  1. Menteri Pendidikan Nasional untuk Tim Penilai Pusat;
  2. Direktur Jenderal yang membidangi pendidikan terkait pada Departemen Agama untuk Tim Penilai Departemen Agama;
  3. Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama untuk Tim Penilai Kantor Wilayah Departemen Agama;
  4. Kepala Kantor Departemen Agama untuk Tim Penilai Kantor Departemen Agama;
  5. Gubernur untuk Tim Penilai Provinsi;
  6. Bupati/Walikota untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota; dan
  7. Pimpinan Unit Kerja yang membidangi pendidikan setingkat eselon I di luar Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama untuk Tim Penilai Instansi.

Pasal 25

(1)     Masa jabatan Anggota Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya.

(2)     Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi Anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut, dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan.

(3)     Dalam hal terdapat Anggota Tim Penilai yang ikut dinilai, maka Ketua Tim Penilai dapat mengangkat Anggota Tim Penilai Pengganti.

Pasal 26

Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Jabatan Fungsional Guru ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional selaku Pimpinan Instasi Pembina Jabatan Fungsional Guru.

Pasal 27

Usul penetapan angka kredit Guru diajukan oleh:

  1. Pimpinan unit kerja instansi Provinsi yang membidangi kepegawaian (paling rendah eselon II), pimpinan unit kerja instansi Kabupaten/Kota yang membidangi kepegawaian (paling rendah eselon II), pimpinan unit kerja instansi pusat yang membidangi kepegawaian (paling rendah eselon II), Direktur Jenderal yang membidangi pendidikan terkait Departemen Agama kepada Menteri Pendidikan Nasional untuk angka kredit Guru Madya, pangkat Pembina Tingkat I golongan ruang IV/b sampai dengan Guru Utama, pangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e di lingkungan instansi pusat dan daerah;
  2. Kepala Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri atau pejabat yang membidangi pendidikan kepada Menteri Pendidikan Nasional untuk angka kredit Guru Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Guru Utama, pangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e yang diperbantukan pada sekolah Indonesia di luar negeri;
  3. Pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Agama kepada Direktur Jenderal yang membidangi pendidikan terkait Departemen Agama untuk angka kredit Guru Madya, pangkat Pembina golongan ruang IV/a di lingkungan Departemen Agama.
  4. Pejabat eselon III yang membidangi kepegawaian di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Agama kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama untuk angka kredit Guru Muda pangkat Penata golongan ruang III/c sampai dengan pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Agama.
  5. Pejabat eselon IV yang membidangi kepegawaian di lingkungan Kantor Departemen Agama kepada Kepala Kantor Departemen Agama untuk angka kredit Guru Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a dan pangkat Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b di lingkungan Kantor Departemen Agama.
  6. Pimpinan instansi Provinsi yang membidangi kepegawaian (paling rendah eselon III) kepada Gubernur untuk angka kredit Guru Pertama pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Guru Madya pangkat Pembina, golongan ruang IV/a di lingkungan Provinsi.
  7. Pimpinan instansi Kabupaten/Kota yang membidangi kepegawaian (paling rendah eselon III) kepada Bupati/Walikota untuk angka kredit Guru Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Guru Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a di lingkungan Kabupaten/Kota.
  8. Pimpinan instansi pusat di luar Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama yang membidangi kepegawaian (paling rendah eselon III) kepada Menteri yang bersangkutan untuk angka kredit Guru Pertama, pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Guru Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a di lingkungan instansi pusat.

Pasal 28

(1)     Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit, digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan jabatan/pangkat Guru sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2)     Keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit, tidak dapat diajukan keberatan oleh Guru yang bersangkutan.

BAB IX

PENGANGKATAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL GURU

Pasal 29

Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional Guru, adalah pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.    

Pasal 30

(1)     Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali dalam Jabatan Fungsional Guru harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. berijazah paling rendah Sarjana (S1) atau Diploma IV, dan bersertifikat pendidik;
  2. pangkat paling rendah Penata Muda golongan ruang III/a;
  3. setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir; dan
  4. memiliki kinerja yang baik yang dinilai dalam masa program induksi.

(2)     Pengangkatan Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pengangkatan yang dilakukan untuk mengisi lowongan formasi Jabatan Fungsional Guru melalui pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil;

(3)     Program induksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d diatur lebih lanjut oleh Menteri Pendidikan Nasional.

Pasal 31

Di samping persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30, pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional Guru dilaksanakan sesuai dengan formasi Jabatan Fungsional Guru, dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Pusat dalam Jabatan Fungsional Guru dilaksanakan sesuai dengan formasi Jabatan Fungsional Guru yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara setelah mendapat pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara;
  2. Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Daerah dalam Jabatan Fungsional Guru dilaksanakan sesuai dengan formasi Jabatan Fungsional Guru yang ditetapkan oleh Kepala Daerah masing-masing setelah mendapat persetujuan tertulis Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara dan setelah mendapat pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara.
Pasal 32

(1)     Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam Jabatan Fungsional Guru dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 ayat (1) dan Pasal 31;
  2. memiliki pengalaman sebagai Guru paling singkat 2 (dua) tahun;
  3. usia paling tinggi 50 (lima puluh) tahun; dan
  4. setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) paling rendah bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

(2)     Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimiliki, dan jenjang Jabatan Fungsional Guru ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit.

(3)     Jumlah angka kredit sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) ditetapkan dari unsur utama dan unsur penunjang.

BAB X

PEMBEBASAN SEMENTARA, PENGANGKATAN KEMBALI,

DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN FUNGSIONAL GURU

Pasal 33

Pejabat yang berwenang membebaskan sementara, mengangkat kembali, dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari Jabatan Fungsional Guru, adalah pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pasal 34

Guru dibebaskan sementara dari jabatannya apabila:

  1. dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat berupa jenis hukuman disiplin penurunan pangkat;
  2. diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil;
  3. ditugaskan secara penuh di luar Jabatan Fungsional Guru;
  4. menjalani cuti di luar tanggungan negara; dan
  5. melaksanakan tugas belajar selama 6 bulan atau lebih.

Pasal 35

(1)     Guru yang telah selesai menjalani pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 huruf a, huruf d, dan huruf e, dapat diangkat kembali dalam Jabatan Fungsional Guru.

(2)     Guru yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 huruf b, diangkat kembali dalam Jabatan Fungsional Guru apabila berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi hukuman pidana percobaan.

(3)     Guru yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 huruf c, dapat diangkat kembali dalam Jabatan Fungsional Guru apabila berusia paling tinggi 51 (lima puluh satu) tahun.

(4)     Pengangkatan kembali dalam Jabatan Fungsional Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menggunakan angka kredit terakhir yang dimiliki dan dapat ditambah angka kredit dari publikasi ilmiah dan karya inovatif yang diperoleh selama pembebasan sementara.

Pasal 36

Guru diberhentikan dari jabatannya apabila dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap, kecuali hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat.

BAB XI

S A N K S I

Pasal 37

(1)     Guru yang tidak dapat memenuhi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan tidak mendapat pengecualian dari Menteri Pendidikan Nasional dihilangkan haknya untuk mendapat tunjangan profesi, tunjangan fungsional, dan maslahat tambahan.

(2)     Guru yang terbukti memperoleh penetapan angka kredit (PAK) dengan cara melawan hukum diberhentikan sebagai Guru dan wajib mengembalikan seluruh tunjangan profesi, tunjangan fungsional, maslahat tambahan dan penghargaan sebagai Guru yang pernah diterima setelah yang bersangkutan memperoleh dan mempergunakan penetapan angka kredit (PAK) tersebut.

(3)     Pengaturan sanksi lebih lanjut diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional.

BAB XII

KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 38

(1)     Dengan berlakunya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini, jenjang jabatan fungsional setiap Guru disesuaikan dengan jenjang jabatan fungsional Guru sebagaimana dimaksud Pasal 12 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini.

(2)     Penyesuaian jenjang jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh pejabat yang berwenang.

(3)     Prestasi kerja yang telah dilakukan Guru sampai dengan ditetapkannya petunjuk pelaksanaan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini, dinilai berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993.

Pasal 39

(1)     Pada saat Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini ditetapkan, Guru yang masih memiliki pangkat Pengatur Muda, golongan ruang II/a sampai pangkat Pengatur Tingkat I, golongan ruang II/d melaksanakan tugas sebagai Guru Pertama dan penilaian prestasi kerjanya sebagaimana tersebut dalam Lampiran V Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini.

(2)     Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1), apabila melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dan kegiatan penunjang tugas Guru, diberikan angka kredit sebagaimana tersebut dalam Lampiran V Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini.

(3)     Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1), apabila :

  1. memperoleh ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV yang sesuai dengan bidang tugas yang diampu, disesuaikan dengan jenjang jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini; dan
  2. naik pangkat menjadi pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a, disesuaikan dengan jenjang jabatan/pangkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) dan ayat (3) Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini.

(4)     Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1), jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi untuk kenaikan jabatan/pangkat Guru untuk:

  1. Guru yang berijazah SLTA/Diploma I adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran VI Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini;
  2. Guru yang berijazah Diploma II adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran VII Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini; dan
  3. Guru yang berijazah Diploma III adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran VIII Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini.

Pasal 40

(1)     Pada saat Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini ditetapkan Guru yang memiliki pangkat paling rendah Penata Muda, golongan ruang III/a dan belum memiliki ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV yang sesuai dengan bidang tugas yang diampu, disesuaikan dengan jenjang jabatan/pangkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) dan ayat (3) Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini.

(2)     Guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (3) huruf b dan Pasal 40 ayat (1) apabila tidak memperoleh ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV yang sesuai dengan bidang tugas yang diampu, kenaikan pangkat setinggi-tingginya adalah Penata Tingkat I, golongan ruang III/d, atau pangkat terakhir yang dimiliki.

Pasal 41

(1)     Guru yang berpangkat Pengatur Muda golongan ruang II/a sampai dengan Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d pada saat Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini berlaku, sampai dengan akhir tahun 2015 belum memiliki ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV melaksanakan tugas utama Guru sebagai Guru Pertama dengan sistem kenaikan pangkat menggunakan angka kredit sebagaimana tercantum pada lampiran V Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini.

(2)    Guru yang berpangkat Pengatur Muda golongan ruang II/a sampai dengan Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d pada saat Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini berlaku, sampai dengan akhir tahun 2015 belum memiliki ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV, dan belum mencapai pangkat Penata Muda golongan ruang III/a, tetap melaksanakan tugas utama Guru sebagai Guru Pertama.

(3)     Guru yang belum memiliki ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), apabila memperoleh ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV yang sesuai dengan bidang tugas yang diampu, diberikan angka kredit sebesar 65% (enam puluh lima persen) angka kredit kumulatif diklat, tugas utama, dan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan ditambah angka kredit ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV yang sesuai dengan bidang tugas yang diampu dengan tidak memperhitungkan angka kredit dari kegiatan penunjang.

(4)     Guru yang belum memiliki ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV yang sudah memiliki pangkat Penata Muda Tingkat I golongan ruang III/b ke atas, apabila memperoleh ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV yang sesuai dengan bidang tugas yang diampu diberikan angka kredit sebesar 100% dari tugas utama dan pengembangan keprofesian berkelanjutan ditambah angka kredit ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV yang sesuai dengan bidang tugas yang diampu, dengan memperhitungkan angka kredit unsur penunjang sesuai pada lampiran VIII Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini.

(5)     Guru yang memperoleh ijazah Sarjana (S1)/Diploma IV yang tidak sesuai dengan bidang tugas yang diampu, diberikan angka kredit sesuai pada lampiran I Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini.

Pasal 42

Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Guru golongan II adalah sebagai berikut:

  1. Kepala Kantor Departemen Agama bagi Guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan Guru pada madrasah.
  2. pimpinan unit kerja yang membidangi pendidikan setingkat eselon II bagi Guru di luar Departemen Pendidikan Nasional dan Depertemen Agama.
  3. Kepala Dinas yang membidangi pendidikan bagi Guru di lingkungan provinsi.
  4. Kepala Dinas yang membidangi pendidikan bagi Guru di lingkungan kabupaten/kota.

Pasal 43

Dalam menjalankan kewenangannya, pejabat berwenang sebagaimana dimaksud pada Pasal 42 dibantu oleh Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (2) huruf d, e, f, dan g.

Pasal 44

Usul penetapan angka kredit Guru golongan II diajukan oleh:

  1. Kepala Sekolah yang bersangkutan kepada Kepala Kantor Departemen Agama bagi Guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan Guru pada madrasah.
  2. Kepala Sekolah yang bersangkutan kepada pimpinan unit kerja yang membidangi pendidikan setingkat eselon II bagi Guru di instansi di luar Departemen Pendidikan Nasional dan Depertemen Agama.
  3. Kepala Sekolah yang bersangkutan kepada Kepala Dinas yang membidangi pendidikan di kabupaten/kota bagi Guru di lingkungan kabupaten/kota.
  4. Kepala Sekolah yang bersangkutan kepada Kepala Dinas yang membidangi pendidikan di provinsi bagi Guru di lingkungan provinsi.

BAB XIII

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 45

Ketentuan pelaksanaan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara.

Pasal 46

Dengan berlakunya Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini, Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 47

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

 

Ditetapkan   di Jakarta

pada tanggal 10 November 2009

 

 

MENTERI NEGARA

PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI,

 

 

E. E. MANGINDAAN

CONTOH RPP K-13 SMA

HO 3.1-2

 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Satuan Pendidikan      : SMA

Kelas/Semester          : X/1

Mata Pelajaran            : Bahasa Indonesia

Topik                           : Komunikasi dalam Kehidupan

Jumlah Pertemuan     : 3 Pertemuan

 

  1. Kompetensi Inti
    1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
    2. Menghayati dan mengamalkan prilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
    3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kemanusiaan, kebangsaan, kenegaran, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan mintanya untuk memecahkan masalah.
    4. Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

 

  1. Kompetensi Dasar

1.1

Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannnya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa

2.1

Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik

3.1

Memahami struktur dan kaidah teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi baik melalui lisan maupun tulisan

4.2

Memproduksi teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan

 

  1. Indikator Pencapaian Kompetensi
    1. Mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannnya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa.
    2. Memiliki sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuatanekdot.
    3. Mengetahui struktur teks anekdot
    4. Mengetahui kaidah teks anekdot.
    5. Memproduksi teks anekdot secara tulisan
    6. Memproduksi teks anekdot secara lisan

 

  1. Tujuan Pembelajaran
  • Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa dapat mensyukuri anugerah Tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannnya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa.
  • Selama dan setelah proses pembelajaran, siswa memiliki danmenunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik.
  • Setelah membaca contoh teks anekdot dan mendiskusikannya, siswa dapat memahami struktur dan kaidah teks anekdot, baik melalui lisan maupun tulisan.
  • Setelah berdiskusi dan berlatih, siswa dapat memproduksi teks anekdot dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan.

 

  1. Materi Pembelajaran
  2. Kaidah Bahasa Indonesia
  3. Contoh Teks Anekdot
  4. Struktur Teks Anekdot
  5. Kaidah Teks Anekdot

 

  1. Alokasi waktu

6 x 45 Menit

 

  1. Metode Pembelajaran

Metode diskusi kelompok dan Penugasan

 

  1. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan Pertama

  1. Kegiatan Pendahuluan

1)     Siswa menrespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya

2)     Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

3)     Siswa menerima informasi kompetensi, meteri, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan

 

  1. Kegiatan Inti

Eksplorasi

1)     Kedalaman pengetahuan dan kemampuan siswa tentang anekdot dipancing oleh guru dengan memperlihatkan contoh atau model teks anekdot.

2)     Siswa menjawab pertanyaan guru tentang hal-hal yang berhubungan dengan anekdot termasuk hal-hal yang berhubungan dengan penggunaan kaidah bahasa Indonesia pada teks tersebut

Elaborasi

3)     Siswa mengambil lotre yang berisi istilah kebahasaan. Lalu, masing-masing siswa menyebutkan kata yang sama, bersatu membentuk kelompok kecil.

4)     Siswa mendapatkan fotokopi surat kabar tentang beberapa anekdot

5)     Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun siswa secara berkelompok membaca dan berdiskusi menentukan perbedaan, struktur, dan kaidah anekdot serta penggunaan kaidah bahasa Indonesia yang tidak sesuai dalam tulisan tersebut

6)     Wakil dari masing-masing kelompok secara bergiliran melaporkan hasil diskusinya.

7)     Kelompok lain merespon atau menanggapi dengan responsif dan santun

Konfirmasi

8)     Siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru

 

  1. Kegiatan Penutup

1)     Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran

2)     Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan

3)     Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru

4)     Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran

 

Pertemuan Kedua

  1. Kegiatan Pendahuluan

1) Siswa menrespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya

2)     Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

3)     Siswa menerima informasi kompetensi, meteri, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan

 

  1. Kegiatan Inti

Eksplorasi

1)     Kedalaman pengetahuan dan kemampuan siswa tentang anekdot dipancing oleh guru dengan memperlihatkan contoh atau model teks anekdot.

2)     Siswa menjawab pertanyaan guru tentang struktur dan kaidah teks anekdot dengan mengacu pada contoh teks anekdot.

Elaborasi

3)     Siswa duduk kembali bersatu dengan kelompoknya masing-masing dengan posisi tempat duduk yang diatur ulang.

4)     Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santunsiswa secara berkelompok mendiskusikan tema yang akan diangkat untuk menulis anekdot. Tema tersebut di anataranya permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik.

5)     Dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun siswa secara berkelompok siswa memproduksi teks anekdot, sesuai dengan struktur dan kaidah teks anekdot serta tetap mengindahkan kaidah penggunaan bahasa Indonesia.

6)     Siswa saling mengoreksi teks anekdot yang sudah ditulisnya dan memberikan saran perbaikan untuk penyempurnaan dengan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun

7)     Siswa memperbaiki teks anekdot berdasarkan saran dari kelompok lain

Konfirmasi

8)     Bersama guru, siswa mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dialami saat menulis teks anekdot

9)     Siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru atas pernyataan mereka tentang hambatan dalam menulis teks anekdot dan hasil observasinya pada saat siswa berdiskusi dan menulis.

10)  Siswa menyempurnakan kembali teks anekdotnya berdasarkan umpan balik dari guru

11)  Kelompok yang menulis teks anekdot terbaik mendapatkan penghargaan.

 

  1. Kegiatan Penutup

1)      Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran

2)      Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan

3)      Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran

 

Pertemuan Ketiga

  1. Kegiatan Pendahuluan

1)      Siswa menrespon salam dan pertanyaan dari guru berhubungan dengan kondisi dan pembelajaran sebelumnya

2)      Siswa menerima informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

3)      Siswa menerima informasi kompetensi, meteri, tujuan, manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanaka

  1. Kegiatan Inti

Eksplorasi

4)      Siswa Kedalaman pengetahuan dan kemampuan siswa tentang penyampaian anekdotsecara lisan dipancing oleh guru dengan memperlihatkan contoh atau model.

5)      Siswa menjawab pertanyaan guru tentang hal-hal yang berhubungan dengan penyampaian anekdot secara lisan berdasarkan model tersebut

Elaborasi

6)      Siswa berdiskusi menyimpulkan hal-hal yang harus diperhatikan saat menyampaikan anekdot secara lisan dan menyepakatinya sebagai rubrik penilaian.

7)      Siswa duduk kembali bersatu dengan kelompoknya masing-masing dengan posisi tempat duduk yang diatur ulang.

8)      Di dalam kelompoknya siswa berlatih menyampaikan anekdot yang sudah ditulisnya secara lisan dengan menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah dan konteks

9)      Siswa di kelompoknya berhitung. Lalu masing-masing siswa yang menyebutkan angka yang sama bersatu membentuk kelompok baru.

10)    Di dalam kelompok baru, secara bergantian masing-masing siswa menyampaikan anekdotnya secara lisan dengan menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah dan konteks

11)    Siswa yang lain mengapresiasi sesuai dengan rubrik yang sudah disepakati.

12)    Masing-masing kelompok menentukan dua anggota terbaiknya

13)    Perwakilan kelompok yang terbaik menyampaikan anekdotnya secara lisan di depan kelas dengan menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah dan konteks

14)    Semua siswa mengapresiasi temannya dan menentukan tiga siswa terbaik

Konfirmasi

15)    Siswa mendengarkan umpan balik dan penguatan dari guru

16)    Tiga siswa terbaik dalam penyampaian anekdot secara lisan mendapatkan penghargaan

 

  1. Kegiatan Penutup

1)      Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran

2)      Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan

3)      Siswa menyimak informasi mengenai rencana tindak lanjut pembelajaran

 

 

  1. Penilaian
    1. Penilaian proses

No

Aspek yang dinilai

Teknik Penilaian

Waktu Penilaian

Instrumen Penilaian

Keterangan

 

Religius

Pengamatan

Proses

 

Lembar Pengamatan

Hasil penilaian nomor 1 dan 2 untuk masukan pembinaan dan informasi bagi Guru Agama dan Guru PKn

 

Tanggung jawab

 

Peduli

 

Responsif

 

Santun

 

 

 

 

  1. Penilaian Hasil

Indikator Pencapaian Kompetensi

Teknik Penilaian

Bentuk Penilaian

Instrumen

Mengetahui struktur teks anekdot

Tes tertulis

Isian

1. Jelaskan struktur teks anekdot!

Mengetahui kaidah teks anekdot

Tes tertulis

Isian

  1. Sebutkan kaidah teks anekdot!

Memproduksi teks anekdot secara tulisan

Unjuk kerja

Keterampilan tertulis

  1. Pilihlah salah satu tema berikut ini (permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik). Kemudian, tulislah teks anekdot berdasarkan tema yang Anda pilih!

Memproduksi teks anekdot secara lisan

Unjuk kerja

Keterampilan tertulis

  1. Sampaikanlah anekdot yang telah Anda tulis secara lisan dengan mengunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah dan konteks!

 

Kunci Jawaban

  1. Struktur teks anekdot
    1. abstract,  berupa isyarat akan apa yang diceritakan berupa kejadian yangtidak lumrah, tidak  biasa, aneh, atau berupa rangkuman atas apa yang akan diceritakan ataudipaparkan teks;sifatnya opsional.-
    2. orientation, pendahuluan atau pembuka berupa pengelanalan tokoh, waktu,dan tempat.
    3. events, rangkaian kejadian/peristiwa.
    4. krisis, pemunculan masalah.
    5. reaction, tindakan atau langkah yang diambil untuk merespon masalah.
    6. coda, perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita; sifatnya opsional.
    7. reorientation, penutup—ungkapan-ungkapan yang menunjukkan ceritasudah berakhir.

 

  1. Kaidah teks anekdot
    1. Menggunakan waktu lampau, seperti: saya menemukannya semalam.
    2. Menggunakan pertanyaan retorika, seperti: Apakah kamu tahu?
    3. Menggunakan kata sambung (konjungsi) waktu, seperti: kemudian, setelah itu, dll.
    4. Menggunakan kata kerja, seperti: pergi, tulis, dll.
    5. Menggunakan kalimat perintah
    6. Menggunakan kalimat seru

Pedoman Penskoran

  1. Soal nomor 1

Aspek

Skor

Siswa menjawab benar semua

6

Siswa menjawab benar 6

5

Siswa menjawab benar 5

4

Siswa menjawab benar 4

3

Siswa menjawab benar 3

2

Siswa menjawab benar 2

1

SKOR MAKSIMAL

6

 

  1. Soal nomor 2

Aspek

Skor

Siswa menjawab benar semua

5

Siswa menjawab benar 5

4

Siswa menjawab benar 4

3

Siswa menjawab benar 3

2

Siswa menjawab benar 2

1

SKOR MAKSIMAL

5

 

  1. Soal nomor 3
 

Kunci/Kriteria jawaban/Aspek yang dinilai

Tingkat

Skor

 

Isi

  • Amat memahami; amat luas dan lengkap; amat terjabar; amat sesuai dengan kutipan.
  • Memahami; luas dan lengkap; terjabar; sesuai dengan kutipan, meskipun kurang terinci.
  • Memahami secara terbatas; kurang lengkap; kurang terjabar; kurang terinci.
  • Tidak memahami isi; tidak mengena.

 

Amat baik

 

Baik

 

Sedang

 

Kurang

 

27 – 30

 

22 – 26

 

17 – 21

 

13 – 16

 

Organisasi

  • Amat teratur dan rapi; amat jelas; kaya akan gagasan; urutan amat logis; kohesi amat tinggi.
  • Teratur dan rapi; jelas; banyak gagasan; urutan logis; kohesi tinggi.
  • Kurang teratur dan rapi; kurang jelas; kurang gagasan; urutan kurang logis; kohesi kurang tinggi.
  • Tidak teratur;   tidak jelas; miskin gagasan; urutan tidak logis; tidak ada kohesi.

 

Amat baik

 

Baik

 

Sedang

 

Kurang

 

18 –20

 

14 – 17

 

10 – 13

 

7 – 9

 

Kosakata dan Diksi

  • Amat luas; penggunaan amat efektif; amat menguasai pembentukan kata; pemilihan kata amat tepat.
  • Luas; penggunaan efektif; menguasai pembentukan kata; pemilihan kata yang tepat.
  • Terbatas; kurang efektif; kurang menguasai pembentukan kata; pemilihan kata kurang tepat.
  • Seperti terjemahan; tidak memahami pembentukan kata; tidak menguasai kata-kata.

 

Amat baik

 

Baik

 

Sedang

 

Kurang

 

18 –20

 

14 – 17

 

10 – 13

 

7 – 9

  1.  
 

Bahasa (Tata Bahasa dan Struktur)

  • Amat menguasai tata bahasa; amat sedikit kesalahan penggunaan dan penyusunan kalimat dan kata-kata.
  • Penggunaan dan penyusunan kalimat sederhana; sedikit kesalahan tata bahasa tanpa mengaburkan makna.
  • Kesulitan dalam penggunaan dan penyusunan kalimat sederhana; kesalahan tata bahasa yang mengaburkan makna.
  • Tidak menguasai penggunaan dan penyusunan kalimat ; tidak komunikatif.

 

Amat baik

 

Baik

Sedang

 

Kurang

 

 

22 – 25

 

18 – 21

11 – 17

 

5 – 10

 

Penulisan (Ejaan dan Tanda Baca)

  • Amat   menguasai kaidah penulisan kata dan ejaan.
  • Menguasai kaidah penulisan kata dan ejaan, dengan sedikit kesalahan.
  • Kurang menguasai kaidah penulisan kata dan ejaan, dengan banyak kesalahan.
  • Tidak menguasai kaidah penulisan kata dan ejaan, tulisan sulit dibaca.

 

Amat baik

Baik

Sedang

Kurang

 

 

5

4

3

2

 

Kerapian

  • Terbaca, bersih dan rapi.
  • Terbaca, bersih, tapi tidak rapi.
  • Terbaca, tidak bersih dan tidak rapi.
  • Tidak terbaca, tidak bersih, dan tidak rapi.

 

Amat baik

Baik

Sedang

kurang

 

5

4

3

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Soal nomor 4

HAL-HAL YANG DIAMATI

 

Kesesuaian

5… Sesuai dengan kaidah dan struktur

3… Sebagian sesuai dengan kaidah dan struktur

1… Tidak sesuai dengan kaidah dan struktur

Kelengkapan (ada bagian awal-tengah-akhir)

5… ada bagian awal-tengah- akhir

3 … Ada bagian awal-tengah atau tengah-akhir

Kelogisan

5……alasan mendukung pernyataan

3……alasan kurang mendukung pernyataan

1……alasan tidak mendukung pernyataan

Kelancaran dan Keruntutan

5… Tidak tersendat-sendat sehingga mudah diikuti

3… Beberapa kali tersendat-sendat/ berhenti untuk berpikir

1… Selalu berhenti untuk mengingat-ingat

Penggunaan Bahasa

5… Bahasa komunikatif dan sederhana, tidak menghafal

3… Struktur kalimat terlalu panjang sehingga sukar dipahami

1… Kalimat rumit dan tidak logis

Pelafalan dan Intonasi

5… Pelafalan jelas dan tepat, intonasi bervariasi

3… Pelafalan jelas dan tepat tetapi intonasi monoton

1… Pelafalan tidak jelas dan tepat, intonasi monoton

Penampilan

3… Gerakan tubuh bermakna dan mendukung isi

2… Beberapa gerakan kurang sesuai dengan isi

1… Banyak gerakan yang tidak wajar dan tidak sesuai dengan isi  

       artikel

 

  1. Sumber Belajar
  • Waluyo, Herman J. 2001. Apresiasi Puisi dan Pengajarannya. Jakarta: Gramedia
  • Contoh teks puisi
  • Panduan Lengkap Menulis Kreatif, penulis Didik Komaidi

 

Jakarta, Juni 2013

Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

 

 

Endang Kurniawan, M. Pd.

 

 

Lampiran 1 Lembar Pengamatan

 

LEMBAR PENGAMATAN SIKAP

 

Mata Pelajaran           :……………………………………………………………………………………..

Kelas/Semester          :……………………………………………………………………………………….

Tahun Ajaran              :……………………………………………………………………………………….

Waktu Pengamatan    : ………………………………………………………………………………..

 

Indikator perkembangan sikapreligius,tanggung jawab,peduli,responsif, dansantun

  1. BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukkan usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas
  2. MT (mulai tampak) jika menunjukkan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas tetapi masih sedikit dan belum ajeg/konsisten
  3. MB (mulai berkembang) jika menunjukkan ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten
  4. MK (membudaya) jika menunjukkan adanya usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten

 

Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

 

Nama Siswa

Religius

Tanggug jawab

Peduli

Responsif

Santun

BT

MT

MB

MK

BT

MT

MB

MK

BT

MT

MB

MK

BT

MT

MB

MK

BT

MT

MB

MK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan

1              = kurang

2              = sedang

3              = baik

4              = sangat baik

 

CONTOH RPP K-13

TUGAS 3

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

SEKOLAH                    : SMP NEGERI                   

MATA PELAJARAN     : MATEMATIKA

KELAS/SEMESTER     : VII / II ( DUA )

MATERI POKOK         : GARIS DAN SUDUT

ALOKASI WAKTU     : 3 x 5 JP

 

  1. Kompetensi Inti (KI)
  2. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
  3. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
  4. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
  5. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (mengguna-kan, mengurai, merangkai, modifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

 

  1. Kompetensi Dasar dan indikator pencapaiankompetensi

1.1        Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

2.1        Menunjukkan sikap logis, kritis, analitik, konsisten dan teliti, bertanggung jawab, responsif, dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah

2.2        Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika, yang terbentuk melalui pengalaman belajar.

3.12 Memahami berbagai konsep dan prinsip garis dan sudut dalam pemecahan masalah nyata.

Indikator Pencapaian :

3.12.1 Menjelaskan konsep titik, garis dan bidang

3.12.2 Menjelaskan kedudukan garis

3.12.3 Menjelaskan konsep sudut

3.12.4 Menjelaskan hubungan antar sudut

4.12 Menggunakan pola, konsep dan sifat-sifat terkait garis dan sudut dalam pembuktian matematis serta pemecahan masalah nyata

Indikator Pencapaian :

4.12.1    Menentukan hubungan antar garis

4.12.2       Menentukan hubungan antar sudut

 

  1. Tujuan pembelajaran

Melalui pembelajaran siswa dapat :

3.12.1.1 Menjelaskan konsep titik,garis dan bidang

3.12.2.1 Menjelaskan kedudukan garis

3.12.3.1 Menjelaskan konsep sudut

3.12.4.1 Menjelaskan hubungan antar sudut

4.12.1.1Menentukan hubungan antar garis

4.12.2.1 Menentukan hubungan antar sudut

 

  1. Materi pembelajaran
  • Konsep titik, garis dan bidang. (pengertian titik, garis dan bidang)
  • Kedudukan garis( garis yang saling sejajar, saling berpotongan, tegak lurus dan berimpit)
  • Konsep sudut (pengertian sudut, besar sudut dan ukuran sudut )
  • Jenis-jenis sudut (siku-siku, lancip, tumpul, lurus dan penuh)
  • Hubungan antar sudut (pengertian dari sudut berpenyiku dan sudut berpelurus, sudut yang saling bertolak

Belakang, sudut yang terbentuk oleh dua garis sejajar yang dipotong oleh garis lain, sudut- sudut sehadap, sudut-sudut dalam sepihak dan luar sepihak, sudut-sudut dalam berseberangan dan luar berseberangan)

 

  1. Metode pembelajaran

Model                    : Cooperative Learning tipe Example Non Example

Pendekatan           : Scientific

 

  1. Media,Alat,dan sumber pembelajaran
  2. Media                          : Laptop,OHP
  3. Alat/Bahan                  : Rol, busur, pensil, senter
  4. Sumber Belajar            : Buku Matematika Kelas VII Kemendikbud 2013

 

  1. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
  2. Pertemuan Ke satu

3.12.1    Menjelaskan konsep titik, garis dan bidang

 

 

  1. Pertemuan Kedua

3.12.2    Menjelaskan kedudukan garis

4.12.1    Menentukan hubungan antar garis

Pendahuluan :

  • Guru menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran
  • Guru mengajukan pertanyaan tentang materi konsep titik, garis dan bidang yang telah dipelajari
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran agar siswa dapat:
    • Menjelaskan kedudukan garis
      • Menentukan hubungan antar garis
    • Guru menyampaikan strategi pembelajaran yaitu model Kooperatif tipe Examples Non Examples

Kegiatan Inti :

  • Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 2-3 orang.
  • Guru mempersiapkan illustrasi/ gambar-gambar yang berhubungan dengan kedudukan garis.

 

 

 

 

 

 

Riski

Dayu

 

 

 

Amatilah peta diatas …?

Bantulah dayu dan riski agar sampai ke tujuan (lokasi kegiatan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Guru menampilkan gambar melalui OHP.
  • Guru memberikan arahan dan kesempatan kepada masing-masing kelompok untuk mengamati gambar yang ditampilkan.
  • Guru memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat pada gambar.
  • Melalui diskusi kelompok, setiap kelompok mengamati gambar, dan memperkirakan rute yang akan dilewati kemudian dari analisis gambar tersebut mereka mencatat pada kertas
  • Setiap kelompok diminta oleh guru untuk mempresentasikan hasil kerjanya.
  • Saat diskusi guru membimbing dan menjelaskan materi kedudukan garis dan hubungan dua garis.

 

 

Penutup :

  • Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan/ rangkuman materi yang telah dipelajari.
  • Guru melakukan refleksi
  • Guru memberikan tugas mandiri
  • Guru menyampaikan materi selanjutnya

 

 

  1. Penilaian
  2. Jenis / Teknik Penilaian                      : Tes tulis dan tes sikap
  3. Bentuk Instrumen dan instrumen       :
  4. PENILAIAN SIKAP

 

Lembar Penilaian Sikap

 

Bubuhkan tanda √pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

No

Nama Siswa

Sikap

Aktif

Bekerjasama

Toleran

1

2

3

1

2

3

1

2

3

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

1          : Kurang baik

2          : Baik

3                     : Sangat baik

 

 

 

 

 

 

 

  1. PENILAIAN TES TULIS

 

Soal:

 

  1. Perhatikan letak titik di bawah ini. Bentuklah sebanyak mungkin garis sejajar dan berimpit dari titik-titik yang diberikan.

 

  1. Perhatikan letak titik di bawah ini. Bentuklah sebanyak mungkin garis yang berpotongan dari titik-titik yang diberikan.

 

 

Q

L

K

P

O

                                                

N

M

 

  

  1. Pedoman Penskoran

No. Soal

Bobot

Alternatif   Jawaban Siswa

Tidak tepat

Kurang Tepat

Tepat

1

 

4

1-3

4-6

7-10

2

 

6

1-2

3-5

6-10

 

PENILAIAN UNJUK KERJA

PENILAIAN UNJUK KERJA

       

KI

Kompetensi Dasar

3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humanioradengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

3.11. Menganalisis persamaan kuadrat dalam berbagai bentuk penyajian masalah kontekstual

 

 

Uraian tugas:

  • Tugas ini dikerjakan secara individu.
  • Perhatikan rumus persamaan kuadrat . Dengan menggunakan rumus penyelesaian persamaan kuadrat, tentukan nilai
  • dan

Format Penilaian Unjuk Kerja

 

Mata Pelajaran/Kelas     : Matematika/ X

   Kompetensi Dasar           : Menganalisis persamaan kuadrat dalam berbagai bentuk penyajian masalah kontekstual

Indikator: Menurunkan rumus jumlah dan hasil kali akar persamaan kuadrat

    

Contoh-1: Format penilaian unjuk kerja dengan skala rentang (rating scale)

 

        

 

NO

 

 

Nama Siswa

 

Aspek yang dinilai

Kriteria penskoran

Pemanfaatan Konsep

Pemanfaatan algoritma

Kemampuan berkomunikasi

Kemampuan menjawab pertanyaan

Ketelitian hasil kerja

Skor yang dica-pai

Nilai

  • Skor 4 = tanpa kesalahan
  • Skor 3 = ada sedikit kesalahan
  • Skor 2 = ada banyak kesalahan
  • Skor 1 = tidak melakukan
  • Skor maksimal = 20
  • Skor minimal = 4
  • Jumlah skor dapat ditransfer ke nilai dengan skala 0 s.d. 100

Contoh: Nilai Dewi = 16:20 × 100 = 80,00

 

Dewi

4

4

3

3

2

16

80,00

2.

Hera

 

 

 

 

 

 

 

 

Yeni

 

 

 

 

 

 

 

 

Ismail

 

 

 

 

 

 

 

 

Mawar

 

 

 

 

 

 

 

 

Veri

 

 

 

 

 

 

 

7.

Ve

 

 

 

 

 

 

 

 

Dicky

 

 

 

 

 

 

 

 

Kia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Zanuba

 

 

 

 

 

 

 

 

Instrumen Penilaian Produk

 

KI

Kompetensi Dasar

3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humanioradengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

3.9. Mendeskripsikan berbagai bentuk ekspresi yang dapat diubah menjadipersamaan kuadrat

 

 

Alat dan bahan yang disiapkan:

1. Kertas karton berukuran

2. Penggaris                      3. Pensil               4. Gunting           5. Lem

 

 

Uraian Tugas:

Pak Ketut memiliki jaring jala sepanjang 60   m.   Ia   ingin   membuat   keramba   ikan gurami dan udang. Kedua keramba ikan dibuat berdampingan, seperti tampak pada gambar berikut.

 

Coba amati gambar keramba yang diinginkan dan renungkan beberapa pertanyaan

berikut.

1)   Bagaimana bentuk keramba yang direncanakan Pak Ketut?

2)   Adakah konsep dan prinsip matematika yang terkait untuk menentukan panjang

     keliling permukaan keramba?

3)   Adakah konsep dan prinsip matematika untuk menentukan luas daerah permukaan

     keramba ?

 

 

 

 

 

 

Format Penilaian Produk

 

Mata Pelajaran/Kelas     : Matematika/ X

Kompetensi Dasar           : 3.9. Mendeskripsikan berbagai bentuk ekspresi yang dapat diubah menjadipersamaan kuadrat

 

Indikator                               : Menterjemahkan persamaan kuadrat dalam kehidupan sehari-hari

 

No

Nama Siswa

Persi-apan

Proses Pembuatan Produk

Penilaian Akhir Produk

Skor yang dica-pai

Nilai

Keterangan

 

Dewi

1

3

2

6

0,86

Skor maks = 7

Skor min = 3

Jumlah skor dapat ditransfer ke nilai dengan skala 0 s.d. 100. Contoh: Nilai Dewi = 6 : 7× 100= 0,86

 

2.

Hera

 

 

 

 

 

 

Yeni

 

 

 

 

 

 

Ismail

 

 

 

 

 

 

Mawar

 

 

 

 

 

 

Veri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Zanuba

 

 

 

 

 

 

Kriteria penskoran:

 

Tahap

Aspek yang dinilai

Kriteria penskoran

Persiapan

Membuat denah kolam

Skor 1 = tidak mengerjakan

Skor 2= membuat denah kolam

 

Proses pembuatan Produk

Menentukan panjang dan lebar dalam variabel

Skor 1 = tidak mengerjakan

Skor 2= menentukan panjang dan lebar dalam bentuk variabel

Skor 3 = Menetukan rumus luas

Penilaian Akhir Produk

Terbentuknya persamaan kuadrat

Skor 1 = tidak mengerjakan

Skor 2= Terbentuknya persamaan kuadrat

 

 

LEMBAR PENILAIAN SIKAP

LEMBAR PENILAIAN SIKAP

Mata Pelajaran              : Matematika

Kelas/Semester             : X/2

Tahun Pelajaran: 2013/2014

 

Indikator sikap aktif dalam pembelajaran peluang

  1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran
  2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum ajeg/konsisten
  3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten

 

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.

  1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
  2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten.
  3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

 

Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.

  1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
  2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten.
  3. Sangat baik jika menunjukkansudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan ajeg/konsisten.

Bubuhkan tanda √pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

No

Nama Siswa

Sikap

Aktif

Bekerjasama

Toleran

1

2

3

1

2

3

1

2

3

1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

1          : Kurang baik

2          : Baik

3         : Sangat baik

 

Lembar Penilaian Tes Tertulis

  1. Tentukan Ruang sampel dari pelemparan 3 mata uang sekaligus
  2. Tentukanlah nilai peluang munculnya mata dadu berjumlah ganjil dari pelemperan dua buah dadu secara bersamaan

No. Soal

Bobot

Alternatif   Jawaban Siswa

Tidak tepat

Kurang Tepat

Tepat

1

4

0-3

4-6

7-10

2

6

1-2

3-5

6-10

 

MODEL SOAL PHB

MODEL PENILAIAN SD

BAHASA INDONESIA
Contoh Tes Lisan

Satuan Pendidikan : SD
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : I
Kompetensi dasar : Mengenal teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam dengan bantuan guru atau teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu pemahaman.

Memiliki kepedulian dan rasa ingin tahu terhadap keberadaan wujud dan sifat benda melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah

Indikator : 1. Siswa dapat menentukan huruf dalam kosakata untuk mendeskripsikan tubuh.
Siswa dapat menentukan urutan huruf yang membentuk kosakata deskripsi tubuh.
Siswa dapat menentukan urutan kata yang membentuk kalimat pola.
Siswa disiplin tidak mengganggu/ menyakiti orang lain dalam mengurutkan kartu tidak berebutan dalam menun-jukkan hasil

 


Tugas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Rubrik Penilaian

No. Aspek yang dinilai Skor
1 2 3
1 Ketepatan kata Hanya satu yang tepat 2 – 3 tepat Benar semua
(4 benar)
2 Ketepatan kalimat Hanya satu yang tepat 2 – 3 tepat Benar semua
(4 benar)
3 Kalimat lengkap (50% lebih tidak tepat) Sebagian besar tepat Semua tepat
4 Tanggung jawab dan percaya diri menangis, tidak mau mengerjakan Mengerjakan belum selesai Mengerjakan sampai selesai
5 Disiplin Mengganggu teman selama mengurutkan Tidak mengganggu tetapi melaksanakan tidak sesuai prosedur Melakukan sesuai prosedur dan tidak mengganggu teman
Skor maksimum 15

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”15″ ” “´” 100″


Contoh Tes Praktik

Satuan Pendidikan : SD
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : I
Kompetensi dasar : 3.2 Menyampaikan teks cerita diri/personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah

Memiliki rasa percaya diri terhadap keberadaan tubuh melalui pemanfaatan bahasa Indonesia dan/atau bahasa daerah
.
Indikator : 1. Siswa . mampu menceritakan data diri dengan isi yang lengkap
2. Siswa dapat menceritakan data diri menggunakan kalimat sederhana yang lengkap
3. Siswa dapat percaya diri menyampaikan, disiplin mendengarkan teman lain, tidak berebutan untuk maju

Tugas

 

 

 

 

 

 


Rubrik Penilaian

No. Aspek yang dinilai Skor
1 2 3
1 Kelengkapan isi (nama, alamat, nama ayah, nama ibu, nama saudara) Hanya menyebutkan satu unsur identitas Menyebutkan 2 unsur Lebih 2 unsur
2 Lafal tepat Banyak yang tidak tepat (50% lebih tidak tepat) Sebagian besar tepat Semua lafal tepat
3 Kalimat lengkap (50% lebih tidak tepat) Sebagian besar tepat Semua tepat
4 Percaya diri menangis, tidak mau maju, Mau maju teapi menunduk Maju dan menatap ke depan dalam menceritakan
5 Disiplin Tidak mau mendengarkan teman yang bercerita Kadang mendengar kadang melakukan kegiatan lain Mendengarkan sampai selesai
6 Santun Berebut untuk maju dan mengganggu teman lain Tidak berebut tetapi mengganggu teman Tidak mengganggu teman lain ketika bermain di lingkaran dan berkata dengan santun

Kriteria
Lulus KD 3.2 jika siswa mencapai skor 6 atau lebih dengan skor maksimum 9 (Aspek no. 1, 2, dan 3)

Contoh Penilaian Portofolio

Satuan Pendidikan : SD
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : I
Kompetensi dasar : 4.1 Mengamati dan menirukan teks deskriptif tentang anggota tubuh dan pancaindra, wujud dan sifat benda, serta peristiwa siang dan malam secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
4.2 Mempraktikkan teks arahan/petunjuk tentang merawat tubuh serta kesehatan dan kebugaran tubuh secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
4.3 Menyampaikan teks terima kasih mengenai sikap kasih sayang secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian
4.4 Menyampaikan teks cerita diri/personal tentang keluarga secara mandiri dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis yang dapat diisi dengan kosakata bahasa daerah untuk membantu penyajian

Tujuan Portofolio : 1. Mengamati perkembangan kemampuan menulis permu-laan (meniru)
2. Mengamati perkembangan kemampuan menulis berbagai teks ( deskripsi, prosedur, cerita, terima kasih)

Tugas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubrik Penilaian

No. Aspek yang dinilai Skor
1 2 3
1 Kelengkapan isi portofolio (menyalin teks deskripsi, prosedur, dan cerita diri) menyalin 1 tulisan menyalin 2 tulisan menyalin semua
(3 teks)
2 Kelengkapan isi portofolio menulis/ melengkapi teks deskripsi, prosedur, cerita diri melengkapi/ menyusun 1 teks Menyusun 2 teks Melengkapi menyusun semua teks
(3 teks)
3 Ketepatan bentuk huruf/ keterbacaan tulisan yang disalin/ ditiru (50% lebih tidak tepat) dan terbaca sebagian besar tepat dan terbaca Semua tepat dan terbaca
4 Ketepatan bentuk huruf/ keterbacaan tulisan yang dihasilkan dari melengkapi teks deskripsi, prosedur, dan cerita diri (50% lebih tidak tepat) dan terbaca sebagian besar tepat dan terbaca Semua tepat dan terbaca
5 Disiplin mengerjakan pada tanggal ditugaskan Sebagian kecil tidak sesuai tanggal yang ditugaskan Sebagian besar sesuai Semua tugas sesuai tanggal ditugaskan
6 Kebersihan dan kerapian Portofolio kotor dan tidak rapi Bersih tapi kurang rapi Bersih dan rapi
Skor maksimum 18

PENYIMPULAN PORTOFOLIO
16 – 18 = kategori sangat memuaskan (LUAR BIASA)
12 – 15 = kategori memuaskan (HEBAT)
9 – 12 = kategori baik ( BAIK)
4 – 8 = kategori cukup (LUMAYAN)
1 – 3 = kategori kurang (PERLU USAHA)


PERKEMBANGAN KEMAMPUAN MENYALIN (MENULIS PERMULAAN)
kemampuan menyalin tulisan berkembang pesat, bentuk huruf semakin tepat, keterbacaan semakin baik
kemampuan menyalin tulisan berkembang baik, bentuk huruf semakin tepat, keterbacaan semakin baik
kemampuan menyalin tulisan mulai berkembang , bentuk huruf mulai tepat, tulisan mulai terbaca
kemampuan menyalin tulisan belum tampak berkembang, bentuk huruf belum tepat,

PERKEMBANGAN KEMAMPUAN MENULIS (MENULIS PERMULAAN)
Perkembangan kemampuan melengkapi/melanjutkan berkembang pesat, bentuk huruf semakin tepat, keterbacaan semakin baik, isi semakin lengkap
Perkembangan kemampuan melengkapi/melanjutkan berkembang baik, bentuk huruf semakin tepat, keterbacaan semakin baik, isi semakin lengkap
Perkembangan kemampuan melengkapi/melanjutkan mulai berkembang, bentuk huruf mulai tepat, tulisan mulai terbaca, isi mulai lengkap

PROFIL SIKAP DALAM PORTOFOLIO
Rapi dan disiplin mengerjakan serta dengan kemandirian tinggi
Cukup rapi, cukup disiplin mengerjakan serta dengan cukup mandiri dalam pengerjaan
Kurang rapi, kurang disiplin mengerjakan serta dengan cukup mandiri
Kurang rapi, kurang disiplin mengerjakan serta dengan kurang mandiri

HASIL KARYA YANG AKAN DIJADIKAN PORTOFOLIO
Menyalin/ menirukan teks deskripsi dengan bentuk huruf yang tepat dan terbaca
Melengkapi / melanjutkan teks deskripsi anggota tubuh
Melengkapi teks prosedur cara merawat anggota tubuh atau panca indera

MATEMATIKA
Contoh Penilaian Proyek

Satuan Pendidikan : SD
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : IV
Tema : Indahnya Kebersamaan
Kompetensi dasar : 3.7. Menentukan kelipatan persekutuan dua buah bilangan dan menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK)
4.2 Mengemukakan kembali dengan kalimat sendiri, menyatakan kalimat matematika dan memecahkan masalah dengan efektif permasalahan yang berkaitan dengan KPK dan FPB, satuan kuantitas, desimal dan persen terkait dengan aktivitas sehari-hari di rumah, sekolah, atau tempat bermain serta memeriksa kebenarannya.
2.4 Menunjukkan perilaku disiplin dan teratur dalam membuat dan mengikuti suatu jadwal kegiatan yang berulang dan efektif menggunakan prinsip KPK dalam kalender
2.5 Menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawab menjaga kerapian dan kebersihan kelas berdasarkan jadwal berulang yang tepat menggunakan prinsip KPK dalam kalender (misal jadwalpiket, Pramuka dll)

Indikator : 1. Siswa dapat menentukan kelipatan persekutuan dua buah bilangan.
Siswa dapat menentukan kelipatan terkecil (KPK) dari dua buah bilangan.
Siswa dapat menjelaskan cara menentukan KPK dari dua buah bilangan.
Siswa dapat menyajikan korespondensi dengan tepat dan mudah terbaca.
Siswa dapat menyajikan hasil yang sesuai dengan jenis data.
Siswa dapat menyajikan data dengan rapi dan tulisan jelas.
Siswa dapat menyelesaikan hasil karya penyelesaian tugas bukan hasil menyontek.
Siswa dapat menyerahkan hasil penyelesaian tugas sesuai waktu yang ditentukan atau disepakati.


Tugas

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Kriteria Penilaian:

Aspek
yang Dinilai Skor
1 2 3 4
Data Tidak ada korespondensi antara waktu renang 2 orang (kakak dan adik)

Ada korespondensi antara waktu renang tetapi belum mencakup seluruh bagian data Ada korespondensi antara waktu renang tetapi masih ada data yang salah
Ada korespondensi antara waktu renang dengan data lengkap dan tepat

Pembuatan tabel Terdapat banyak kesalahan dalam perhitungan Ada beberapa kesalahan teknis dalam perhitungan yang berpengaruh pada pembuatan tabel Terjadi kesalahan teknis dalam perhitungan namun tidak berpengaruh pada tabel data Tidak ada kesalahan perhitungan
Pelaporan Penjelasan tidak benar dan kalimat-kalimatnya sulit dipahami. Penjelasan benar namun tidak runtut serta kalimat-kalimatnya sulit dipahami Penjelasan benar, runtut, dan kalimat kalimatnya mudah dipahami Penjelasan benar, runtut, dan menunjukkan pemahaman komperhensif tentang menentukan KPK, serta klimat-kalimatnya mudah dipahami
Skor maksimum 12

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”12″ ” “´” 100″

Contoh Penilaian Portofolio
Berdasarkan hasil penilaian proyek, maka dapat dilakukan penilaian portofolio.

No. Kegiatan Tanggal penyelesaian Judul Karya Catatan Guru
(Umpan balik) Skor
1. Penyajian data 22-1-2013 Penyajian data kegiatan renang kakak dan adik Agus Masih ada kesalahan perhitungan yang berpengaruh pada data Tingkat 2/ skor 60
2. Penyajian data 29-1-2013 Penyajian data kegiatan renang kakak dan adik Dewi Masih ada kesalahan perhitungan namun tidak berpengaruh pada data Tingkat 3/ skor =80
3. Penyajian data 5-2-2013 Penyajian data kegiatan renang kakak dan adik Dede Ejaan pada beberapa kalimat perlu diperbaiki Tingkat 4/ skor = 95


Contoh Penilaian Proyek

Satuan Pendidikan : SD
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : I
Kompetensi dasar : 3.10 Membandingkan dengan memperkirakan berat suatu benda menggunakan istilah sehari-hari (lebih berat, lebih ringan)
Indikator : 1. Siswa dapat membandingkan ringan atau berat benda dari beberapa benda yang diberikan.
2. Siswa dapat membandingkan besar atau kecil benda dari beberapa benda yang diberikan.
3. Siswa dapat menyusun beberapa benda yang diberikan berdasarkan ringan dan beratnya benda.
4. Siswa dapat menyusun beberapa benda yang diberikan berdasarkan besar atau kecilnya

Rubrik Penilaian
Aspek
yang Dinilai Skor
1 2 3 4
Membandingkan ringan dan berat benda. Tidak dapat membandingkan ringan dan berat benda Sudah dapat membandingkan ringan dan berat benda≤ 50% benar. Sudah dapat membandingkan ringan dan berat benda> 50% benar. Sudah dapat membandingkan ringan dan berat benda 75% benar.
Membandingkan kecil dan besar benda. Tidak dapat membandingkan benda yang kecil dan besar. Sudah dapat membandingkan benda yang kecil dan besar ≤ 50% benar. Sudah dapat membandingkan benda yang kecil dan besar> 50% benar. Sudah dapat membandingkan benda yang kecil dan besar 75% benar.
Menyusun benda dari yang ringan sampai dengan yang berat. Tidak dapat menyusun benda dari yang terringan sampai terberat Sudah dapat menyusun benda dari yang terringan sampai terberat ≤ 50% benar. Sudah dapat menyusun benda dari yang terringan sampai terberat > 50% benar. Sudah dapat menyusun benda dari yang terringan sampai terberat > 75% benar.
Menyusun benda dari kecil ke besar. Tidak dapat menyusun benda dari yang terkecil sampai terbesar. Sudah dapat menyusun benda dari yang terkecil sampai terbesar ≤ 50% benar. Sudah dapat menyusun benda dari yang terkecil sampai terbesar > 50% benar. Sudah dapat menyusun benda dari yang terkecil sampai terbesar > 75% benar.
Skor maksimum 16
“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”16″ ” “´” 100″
MODEL PENILAIAN SMP

BAHASA INDONESIA
Contoh Tes Tulis

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : VII
Kompetensi dasar : 3.2. Membedakan teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek baik melalui lisan maupun tulisan.
Indikator : 1. Disajikan teks observasi dan teks deskripsi, siswa dapat membedakan stuktur isi kedua teks.
Disajikan teks observasi dan teks deskripsi, siswa dapat membedakan isi kedua teks.
Disajikan teks observasi dan teks deskripsi, siswa dapat membedakan penggunaan kalimat kedua teks.
Disajikan teks observasi dan teks deskripsi, siswa dapat membedakan pilihan kata kedua teks.

Soal

Bacalah kedua teks berikut!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubrik Penilaian
No. Aspek
yang dinilai Skor
1 2 3
1 Ketepatan perbedaan teks observasi dan teks deskripsi dari segi struktur teks
Belum menemukan perbedaan struktur Menemukan perbedaan struktur teks observasi dan teks deskripsi secara tepat Menemukan perbedaan struktur teks observasi dan teks deskripsi dengan bukti secara tepat
2 Ketepatan perbedaan teks observasi dan teks deskripsi dari segi segi isi Belum menemukan perbedaan isi Menemukan perbedaan teks observasi dan teks deskripsi dari segi isi Menemukan perbedaan isi teks observasi dan teks deskripsi dengan bukti
3 Ketepatan perbedaan teks observasi dan teks deskripsi dari segi segi penggunaan bahasa (kalimat dan pilihan kata) Belum menemukan perbedaan penggunaan bahasa Menemukan perbedaan teks observasi dan deskripsi dari segi penggunaan bahasa Menemukan perbedaan penggunaan bahasa teks observasi dan teks deskripsi dengan bukti
Skor maksimum 9

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”9″ ”  100″

Contoh Observasi

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : VII
Kompetensi dasar : 2.1 Memiliki perilaku jujur, tanggung jawab, dan santun dalam menanggapi secara pribadi hal-hal atau kejadian berdasarkan hasil observasi.

Indikator : 1. Siswa dapat menyelesaikan tugas membaca dengan sungguh-sungguh dan tepat waktu (tanggung jawab)
2. Siswa dapat menanggapi simpulan perbedaan yang disampaikan teman dengan menggunakan intonasi dan pilihan kata yang tidak menyinggung orang lain (santun)
3. Siswa dapat mendeskripsikan hasil perbedaan karya sendiri (jujur)
4. Siswa dapat menerima masukan dan merevisi berdasarkan hasil telaah (santun)

Lembar Pengamatan

Aspek Sikap Deskriptor Hasil Pengamatan
Ya Tidak
Tanggung jawab Menyelesaikan tugas membaca dengan sungguh-sungguh dan tepat waktu
Santun Menanggapi simpulan perbedaan yang disampaikan teman dengan menggunakan pilihan kata yang tidak menyinggung orang lain
Jujur Mendeskripsikan perbedaan dengan usaha sendiri (tidak mencontek)
Mau menerima kritik dan mengritik sesuai fakta

Aspek yang Dinilai Hasil Pengamatan
BT MT MK
Membaca dengan tekun (tanggung jawab)
Membandingkan struktur teks dengan apa adanya
Menanggapi perbedaan kedua teks dengan pilihan kata yang tidak menyinggung perasaan

BT = Belum teramati, MT = Mulai teramati, MK = Makin konsisten

Contoh Penilaian Proyek

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : VII
Kompetensi dasar : 4.2 Menyusun teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan.
2.1 Memiliki perilaku jujur, tanggung jawab, dan santun dalam menanggapi secara pribadi hal-hal atau kejadian berdasarkan hasil observasi.

Indikator : 1. Disajikan ilustrasi tugas pengamatan siswa dapat menulis teks observasi dengan bagian-bagian secara lengkap sesuai struktur teks observasi (judul, klasifikasi umum, rincian deskripsi)
2. Disajikan ilustrasi tugas pengamatan siswa dapat menulis judul, klasifikasi umum, rincian deskripsi dengan isi yang sesuai hasil pengamatan
3. Disajikan ilustrasi tugas pengamatan siswa dapat menulis judul, klasifikasi umum, rincian deskripsi dengan kalimat dan pilihan kata secara tepat
4. Disajikan ilustrasi tugas pengamatan siswa dapat menulis judul, klasifikasi umum, rincian deskripsi dengan tanda baca dan ejaan secara tepat

Tugas

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubrik penilaian proyek

No. Aspek yang Dinilai Kriteria Skor
1. Judul Judul sudah memunculkan ciri khas dari sesuatu yang hendak diinformasika ……………………………
1
2. Klasifikasi Umum Ada klasifiaksi umum berisi pengenalan fenomena benda yang akan dibicarakan dengan menyertakan pernyataan umum yang menerangkan subjek laporan, keterangan, dan klasifikasinya ……………

3
3. Rincian Unsur-unsur deskripsi lengkap ………………………..
Unsur-unsur deskripsi (ciri fisik, asal muasal, perkembangan motif, perkembangan corak/warna, jenis, teknik) diuraikan secara rinci dan mendalam ……………………………………………..
1

2
4. Keterpaduan wacana Antara paragraf satu dengan paragraf berikutnya berkaitan ditandai oleh keterkaitan isi ………………
1
5. Struktur kalimat Tidak ada kesalahan struktur kalimat ………………. 1
6. Pilihan kata Pilihan kata baku dan menggunakan istilah-istilah teknis (dalam bidang tertentu) ………………
1
7. Ketepatan penulisan ejaan dan tanda baca Ketepatan dalam penulisan ejaan dan tanda baca
2 = terdapat 1 – 3 kesalahan
1 = terdapat lebih dari 3 kesalahan 2
Skor maksimum 12

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”12″ ”  100″


Rubrik Observasi

No. Aspek Sikap Indikator Sikap Hasil Pengamatan
Ya Tidak
1 Perencanaan dengan penuh tanggung jawab Dengan tekun merencanakan objek yang diamati
Menentukan rincian aspek yang akan diamati dengan cermat
2 Pelaksanaan tugas dengan penuh tanggung jawab Mengamati objek dengan sungguh-sungguh

3 Pelaksanaan dengan penuh kejujuran Benar-benar melaksanakan tugas observasi
Mencatat hasil observasi apa adanya (sesuai fakta)
Skor maksimum 5

Untuk setiap indikator sikap, beri skor 1 jika teramati “Ya”, dan beri skor 0 jika teramati “Tidak”.

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”5″ ”  100″

 

 


Contoh Penilaian Diri

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : VII
Kompetensi dasar : 2.1 Memiliki perilaku jujur, tanggung jawab, dan santun dalam menanggapi secara pribadi hal-hal atau kejadian berdasarkan hasil observasi.
4.2 Menyusun teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan cerita pendek sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan.

Indikator : 1. Siswa dapat menyelesaikan tugas mengamati objek dengan sungguh-sungguh dan tepat waktu
2. Siswa dapat menanggapi laporan penulisan teks hasil observasi sesuai dengan menggunakan intonasi dan pilihan kata yang tidak menyinggung orang lain
3. Siswa dapat mendeskripsikan teks hasil observasi karya sendiri
4. Siswa dapat menerima masukan dan merevisi berdasarkan hasil telaah teman

Rubrik Penilaian Diri

No. Sikap Indikator Sikap Hasil Pengamatan
Ya Tidak
1 Tanggung jawab Saya melakukan observasi dengan penuh konsentrasi
Saya melakukan observasi dengan tahapan yang disepakati
Saya menyelesaikan tugas menulis hasil observasi sampai selesai
2 Jujur Saya mendapatkan data observasi tanpa menyontek data teman
Saya menyusun laporan sesuai data hasil observasi tanpa mengurangi dan melebihi
Saya membuat laporan dengan pilihan kata dan kalimat yang saya susun sendiri
3 Santun Sebelum menanggapi laporan teman, terlebih dahulu saya mengacungkan tangan untuk meminta kesempatan menanggapi
Saya menanggapi laporan teman dengan intonasi datar dan ekpresi wajah ramah
Saya menanggapi laporan teman dengan kata-kata yang tidak menyinggung teman
Skor maksimum 9
Untuk setiap indikator sikap, beri skor 1 jika teramati “Ya”, dan beri skor 0 jika teramati “Tidak”.

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”9″ ”  100″

 


MATEMATIKA
Contoh Penilaian Praktik

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : VII
Kompetensi dasar : 3.11 Memahami teknik penataan data dari dua variabel menggunakan tabel, grafik batang, diagram lingkaran, dan grafik garis

Indikator : Siswa dapat menggambar grafik garis

Soal

 

 

 

 

 

 

Jawaban

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubrik/Kriteria Penilaian
Kriteria Skor
Grafik yang digambar benar
Data yang dihimpun dari soal benar
Penjelasan tertulisnya mudah dipahami
Penjelasanya komunikatif 3
Grafik yang digambar benar
Data yang dihimpun dari soal benar
Penjelasan tertulisnya kurang dapat dipahami
Penjelasanya kurang komunikatif 2
Grafik yang digambar salah
Data yang dihimpun dari soal benar
Penjelasan tertulisnya kurang dapat dipahami
Penjelasanya kurang komunikatif 1
Grafik yang digambar salah
Data yang dihimpun dari soal salah
Penjelasan tertulisnya sulit dapat dipahami
Penjelasanya tidak komunikatif 0
Skor maksimum 3

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”3″ ”  100″

Contoh Penilaian Portofolio

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : VII
Kompetensi dasar : 4.8 Mengumpulkan, mengolah, menginterptetasi dan menyajikan data hasil pengamatan dalam bentuk tabel, diagram dan grafik

Indikator : 1. Siswa dapat mengumpulkan data hasil pengamatan tentang peristiwa/kejadian di lingkungan sekitar (mencacah kendaraan lewat)
2. Siswa dapat mengumpulkan data menggunakan kuesioner/isian tentang usia, tempat dan tanggal lahir, jumlah saudara dll

Jenis Portofolio : Individual dengan input dan bantuan kelompok kooperatif
Tujuan Portofolio : Memantau perkembangan kemampuan, keterampilan, dan komunI-kasi matematika

Tugas

 

 

 

 

 

 

 


Rubrik Penilaian

Nama siswa : …………………………………………………
Kelas : ………………………………………………….

No Kategori Skor Alasan
1 1. Apakah portofolio lengkap dan sesuai dengan rencana?
2 2. Apakah lembar isian dan lembar kuesioner yang dibuat sesuai?
3 3. Apakah terdapat uraian tentang prosedur pengukuran/pengamatan yang dilakukan?
4 Apakah isian hasil pengukuran/pengamatan dilakukan secara benar?
5. Apakah data dan fakta yang disajikan akurat?
6. Apakah interpretasi dan kesimpulan yang dibuat logis?
7. Apakah tulisan dan diagram disajikan secara menarik?
8. Apakah bahasa yang digunakan untuk menginterpretasikan lugas, sederhana, runtut dan sesuai dengan kaidah EYD?
Jumlah

Kriteria:
5 = sangat baik, 4 = baik, 3 = cukup, 2 = kurang, dan 1 = sangat kurang

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”40″ ”  100″


Contoh Tes Tulis

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : VII
Kompetensi dasar : 4.8 Mengumpulkan, mengolah, menginterptetasi dan menyajikan data hasil pengamatan dalam bentuk tabel, diagram dan grafik

Indikator : Siswa dapat menentukan rerata data tunggal

Soal

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Pedoman Penskoran

No. Kunci Jawaban Skor
1.

 

 

 

 

 

Banyak siswa = 30 ………………………………………………………………

Isi kolom (f.x) (ada 7) ………………………………………………………………..

Rerata = (f.x) : f
= (429 : 30) …………………………………………………………………….
= 14,3 …………………………………………………………………..

 

 

 

 

 

1

7

1
1

Skor Maksimum 10

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”10″ ”  100″

 


Contoh Penilaian Proyek

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : VII
Kompetensi dasar : 4.8 Mengumpulkan, mengolah, menginterptetasi dan menyajikan data hasil pengamatan dalam bentuk tabel, diagram dan grafik

Indikator : Siswa dapat mengumpulkan data hasil pengukuran tinggi dan berat badan

Tugas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Format Penilaian Proyek

No. Nama Siswa Aspek yang dinilai
Tahap Persiapan Tahap Pelaksanaan Tahap pelaporan Skor Perolehan Nilai
1 Dewi 4 4 3 11 91,6
2 Budi
3 Cicha
4 Deni
5 Eko
.
.
.
.
.
.
.
.
.
32 Zaenab
Kriteria:
4 = tanpa kesalahan
3 = ada sedikit kesalahan
2 = ada banyak kesalahan
1 = tidak melakukan

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”12″ ”  100″

Contoh:
Skor perolehan Dewi = 11, maka nilai Dewi = “11 ” /”12″ ”  100 = 91,6″

 

 


Contoh Penilaian Teman Sebaya

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : VII
Kompetensi dasar : 2.3 Menunjukkan perilaku jujur dan bertanggung jawab sebagai wujud imple-mentasi kejujuran dalam melaporkan data hasil pengamatan

Indikator : Siswa tidak meniru (menyontek) hasil kerja teman ketika membuat laporan

Instrumen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Contoh Penilaian Diri

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : VII
Kompetensi dasar : 2.3 Memiliki sikap terbuka, santun, objektif, menghargai pendapat dan karya te-man dalam interaksi kelompok maupun aktivitas sehari-hari

Indikator : Bersikap santun, menghargai pendapat dan karya teman lain selama interaksi di kelas

Instrumen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)
Contoh Tes Tulis

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : IPA
Kelas : VII
Kompetensi dasar : 3.2 Mengidentifikasi ciri hidup dan tak hidup dari benda-benda dan makhluk hidup yang ada di lingkungan sekitar

Indikator : Siswa dapat membedakan pertumbuhan antara tumbuhan dengan hewan

Soal

 

 

 

Kunci Jawaban: B

 


Contoh Penilaian Praktik

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : IPA
Kelas : VII
Kompetensi dasar : Melakukan percobaan sederhana untuk menyelidiki proses fotosintesis pada tumbuhan hijau.

Indikator : Melalui Praktikum fotosintesis, siswa dapat membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amylum

CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN UNJUK KERJA
BENTUK PRAKTIKUM

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubrik Penilaian

No. Aspek
yang Dinilai Skor
1 2 3
1 Rangkaian alat Rangkaian alat tidak benar Rangkaian alat benar, tetapi tidak rapi atau tidak memperhatikan keselamatan kerja Rangkaian alat benar, rapi, dan memperhatikan keselamatan kerja
2 Pengamatan Pengamatan tidak cermat Pengamatan cermat, tetapi mengandung interpretasi Pengamatan cermat dan bebas interpretasi
3 Data yang diperoleh Data tidak lengkap Data lengkap, tetapi tidak terorganisir, atau ada yang salah tulis Data lengkap, terorganisir, dan ditulis dengan benar
4 Kesimpulan Kesimpulan tidak benar atau tidak sesuai tujuan Sebagian kesimpulan ada yang salah atau tidak sesuai tujuan Semua kesimpulan benar atau sesuai tujuan
Skor maksimum 12

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”12″ ”  100″


Contoh Observasi

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : IPA
Kelas : VII
Kompetensi dasar : 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan pengamatan, percobaan, dan berdiskusi.

Indikator : 1. Siswa tidak meniru (menyontek) data/pekerjaan teman ketika melakukan percobaan/eksperimen
2. Siswa tidak meniru (menyontek) hasil kerja teman ketika membuat laporan
3. Siswa teliti dalam melakukan pengamatan
4. Siswa bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilaksanakan dalam pengamatan
5. Siswa mau bercerita tentang kesulitan untuk menerima pendapat teman
6. Siswa mau menerima masukan/saran dari orang lain
Rubrik Penilaian

Beri tanda centang (√) sesuai dengan hasil pengamatan terhadap siswa
No. Aspek yang Diamati Hasil Pengamatan
Ya Tidak
1 Siswa tidak meniru (menyontek) data/pekerjaan teman ketika melakukan percobaan/eksperimen
2 Siswa tidak meniru (menyontek) hasil kerja teman ketika membuat laporan.
3 Siswa teliti dalam melakukan pengamatan
4 Siswa bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilaksanakan dalam pengamatan
5 Siswa mau bercerita tentang kesulitan untuk menerima pendapat teman
6 Siswa mau menerima masukan/saran dari orang lain
Skor Maksimum 6
Untuk setiap aspek yang diamati, beri skor 1 jika teramati “Ya”, dan beri skor 0 jika teramati “Tidak”.

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”6″ ”  100″

Contoh Penilaian Praktik

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : IPA
Kelas : VII
Kompetensi dasar : 4.6 Menyajikan hasil pengukuran terhadap besaran-besaran pada diri, makhluk hidup, dan lingkungan fisik dengan menggunakan satuan tak baku dan satuan baku

Indikator : Siswa dapat membuat neraca sederhana

Tugas

 

 

 

 

 

 


Rubrik Penilaian

No. Aspek yang Dinilai Skor
4 3 2 1
1 Kemampuan Perencanaan Jika laporan perencanaan lengkap dan rinci Jika laporan perencanaan lengkap tetapi tidak rinci Jika laporan perencanaan kurang lengkap Jika laporan perencanaan salah
2 Kemampuan merancang alat Jika rancangan jelas dan sistimatis Jika rancangan jelas tetapi tidak sistimatis Jika rancangan tidak jelas dan kurang sistimatis Jika rancangan salah
3 Kemampuan merakit alat Jika hasil rakitan alat bagus dan berfungsi dengan baik Jika hasil rakitan alat kurang bagus tetapi berfungsi dengan baik Jika hasil rakitan alat bagus tetapi kurang berfungsi Jika hasil rakitan alat tidak berfungsi dengan baik
4 Kemampuan melaporkan hasil Jika hasil pelaporan rinci dan berurutan Jika hasil pelaporan rinci tetapi tidak berurutan Jika hasil pelaporan tidak rinci dan tidak berurutan Jika hasil pelaporan salah
Skor maksimum 16

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”16″ ”  100″


Contoh Penilaian Praktik

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : IPA
Kelas : VII
Kompetensi dasar : 4.5 Melakukan pemisahan campuran berdasarkan sifat fisika dan kimia

Indikator : 1. Siswa dapat membuat minyak goreng dari santan kelapa

Tugas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Rubrik Penilaian

No. Aspek yang Dinilai Skor
1 2 3 4
1 Urutan kerja Jika urutan kerja tidak ditulis Jika urutan kerja ditulis tetapi salah Jika urutan kerja ditulis tetapi tidak lengkap Jika urutan kerja ditulis lengkap dan benar
2 Laporan kegiatan Jika laporan kegiatan tidak dibuat Jika laporan kegiatan dibuat tetapi salah Jika laporan kegiatan dibuat tetapi tidak lengkap Jika laporan kegitan dibuat lengkap dan benar
3 Hasil produk Jika produk tidak berhasil Jika produk yang dihasilkan kotor Jika produk yang dihasilkan mendekati sempurna Jika produk yang dihasilkan sempurna (jernih)
Skor maksimum 12

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”12″ ”  100″


Contoh Penilaian Portofolio

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : IPA
Kelas : VII
Kompetensi dasar : 4.1, 4.2, 4.3, 4.4, 4.5, 4.6

Indikator : Siswa dapat membuat portofolio seluruh hasil karya dan kegiatan dalam 1 semester.

Tugas

 

 

 

 

 

 

 


Contoh Penilaian Teman Sebaya

Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : IPA
Kelas : VII
Kompetensi dasar : 2.2 Menunjukkan perilaku bijaksana dan bertanggungjawab dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam memilih penggunaan bahan kimia untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Indikator : Siswa dapat melakukan penilaian antar teman

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Rubrik Penilaian

No. Perilaku Skore
1 2 3
1 Bertanggung jawab dalam kegiatan belajar Jika kurang aktif dan tidak bertanggung jawab terhadap tugasnya Jika aktif tetapi tidak bertanggung jawab terhadap tugasnya 3 jika aktif dan bertanggung jawab terhadap tugasnya
2 Mengutamakan keselamatan dalam penggunaan alat dan bahan Jika tidak menjaga keselamatan kerja dan tidak memelihara alat dan bahan Jika kurang menjaga keselamatan kerja dan kurunag memelihara alat dan bahan Jika selalu menjaga keselamatan kerja dan memelihara alat dan bahan
3 Menjaga kebersihan lingkungan Jika tidak menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah sembarangan Jika kurang menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah pada tempatnya Jika selalu menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya
Skor maksimum 9

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”9″ ”  100″

 

 

 


MODEL-MODEL PENILAIAN SMA

BAHASA INDONESIA
Contoh Tes Tulis

Satuan pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : X
Kompetensi dasar : 3.1 Memahami struktur dan kaidah teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan.

Indikator : 1. Disajikan teks anekdot, siswa dapat menjelaskan isi stuktur teks anekdot yang berupa:
abstrak,
orientasi,
krisis,
respons,
koda.

Menentukan ciri bahasa teks anekdot berupa:
pertanyaan retoris,
proses material,
konjungsi temporal.

Materi : Anekdot

Soal

Cermati teks anekdot berikut!

Beras Warisan Sang Istri
Lebih dari empat puluh tahun hidup berdua dengan sang istri, Bardhono masih saja penasaran dengan satu rahasia yang disimpan rapat oleh istrinya. Rahasia itu dalam bentuk sebuah peti besi yang terkunci dan ditaruh di kolong tempat tidur selama berpuluh-puluh tahun. Hingga akhirnya sekarang istrinya sedang tergolek sakit, dan Bardhono pun duduk di sampingnya sambil mengelus-elus tangannya.
Karena masih penasaran dengan rahasia itu, maka Bardhono bertanya, “Istriku, maukah kau menceritakan rahasia isi peti besi di kolong tempat tidur ini?”
“Mas, maukah kau berjanji akan memaafkan aku setelah tahu rahasiaku itu?” pinta sang Istri.
“Tentu dik, aku akan memaafkan kamu,” jawab Bardhono spontan.
“Bukalah peti itu,” kata istrinya sambil menyerahkan sebuah anak kunci.
Bardhono pun segera menarik peti dari kolong tempat tidur. Sedikit terkejut, karena dalam peti itu dilihatnya empat kaleng beras dan setumpuk uang berjumlah satu juta rupiah.
Lalu dengan suara terbata-bata istrinya berkata, “Mas… saya minta maaf, selama kita hidup sebagai suami istri, saya tidak sepenuhnya setia padamu. Setiap kali saya melakukan selingkuh, saya taruh sekaleng beras ke dalam peti itu.
Terharu dengan pengakuan istrinya, Bardhono pun menjawab, “Istriku, aku pun minta maaf. Selama ini aku pun tidak setia padamu. Terutama saat kau hamil dulu. Kamu cuma empat kali, sedangkan aku lebih banyak dari itu, jadi sekarang kita anggap saja seri.”
Bardhono terdiam sejenak dan lalu bertanya dengan penuh perasaan pingin tahu, “Tapi omong-omong uang yang satu juta rupiah itu untuk apa?”
“Ooo…. dulu kalau petinya sudah mulai penuh beras, maka beras itu saya jual, dan uang itulah hasilnya,” kata istrinya.
Bardhono, “???”

Jelaskan dengan singkat isi stuktur teks anekdot yang berupa:
abstrak,
orientasi,
krisis,
respons,
koda

Tuliskan ciri bahasa teks anekdot berupa:
pertanyaan retoris,
proses material,
konjungsi temporal


RUBRIK PENILAIAN

No.
Soal Aspek yang Dinilai Skor
1. Penjelasan isi stuktur teks anekdot yang berupa: abstrak, orientasi, krisis, respons, koda (lima komponen)
- 5 = Jika penjelasan isi stuktur teks anekdot yang berupa: abstrak, orientasi, krisis, respons, koda (lima komponen) jelas dan benar
- 4 = Jika penjelasan isi stuktur teks anekdot hanya empat komponen jelas dan benar
- 3 = Jika penjelasan isi stuktur teks anekdot hanya tiga komponen jelas dan benar
- 2 = Jika penjelasan isi stuktur teks anekdot hanya dua komponen jelas dan benar
- 1 = Jika penjelasan isi stuktur teks hanya satu komponen jelas dan benar
- 0 = Jika penjelasan isi stuktur teks anekdot tidak ada komponen jelas dan benar 5

 

2. Ciri bahasa teks anekdot berupa pertanyaan retoris, proses material, konjungsi temporal (tiga komponen)
- 3 = Jika ciri bahasa teks anekdot berupa pertanyaan retoris, proses material, konjungsi temporal (tiga komponen) benar
- 2 = Jika cirri bahasa teks anekdot berupa pertanyaan retoris, proses material, konjungsi temporal,hanya dua komponen benar
- 1 = Jika cirri bahasa teks anekdot berupa pertanyaan retoris, proses material, konjungsi temporal, hanya satu komponen benar 3

 

3. – Jika ejaan dan tanda baca dalam menjawab benar semua
- Jika ada yang salah (2—5)
- Jika lebih dari lima yang salah 2

Skor maksimum 10

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”10″ ”  100″


Contoh Penilaian Sikap (Observasi)

Satuan pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : X
Kompetensi dasar : 2.1. Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik
3.2 Membandingkan teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan.

Indikator : 1. Disajikan dua teks anekdot, siswa dapat menentukan persamaan dan perbedaan kedua teks tersebut.
2. Siswa dalam mengerjakan tugas menunjukkan sikap bertanggung jawab secara individu dalam mengerjakan tugas
3. Siswa dalam mengerjakan tugas menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam kelompk diskusi
4. Siswa dalam mengerjakan tugas menunjukkan sikap peduli dengan berperan aktif dalam bertanya, memberikan saran, atau memberikan tanggapan dalam kelompk diskusi
5. Siswa dalam mengerjakan tugas menunjukkan sikap responsif dalam memberikan tanggapan dalam masalah yang didiskusiakan dalam kelompk diskusi
6. Siswa dalam mengerjakan tugas menunjukkan sikap santun dalam menggunakan bahasa dalam bertanya, memberikan saran, atau memberikan tanggapan dalam kelompok diskusi

Tugas

 


Teks 1
Khutbah Nasruddin
Suatu ketika, orang-orang di kota mengundang Nasruddin untuk menyampaikan khutbah di sebuah majelis.
Ketika tiba di mimbar, dia mendapati bahwa sebagian besar hadirin dalam majelis itu tidak terlampau bersemangat untuk mendengarkan khutbahnya. Sesudah menyampaikan salam, Nasruddin bertanya kepada hadirin, ”Apakah kalian tahu apa yang akan saya sampaikan dalam khutbah ini?” Hadirin serempak menjawab, ”Tidak !” Sebab itu Nasruddin berkata, ”Aku tidak punya keinginan untuk berbicara kepada orang-orang yang tidak mengetahui apa pun tentang apa yang akan aku bicarakan.” Kemudian berjalan turun dari mimbar dan meninggalkan majelis.
Orang-orang merasa tidak enak hati kepadanya dan mengundangnya lagi pada keesokan harinya.
Keesokan harinya, sesampai di mimbar, Nasruddin mengulang pertanyaan yang sama dan hadirin pun menjawab, ”Ya !”. Maka Nasruddin berkata, ”Baiklah, karena kalian sudah tahu apa yang akan aku katakan maka aku tidak akan membuang waktu kalian yang sangat berharga.” Kemudian ia turun dari mimbar dan berjalan pulang. Kali ini orang-orang benar-benar dibuat bingung dan akhirnya mereka memutuskan untuk mencoba sekali lagi dan mengundangnya agar datang lagi minggu depan menyampaikan khutbah.
Minggu depannya, ketika naik mimbar, Nasruddin lagi-lagi bertanya yang sama, ’Apakah kalian tahu apa yang akan saya sampaikan dalam khutbah ini?” Kali ini hadirin sudah bersiap-siap untuk pertanyaan itu, maka sebagian dari mereka menjawab, ”Tidak !” dan sebagian lagi menjawab, ”Ya !”
Nasruddin pun berkata lagi, ”Baiklah, kalau begitu sebahagian yang sudah tahu bisa menceritakan kepada sebahagian lainnya yang belum tahu.” Dan ia pun kemudian turun meninggalkan mimbar.

Bandung – 17/07/2008 [Mulla Nasruddin stories, alih bahasa oleh wiwin.wr ©2008]
http://berandasuluk.blogsome.com/2008/07/27/khutbah-nasruddin/

Teks 2
Peternak Sapi
Ada seorang peternak sapi yang cukup berhasil dan punya beratus-ratus ekor sapi.
Pada suatu hari datanglah seorang petugas peternakan yang menyamar dan bertanya “Setiap hari sapi-sapi ini bapak beri makan apa?”
Peternak “Oh saya beri makan rumput-rumput saja.”
“Kalo begitu bapak saya denda karena telah memberi makan sapi-sapi ini secara tidak layak.” kata si petugas. “Bapak saya denda dua juta.”
Akhirnya selang beberapa minggu kemudian petugas tadi datang kembali dan menanyakan hal yang sama kepada si peternak. “Bapak beri makan apa sapi-sapi ini?” kata si petugas.
Si peternak menjawab “Saya beri makan keju, hamburger dan susu.”
“Kalo begitu bapak saya denda 3 juta rupiah karena memberi makan di luar batas sewajarnya!!” kata si petugas.
Eh akhirnya seminggu kemudian datang lagi si petugas menayakan hal sama kepada si peternak. “Bapak beri makan apa sapi-sapi ini…??” tanya si petugas.
“Begini Pak” jawab si peternak, “setiap hari semua sapi-sapi ini saya beri uang masing-masing tiga ribu rupiah, terserah mereka mau makan di mana…!!”

No. Aspek
yang dinilai Skor
1 2 3
1 bertanggung jawab secara individu dalam mengerjakan tugas Kurang dari separuh tugas dikerjakan Lebih dari separuh tugas diselesaikan Menyelesaikan tugas semua dengan baik
2. bertanggung jawab dalam anggota kelompok diskusi, Kurang bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas dalam kelompok diskusi Cukup bertatanggung jawab dalam mengerjakan tugas dalam kelompok diskusi Sangat bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas dalam kelompok diskusi
3. peduli dengan berperan aktif dalam berdiskusi Kurang berperan dalam kelompok diskusi Cukup berperan dalam kelompok diskusi Sangat berperan dalam kelompok diskusi
4. merenrespons masalah dengan memberikan tanggapan dalam berdiskusi Kurang merespons masalah dalam kelompok diskusi Cukup merespons masalah dalam kelompok diskusi Sangat merespons masalah dalam kelompok diskusi
5. santun dalam menggunakan bahasa dalam bertanya, memberikan saran, atau memberikan tanggapan dalam berdiskusi Kurang santun dalam menggunakan bahasa bertanya, memberikan saran, atau memberikan tanggapan dalam berdiskusi Cukup santun dalam menggunakan bahasa bertanya, memberikan saran, atau memberikan tanggapan dalam berdiskusi Sangat santun dalam menggunakan bahasa bertanya, memberikan saran, atau memberikan tanggapan dalam berdiskusi
Skor maksimum 15
Rubrik Penilaian Sikap

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”15″ ”  100″


Contoh Penilaian Proyek

Satuan pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : X
Kompetensi dasar : 2.1. Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik.
Memproduksi teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan.

Indikator : 1. Disajikan ilustrasi tugas pengamatan siswa dapat menulis teks observasi dengan bagian-bagian secara lengkap sesuai struktur teks observasi (judul, klasifikasi umum, rincian deskripsi)
2. Disajikan ilustrasi tugas pengamatan siswa dapat menulis judul, klasifikasi umum, rincian deskripsi dengan isi yang sesuai hasil pengamatan
3. Disajikan ilustrasi tugas pengamatan siswa dapat menulis judul, klasifikasi umum, rincian deskripsi dengan kalimat dan pilihan kata secara tepat
4. Disajikan ilustrasi tugas pengamatan siswa dapat menulis judul, klasifikasi umum, rincian deskripsi dengan tanda baca dan ejaan secara tepat

Tugas

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubrik Penilaian
No. Aspek yang Dinilai Kriteria Skor
1. Judul Judul sudah memunculkan ciri khas dari sesuatu yang hendak diinformasikan ……………………………
1
2. Klasifikasi Umum Ada klasifiaksi umum berisi pengenalan fenomena benda yang akan dibicarakan dengan menyertakan pernyataan umum yang menerangkan subjek laporan, keterangan, dan klasifikasinya ……………

3
3. Rincian Unsur-unsur deskripsi lengkap ………………………..
Unsur-unsur deskripsi (ciri fisik, asal muasal, perkembangan motif, perkembangan corak/warna, jenis, teknik) diuraikan secara rinci dan mendalam …………………………………………….. 1

 

2
4. Keterpaduan wacana Antara paragraf satu dengan paragraf berikutnya berkaitan ditandai oleh keterkaitan isi ………………
1
5. Struktur kalimat Tidak ada kesalahan struktur kalimat ………………. 1
6. Pilihan kata Pilihan kata baku dan menggunakan istilah-istilah teknis (dalam bidang tertentu) ………………
1
7. Ketepatan penulisan ejaan dan tanda baca Ketepatan dalam penulisan ejaan dan tanda baca
2 = terdapat 1 – 3 kesalahan
1 = terdapat lebih dari 3 kesalahan 2
Skor maksimum 12

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”12″ ”  100″

 


Contoh Observasi

Satuan pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : X
Kompetensi dasar : 2.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, responsif, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk membuat anekdot mengenai permasalahan sosial, lingkungan, dan kebijakan publik.
4.2. Memproduksi teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan.

Indikator : Disajikan ilustrasi tugas pengamatan, siswa dapat menulis teks observasi dengan bagian-bagian secara lengkap sesuai struktur teks observasi (judul, klasifikasi umum, rincian deskripsi)

Rubrik Observasi

No. Aspek Sikap Indikator Sikap Hasil Pengamatan
Ya Tidak
1 Perencanaan dengan penuh tanggung jawab Dengan tekun merencanakan objek yang diamati
Menentukan rincian aspek yang akan diamati dengan cermat
2 Pelaksanaan tugas dengan penuh tanggung jawab Mengamati objek dengan sungguh-sungguh

3 Pelaksanaan dengan penuh kejujuran Benar-benar melaksanakan tugas observasi
Mencatat hasil observasi apa adanya (sesuai fakta)
Skor maksimum 5

Untuk setiap indikator sikap, beri skor 1 jika teramati “Ya”, dan beri skor 0 jika teramati “Tidak”.
“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”5″ ”  100″

Contoh Penilaian Diri

Satuan pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas : X
Kompetensi dasar : 2.2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, dan proaktif dalam menggunakan bahasa Indonesia untuk menceritakan hasil observasi.
4.2 Memproduksi teks anekdot, laporan hasil observasi, prosedur kompleks, dan negosiasi yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan mupun tulisan.

Indikator : 1. Menyelesaikan tugas mengamati objek dengan sungguh-sungguh dan tepat waktu
2. Menanggapi laporan penulisan teks hasil observasi sesuai dengan menggunakan intonasi dan pilihan kata yang tidak menyinggung orang lain
3. Mendeskripsikan teks hasil observasi karya sendiri
4. Menerima masukan dan merevisi berdasarkan hasil telaah teman


Rubrik Penilaian Diri

No. Sikap Indikator Sikap Hasil Pengamatan
Ya Tidak
1 Tanggung jawab Saya melakukan observasi dengan penuh konsentrasi
Saya melakukan observasi dengan tahapan yang disepakati
Saya menyelesaikan tugas menulis hasil observasi sampai selesai
2 Jujur Saya mendapatkan data observasi tanpa menyontek data teman
Saya menyusun laporan sesuai data hasil observasi tanpa mengurangi dan melebihi
Saya membuat laporan dengan pilihan kata dan kalimat yang saya susun sendiri
3 Santun Sebelum menanggapi laporan teman, terlebih dahulu saya mengacungkan tangan untuk meminta kesempatan menanggapi
Saya menanggapi laporan teman dengan intonasi datar dan ekpresi wajah ramah
Saya menanggapi laporan teman dengan kata-kata yang tidak menyinggung teman
Skor maksimum 9
Untuk setiap indikator sikap, beri skor 1 jika teramati “Ya”, dan beri skor 0 jika teramati “Tidak”.

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”9″ ”  100″

MATEMATIKA
Contoh Tes Tulis (Bentuk Uraian)

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : X
Kompetensi dasar : 4.10 Menyusun model matematika dari masalah yang berkaitan dengan persamaan dan fungsi kuadrat dan menyelesaikan serta memeriksa kebenaran jawabannya.

Indikator : Siswa dapat menerapkan konsep dan aturan fungsi kuadrat dalam pemecahan masalah nyata di sekitar siswa

Materi : Fungsi kuadrat

Soal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pedoman Penskoran

No Kunci Jawaban Skor
1. Diketahui: Ukuran tanah yang tersedia 200 m  80 m
Luas daerah limbah menurut peraturan pemerintah minimal 10.000 m2.
Kebijakan pimpinan Indo Rayon menetapkan luas daerah limbah 10.800 m2.
1
Ditanya: a. Dapatkah pembangunan daerah limbah itu direalisasikan di atas tanah yang tersedia?
b. Berapa ukuran daerah limbah dan zona pengaman tersebut?
1
Penyelesaian
Interpretasi masalah dalam gambar sebagai berikut.

 

 

 

 

1
Misalkan
p adalah panjang tanah yang tersedia
l adalah lebar tanah yang tersedia
p1 adalah panjang daerah limbah …………………………………………
l1 adalah lebar daerah limbah

Berarti paling tidak ukuran daerah limbah
p1 = p – 2 x dan l1 = l – 2 x ……………………………………………..

1

 

1

Menurut peraturan pemerintah luas daerah limbah minimal 10.000 m2 dan realisasi daerah limbah yang diinginkan 10.800 m2.
Karena daerah limbah berbentuk persegi panjang maka luas daerah limbah dapat dinyatakan
L1 = p1l1 ……………………………………………………………..
= (p – 2 x)( l – 2 x)
= pl – (2p + 2l) x + 4 x 2 ……………………………………………………
10.800 = 16.000 – 560 x + 4 x 2 ………………………………………………….

10.800 = 16.000 – 560 x + 4 x 2x 2 – 140 x + 1.300 = 0 …………………………..
x 2 – 10 x – 130 x + 1.300 = 0
x (x – 10) – 130 (x – 10) = 0 ………………………………………………………………
 (x – 10) (x – 130) = 0 ……………………………………………………………………..
 (x – 10) = 0 atau (x – 130) = 0
x = 10 atau x = 130 …………………………………………………………………………

 

1

1
1

1

1
1

1
Agar memperoleh luas daerah limbah yang diinginkan maka ukuran zona pengaman adalah 10 m.
Berarti paling tidak ukuran daerah limbah
p1 = p – 2 xdan l1 = l – 2 x ……………………………………………………………….
p1 = 200 – 2 (10) dan l1 = 80 – 2 (10) ………………………………………
p1 = 180 dan l1 = 60
Sehingga ukuran daerah limbah adalah 180 m  60 m …………………………..

1
1

1
Kesimpulan:
Peraturan pemerintah dan kebijakan pimpinan PT Indo Rayon untuk membangun daerah limbah di atas tanah yang tersedia dapat diwujudkan dengan ukuran daerah limbah 180 m  60 m dan ukuran lebar zona pengaman di sekeliling daerah limbah adalah 10 m. 1
Skor maksimum 16

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”16″ ”  100″

 

 

 

Contoh Tes Tulis (Soal Pilihan Ganda)

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : X
Kompetensi dasar : 3.21 Mendeskripsikan data dalam bentuk table atau diagram/plot tertentu yang sesuai dengan informasi yang ingin dikomunikasikan.

Indikator : Siswa dapat menganalisis unsur-unsur yang terdapat pada berbagai penyajian data dalam bentuk tabel atau diagram/plot.

Soal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pernyataan “Empat orang mendapat skor 6” adalah benar seperti tertera pada bentuk daftar. Pernyataan tersebut juga terlihat benar bila kita melihat pada ….
tabel distribusi frekuensi
histogram
tabel distribusi frekuensi dan histogram
tidak keduanya (tabel distribusi frekuensi dan histogram)

Pernyataan “Skor rata-rata adalah 5,25” adalah benar seperti tertera pada bentuk daftar. Pernyataan tersebut juga terlihat benar bila kita melihat pada ….
tabel distribusi frekuensi
histogram
tabel distribusi frekuensi dan histogram
tidak keduanya (tabel distribusi frekuensi dan histogram)

Pernyataan “Satu orang mendapat skor lebih dari 9” adalah benar seperti tertera pada bentuk daftar. Pernyataan tersebut juga terlihat benar bila kita melihat pada ….
tabel distribusi frekuensi
histogram
tabel distribusi frekuensi dan histogram
tidak keduanya (tabel distribusi frekuensi dan histogram)

 

Kunci Jawaban:
B
D
C

 


Contoh Penilaian Praktik

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : X
Kompetensi dasar : 4.18 Menyajikan hasil penerapan konsep peluang untuk menjelaskan berbagai objek nyata melalui percobaan menggunakan frekuensi relatif.

Indikator : Siswa dapat menentukan peluang kejadian dari berbagai situasi
Materi : Peluang

Tugas

 

 

 

 


Rubrik Penilaian Praktik
Kriteria Skor
Jawaban menunjukkan pengetahuan matematika mendasar yang berhubungan dengan tugas ini.

Ciri-ciri:
Semua jawaban benar tetapi ada cara yang tidak sesuai atau ada satu jawaban salah. Sedikit kesalahan perhitungan dapat diterima
4
Jawaban menunjukkan pengetahuan matematika mendasar yang berhubungan dengan tugas ini.

Ciri-ciri:
Semua jawaban benar tetapi ada cara yang tidak sesuai atau ada satu jawaban salah. Sedikit kesalahan perhitungan dapat diterima, atau
Salah satu bagian a atau kedua-duanya dijawab salah. Siswa tidak membuat diagram pohon tetapi jawaban lain benar. Sedikit kesalahan perhitungan dapat diterima, atau
Bagian a dijawab benar, tetapi bagian b atau c salah atau tidak dijawab tetapi metode yang digunakan sesuai.
3
Jawaban menunjukkan keterbatasan atau kurangnya pengetahuan matematika yang berhubungan dengan masalah ini.

Ciri-ciri:
Dua bagian pertanyaan dijawab salah atau tidak selesai dikerjakan tetapi satu pertanyaan dijawab dengan tepat menggunakan prosedur yang benar
2
Jawaban hanya menunjukkan sedikit atau sama sekali tidak ada pengetahuan matematika yang berhubungan dengan masalah ini.

Ciri-ciri:
Semua jawaban salah, atau
Jawaban benar tetapi tidak ada bukti bahwa jawaban diperoleh melalui prosedur yang benar.
1
Tidak ada jawaban atau lembar kerja kosong 0

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Berdasarkan rubrik yang sudah dibuat dapat dinilai tugas unjuk kerja yang dikerjakan siswa. Skor yang diperoleh masih harus diubah ke dalam skala angka yang ditetapkan. (Misal dalam bentuk 0 – 100).

Kriteria Skor Perolehan Bobot Nilai
0 1 2 3 4
Pendekatan pemecahan masalah
Sistematika pemecahan masalah
Bentuk penyelesaian masalah
X
X
4
16
16

Ketepatan Perhitungan
Ketepatan pengunaan rumus (prinsip peluang)
Kebenaran hasil yang diperoleh
X

X 4
16

16
Gambar
Ketepatan gambar sebagai interpretasi masalah
Kesesuaian gambar dalam pemecahan masalah
Kerapian dan penyajian
X

X

X 2
8

8

8
Penjelasan
Kejelasan uraian jawaban
Pemahaman terhadap aspek hubungan

X
X 1,5
6
6
Nilai yang diperoleh 100

 


Misalkan Andara memperoleh skor seperti pada kolom skor perolehan

Kriteria Skor Perolehan Bobot Nilai
0 1 2 3 4
Pendekatan pemecahan masalah
Sistematika pemecahan masalah
Bentuk penyelesaian masalah
X

X
4
8
16
Ketepatan Perhitungan
Ketepatan pengunaan rumus (prinsip peluang)
Kebenaran hasil yang diperoleh
X

X
4
12

12

Gambar
Ketepatan gambar sebagai interpretasi masalah
Kesesuaian gambar dalam pemecahan masalah
Kerapian dan penyajian
X

X

X
2
8

8

8
Penjelasan
Kejelasan uraian jawaban
Pemahaman terhadap aspek hubungan

X
X
1,5
6
6
Nilai yang diperoleh 84

Jadi nilai akhir Andara adalah 84


Contoh Penilaian Proyek

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : X
Kompetensi dasar : 4.1 Menyajikan masalah nyata menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma serta menyelesaikannya menggunakan sifat- sifat dan aturan yang telah terbukti kebenarannya.

Indikator : Siswa dapat menerapkan berbagai konsep dan aturan eksponen dalam menganalisis, membuat model dan penyelesaian proyek matematika dalam bidang fisika, kimia, astronomi, dan ekonomi.
Materi : Eksponen

Tugas

 

 


Rubrik Penilaian Proyek
Kriteria Skor
Menunjukkan kreativitaas yang tinggi dalam pemecahan masalah
Kejelasan atau keterangan jawaban sangat lengkap
Kebenaran jawaban masalah sangat tepat
Kerjasama kelompok sangat baik
Interpretasi jawaban masalah/gambar sangat akurat
Penggunaan strategi benar dan tepat
Kerapian sangat baik 4
Menunjukkan kreativitaas yang cukup dalam pemecahan masalah
Kejelasan atau keterangan jawaban cukup lengkap
Kebenaran jawaban masalah cukup tepat
Kerjasama kelompok cukup baik
Interpretasi jawaban masalah/gambar cukup akurat
Penggunaan strategi benar dan tepat
Kerapian cukup baik 3
Menunjukkan kreativitaas yang rendah dalam pemecahan masalah
Kejelasan atau keterangan jawaban cukup lengkap
Kebenaran jawaban masalah cukup tepat
Kerjasama kelompok cukup baik
Interpretasi jawaban masalah/gambar kurang akurat
Penggunaan strategi benar dan tepat
Kerapian kurang baik 2
Menunjukkan kreativitaas yang rendah dalam pemecahan masalah
Kejelasan atau keterangan jawaban tidak lengkap
Kebenaran jawaban tidak tepat, kerjasama kelompok kurang baik
Interpretasi jawaban masalah/gambar tidak akurat
Penggunaan strategi benar dan tepat
Kerapian tidak baik
Tidak ada laporan hasil kerja yang dapat disajikan di depan kelas 1
Tidak melakukan tugas proyek 0


Rubrik Tugas Otentik: Proyek Matematika

No. Kriteria Kelompok
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Kreativitas
2 Kejelasan atau keterangan jawaban lengkap
3 Kebenaran jawaban
4 Kerjasama dengan sesama anggota kelompok
5 Keakuratan interpretasi jawaban/gambar
6 Penggunaan strategi benar dan tepat
7 Kerapian


Contoh Penugasan

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : X
Kompetensi dasar : 3.17 Memahami konsep fungsi trigonometri dan menganalisis grafik fungsinya serta menentukan hubungan nilai fungsi Trigonometri dari sudut- sudut istimewa

Indikator : Siswa dapat membuat media sederhana grafik fungsi trigonometri (sinus, kosinus, dan tangen).
Materi : Grafik fungsi trigonometri

Tugas

 


Rubrik Penilaian
Kriteria Skor
Produk (hasil kerja) sesuai dengan konsep dan prinsip matematika
Kerja kreatif
Produk (hasil kerja) asli
Diselesaikan tepat waktu
Kerapian sangat baik 4
Produk (hasil kerja) sesuai dengan konsep dan prinsip matematika
Kerja kurang kreatif
Produk (hasil kerja) asli
Diselesaikan tidak tepat waktu
Kerapian cukup baik 3
Produk (hasil kerja) kurang sesuai dengan konsep dan prinsip matematika
Kerja tidak kreatif
Produk (hasil kerja) asli
Diselesaikan tidak tepat waktu
kerapian kurang baik 2
Produk (hasil kerja) sesuai dengan konsep dan prinsip matematika
Kerja tidak kreatif
Produk (hasil kerja) tidak asli
Diselesaikan tidak tepat waktu
Kerapian tidak baik
Tidak ada laporan hasil kerja yang dapat disajikan di depan kelas 1
Tidak melakukan tugas produk 0

Rubrik Tugas

No. Kriteria Kelompok
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Kesesuaian dengan konsep dan prinsip matematika
2 Kreativitaas
3 Keaslian produk
4 Ketepatan waktu
5 Kerapian


Contoh Penilaian Portofolio (Problem Solving)

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : X
Kompetensi dasar : 4.5 Membuat model matematika berupa SPLDV, SPLTV, dan SPtLDV dari situasi nyata dan matematika, serta menentukan jawab dan menganalisis model sekaligus jawabnya.
Indikator : Siswa dapat memecahkan masalah otentik yang pemecahannya terkait dengan model matematika sebagai sistem persamaan linier dua variabel
Materi : SPLDV

Tugas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubrik Penilaian Problem Solving

Kemampuan :
Nama : ………..………………..
Tanggal : …………………………..
Indikator Keterampilan Problem Solving
Memahami masalah dengan baik dengan banyak penjelasan guru

Merencanakan pemecahan masalah dengan baik tetapi banyak bantuan dari guru dan teman

Menyelesaikan masalah dengan baik tetapi banyak bantuan dari guru dan teman

Mengevaluasi hasil peme cahan masalah dengan baik dan banyak bantuan dari guru dan teman Memahami masalah dengan baik dengan sedikit penjelasan guru

Merencanakan pemecahan masalah dengan baik dengan sedikit bantuan dari guru dan teman

Menyelesaikan masalah dengan baik dan sedikit bantuan dari guru dan teman

Mengevaluasi hasil pemecahan masalah dengan baik dan sedikit bantuan dari guru dan teman Memahami masalah dengan baik tanpa penjelasan guru

Merencanakan pemecahan masalah dengan baik tanpa bantuan guru dan teman

 

Menyelesaikan masalah dengan baik tanpa bantuan guru dan teman

Mengevaluasi hasil pemecahan masalah dengan baik tanpa bantuan guru dan teman

Rendah Sedang Tinggi
Komentar Guru :

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………….….

Komentar Orang Tua :

…………………………………………………….………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Pembahasan

No Kunci Jawaban
Siswa memahami masalah dan menemukan pola atau aturan yang mengaitkan banyak tingkat rumah dengan banyak kartu yang digunakan
Rumah kartu bertingkat 1 mengunakan kartu sebanyak 2 buah
Rumah kartu bertingkat 2 mengunakan kartu sebanyak 7 buah
Rumah kartu bertingkat 3 mengunakan kartu sebanyak 15 buah
Rumah kartu bertingkat 4 mengunakan kartu sebanyak 26 buah

Sehingga banyak tingkat dan banyak kartu dapat dikorespondensikan satu-satu membentuk suatu relasi.

Siswa menemukan aturan yang memasangkan banyak tingkat dengan banyak kartu. Diharapkan siswa melakukan hal berikut
T K
1 2 = 1 + 1 + 0
2 7 = 4 + 2 + 1
3 15 = 9 + 3 + 3
4 26 = 16 + 4 + 6

Siswa melihat pola, bahwa bilangan 1, 4, 9, 16 adalah kuadrat dari bilangan 1, 2, 3, 4 dan bilangan-bilangan 1, 2, 3, 4 adalah bilangan tingkat itu sendiri. Kemudian tanyakan pada siswa apakah bilangan 0, 1, 3, dan 6 dapat dinyatakan dalam T2 dan T. Diharapkan siswa menyatakan relasi berikut.
Misal x dan y adalah bilangan konstanta dan dinyatakan
K = x T2 + y T ………………………………………….………………. (Persamaan-1)

Untuk menentukan nilai x dan y, siswa mencermati kembali gambar untuk mendapatkan dua buah persamaan linier dengan peubah x dan y yang saling terkait. Diharapkan siswa melakukan hal berikut
Untuk T = 1 dan K = 2 diperoleh persamaan x + y = 2
Untuk T = 2 dan K = 7 diperoleh persamaan 4x + 2y = 7
Dengan demikian kita peroleh dua buah persamaan linier dua peubah, yaitu

Siswa diharapkan mengingat kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya di SMP tentang cara menentukan himpunan penyelesaian dua buah persamaan linier dengan berbagai metode (eliminasi, substitusi, eliminasi dan substitusi, serta metode grafik biarkan siswa yang menentukan cara apa yang mereka gunakan). Kemudian menyuruh siswa menentukan nilai x dan y. Diharapkan siswa memilih salah satu metode dan menggunakannya menentukan nilai peubah x dan y. Sebagai alternatif pilihan siswa adalah metode eliminasi..
Nilai x dan y dapat ditentukan sebagai berikut
x + y = 2  4 4x + 4y = 8
4x + 2y = 7 1 4x + 2y = 7 –
2y = 1  y =
x + y = 2  2 2x + 2y = 4
4x + 2y = 7  1 4x + 2y = 7 –
-2x = -3  x =
Diperoleh himpunan penyelesaian kedua persamaan adalah

Siswa mengevaluasi hasil yang diperoleh, apakah hasil yang diperoleh adalah solusi terbaik. Diharapkan siswa melakukan hal berikut.
x =
y =

 

 

 

Dapat disimpulkan, aturan pengaitan banyak tingkat dengan banyak kartu yang digunakan untuk membangun rumah kartu adalah K = x T2 + y T dengan nilai konstanta x dan y adalah dan .

Selanjutnya siswa diminta menentukan banyak kartu yang digunakan membuat rumah kartu dengan 30 tingkat. Diharapkan siswa melakukan hal berikut
Untuk T = 30, diperoleh K = T2 + T
= (30)2 + (30)
K = (900) + 15 = 1365
Jadi banyak kartu yang dibutuhkan membangun rumah kartu bertingkat 30 adalah 1365 buah kartu.

 

 

 

 

 

 

 


Contoh Penilaian Sikap

KUESIONER
SIKAP SISWA TERHADAP
KOMPONEN DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : …………………. Kelas/Semester : …………………..
Mata Pelajaran : …………………. Hari/Tanggal : …………………..
Materi : …………………. Nama : …………………..

TUJUAN
Tujuan penggunaan kuesioner ini adalah untuk menjaring data sikap siswa terhadap kegiatan dan komponen pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran matematika.

PETUNJUK
Beri tanda cek ( ) pada kolom yang sesuai menurut pendapatmu.
No Aspek Senang Tidak Senang
I Bagaimana sikapmu terhadap komponen berikut?
Materi pelajaran
Buku Siswa
Lembar Kerja Siswa (LKS)
Suasana belajar di kelas
Cara guru mengajar
………………..
………………..
………………..
………………..
………………..
………………….
………………….
………………….
………………….
………………….
Berikan alasan secara singkat atas jawaban yang diberikan!

 

Baru Tidak Baru
II Bagaimana pendapatmu terhadap komponen berikut?
Materi pelajaran
Buku Siswa
Lembar Kerja Siswa (LKS)
Suasana belajar di kelas
Cara guru mengajar
………………..
………………..
………………..
………………..
………………..
………………….
………………….
………………….
………………….
………………….
Berikan alasan secara singkat atas jawaban yang diberikan!

 

Berminat Tidak
Berminat
III Apakah kamu berminat mengikuti kegiatan belajar selanjutnya seperti yang telah kamu ikuti sekarang?
…………………..

………………….
Berikan alasan secara singkat atas jawaban yang diberikan!

 

Ya Tidak
IV Bagaimana pendapatmu terhadap aktivitas belajar matematika di kelas dan di luar kelas?
Apakah Ananda merasa terbebani terhadap tugas matematika yang diberikan guru?
Aktivitas belajar matematika menurut saya adalah menarik

…………………

…………………

………………….

………………….
Berikan alasan secara singkat atas jawaban yang diberikan!

 

Bermanfaat Tidak Bermanfaat
V Bagaimana menurut pendapatmu, apakah matematika bermanfaat dalam kehidupan?
Berikan alasan secara singkat atas jawaban yang diberikan!

 

 

 


Rubrik Penilaian Sikap

Kriteria Skor
Siswa memberikan respon senang dan baru terhadap komponen pembelajaran matematika, berminat, tertarik dan tidak merasa terbebani terhadap tugas dan aktivitas belajar matematika, tetapi merasakan kebermanfaatan belajar matematika.
4
Siswa memberikan respon senang dan baru terhadap komponen pembelajaran matematika, berminat, tertarik dan tidak merasa terbebani terhadap tugas dan aktivitas belajar matematika, tetapi tidak merasakan kebermanfaatan belajar matematika.
3
Siswa memberikan respon senang dan baru terhadap komponen pembelajaran matematika tetapi tidak berminat, tidak tertarik dan merasa terbebani terhadap tugas dan aktivitas belajar matematika, serta tidak merasakan kebermanfaatan belajar matematika.
2
Siswa memberikan respon tidak senang terhadap komponen pembelajaran matematika, tidak berminat, tidak tertarik dan merasa terbebani terhadap tugas dan aktivitas belajar matematika, serta tidak merasakan kebermanfaatan belajar matematika.
1

 


Contoh Penilaian Diri

PENILAIAN DIRI DALAM KELOMPOK (SELF-ASSESSMENT IN GROUP)

Nama : …………………………….……………
Anggota Kelompok : …………………………………………
Kegiatan Kelompok : …………………………………………

Untuk pertanyaan 1 sampai dengan 5, tulis masing-masing huruf sesuai dengan pendapatmu!
A = Selalu
B = Jarang
C = Jarang Sekali
D = Tidak pernah
1
Selama diskusi saya memberikan saran kepada kelompok untuk didiskusikan

2

Selama diskusi saya memberikan saran kepada kelompok untuk didiskusikan.

3
Ketika kami berdiskusi, setiap anggota memberi kan masukan untuk didiskusikan

4

Semua anggota kelompok harus melakukan sesuatu dalam kegiatan kelompok

5
Setiap anggota kelompok mengerjakan kegiatannya sendiri dalam kegiatan kelompok

Selama kegiatan, saya ….

Mendengarkan
Mengendalikan kelompok

Bertanya
Mengganggu kelompok

Merancang gagasan
Tidur

6 Selama kegiatan kelompok, tugas apa yang kamu lakukan?

 

 


Contoh Penilaian Partisipasi Siswa dalam Pembelajaran Matematika

 

 

 

 

 

 

 

 

(Lembar ini diisi setiap jam belajar matematika)

Tulislah dengan jujur, partisipasi kamu dalam belajar matematika di kelas hari ini.

Partisipasi yang dimaksud adalah:
Bertanya kepada teman di dalam kelas
Bertanya kepada guru di dalam kelas
Menyelesaikan tugas belajar dalam kelompok
Mempresentasikan hasil kerja di depan kelas
Menawarkan ide / menjawab pertanyaan teman di dalam kelas
Menawarkan ide / menjawab pertanyaan guru di dalam kelas
Membantu teman dalam belajar

Pertanyaan utama yang harus dijawab pada tabel berikut adalah:

Partisipasi apa yang kamu lakukan dalam belajar Matematika hari ini ?

Hari/Tanggal Partisipasi apa yang kamu lakukan?

 

 

 

Contoh Jurnal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


ILMU PENGETAHUAN ALAM (BIOLOGI)
Contoh Tes Tulis

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : X
Kompetensi Dasar : 3.6 Mengelompokkan jenis-jenis jamur berdasarkan ciri-ciri dan perannya bagi kehidupan melalui percobaan

Indikator : 1. Siswa dapat menjelaskan ciri-ciri jamur
2. Siswa dapat mengelompokkan jamur berdasarkan persamaan ciri

Soal Pilihan Ganda

1. Berikut ini ciri-ciri suatu organisme.
a. dinding sel dari selulosa
b. tipe sel eukariotik
c. berbentuk hifa
d. tipe sel prokariotik
e. tidak berklorofil

Ciri-ciri yang dimiliki jamur adalah nomor ….
A. a, b, dan c
B. a, c, dan d
C. b, c, dan e
D. b, d, dan e
E. c, d, dan e

Kunci jawaban : C


Perhatikan tabel berikut.
No Ciri-ciri Jenis Jamur
A B C
1. Hifa tidak bersekat + – -
2. Hifa bersekat – + +
3. Spora dibentuk di dalam askus – + -
4. Spora dibentuk di dalam basidium – - +

Berdasarkan tabel tersebut, jenis jamur A, B dan C berturut-turut termasuk ….
Ascomycota – Basidiomycota – Zygomycota
Ascomycota – Deuteromycota – Basidiomycota
Zygomycota – Ascomycota – Basidiomycota
Basidiomycota – Zygomycota – Deuteromycota
Zygomycota – Deuteromycota – Ascomycota

Kunci jawaban : C

Soal Uraian

Petujuk soal: Jawablah pertanyaaan di bawah ini dengan baik dan benar

Berilah 4 contoh jamur anggota Divisi Ascomycotina yang mempunyai peran menguntungkan dalam kehidupan manusia.

Pedoman penilaian
Kunci Jawaban Skor
Saccharomyces cerevisiae berperan dalam pembuatan tape, roti dan anggur
Penicillium sp berperan dalam pembuatan antibiotic dan memberi cita rasa pada keju
Aspergillus wentii berperan dalam dalam pembuatan sake,kecap, tauco, asam sitrat, asam oksalat, dan asam format, serta penghasil enzim protease
Neurospora crassa berperan dalam pembuatan oncom 4
Jika siswa hanya menjawab tiga spesies dan benar 3
Jika hanya menjawab dua speies dan benar 2
Jika hanya menjawab satu spesies dan benar 1
Jika tidak mengisi atau mengisi tapi salah 0

Contoh Penilaian Praktik

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : X
Kompetensi Dasar : 4.7 Mengamati berbagai jenis jamur melalui pengamatan langsung atau gambar dan mengelompokkannya berdasarkan ciri atau perannya bagi kehidupan

Indikator : 1. Siswa dapat mengidentifikasi jenis jamur berdasarkan cirinya
Siswa dapat mengelompokan jamur berdasarkan ciri

Tugas Kinerja/Task

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Penilaian Praktik Melakukan Praktikum

No. Aspek yang dinilai Skor
1 Menemukan ciri khas jenis jamur
Jamur oncom 1
Jamur tempe 1
Jamur kuping 1
Jamur merang 1
2 Mengidentifikasi struktur hifa jamur:
Jamur oncom 1
Jamur tempe 1
Jamur kuping 1
Jamur merang 1
3 Mengelompokkan ke dalam divisi berdasarkan ciri yang dimiliki
Jamur oncom 1
Jamur tempe 1
Jamur kuping 1
Jamur merang 1
Skor Maksimum 12

 

Penilaian Unjuk Kerja :

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”12″ ”  100″


Contoh Penilaian Praktik

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : X
Kompetensi Dasar : Menerapkan prosedur keselamatan kerja di laboratorium dan biosafety sederhana dalam melakukan praktik biologi di laboratorium secara disiplin, cermat dan bertanggung jawab

Indikator : 1. Siswa dapat menerapkan keselamatan kerja laboratorium
Siswa dapat menaati peraturan laboratorium

Format Penilaian

No. Kriteria Ya Tidak
1 Menggunakan jas laboratorium (jas lab)
2 Menggunakan peralatan bedah hewan dengan hati-hati
3 mencuci alat bedah hewan yang digunakan
4 mengeringkan alat yang digunakan
5 Menyimpan kembali alat ke tempat semula


Contoh Penilaian Sikap

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : X
Kompetensi Dasar : Mengagumi, menjaga, melestarikan keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang ruang lingkup, objek dan permasalahan Biologi menurut agama yang dianutnya

Indikator : 1. Siswa dapat menyadari kekuasaan Tuhan melalui kompleksitas ciptaan-Nya
2. Siswa dapat menyadari pentingnya melestarikan alam dalam rangka beribadah kepada-Nya

Petunjuk: Lingkari salah satu jawaban ya atau tidak sesuai dengan keadaan siswa

No. Pernyataan Sangat setuju Setuju Tidak setuju Sangat tidak setuju
1 Saya semakin mengagumi kekuasaan Tuhan setelah mengidentifikasi jamur yang mikroskopis dan makroskopis
2 Saya semakin menyadari pentingnya melestarikan keanekaragaman makhluk hidup dalam rangka beribadah kepada-Nya
3 Saya tidak yakin bahwa menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab setiap orang terhadap Tuhan.


Contoh Penilaian Sikap (Observasi)

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : X
Kompetensi Dasar : Berperilaku ilmiah (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dalam melakukan percobaan dan diskusi di dalam kelas maupun di luar kelas

Indikator : 1. Siswa dapat menunjukkan sikap disiplin dalam mengerjakan tugas
2. Siswa dapat menunjukkan sikap jujur dalam melaporkan hasil pengamatan
3. Siswa dapat menunjukkan kemampuan bekerja sama

Contoh Format Lembar Pengamatan Sikap Siswa
No. Sikap Kriteria Hasil Pengamatan
Ya Tidak
1 Disiplin Mengerjakan tugas sesuai waktu yang ditetapkan
Mengumpulkan hasil pekerjaan tepat waktu
2 Jujur Melaporkan data sesuai dengan kenyataan
3 Bekerja sama Mengambil bagian dalam kerja kelompok
Menghargai pendapat teman


Contoh Penilaian Proyek

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : X
Kompetensi Dasar : Membuat kultur paramaecium dan membuat gambar hasil pengamatannya dengan mikroskop

Indikator : 1. Siswa dapat merencanakan proyek pembuatan kultur paramaecium
2. Siswa dapat membuat kultur paramaecium

Tugas/ task Proyek

 

 

 

 

 

 

 


Contoh Format Penilaian Proyek

Mata Pelajaran : …………………. Materi : …………………..
Hari/Tanggal : ………………….
Nama : …………………. Kelas : …………………..

No. Aspek Hasil Penilaian
Baik
(Skor 3) Cukup
(Skor 2) Kurang
(Skor 1)
1 PERENCANAAN :
Merumuskan judul
Menentukan tujuan
Menentukan alat
Memilih bahan
2 PELAKSANAAN
Menggunakan alat dan bahan untuk membuat kultur
Memonitor/mengamati kultur secara periodik
Melakukan pengecekan dengan pengamatan menggunakan mikroskop
Menggambarkan hasil pengamatan
Mencatat data-data yang relevan
3 LAPORAN PROYEK
Kelengkapan sistematika
Tingkat keberhasilan dalam menghasilkan kultur paramaecium
Kelengkapan data dan hasil
Skor Maksimum 36

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”36″ ”  100″


Contoh Penilaian Praktik

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : X
Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi jenis-jenis limbah dan daur ulang limbah serta membuat produk daur ulang limbah

Indikator : Siswa dapat membuat produk daur ulang limbah

Contoh Penilaian Produk

No. Tahapan Kegiatan Baik
(skor 3) Sedang
(skor 2) Kurang
(skor 1)
1 Perencanaan Menyiapkan alat yang diperlukan
Menyiapkan bahan yang sesuai.
Merencanakan alokasi waktu pengerjaan produk
Menyusun rencana tahapan membuat produk
2 Pelaksanaan Memilih alat yang tepat.
Menggunakan alat dengan benar.
Menjaga kebersihan dan kerapian tempat kerja
Melaksanakan pekerjaan sesuai tahapan yang direncakan
3 Hasil Kesesuaian produk dengan kriteria.
Dapat digunakan
Bermanfaat
Memiliki nilai estetika
Membantu mengatasi masalah limbah lingkungan
Memiliki nilai jual/nilai ekonomis

Skor Maksimum 27

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”27″ ”  100″

Contoh Penilaian Portofolio

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : X
Kompetensi Dasar : Membuat desain penelitian tentang suatu objek biologi dan permasalahannya pada tingkat organisasi kehidupan tertentu

Indikator : 1. Siswa dapat membuat rancangan percobaan klasifikasi tumbuhan di lingkungan sekolah
2. Siswa dapat membuat rancangan percobaan tentang pengaruh pencemaran lingkungan terhadap makhluk hidup
3. Siswa dapat membuat rancangan percobaan tentang daur ulang limbah organik

Contoh Rancangan portofolio
Kegiatan Pembelajaran Materi pokok Dokumen/
bahan Indikator yang dinilai
Penugasan 1
Keanekaragaman hayati Rancangan percobaan 1 Kemampuan merumuskan tujuan, langkah kerja, menetapkan variabel, cara mengumpulkan dan memperoleh data pada percobaan biologi
Penugasan 2
Pencemaran lingkungan Rancangan percobaan 2 Kemampuan merumuskan tujuan, langkah kerja, menetapkan variabel, cara mengumpulkan dan memperoleh data pada percobaan biologi
Kemajuan/perbaikan kualitas bila dibandingkan dengan rancangan percobaan 1
Penugasan 3
Daur ulang limbah organik Rancangan percobaan 3 Kemampuan merumuskan tujuan, langkah kerja, menetapkan variabel, cara mengumpulkan dan memperoleh data pada percobaan biologi
Kemajuan/perbaikan kualitas bila dibandingkan dengan rancangan percobaan 2
Keterangan: Rancangan ini bisa hanya terdiri dari satu materi pokok saja bila tugas selanjutnya merupakan tugas sebelumnya yang dikembalikan dan diperbaiki.
Contoh Format Pemberian Skor Rancangan Percobaan Biologi SMA

Nama siswa : ……………………………………………
Kelas : ……………………………………………
Tanggal koleksi : ……………………………………………
Petunjuk: Untuk setiap kemampuan siswa, berilah tanda silang (X) pada nomor
1, bila kualitas karya siswa tidak memenuhi kriteria
2, bila kualitas karya siswa kurang memenuhi kriteria
3, bila kualitas karya siswa cukup memenuhi kriteria
4, bila kualitas karya siswa sangat memenuhi criteria

No. Aspek Penilaian Skor
1 2 3 4
1 Judul memberi informasi tentang aspek yang akan diteliti
2 Mengacu pada konsep biologi tertentu yang relevan
3 Menunjukkan pentingnya dilakukan penelitian
4 Merumuskan tujuan penelitian dengan jelas dan spesifik
5 Menetapkan variabel bebas dan variabel terikat penelitian
6 Menyusun hipotesis penelitian (bila diperlukan)
7 Menguraikan langkah kerja penelitian dengan logis dan jelas
8 Menentukan cara pengumpulan data yang sesuai dengan tujuan penelitian
9 Menetapkan cara menganalisis data yang sesuai dengan teknik pengumpulan data dan tujuan penyelidikan
Skor Maksimum 36

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”36″ ”  100″


Contoh Penilaian Diri

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas : X
Kompetensi Dasar : Berperilaku ilmiah (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dalam melakukan percobaan dan diskusi di dalam kelas maupun di luar kelas

Indikator : Siswa dapat menunjukkan kesadaran untuk berperilaku responsif dan proaktif dalam melakukan percobaan

Format Penilaian Diri
No. Pernyataan Penilaian diri
Ya Tidak
1 Saya kesulitan dalam melakukan percobaan
2 Saya belum bisa menggunakan alat secara mandiri
3 Saya akan bertanya kepada guru jika ada yang tidak saya pahami
4 Saya tidak berani bertanya kepada guru
5 Saya tidak dapat bertanya kepada teman jika saya mengalami kesulitan
6 Saya mudah bertanya tentang apa yang belum jelas untuk dikerjakan kepada siapa saja
7 Saya belajar dahulu di rumah untuk mempersiapkan praktikum biologi
8 Saya takut dengan hewan yang diamati sehingga saya lebih baik menjauhinya
Saya ……dst


Rubrik Penilaian

Aspek
yang dinilai Penilaian
1 2 3
Mengidentifikasi Identifikasi tidak benar Hanya dua ciri dari identifikasi yang benar Identifikasi yang dilakukan benar semua
Pengelompokkan berdasarkan ciri Pengelompokkan yang tidak cermat Hanya empat objek yang dikelompokkan dengan benar Objek yang dikelompokkan benar semua
Pengelompokkan berdasarkan peranan Pengelompokkan yang tidak cermat Hanya tiga objek yang dikelompokkan dengan benar Objek yang dikelompokkan benar semua
Kesimpulan Tidak benar atau tidak sesuai tujuan Sebagian kesimpulan ada yang salah atau tidak sesuai tujuan Semua benar atau sesuai tujuan
Skor Maksimum 12

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”12″ ”  100″


ILMU PENGETAHUAN ALAM (FISIKA)
Contoh Tes Tulis

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas : X
Kompetensi Dasar : 3.1 Memahami hakikat fisika dan prinsip-prinsip pengukuran (ketepatan, ketelitian, dan aturan angka penting)

Indikator : 1. Siswa dapat menjelaskan perbedaan alat ukur neraca pegas dan neraca ohaus
2. Siswa dapat menggunakan konsep dimensi untuk menentukan kebenaran suatu formulasi

Soal Pilihan Ganda

 

 

 

 

Kunci Jawaban: B

Soal Uraian

 

 

 

 

Pedoman Penskoran

No. Kunci Jawaban Skor
1. Laju perubahan momentum adalah sebagai jumlah momentum yang menumbuk dinding tiap satu satuan luas tiap satu satuan waktu
…………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
= MLT-1L -2T -1 …………………………………………………………………….
= M L-1T-2 …………………………………………………………………….

Sedangkan tekanan adalah:
………………………………………………………………………….
= M LT-2L-2 ………………………………………………………………………….
= M L-1T-2 ………………………………………………………………………….

Karena Vm = P = M L-1T-2, jadi pernyataan tekanan adalah laju perubahan momentum adalah benar ………………………………………

1

1

1
1

1

1
1

1
Skor Maksimum 8

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”8″ ”  100″


Contoh Penilaian Praktik

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas : X
Kompetensi Dasar : 4.1 Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan mengguna-kan peralatan dan teknik yang tepat untuk penyelidikan ilmiah

Indikator : 1. Siswa dapat melaporkan hasil pengukuran dengan menggunakan jangka sorong.
2. Siswa dapat menggunakan peralatan eksperimen sesuai dengan fungsinya.
3. Siswa dapat menjaga keselamatan alat dan keselamatan jiwa.
4. Siswa dapat membereskan peralatan eksperimen.
5. Siswa dapat menjaga kebersihan lingkungan setelah bereksperimen.

Tugas

 

 

Rubrik Penilaian Praktik
Kriteria Skor
Mengkalibrasi alat,
Menggunakan semua bagian-bagian jangka sorong dengan benar,
Tidak melakukan kesalahan paralak ,
Menemukan cara-cara yang efektif dalam menggunakan jangka sorong,
Hasil pengukuran dalam rentang data yang diijinkan (sesuai data standar),
Laporan ditulis dengan menggunakan notasi ilmiah dan angka penting yang benar. 4
Mengkalibrasi alat,
Menggunakan semua bagian-bagian jangka sorong dengan benar,
Tidak melakukan kesalahan paralak ,
Hasil pengukuran dalam rentang data yang diijinkan (sesuai data standar),
Laporan ditulis dengan menggunakan notasi ilmiah dan angka penting yang benar. 3
Mengkalibrasi alat,
Menggunakan semua bagian-bagian jangka sorong dengan benar,
Tidak melakukan kesalahan paralak ,
Hasil pengukuran dalam rentang data yang diijinkan (sesuai data standar). 2
Mengkalibrasi alat,
Menggunakan semua bagian-bagian jangka sorong dengan benar,
Tidak melakukan kesalahan paralak ,
Hasil pengukuran di luar rentang data yang diijinkan (sesuai data standar). 1

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”4″ ”  100″


Contoh Penilaian Sikap (Observasi)

Mata Pelajaran : …………………. Hari/tanggal : …………………..
Nama : …………………. Kelas : …………………..

Berilah tanda ceklis () pada sikap yang muncul berdasarkan hasil pengamatan berikut

No. Sikap Hasil Pengamatan
Ya Tidak
1 Menggunakan peralatan eksperimen sesuai dengan fungsinya.
2 Menjaga keselamatan alat dan keselamatan jiwa.
3 Membereskan peralatan eksperimen,
4 Menjaga kebersihan lingkungan setelah bereksperimen
Nilai Ya = 1, Tidak = 0 : Jumlah nilai

 


Contoh Penilaian Praktik

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas : X
Kompetensi Dasar : 4.1 Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan mengguna-kan peralatan dan teknik yang tepat untuk penyelidikan ilmiah

Indikator : Siswa dapat merancang prosedur pengukuran massa dengan menggunakan neraca Ohaus

Tugas

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Rubrik Penilaian

Kriteria Skor
Penjelasan fungsi semua elemen neraca ohaus benar.
Data lengkap dan pengukuran akurat.
Prosedur memenuhi standar proses yang benar, sistematis dan operasional.
Memperhatikan keselamatan alat dan jiwa. 4
Penjelasan fungsi semua elemen neraca ohaus benar.
Data lengkap dan pengukuran akurat.
Prosedur memenuhi standar proses yang benar, kurang operasional.
Memperhatikan keselamatan alat dan jiwa. 3
Penjelasan hanya sebagian elemen neraca ohaus,
Data kurang lengkap namun cukup pengukuran akurat.
Prosedur memenuhi standar proses yang benar, kurang operasional.
Memperhatikan keselamatan alat dan jiwa. 2
Penjelasan hanya sebagian elemen neraca ohaus.
Data kurang lengkap namun cukup pengukuran akurat.
Prosedur belum memenuhi standar proses yang benar, kurang operasional.
Memperhatikan keselamatan alat dan jiwa. 1

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”4″ ”  100″


Contoh Penilaian Proyek

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas : X
Kompetensi Dasar : 4.1 Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan mengguna-kan peralatan dan teknik yang tepat untuk penyelidikan ilmiah

Indikator : Siswa dapat merancang standar pengukuran, waktu, massa, dan panjang

Tugas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubrik Penilaian Proyek
Aspek Skor
4 3 2 1
Pesiapan Ide gagasan benar.
Dinyatakan dalam hubungan yang benar.
Definisi benar dan rasional.
Prosedur dirancang sesuai untuk mendapatkan nilai satuan dan sistematis. Ide gagasan benar.
Dinyatakan dalam hubungan yang benar.
Definisi benar dan rasional.
Prosedur dirancang sesuai untuk mendapatkan nilai satuan namun kurang sistematis. Ide gagasan benar.
Dinyatakan dalam hubungan yang benar.
Definisi kurang tepat.
Prosedur dirancang sesuai untuk mendapatkan nilai satuan namun kurang sistematis. Ide gagasan benar.

Dinyatakan dalam hubungan yang kurang benar
Definisi kurang tepat.
Prosedur dirancang sesuai untuk mendapatkan nilai satuan tetapi tidak sistematis.
Pelaksanaan (tergambar melalui laporan) Data lengkap dan akurat.
Data sudah menggambarkan informasi yang diperlukan.
tabel sistematis.

Ada analisis terhadap temuan dilengkapi penje-lasan rasional. Data lengkap dan akurat.
Data sudah menggambarkan informasi yang diperlukan,
tabel sistematis.

Ada analisis terhadap temuan. Data lengkap dan akurat.
Data sudah menggambarkan informasi yang diperlukan.
tabel kurang sistematis,
Ada analisis terhadap temuan. Data kurang lengkap dan akurat.
Data belum menggambarkan informasi yang diperlukan.
tabel kurang sistematis.
Tidak ada analisis terhadap temuan.
Produk Dapat menemukan standar pengukuran waktu/massa/ panjang secara tepat.
Laporan ditulis secara ilmiah, menggunakan data foto/video, memenuhi unsur estetika. Dapat menemukan standar pengukuran waktu/massa/ panjang secara tepat.
Laporan ditulis secara ilmiah, menggunakan data foto/video. Dapat menemukan standar pengukuran waktu/massa/ panjang secara tepat.
Laporan ditulis secara ilmiah. Belum dapat menemukan standar pengukuran waktu/massa/ panjang secara tepat.

Laporan ditulis tidak secara ilmiah.
Skor maksimum 12

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”12″ ”  100″
Contoh Penilaian Portofolio

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas : X
Kompetensi Dasar : 4.1 Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan mengguna-kan peralatan dan teknik yang tepat untuk penyelidikan ilmiah

Indikator : 1. Siswa dapat melaporkan hasil pengukuran panjang.
2. Siswa dapat melaporkan hasil pengukuran massa.
3. Siswa dapat melaporkan hasil pengukuran waktu terhadap benda yang bergerak.

Nama siswa : ……………………………………………
Kelas : ……………………………………………
Tanggal : ……………………………………………

Berilah tanda ceklis () untuk kriteria yang sudah terpenuhi.
No. Kriteria Pertemuan
1 2 3 4 ……
1 Prosedur memenuhi standar proses.
2 Prosedur kerja menunjukkan langkah yang sistematis.
3 Prosedur memperhatikan keselamatan alat dan jiwa.
4 Data dinyatakan dalam bentuk tabel yang sistematis dan menggambarkan data yang dibutuhkan.
5 Data ditulis dengan lengkap menggunakan angka penting yang benar.
6 Data memenuhi standar data yang diijinkan, akurat, dan tepat
7 Menggunakan notasi ilmiah yang benar.
8 Analisis mengkaitkan berdasarkan data dengan argumentasi yang rasional.
9 Kesimpulan berdasarkan data.
10 Ditulis dengan tata bahasa yang benar.

Berdasarkan data, lakukan analisis hasil penilaian portofolio. Amati karya terbaik/terakhir, kriteria mana yang sudah baik dilakukan dan kriteria mana yang belum tercapai, apakah capaian yang dilakukan siswa tersebut konsisten?
……………………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………………………………….

Contoh Penilaian Diri

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas : X
Kompetensi Dasar : 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi

Setelah kalian mengikuti pelajaran tentang pengukuran, maka berilah tanda ceklis () untuk pernyataan yang kalian pilih.
No. Pernyataan Pendapat
Sulit Mudah
1 Melakukan observasi terhadap objek untuk melakukan pengukuran massa, panjang, dan waktu
2 Mengembangkan pertanyaan untuk menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti dalam melakukan pengamatan terhadap benda atau fenomena sains
3 Membaca manual book untuk mempelajari prosedur penggunaan alat ukur
4 Menemukan cara untuk melakukan pengukuran yang lebih efektif
5 Membuat data hasil pengamatan
6 Melakukan pengukuran massa dengan neraca ohaus
7 Melakukan pengukuran berat dengan neraca pegas
8 Melakukan pengukuran diameter mata uang dengan penggaris
9 Melakukan pengukuran mata uang dengan jangka sorong
10 Mengukur diameter bola dengan mikrometer sekrup
11 Mengukur waktu benda yang bergerak
12 Mengukur dengan menggunakan satuan baku dan tak baku
13 Mengolah data untuk pengukuran tunggal dan berulang
14 Menggunakan angka penting/notasi ilmiah dalam melaporkan hasil pengukuran
15 Mengisikan data dalam tabel
16 Menganalisis hasil pengukuran terhadap satuan baku dan tak baku
17 Menyimpulkan hasil pengukuran
18 Melakukan diskusi dengan kelompok
19 Membuat laporan eksperimen
20 Mempresentasikan hasil eksperimen

 

 

 

 

 

Pedoman Penilaian
Informasi ini akan memberikan data untuk memperkuat pandangan guru tentang kemampuan siswa, data penilaian diri akan diperkuat oleh informasi kemampuan keterampilan yang dapat ditunjukkan

Analisis data dapat dinyatakan dengan gambaran sebagai berikut.

No. Data
Penilaian Diri Alasan
Penilaian Diri Kemampuan atau Keterampilan Kategori
Penilaian Diri
1 Sulit Penjelasan kurang rasional Kurang baik
(skala rubrik kinerja: 1-2) Belum terbiasa
Penjelasan kurang rasional Baik
(skala rubrik kinerja: 3-4) Kurang terbiasa
Penjelasan rasional Kurang baik Kurang terbiasa
Penjelasan rasional Baik Terbiasa
2 Mudah Penjelasan kurang rasional Kurang Belum terbiasa
Penjelasan kurang rasional Baik Terbias
Penjelasan rasional Kurang Kurang Terbiasa
Penjelasan rasional Baik Membudaya

Hasil Analisis Penilaian Diri

Nama Siswa : ……………………………………………
Kelas : ……………………………………………
Hari, Tanggal : ……………………………………………
No. Kemampuan Diri Skor
1 2 3 4
Belum Terbiasa Kurang Terbiasa Terbiasa Sudah
Membudaya
1 Mengobservasi
2 Mengembangkan pertanyaan
3 Menemukan cara untuk melakukan pengukuran dasar
4 Membuat tabel pengamatan
5 Melakukan pengukuran
6 Menggunakan angka penting
7 Mengolah data hasil pengukuran
8 Menganalisis data temuan
9 Meyimpulkan berdasarkan data temuan
10 Mengkomunikasikan
Skor maksimum 40

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”40″ ”  100″


Contoh Penilaian Teman Sebaya

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Fisika
Kelas : X
Kompetensi Dasar : 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan , melaporkan, dan berdiskusi

Penilaian ini digunakan untuk memberikan data tambahan pada tugas kelompok baik berupa produk atau proyek. Data ini akan membantu guru dalam memberikan tingkatan nilai anggota kelompok yang paling berjasa terhadap penyelesaian tugas. Hasil pekerjaan dinilai berdasarkan rubrik baik produk ataupun proyek.

Tulis inisial temanmu satu kelompok pada kolom skor. Setiap kolom boleh menuliskan lebih dari satu orang.
No. Kegiatan Skor untuk teman kelompok yang paling berjasa
1 2 3 4
1 Banyak mengemukaan ide dalam penyelesaian tugas
2 Membantu mempersiapkan tugas
3 Berjasa dalam berkerja menyelesaikan tugas
4 Berjasa dalam melaporkan tugas
Keterangan :
1 = Sangat kurang berperan , 2 = kurang berperan , 3 = berperan , 4 = sangat berperan


Pedoman Penilaian
Informasi ini akan memberikan data untuk memperkuat guru dalam memberikan skor anggota kelompok terhadap tugas yang telah diberikan.

Analisis data dapat dinnyatakan dengan gambaran sebagai berikut
No. Penilaian Antar Teman Skor Unjuk Kerja/ Produk/Proyek Kategori
Antar teman
1 1 1 – 2 Tidak peduli
2 3 – 4 Tidak peduli
3 2 1 – 2 Kurang peduli
4 3 – 4 Kurang peduli
5 3 1 – 2 Peduli
6 3 – 4 Sangat Peduli
7 4 1 – 2 Sangat Peduli
8 3 – 4 Sangat Peduli sekali

 

Hasil Analisis Penilaian Teman Sebaya

Nama Siswa : ……………………………………………
Kelas : ……………………………………………
Hari, Tanggal : ……………………………………………
No. Kegiatan Skor
1 2 3 4 5
Tidak Peduli Kurang Peduli Peduli Sanagat Peduli Sangat Peduli Sekali
1 Mengemukaan ide dalam penyelesaian tugas
2 Membantu mempersiapkan tugas
3 Bekerja dalam menyelesaikan tugas
4 Pembuatan laporkan tugas
Skor maksimum 20

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”20″ ”  100″


ILMU PENGETAHUAN ALAM (KIMIA)
Contoh Tes Tulis

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas : X
Kompetensi Dasar : 3.5 Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit

Indikator : 1. Disajikan tabel berisi data hasil uji daya hantar listrik beberapa larutan, siswa dapat menyimpulkan hasil nya
2. Siswa dapat memilih gambar yang paling tepat dari hasil uji suatu larutan tertentu, jika diberikan beberapa gambar hasil uji larutan
3. Siswa dapat memilih larutan yang paling tepat jika diberikan pernyataan hasil uji daya hantar listriknya
4. Diberikan hasil uji daya hantar 2 buah larutan tak dikenal, siswa dapat menyimpulkan jenis ikatan yang terdapat dalam senyawa pembentuk larutan tersebut.

Soal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kunci Jawaban: 1. D, 2. A, 3. B, 4. E

Contoh Penilaian Praktik

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas : X
Kompetensi Dasar : 3.5 Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit
4.6 Merancang dan melakukan percobaan untuk mengetahui sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit.

Indikator : Diberikan seperangkat alat dan bahan sesuai judul percobaan, siswa dapat melakukan percobaan uji daya hantar listrik beberapa larutan tak dikenal.

Tugas

 

 

 

 


CONTOH LEMBAR KERJA /WORKSHEET

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

Alat dan Bahan:

Nama Alat Ukuran Jumlah Nama Zat Jumlah
Gelas kimia
Alat Penguji Elektrolit
Baterai/Power Suplay
Bola Lampu
Botol Semprot
Kertas Tissue 100 cm3
-
1,5 V
1,5 V
-
- 11 buah
1 set
4/1 set
1 buah
1 buah
1 rol Air Suling
Lar. Hidrogen Klorida 1M
Lar. Asam Cuka 1M
Lar. Natrium Hidroksida 1M
Lar. Gula 1M
Lar. Amonia 1M
Lar. Etanol 70%
Lar. Natrium Klorida 1M
0,1M ; 0,001M
Natrium Klorida Padat 200 cm3
50 cm3
50 cm3
50 cm3
50 cm3
50 cm3
50 cm3
masing-masing
50 cm3
1 bata

Urutan Kerja dan Pengamatan

 

 

Pengamatan:

No. Larutan yang Diuji Rumus Zat Lampu Elektroda

1. Air suling …………….. ………… ……………
2. Lar. Hidrogen Klorida 1M …………….. ………… ……………
3. Lar. Asam Cuka 1M …………….. ………… ……………
4. Lar. Natrium Hidroksida 1M …………….. ………… ……………
5. Lar. Gula 1M …………….. ………… ……………
6. Lar. Amonia 1M …………….. ………… ……………
7. Lar. Etanol 70% …………….. ………… ……………
8. Lar. Natrium Klorida 1M …………….. ………… ……………
9. Lar. Natrium Klorida 0,1M …………….. ………… ……………
10. Lar. Natrium Klorida 0,01M …………….. ………… ……………
11. Natrium Klorida Padat …………….. ………… ……………


Hasil Pengamatan:

Kelompokkan larutan yang telah diuji berdasarkan daya hantar listriknya !
Larutan Elektrolit Larutan Non Elektrolit
Kuat Lemah
………………………… …………………………… ……………………………….
………………………… …………………………… ……………………………….
………………………… …………………………… ……………………………….
………………………… …………………………… ……………………………….
………………………… …………………………… ……………………………….

2. Di antara larutan elektrolit, mana yang zat terlarutnya tergolong senyawa ion dan senyawa kovalen?
a. Senyawa Ion : ………………………………………………………………………………………
b. Senyawa kovalen : ……………………………………………………………………………………..

3. Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik?
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………

4. Senyawa ion terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Mengapa larutan senyawa dalam air dapat menghantarkan arus listrik?
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………

5. Bagaimana senyawa kovalen dapat menghantarkan arus listrik?
……………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………

6. Bandingkan daya hantar listrik larutan NaCl 1M; 0,1M; 0,001M; dan NaCl padat!
……………………………………………………………………………………………………………………………

 

 

 

 

 

Rubrik Penilaian
No. Aspek Penilaian Skor
1 Merangkai alat uji elektrolit dan menguji bekerjanya alat tersebut 2
2 Menuangkan larutan ke dalam gelas kimia 1
3 Menguji daya hantar listrik beberapa larutan yang sudah disediakan:
Menggunakan gelas kimia yang selalu bersih …………………….
Menggunakan elektrode yang selalu bersih (setiap kali berganti larutan, elektrode harus selalu dibilas dengan aquades) ………………………………………………………………………..
Mencegah kedua elektrode untuk saling bersentuhan …………
1

1
1
4 Melakukan pengamatan:
Pada lampu ……………………………………………………………..
Pada kedua elektrode ……………………………………………………
1
1
5 Menuliskan data hasil pengamatan ke dalam bentuk tabel
Rumus zat (ada 11 zat) ………………………………………………..
Lampu (ada 11 zat) ………………………………………………………
Elektrode (ada 11 zat) ………………………………………………….
11
11
11
6 Mengelompokkan larutan-larutan yang diuji berdasarkan kemampuannya dalam menghantarkan arus listrik …………………….
1
7 Mengelompokkan larutan elektrolit ke dalam senyawa ion dan senyawa kovalen …………………………………………………………………..
1
8 Menjawab benar pertanyaan: Mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik? …………………………………………………………..
1
9 Menjawab benar pertanyaan: Mengapa larutan senyawa dalam air dapat menghantarkan arus listrik? ………………………………………………..
1
10 Menjawab benar pertanyaan: Bagaimana senyawa kovalen dapat menghantarkan arus listrik? ………………………………………………………….
1
11 Membandingkan daya hantar listrik larutan NaCl 1M; 0,1M; 0,001M; dan NaCl padat …………………………………………………………………………..
1
12 Menuliskan kesimpulan (2 = tepat, 1 = kurang tepat) ………………………… 2
13 Membersihkan seluruh peralatan setelah selesai praktikum ………. 1
Skor Maksimum 50

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”50″ ”  100″


Contoh Penilaian Praktik

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas : X
Kompetensi Dasar : 4.6 Merancang dan melakukan percobaan untuk mengetahui sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit

Indikator : Siswa dapat membuat rangkaian alat uji elektrolit sederhana yang dapat digunakan untuk menguji daya hantar listrik suatu larutan.

Tugas

 

 

 

 


Rubrik Penilaian
No. Tahap Kriteria Skor
1 Perencanaan Membuat gambar rancangan rangkaian alat
(Ketepatan urutan: elektrode, sumber arus listrik (batu baterai), lampu, elektrode) 1
Menyatakan masing-masing alat/bahan dan fungsinya:
Kabel: penghantar listrik ……………………….
Batu baterai: sumber arus listrik ……………………
Lampu: indikator ada tidaknya aliran listrik ……….
Elektrode: bagian penghantar yang dicelupkan ke dalam larutan yang diuji ……………………………
1
1
1

1
2 Pelaksanaan/
pembuatan Menentukan dan menyiapkan komponen utama: lampu, sumber arus listrik (baterai), kabel penghantar listrik, elektrode 1
Menentukan dan menyiapkan komponen/peralatan pendukung: gunting/cutter, dudukan baterai 1
Merangkai set alat uji elektrolit sesuai dengan rancangan 1
Menguji kekuatan sambungan kabel ke setiap bagian (lampu, sumber arus listrik, elektrode) 1
Menguji coba alat 1
3 Hasil Kesesuaian produk yang dikumpulkan dengan penugasan
Sesuai = 2
Tidak Sesuai = 1 2
Kelengkapan produk
Lengkap = 2
Kurang Lengkap = 1 2
Kesesuaian rentang waktu (1 minggu)
Tepat Waktu = 3
Terlambat 1-3 hari = 2
Terlambat 1minggu = 1 3
Kualitas Produk (dapat digunakan/tidak)
Baik = 3
Sedang = 2
Kurang Baik = 1 3
Skor Maksimum 20

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”20″ ”  100″

 

Contoh Penilaian Sikap (Observasi)

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas : X
Kompetensi Dasar : 2.2 Berperilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, kerjasama dan proaktif dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.

Lembar observasi dan rubrik untuk penilaian sikap siswa selama melakukan diskusi kelompok untuk mengidentifikasi sifat-sifat penghantaran listrik dari berbagai larutan

Beri tanda centang (√) sesuai dengan hasil pengamatan terhadap siswa
Sikap Indikator Sikap Ya Tidak
Santun Menggunakan kata-kata yang tidak menyakiti orang lain
Tidak menunjukkan perilaku yang melecehkan orang lain
Kerjasama Menghargai pendapat orang lain
Terbuka untuk menerima saran/pendapat orang lain
Saling berbagi pekerjaan
Proaktif Aktif berpartisipasi dalam kelompok
Mengambil insiatif dalam melakukan praktikum/diskusi
Memonitor pekerjaan kelompok
Skor maksimum 8

Pedoman Penilaian
Untuk setiap indikator sikap, beri skor 1 jika teramati “Ya”, dan beri skor 0 jika teramati “Tidak”.
Skor maksimum sesuai dengan jumlah indikator sikap.
“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”8″ ”  100″

Contoh Penilaian Diri

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas : X
Kompetensi Dasar : 2.2 Berperilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, kerjasama dan proaktif dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.

Instrumen penilaian diri siswa selama melakukan praktikum secara berkelompok untuk mengidentifikasi sifat-sifat penghantaran listrik dari berbagai larutan
Lakukan penilaian terhadap diri sendiri secara jujur dengan memberi tanda centang (√) di bawah kolom “Ya” dan “Tidak” berikut!
Sikap Indikator Sikap Ya Tidak
1. Jujur Tidak meniru (menyontek) data pengamatan/pekerjaan teman
Tidak memanipulasi data hasil pengamatan
Melaporkan jika ada alat yang pecah/retak/rusak
2. Disiplin Memulai pekerjaan tepat waktu
Tidak melakukan hal-hal lain diluar yang ditugaskan
Melaksanakan praktikum sesuai alokasi waktu
3. Teliti Mengamati nyala lampu dengan teliti (terang, redup, atau mati)
Mengamati kedua elektroda dengan teliti (menyatakan elektroda yang dihubungkan dengan kutub positif atau negatif sumber arus listrik)
4. Tanggung jawab Sungguh-sungguh dalam melaksanakan praktikum
Menyelesaikan praktikum yang ditugaskan
10

Pedoman Penilaian
Untuk setiap indikator sikap, beri skor 1 jika teramati “Ya”, dan beri skor 0 jika teramati “Tidak”.

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”10″ ”  100″


Contoh Penilaian Proyek

Satuan Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas : X
Kompetensi Dasar : 3.5 Memahami sifat-sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit
4.6 Merancang dan melakukan percobaan untuk mengetahui sifat larutan non-elektrolit dan elektrolit

Indikator : Siswa dapat menyelidiki sifat larutan berdasarkan daya hantar listriknya.

Tugas

 

 

 

 


Rubrik Penilaian Proyek
No. Tahap Aspek yang dinilai Skor
1 Perencanaan Gambar rancangan rangkaian alat
(lengkap, jelas, tepat, dan rapi) 4
Kelengkapan alat dan bahan
Lengkap = 2
Tidak Lengkap = 1 2
Rangkaian set alat uji elektrolit
(Sesuai rancangan, kokoh, rapi) 3
Uji coba alat dan perbaikannya
(Berfungsi, mudah digunakan) 2
2 Pelaksanaan
Pengujian sifat penghantaran listrik berbagai macam larutan limbah
(Lengkap, cermat, teliti, bersih) 4
Pengamatan dan penuangan hasilnya dalam bentuk tabel
(Judul tabel, kolom, dan baris tabel tepat/sesuai) 3
Pengelompokkan sifat hantaran listrik larutan limbah
(Sesuai pengamatan, ada dasar pengelompokan) 2
3 Laporan Kesesuaian laporan yang dikumpulkan dengan penugasan
(rancangan, pembuatan, dan penggunaan alat uji elektrolit) 3
Kelengkapan laporan
(Identitas, tujuan, rancangan, pembuatan, dan penggunaan alat dalam menguji limbah) 5
Kesesuaian rentang waktu pengumpulan laporan
Tepat Waktu = 2
Tidak tepat = 1 2
Skor maksimum 30

“Nilai = ” “Skor Perolehan ” /”30″ ”  100″

 

LK-6 SIMULASI PEMBELAJARAN

Lembar Kerja 5

PRAKTIK MENGISI LAPORAN HASIL PENCAPAIAN KOMPETENSIPESERTA DIDIK

(4 JP)

 

  1. Tujuan

Peserta dapat:

  1. menjelaskan format buku laporan hasil pencapaian kompetensi peserta didik;
  2. mengolah nilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  3. menulisnilai (predikat)dan deskripsi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam buku laporan hasil pencapaian kompetensi peserta didik.

 

  1. Petunjuk:

       1.       Bentuk kelompok yang beranggotakan kurang lebih empat orang.

       2.       Baca Panduan Penilaian dan Model Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik. (30 menit)

       3.       Diskusikan pertanyaan/tugas berikut ini. (80 menit)

 

 

Pertanyaan

Jawaban

 

Bagaimana format buku laporanhasilpencapaian pesertadidik menurut Model Penilaian PencapaianKompetensiPesertaDidik SMP dari Direktorat PSMP tahun 2014?

 

 

Bagaimana penulisan nilai peserta didik untuk kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam laporanhasilpencapaian kompetensi pesertadidik?

 

 

Menurut Permendikbud 81A/2013, bagaimana melaporkan hasil kegiatan ekstrakurikuler dalam buku rapor?

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimana penghitungan nilai akhir kompetensi pengetahuan? Beri contoh.

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimana penghitungan nilai akhir kompetensi keterampilan? Beri contoh.

 

 

 

 

 

Bagaimana pengolahan nilai akhir kompetensi sikap dalam mata pelajaran? Beri contoh.

 

 

 

 

Bagaimana pengolahan nilai akhir kompetensi sikap antarmata pelajaran? Beri contoh.

 

 

 

 

 

 

Bagaimana penulisan deskripsi nilai kompetensi pengetahuan? Beri contoh.

 

 

 

 

 

 

Bagaimana penulisan deskripsi nilai kompetensi keterampilan? Beri contoh.

 

 

 

 

 

 

Bagaimana penulisan deskripsi nilai kompetensi sikap? Beri contoh.

 

 

 

 

 

 

Beri contoh kasus nilai (pencapaian kompetensi) peserta didik yang naik kelas dan tidak naik kelas.

 

 

 

 

 

 

 

Apa yang perlu dilakukan apabila seorang peserta didik tidak mencapai KKM pada mata pelajaran tertentu setelah ulangan akhir semester?

 

 

 

 

 

 

 

       4.       Sajikan jawaban-jawaban kelompok Anda kepada kelas untuk mendapatkan masukan. (60 menit)

       5.       Sempurnakan jawaban-jawaban kelompok Anda berdasarkan masukan yang Anda peroleh lalu serahkan kepada fasilitator. (10 menit)

 

SELAMAT BEKERJA

 

LK-5 PRAKTEK MENGISI RAPORT

Lembar Kerja 5

PRAKTIK MENGISI LAPORAN HASIL PENCAPAIAN KOMPETENSIPESERTA DIDIK

(4 JP)

 

  1. Tujuan

Peserta dapat:

  1. menjelaskan format buku laporan hasil pencapaian kompetensi peserta didik;
  2. mengolah nilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  3. menulisnilai (predikat)dan deskripsi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam buku laporan hasil pencapaian kompetensi peserta didik.

 

  1. Petunjuk:

       1.       Bentuk kelompok yang beranggotakan kurang lebih empat orang.

       2.       Baca Panduan Penilaian dan Model Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik. (30 menit)

       3.       Diskusikan pertanyaan/tugas berikut ini. (80 menit)

 

 

Pertanyaan

Jawaban

 

Bagaimana format buku laporanhasilpencapaian pesertadidik menurut Model Penilaian PencapaianKompetensiPesertaDidik SMP dari Direktorat PSMP tahun 2014?

 

 

Bagaimana penulisan nilai peserta didik untuk kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam laporanhasilpencapaian kompetensi pesertadidik?

 

 

Menurut Permendikbud 81A/2013, bagaimana melaporkan hasil kegiatan ekstrakurikuler dalam buku rapor?

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimana penghitungan nilai akhir kompetensi pengetahuan? Beri contoh.

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimana penghitungan nilai akhir kompetensi keterampilan? Beri contoh.

 

 

 

 

 

Bagaimana pengolahan nilai akhir kompetensi sikap dalam mata pelajaran? Beri contoh.

 

 

 

 

Bagaimana pengolahan nilai akhir kompetensi sikap antarmata pelajaran? Beri contoh.

 

 

 

 

 

 

Bagaimana penulisan deskripsi nilai kompetensi pengetahuan? Beri contoh.

 

 

 

 

 

 

Bagaimana penulisan deskripsi nilai kompetensi keterampilan? Beri contoh.

 

 

 

 

 

 

Bagaimana penulisan deskripsi nilai kompetensi sikap? Beri contoh.

 

 

 

 

 

 

Beri contoh kasus nilai (pencapaian kompetensi) peserta didik yang naik kelas dan tidak naik kelas.

 

 

 

 

 

 

 

Apa yang perlu dilakukan apabila seorang peserta didik tidak mencapai KKM pada mata pelajaran tertentu setelah ulangan akhir semester?

 

 

 

 

 

 

 

       4.       Sajikan jawaban-jawaban kelompok Anda kepada kelas untuk mendapatkan masukan. (60 menit)

       5.       Sempurnakan jawaban-jawaban kelompok Anda berdasarkan masukan yang Anda peroleh lalu serahkan kepada fasilitator. (10 menit)

 

SELAMAT BEKERJA

 

BUKU RAPORT K-13 SMP

BUKU II

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MODEL LAPORAN

HASIL PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

2014


KATA PENGANTAR

 

 

 

Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya penyusunan Model Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama yang berisi Model Buku Laporan Pencapaian Kompetensi Peserta Didik dan Petunjuk Teknis Pengisian Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik untuk Implementasi Kurikulum 2013 di SMP.

 

Model Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama ini disusun sebagai salah satu upaya Direktorat Pembinaan SMP membantu guru melakukan penilaian pencapaian kompetensi peserta didik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan berbagai teknik. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan menyatakan bahwa kompetensi sikap dinilai dengan teknik observasi, jurnal, penilaian antarpeserta didik, dan penilaian diri; penilaian pengetahuan dilakukan dengan teknik tes tulis, tes lisan, dan penugasan; dan penilaian keterampilan dilakukan dengan praktik, projek, dan portofolio.

 

Model Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama ini disusun dengan maksud menyajikan informasi mengenai Model Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didikdan Petunjuk TeknisPengisian Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik untuk Kurikulum 2013.Rumusan penghitungan nilai akhir dan prinsip-prinsip penulisan deskripsi pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan mengacu pada buku 1.

 

Direktorat Pembinaan SMP menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas peran serta berbagai pihak dalam penyusunan Model Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama untuk implementasi Kurikulum 2013 yang tidak terpisahkan dengan Buku Panduan Penilaian di SMP.Semoga kontribusi tersebut merupakan ilmu yang bermanfaat yang tiada putus amalnya.

 

Model Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik Sekolah Menengah Pertamaini memerlukan masukan dari berbagai pihak terutama guru, wali kelas, kepala sekolah, dan orangtua peserta didik untuk penyempurnaan lebih lanjut.

 

Jakarta, Maret 2014

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar

 

 

 

 

Hamid Muhammad, Ph.D.

NIP. 195905121983111001

 

 

 

 

 

 

Daftar Isi

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

 

I. Pendahuluan

A. Latar belakang

B. Tujuan

C. Ruang Lingkup

D. Sasaran Pengguna Pedoman

II. Model Laporan Pencapaian Kompetensi Peserta Didik SMP Berdasarkan Kurikulum   2013

A. Model Buku Laporan Pencapaian Kompetensi Peserta Didik SMP

B. Petunjuk Teknis Pengisian Rapor

III. Penutup

Daftar Pustaka

 

 

ii

iii

 

1

2

2

2

 

3

14

21

22

 

 

82

82

82

82

83

95

102

103

 

                 Contoh pengisian kolom ketidakhadiran

 

Tabel 22: Contoh Pengisisan Capaian Nilai Ekstrakurikuler

Tabel 23 : Contoh pengisisan kolom ketidakhadiran

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

  1. Latar Belakang

Implementasi model penilaian dalam Kurikulum 2013, termasuk untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) berimplikasi pada model Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik. Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik merupakan data pencapaian kompetensi yang telah dicapai peserta didik dalam setiap semester dan berakhir pada pencapaian satu jenjang pendidikan SMP berdasarkan kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

 

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan menyebutkan bahwa hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan dilaporkan dalam bentuk nilai dan deskripsi pencapaiankompetensi kepada orang tua dan pemerintah. Standar Penilaian Pendidikan tersebut menyebutkan bahwa laporan hasil penilaian oleh pendidik berbentuk:

  1. Nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi untuk hasil penilaian kompetensi pengetahuan serta keterampilan termasuk penilaian hasil pembelajaran tematik-terpadu.
  2. Deskripsi sikap diberikan untuk hasil penilaian kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial.
  3. Penilaian oleh masing-masing pendidik secara keseluruhan dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik.

 

Buku Laporan Hasil PencapaianKompetensi peserta didik merupakan dokumen penghubung antara sekolah dengan orang tua/wali peserta didik maupun dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk mengetahui kompetensi peserta didik. Oleh karena itu, buku Laporan Hasil Pencapaiankompetensi peserta didik harus komunikatif, informatif, dan komprehensif (menyeluruh) sehingga dapat memberikan gambaran mengenai pencapaian kompetensi peserta didik dengan jelas dan mudah dimengerti.

 

Pengembangan Buku Laporan Hasil PencapaianKompetensi Peserta Didik pada dasarnya merupakan wewenang sekolah yang dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Namun demikian, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar memandang perlu menyusun Model Buku Laporan Hasil PencapaianKompetensi Peserta Didik Sekolah Menengah Pertamadan Petunjuk Teknis Pengisiannya untuk membantu sekolah mengembangkan Laporan Hasil PencapaianKompetensi Peserta Didik.

 

Model Buku Laporan Hasil PencapaianKompetensi Peserta Didik SMP diharapkan dapat membantu sekolah dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam mengembangkan format Laporan Hasil PencapaianKompetensi Peserta Didik.

 

 

 

 

 

 

  1. Tujuan

Model laporan ini bertujuan untuk

  1. memberikan contoh buku laporan hasil pencapaian kompetensi peserta didik sesuai dengan Kurikulum 2013 bagi para pendidik, satuan pendidika, dan pihak-pihak yang terkait;
  2. memberikan cara-cara pengisian laporan hasil pencapaian kompetensi peserta didik bagi sesuai dengan Kurikulum 2013;
  3. memberikan model penentuan kenaikan kelas peserta didik.

 

C.  Ruang Lingkup

Isi model laporan ini meliputi contoh laporan hasil pencapaian kompetensi peserta didik beserta petunjuk cara pengisiannya. Hal itu mencakup pengisan untuk kmpetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik, serta kriteria kenaikan kelas.

 

D.  Sasaran Pengguna Panduan Penilaian

Model laporan ini diperuntukkan terutama bagi

  1. Para pendidik di SMP sebagai panduan dalam pelaksanaan pelaporan penilaian hasil pencapaian kompetensi peserta didik;
  2. Pelaksana pengawasan pendidikan (pengawas dan kepala sekolah) untuk merancang program supervisi pendidikan yang berkaitan dengan pelaporan penilaian peserta didikdi satuan pendidikan;
  3. Pihak-pihak lain yang terkait dengan pelaporan penilaian pencapaian kompetensi peserta didik.


 

BAB II

MODEL LAPORAN HASIL PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK SMP BERDASARKAN KURIKULUM 2013

 

A.      ModelBuku Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik SMP

 

LAPORAN

HASIL PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
(SMP)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama Peserta Didik:

 

 

 

 

 

Nomor Induk _________________

 

 

 

 

No. Induk/NISN:

 

 

 

 

Nomor Induk _________________

 

 

 

 

                                                                   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

REPUBLIK INDONESIA

 

LAPORAN

HASIL PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
(SMP)

 

 

 

 

 

Nama Sekolah       :    ___________________________________

NIS/NSS/NDS     :    ___________________________________

Alamat Sekolah     :    ___________________________________

     ___________________________________

Kode Pos ___________Telp.__________

Kelurahan/Desa   :    ___________________________________

Kecamatan            :    ___________________________________

Kota/Kabupaten   :    ___________________________________

Provinsi                :    ___________________________________

Website                 :    ___________________________________

E-mail                   :   ___________________________________

 

 

 

 

 

 

 

 


PETUNJUK PENGGUNAAN

 

  1. Buku Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi ini dipergunakan selama peserta didik mengikuti pelajaran di Sekolah Menengah Pertama (SMP).
  2. Apabila peserta didik pindah sekolah, buku Laporan Hasil PencapaianKompetensi tersebut dibawa oleh peserta didik untuk dipergunakan sebagai bukti pencapaian kompetensi peserta didik yang bersangkutan.
  3. Apabila buku laporan tersebut hilang, maka dokumen ini dapat diganti dengan buku Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Pengganti.
  4. Buku Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Pengganti diisi dengan nilai-nilai yang dikutip dari Buku Induk Sekolah asal tempat peserta didik bersekolah dan disahkan oleh Kepala Sekolah yang bersangkutan.
  5. Buku Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi peserta didik ini harus dilengkapi dengan pas foto ukuran 3 cm x 4 cm.
  6. Pengisian Buku Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik dilakukan oleh wali kelas.
  7. Nilai dalam Buku Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi peserta didik sbb:

 

Predikat

(KI 3 & KI 4)

Interval Nilai Kompetensi

Interval Pengetahuan

(KI 3)

Interval Keterampilan

(KI 4)

Predikat Sikap

(KI 1 & KI 2)

Interval Sikap

(KI 1 & KI 2)

 

A

3,83 < x ≤ 4,00

3,83 < x ≤ 4,00

 

SB

(Sangat Baik)

3,50 < x ≤ 4,00

 

A-

3,50 < x ≤ 3,83

3,50 < x ≤ 3,83

 

B+

3,17 < x ≤ 3,50

3,17 < x ≤ 3,50

B

(Baik)

2,50 < x ≤ 3,50

 

B

2,83 < x ≤ 3,17

2,83 < x ≤ 3,17

 

B-

2,50 < x ≤ 2,83

2,50 < x ≤ 2,83

 

C+

2,17 < x ≤ 2,50

2,17 < x ≤ 2,50

C

(Cukup)

1,50 < x ≤ 2,50

 

C

1,83 < x ≤ 2,17

1,83 < x ≤ 2,17

 

C-

1,50 < x ≤ 1,83

1,50 < x ≤ 1,83

 

D+

1,17 < x ≤ 1,50

1,17 < x ≤ 1,50

K

(Kurang)

1,00 < x ≤ 1,50

 

D

1,00 ≤ x ≤ 1,17

1,00 ≤ x ≤ 1,17

 

 

 

 

 

 

 

KETERANGAN TENTANG DIRI PESERTA DIDIK

 

  1. Nama Peserta Didik (Lengkap)   : ………………………………………………………………..
  2. Nomor Induk                              : ………………………………………………………………..
  3. Tempat / Tanggal Lahir              : ………………………………………………………………..
  4. Jenis Kelamin                              : ………………………………………………………………..
  5. Agama                                        : ………………………………………………………………..
  6. Status dalam Keluarga                : ………………………………………………………………..
  7. Anak ke-                                     : ………………………………………………………………..
  8. Alamat Peserta Didik                  : ………………………………………………………………..

                                                     ………………………………………………………………..

  1. Nomor Telepon Rumah               : ………………………………………………………………..
  2. Sekolah Asal                               : ………………………………………………………………..

11.Diterima di Sekolah Ini              

     a. di Kelas                                 : ………………………………………………………………..

     b. pada Tanggal                         : ………………………………………………………………..

12. Nama Orang Tua                      

a. Ayah                                      : ………………………………………………………………..

b. Ibu                                          : ………………………………………………………………..

  1. Alamat Orang Tua                     : ……………………………………………………………

                                             …………………………………………………………………

Nomor Telepon Rumah               : ………………………………………………………………..

  1. Pekerjaan Orang Tua                 

a. Ayah                                      : ………………………………………………………………..

b. Ibu                                          : ………………………………………………………………..

  1. Nama Wali Peserta Didik            : ………………………………………………………………..
  2. Alamat Wali Peserta Didik          : ………………………………………………………………..

Nomor Telpon Rumah                 : ………………………………………………………………..

  1. Pekerjaan Wali Peserta Didik      : ………………………………………………………………..

 

 

Pas Foto

3 x 4

……………….., …………20…….

Kepala Sekolah,

 

 

 

 

 

 

 

NIP

 

 

 

HASIL PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK

 

Nama Sekolah                   : ____________________                              Kelas                                     : ________

Alamat                                 : ____________________                              Semester                               : 1 (Satu)

NamaPeserta Didik          : ____________________                              Tahun Pelajaran               : ________

Nomor Induk/NISN        : ____________________             

               

MATA PELAJARAN

Pengetahuan

(KI 3)

Keterampilan

(KI 4)

Sikap Spiritual dan Sosial        

(KI 1 dan KI 2)

Dalam

Mata Pelajaran

Antar Mata Pelajaran

Kelompok A

 

 

 

 

1

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

 

 

 

 

2

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

 

 

 

3

Bahasa Indonesia

 

 

 

4

Matematika

 

 

 

5

Ilmu Pengetahuan Alam

 

 

 

6

Ilmu Pengetahuan Sosial

 

 

 

7

Bahasa Inggris

 

 

 

Kelompok B

 

 

 

1

Seni Budaya

 

 

 

2

Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan

 

 

 

3

Prakarya

 

 

 

 

Kegiatan Ekstrakurikuler

Keterangan

1. Praja Muda Karana (Pramuka)

 

2. ………….

 

3. ………….

 

 

Ketidakhadiran

Sakit                        : _____ hari

Izin                           : _____ hari

Tanpa Keterangan   : _____ hari

 

 

Mengetahui:                                                                                                        ……………………………….., ……………20……

           Orang Tua/Wali,                                                                                              Wali Kelas,

 

 

 

   __________________________                                                                   ______________________________

                                                                                                                                            NIP ……………………………….. ………….

 

DESKRIPSI HASIL PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK

 

Nama Sekolah                   : ____________________                              Kelas                                     : ________

Alamat                                 : ____________________                              Semester                               : 1 (Satu)

NamaPeserta Didik          : ____________________                              Tahun Pelajaran               : ________

Nomor Induk/NISN        : ____________________             

           

MATA PELAJARAN

KOMPETENSI

DESKRIPSI

Kelompok A

 

 

1

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

Pengetahuan

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

2

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Pengetahuan

 

 

 

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

3

Bahasa Indonesia

Pengetahuan

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

4

Matematika

Pengetahuan

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

5

Ilmu Pengetahuan Alam

Pengetahuan

 

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

6

Ilmu Pengetahuan Sosial

Pengetahuan

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

7

Bahasa Inggris

Pengetahuan

 

 

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

Kelompok B

 

 

1

Seni Budaya

Pengetahuan

 

 

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

2

Pendidikan Jasmani,                   Olah Raga, dan Kesehatan

Pengetahuan

 

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

3

Prakarya

Pengetahuan

 

 

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

         

 

                                                                                                                …………………….., …………………….20…….

Mengetahui

Orang Tua/Wali                                                                                    Wali Kelas,

 

 

________________________                                                                        _______________________________

                                                                                                                                            NIP……………………………………………….

HASIL PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK

 

Nama Sekolah                   : ____________________                              Kelas                                     : ________

Alamat                                 : ____________________                              Semester                               : 2 (Dua)

NamaPeserta Didik          : ____________________                              Tahun Pelajaran               : ________

Nomor Induk/NISN        : ____________________             

               

MATA PELAJARAN

Pengetahuan

(KI 3)

Keterampilan

(KI 4)

Sikap Spiritual dan Sosial        

(KI 1 dan KI 2)

Dalam

Mata Pelajaran

Antar Mata Pelajaran

Kelompok A

 

 

 

 

1

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

 

 

 

 

2

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

 

 

 

3

Bahasa Indonesia

 

 

 

4

Matematika

 

 

 

5

Ilmu Pengetahuan Alam

 

 

 

6

Ilmu Pengetahuan Sosial

 

 

 

7

Bahasa Inggris

 

 

 

Kelompok B

 

 

 

1

Seni Budaya

 

 

 

2

Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan

 

 

 

3

Prakarya

 

 

 

 

Kegiatan Ekstrakurikuler

Keterangan

1. Praja Muda Karana (Pramuka)

 

2. ………….

 

3. ………….

 

 

 

Ketidakhadiran

Sakit                         : _____ hari

Izin                             : _____ hari

Tanpa Keterangan   : _____ hari

 

 

Mengetahui:                                                                                                     ……………………………….., ……………20……

           Orang Tua/Wali,                                                                                            Wali Kelas,

 

 

   __________________________                                                                ______________________________

                                                                                                                                         NIP ……………………………….. ………….

 

DESKRIPSI HASIL PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK

 

Nama Sekolah                   : ____________________                              Kelas                                     : ________

Alamat                                 : ____________________                              Semester                               : 2 (Dua)

Nama Peserta Didik         : ____________________                              Tahun Pelajaran               : ________

Nomor Induk/NISN        : ____________________             

           

MATA PELAJARAN

KOMPETENSI

DESKRIPSI

Kelompok A

 

 

1

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

Pengetahuan

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

2

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Pengetahuan

 

 

 

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

3

Bahasa Indonesia

Pengetahuan

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

4

Matematika

Pengetahuan

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

5

Ilmu Pengetahuan Alam

Pengetahuan

 

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

6

Ilmu Pengetahuan Sosial

Pengetahuan

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

7

Bahasa Inggris

Pengetahuan

 

 

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

Kelompok B

 

 

1

Seni Budaya

Pengetahuan

 

 

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

2

Pendidikan Jasmani,                   Olah Raga, dan Kesehatan

Pengetahuan

 

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

3

Prakarya

Pengetahuan

 

 

 

Keterampilan

 

Sikap Spiritual dan Sosial

 

         

                                                                                                               

 

 

Mengetahui:

Orang Tua/Wali,

 

 

 

 

…………………………………..

 

 

 

Wali Kelas,

 

 

 

 

 

…………………………………..

NIP

Keputusan:

Berdasarkan hasil yang dicapai pada semester ke-1 dan ke-2, peserta didik ditetapkan:

naik ke kelas      ……….   (…………………………..)

tinggal di kelas ……….     (…………………………..)

…………………………….,………………………, 20……..

Kepala SMP ……………………………………

 

…………………………………………..

NIP

 

KETERANGAN PINDAH SEKOLAH

Nama Peserta Didik : __________________

 

 

MUTASI KELUAR

Kelas yang Ditinggalkan

Alasan Mutasi Keluar

Tanda Tangan Kepala Sekolah, Stempel Sekolah, dan Tanda Tangan Orang Tua/Wali

 

 

 

………………………., …………………….

 

Kepala Sekolah,

 

 

 

 

 

___________________________

NIP

 

 

Orangtua/Wali

 

 

 

 

___________________________

 

 

 

 

 

………………………., …………………….

 

Kepala Sekolah,

 

 

 

 

 

___________________________

NIP

 

 

Orangtua/Wali

 

 

 

 

 

___________________________

 

 

 

KETERANGAN PINDAH SEKOLAH

Nama Peserta Didik : __________________

 

 

NO

MUTASI MASUK

 

 

1

 

Nama Peserta Didik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

………………………., …………………….

 

Kepala Sekolah,

 

 

 

 

 

___________________________

NIP

 

2

Nomor Induk

3

Nama Sekolah

4

Masuk di Sekolah ini:

  1. Tanggal
  2. Di Kelas

5

Tahun Pelajaran

 

 

 

 

 

 

1

 

Nama Peserta Didik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

………………………., …………………….

 

Kepala Sekolah,

 

 

 

 

 

___________________________

NIP

 

 

2

Nomor Induk

3

Nama Sekolah

4

Masuk di Sekolah ini:

  1. Tanggal
  2. Di Kelas

5

Tahun Pelajaran

 

 

 

1

 

Nama Peserta Didik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

………………………, …………………….

 

Kepala Sekolah,

 

 

 

 

 

 

___________________________

NIP

 

 

2

Nomor Induk

3

Nama Sekolah

4

Masuk di Sekolah ini:

  1. Tanggal
  2. Di Kelas

5

Tahun Pelajaran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

         

 

 

 

CATATAN PRESTASI YANG PERNAH DICAPAI

 

 

Nama Peserta Didik             :     ……………………………………………………………………..

Nama Sekolah                       :     ……………………………………………………………………..

Nomor Induk                         :     ……………………………………………………………………..

 

 

Prestasi yang Pernah Dicapai

Keterangan

 

1

 

Kurikuler

 

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

 

 

2

 

Ekstrakurikuler

 

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

 

 

3

 

Prestasi Lainnya

 

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………..

……………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………..

 

 

 

 

 

B. Petunjuk Teknis Pengisian Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta DidikSMP

 

1        Buku Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik diisi oleh wali kelas dengan tulisan yang rapi dan jelas.

2        Nama peserta didik di halaman judul, data Satuan Pendidikan di lembar 1, dan data tentang diri peserta didik di lembar 2 ditulis menggunakan huruf kapital yang jelas dan rapi.

3        Lembar 2 yang berisi data peserta didik, dilengkapi dengan foto peserta didik terbaru berukuran 3 x 4.

4        Lembar CAPAIAN kompetensi semester 1 diisi dengan:

  1. Identitas satuan pendidikan dan identitas peserta didik.
  2. Pada kolom Pengetahuan (KI 3) dan Keterampilan (KI 4) diisi dengan perolehan nilai dari tiap guru mata pelajaran yang berupa Predikat A s.d. D
  3. Untuk kolom Sikap Spiritual dan Sosial (KI-1 dan KI-2), dalam kolom Mata pelajaran diisi dengan predikat:

            SB   = Sangat Baik    

            B     = Baik                 

            C     = Cukup            

            K    = Kurang           

  1. Untuk kolom Sikap Spiritual dan Sosial (KI-1 dan KI-2) antarmatapelajaran diisi dengan deskripsi kesimpulan dari sikap peserta didik secara keseluruhan dalam mata pelajaran. Kesimpulan tersebut diperoleh melalui koordinasi bersama dengan guru mata pelajaran pada kelas yang sama.

 

 

 

CONTOH PENGISIAN

Nama Sekolah                        : …………………                   Kelas               : VII

Alamat                        : …………………                   Semester         : 1 (Satu)

Nama Peserta Didik  : …………………                   Tahun Pelajaran : 2014/2015

Nomor Induk/NISN             : …………………

 

CAPAIAN


MATA PELAJARAN

Pengetahuan

(KI 3)

Keterampilan

(KI 4)

Sikap Spiritual dan Sosial (KI 1dan KI 2)

Mata Pelajaran

Antar-

Mata Pelajaran

Kelompok A

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

A

A-

SB

Menunjukkan SikapBaik, pada kompetensi spiritual dan sosial, tetapi perlu meningkatkan diri pada beberapa sikap tertentu sesuai dengan karakteristik mata pelajaran

 

2

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

A-

B+

B

3

Bahasa Indonesia

A

A

SB

4

Matematika

A-

B

B

5

Ilmu Pengetahuan Alam

B+

B+

B

6

Ilmu Pengetahuan Sosial

B

B

B

7

Bahasa Inggris

A-

A-

SB

Kelompok B

 

 

 

1

Seni Budaya

B+

B+

B

2

Pendidikan Jasmani, Olah Raga,dan Kesehatan

 

A

 

A

 

SB

3

Prakarya

 

B-

 

C

B

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Kegiatan ekstrakurikuler diisi dengan predikat(sangat memuaskan,memuaskan, atau kurang memuaskan). Nilai dan keterangan kegiatan ekstrakurikuler diperoleh dari guru pembina/pelatih ekstrakurikuler. Berikut ini contoh pengisisan capaian nilai ekstrakurikuler

Kegiatan Ekstrakurikuler

Keterangan

  1. Praja Muda Karana

Sangat Memuaskan,menguasai masalah talitemali, mendirikan tenda,smaphore, dan baris-berbaris.

2.Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)

Memuaskan, aktif dalam setiap kegiatan UKS dan aktifsebagai Kader Kesehatan Remaja

 

  1. Kolom ketidakhadiran diisi dengan rekap kehadiran peserta didik (sakit, izin, dan tanpa keterangan). Berikut ini contoh pengisisan kolom ketidakhadiran

Ketidakhadiran

 

 

 

Sakit                       : 1 hari

Izin                       : -   hari

Tanpa Keterangan   : -   hari

 

5      Lembar catatan deskripsi kompetensi mata pelajaran diisi dengan :

  1. Identitas satuan pendidikan dan identitas peserta didik.
  2. Catatan deskripsi pengetahuan, keterampilan, sikap spiritual, dan sikap sosial tiap mata pelajaran diperoleh dari guru mata pelajaran.
  3. Catatan deskripsi pengetahuan, keterampilan, sikap spiritual, dan sosial tiap mata pelajaran ditulis dengan jelas dan rapi.
  4. Contoh pengisisan lembar catatan deskripsi :
 

Mata Pelajaran

Kompetensi

Catatan

Kelompok A.

7

Bahasa Inggris

Pengetahuan

Sangat Baik, sudah memahami seluruh kompetensi, terutama dalam memahami tujuan, dan susunan teks, tetapi perlu lebih teliti dalam menggunakan unsur kebahasaan yang baik dan benar

Keterampilan

Sudah terampil dalam menggunakan ungkapan-ungkapan yang telah dipelajari, tetapi perlu meningkatkan percaya diri dalam berbicara.

Sikap Spiritual dan Sosial

 

Sudah konsistenmenunjukkan sikap mensyukuri dan semangat belajar, jujur, disiplin, dankerjasama, tetapi perlu meningkatkan percaya diri.

Kelompok B

2

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

 

Pengetahuan

Kompetensi pengetahuan rerata adalah baik pada permainan bola kecil,konsep latihan peningkatan kebugaran jasmani, keterampilan dasar senam lantai, keterampilan dasar renang gaya bebas dan dada, dan konsep gaya hidup sehat

sangat baik pada KD permainan bola besar, nomor atletik, beladiri, gerak ritmik, akan tetapi masih   perlu ditingkatkan pada pemahaman tindakan P3K.

Keterampilan

Kompetensi ketrampilan rerata adalah baik pada,latihan peningkatan kebugaran jasmani, keterampilan dasar senam lantai, beladiri, keterampilan dasar renang gaya bebasdan dada, dan gaya hidup sehatsangat baik pada KD permainan bola kecil,permainan bola besar, nomor atletik,gerak ritmik, akan tetapi masih perlu ditingkatkan pada tindakan P3K.

Sikap Spiritual dan Sosial

Sudah terbiasa berdoa, tawakal, dan menunjukkan perilaku baik dalam berolah raga dan menunjukkan sikap tanggung jawab dan disiplin, dan usaha maksimal dalam setiap aktivitas gerak jasmani, tetapiperlu meningkatkan dalam menghargai perbedaan, dan terus menerus dikembangkan sikap sportif dalam bermain

 

6      Teknik pengisian lembar penilaian Laporan Hasil Pencapaian kompetensi semester2 (dua), sama dengan teknik pengisian lembar penilaian Laporan Hasil Pencapaian kompetensi pada semester 1 (satu).

 

7      Kriteria kenaikan kelas ditentukan oleh satuan pendidikan, dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun pelajaran yang diikuti;
  2. mencapai tingkat kompetensi pengetahuan (KI 3) dan keterampilan (KI 4) yang dipersyaratkan, minimal sama dengan KKM, yaitu (B-). (Satuan Pendidikan dapat menentukan KKM di atas ketentuan minimal, B-);
  3. nilai kompetensi sikap (KI 1 dan KI 2) untuk setiap mata pelajaran sekurang-kurangnyaBaik (B);
  4. memiliki maksimal dua mata pelajaran yang masing-masing nilai kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilannya di bawah KKM;
  5. ketidakhadiran siswa tanpa keterangan maksimal 15% dari jumlah hari efektif;
  6. berdasarkan hasil rapat pleno dewan guru.

 

Catatan: Satuan pendidikan dapat menentukan kriteria kenaikan kelas lebih dari ketentuan minimal tersebut, disesuaikan dengan kondisi dan potensi satuan pendidikan.

 

CONTOH PENENTUAN PESERTA DIDIK NAIK/TIDAKNAIK KELAS

 

  1. Anna memiliki nilai yang kurang dari KKM pada 3 (tiga) mata pelajaran (yaitu kompetensi pengetahuan pada PPKn dan kompetensi keterampilan pada Matematika dan Prakarya). Nilai kompetensi sikap semua mata pelajaran predikat B.

 

Mata Pelajaran

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Keterangan

PKn

C

B

B

 

NAIK KELAS

Matematika

B

C

B

Prakarya

B+

C+

B

 

Anna dinyatakan naik kelas, karena tidak memiliki lebih dari dua mata pelajaran yang masing-masing nilai kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilannya di bawah KKM. Meskipun terdapat tiga nilai kurang dari KKM pada tiga mata pelajaran,nilai-nilai yang kurang tersebut tidak pada kedua kompetensi pengetahuan dan keterampilan sekaligus pada masing-masing mata pelajaran dari tiga mata pelajaran tersebut.

 

  1. Nilai Anto untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan pada tiga mata pelajaran (yaitu Agama, Matematika, dan IPA) ternyata kurang dari KKM.

 

Mata Pelajaran

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Keterangan

Agama

C

C

B+

TIDAK

NAIK KELAS

Matematika

C

C

A

IPA

C+

C+

B+

 

Anto dinyatakantidak naik kelas karenamemiliki nilai kurang dari KKM baikuntuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan pada lebih dari dua mata pelajaran.

 

  1. Berikut adalah nilai Riko.

 

Mata Pelajaran

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Keterangan

Agama dan Budi Pekerti

B

B

B+

 

TIDAK NAIK KELAS

Matematika

B+

C

B

Bahasa Inggris

B-

B+

C

 

Riko dinyatakan tidak naik kelaskarena memiliki satu nilai sikap yangkurang dari KKM (C).

 

     8. Keterangan mutasi keluar satuan pendidikan diisi dengan:

  1. tanggal ditetapkannya keluar dari satuan pendidikan;
  2. kelas yang ditinggalkan pada saat keluar dari satuan pendidikan;
  3. alasan keluar dari Satuan Pendidikan;
  4. tanggal penandatanganan pengesahan oleh kepala sekolah dan tanda tangan kepala sekolah;
  5. pengesahan kepindahan keluar satuan pendidikan dikuatkan dengan tanda tangan orang tua/wali peserta didik.

9. Keterangan mutasi masuk satuan pendidikan diisi dengan:

  1. identitas peserta didik ditulis apabila pindah masuk ke sekolah baru (mutasi dari luar ke dalam satuan pendidikan);
  2. tanggal penandatanganan pengesahan oleh kepala sekolah dan tanda tangan kepala sekolah.
  3. Catatan prestasi yang pernah dicapai diisi dengan :

Keterangan dalam kolom uraian tentang kurikuler dan ekstrakurikuler dituliskan tentang prestasi yang diperoleh peserta didik dengan deskripsi peringkat yang diperoleh dari kejuaraan yang diikuti, tingkat, dan tanggal pelaksanaan.

Keterangan dalam kolom prestasi lainnya diisi dengan uraian tentang kegiatan dan/atau prestasi selain kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler, misalnya menjadi duta seni, mengikuti program pertukaran pelajar.


BAB III
PENUTUP

 

 

Salah satu parameter utama keberhasilan implementasi Kurikulum 2013 adalah tercapainya keefektifan pembelajaran, yaitu dengan dicapainya tujuan pembelajaran oleh peserta didik secara optimal sesuai dengan standar kompetensi lulusan. Untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran tersebut diperlukan penilaian pencapaian kompetensi dan pelaporan hasil pencapaian kompetensi peserta didik.

 

Melalui Model Pelaporan hasil pencapaian Kompetensi Peserta Didik ini diharapkan pendidik dapat melaporkan pencapaian kompetensi peserta didik secara efektif dan bermakna sesuai mata pelajaran yang diampunya. Dokumentasi dan pelaporan pencapaian kompetensi bagi peserta didik menjadi salah satu tanggungjawab pendidik.

 

Semoga, para pendidik diberi kemudahan dan hikmat dalam memahami model laporan ini dan menerapkannya untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran dan penilaian. Pada akhirnya, peserta didik dapat mencapai kompetensi mata-mata pelajaran secara bermakna, luas dan mendalam serta dapat menerapkannya pada berbagai konteks kehidupan sesuai dengan semangat Kurikulum 2013. Dengan demikian, upaya peningkatan mutu pendidikan yang berkeadilan dapat tercapai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001. A Taxonomy For Learning, Teaching and Assessing. New York: Longman.

Anderson, L.W., Krathwohl, D.R., Airasian, P.W., Cruikshank, K.A., Mayer, R.E., Pintrich, P.R., Raths, J., Wittrock, M.C. (2000). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. New York: Pearson, Allyn & Bacon.

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (2013). Pedoman Penilaian Hasil Belajar. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Jakarta

Binkley, M., Erstad, O., Herman, J., et.al. 2010. Assesment and Teaching of 21st Century Skill. Melbourne: The University of Melbourne Press.

Charles, Randall, Lester, Frank and O’Daffer, Phares. 1991. How to Evaluate Progress in Problem Solving. Reston, VA: National Council of Teachers of Mathematics, 1987. In Stenmark, Jean, Mathematics Assessment: Myths, Models, Good Questions and Practical Suggestions. Reston, VA: National Council of Teachers of Mathematics.

Daniel J. Mueller (1992). Mengukur Sikap Sosial Pegangan Untuk Peneliti dan Praktisi. Bumi Aksara. Jakarta.

Forster, Margaret, dan Masters, G. (1996).Performance Assessment Resource Kit. Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd.

Forster, Margaret, dan Masters, G. (1996).Portfolios Assessment Resource Kit. Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd.

Forster, Margaret, dan Masters, G. (1998).Product Assessment Resource Kit. Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd.

Forster, Margaret, dan Masters, G. (1999).Paper amd Pen Assessment Resource Kit. Camberwell, Melborne: The Australian Council for Educational Research Ltd.

Gronlund, E. Norman. (1982). Constructing Achievement Tests. London: Prentice Hall.

Hamzah B. Uno dan Satria Koni.(2012). Assessment Pembelajaran. Bumi Aksara. Jakarta.

Linn, R.L., dan Gronlund, N.E. (1995). Measurement and Assessment in Teaching. New Jersey: Prentice Hall.

Morrison, G.R., Ross, S.M., Kalman, H.K., kemp, J.E. Kemp. 2011. Designing Effective Instruction, Sixth Edition. New York: John Wiley&Sons, INC.

Paul, Richard & Linda Elder. 2007. Critical Thinking Competency Standards, Principles, Performance Indicators, and Outcomes With a Critical Thinking Master Rubric, The Foundation for Critical Thinking. Foundation for Critical Thinking Press. www.criticalthinking.org

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik IndonesiaNomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik IndonesiaNomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik IndonesiaNomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan

 

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2013 tentang Standar Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum

Popham, W.J. (1995) Classroom Assessment, What Teachers Need to Know. Boston: Allyn & Bacon.

Puskur Balitbang. (2006). Model Penilaian Kelas Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMP/MTs. Jakarta: Depdiknas.

Saifuddin Azwar (2013). Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Stevenson, N. , 2006, Young Person’s Character Education Hand Book, Indianapolis, Jist Life.

 

 

 

 

 

 

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: